
Melihat Gofan sudah masuk ke dalam Gua, Li Wu berbisik ke arah Li Cheng, “Kak. Kenapa kamu setuju? Bagaimana jKakika hanya ada tiga Ratu? Aku tidak yakin ada lebih dari tiga.”
“Aku tidak tahu darimana dia mengetahuinya, tapi kata-katanya benar. Lihat mayat-mayat lebah ini, semua seukuran lengan, pasti ini Koloni besar dengan lebih dari enam Ratu.” bisik balik Li Cheng.
Mendengar itu hati Li Wu sedikit terhibur, jika ada lebih dari enam, itu akan baik-baik saja. Setidaknya mereka bisa mengklaim lebih dari tiga.
“Selama Putri Suci tidak ikut campur, kita akan mengambil sebanyak mungkin Inti Madu Ratu.” imbuh Li Cheng tersenyum ke arah Li Wu dan Li Derang.
Di Dalam Gua, 15 Kaki dari Sarang Lebah
“Meski dia memberi waktu setengah batang dupa, Aku tidak yakin, kapan Li Cheng itu akan menyalakan Dupa ini? Ini benda yang berharga, bisa membantu Seni Racun Darahku, sebaiknya ku simpan dulu...”
Dalam keadaan tidak terlihat, Gofan menyimpan Dupa Asap Kelabu. Dia berdiri di tengah-tengah pusat sarang Koloni Lebah. Dia memiliki batas waktu setengah batang dupa sebelum Li Cheng menggunakan Kemampuan Ilahinya untuk menyalakan Dupa Asap Kelabu dari mulut Gua.
Gofan membentuk segel tangan dan menggunakan kemampuan ilahi para Tikus Sayap Perak untuk mendeteksi keberadaan Putra Kepala Desa dan semua orang yang ditangkap para lebah.
Briizzz....
Briizzz.... *dengungan sayap*
“Ini percuma... Suara sayap mereka mengacaukan pendengaranku... Apa yang harus aku lakukan?.”
Setelah hitungan tujuh sampai delapan hela napas, Gofan melepas Topeng Penyamarannya dan mengaktifkan 'Mata Ilahi', targetnya jelas! Salah satu lebah yang terlihat sebagai komando pasukan, informasi dari lebah itu pasti akan lebih menyeluruh.
“Dapat! Ternyata, di sana... Baik, ayo selamatkan mereka!!.”
*Wuussss* Gofan melangkah dengan Lompatan Besar-Kecil, tidak perlu waktu lama, dia tiba di tumpukan korban-korban para Lebah Punggung Taring. Beberapa yang baru ditangkap masih hidup tapi tidak sadarkan diri, sementara kebanyakan telah menjadi potongan tubuh dan tulang belulang. Itu lebih tampak seperti kuburan massal!
*Blazzhh* Pagoda Jindun muncul di atas telapak tangan Gofan. Dengan segel tangannya, dia menarik masuk semua korban yang masih bernyawa, masuk ke dalam Pagoda Jindun. Di antaranya, tentu, anak Kepala Desa.
*ROOOAAAARRRRR*
Briizzz....
Briizzz.... *dengungan sayap*
Melihat mangsa mereka menghilang seketika, para lebah penjaga korban-korban itu berdengung mengamuk. Mereka terbang ke setiap sudut sarang berusaha melacak kemana hilangnya korban-korban itu.
Seketika Gua itu terasa seperti bergetar, saat para Ratu Lebah menyadari kejadian tersebut.
*ROOOAAAARRRRR*
Ada delapan Ratu di Koloni Besar itu, ditambah satu Ratu terbesar yang mengepalai delapan lainnya. Satu Ratu terbesar itu adalah satu-satunya yang memiliki kecerdasan, sedikit lagi, dia mungkin akan menjadi Styx.
*ROOOAAAARRRRR*
“Delapan Ratu lainnya hampir saja saling bunuh karena mengira salah satu dari mereka melahap habis para korban itu, jika bukan karena Ratu terbesar itu, aku pasti sudah keluar dari Gua ini.”
Gofan terpaksa berdiri diam di antara tumpukan mayat, setelah menyadari kecerdasan si Ratu Lebah terbesar, sedikit saja kesalahan, lokasinya pasti akan diketahui.
Ratu terbesar memerintahkan para Ratu lainnya untuk melepaskan gas beracun mereka untuk memenuhi seluruh sarang tersebut dan membuat penyusup yang bersembunyi muncul dari persembunyiannya.
*Cheessshhhh* Asap hijau beracun menyebar, perlahan memenuhi seluruh sarang para lebah.
“Sepertinya benar. Racun ini bukan masalah bagiku...Hehehe... Terima kasih” Kini Gofan yakin, bahwa Tubuh Racun Sempurna miliknya juga kebal terhadap racun Binatang Langit.
Dengan situasi dikelilingi oleh asap hijau beracun, itu bukan malapetaka bagi Gofan, tapi justru sebuah kesempatan. Dia duduk dan membudidayakan Seni Racun Darah.
Budidayanya berputar dan perlahan menyerap sedikit demi sedikit asap hijau racun lebah.
“Aku akan menggabungkannya dengan sedikit racun dari Teratai Racun Pelangi, mari kita lihat, racun siapa yang lebih mematikan!.”
Bersamaan dengan seringai di wajahnya, Gofan membuka lebar-lebar mulutnya saat asap merah kehitaman keluar dari sana.
*Cheessshhhh* Asap hijau beracun dari para Ratu lebah ibarat bahan bakar bagi racun milik Gofan, perlahan racun para Ratu, disuling dari asap hijau menjadi asap merah kehitaman.
*Kiyyaaaakkk*
*Kiyyaaaakkk* Jerit kematian para lebah.
Satu demi satu Lebah Punggung Taring yang terkena asap merah kehitaman mati di tempat.
Tumbangnya para lebah membuat Ratu lebah panik. Hanya Ratu lebah terbesar yang menyadari bahwa ada yang aneh dengan warna asap beracun, Ratu terbesar itu mengepakkan sayapnya kuat-kuat, berusaha membubarkan seluruh asap merah kehitaman. Delapan Ratu lainnya mengikuti. Tapi, semua sudah terlambat, selama masih ada asap hijau memenuhi sarang, selama itu asap hijau disuling menjadi asap merah kehitaman.
*ROOOOAAARRRRR*
Ratu terbesar mengamuk, upayanya untuk membubarkan asap beracun jelas percuma, asap telah memenuhi seluruh sarang. Dia membubgkukkan badannya dan menembakkan banyak Duri-duri di punggungnya ke arah atap Gua.
Lubang-lubang besar muncul di atap Gua. Delapan Ratu lainnya mengikuti, *BOOOMMM* semakin banyak lubang di atap Gua. Sekali lagi, kesembilan Ratu itu mengepakkan sayapnya kencang-kencang dan mengarahkan asap beracun ke lubang di atap Gua.
Asap merah kehitaman perlahan bubar, keluar dari sarang melalui lubang-lubang di atap Gua.
Melihat kejadian itu, Gofan segera membentuk segel tangan, lalu membusungkan dadanya, dia menghisap kembali seluruh asap merah hitam, jika racun itu keluar dan menyebar, Gofan tidak akan bisa menanggung konsekuensinya.
*Zyuuutttt* Beberapa taring lebah ditembakkan ke arah Gofan.
*BOOOMMMM* Sebuah cekungan besar terbentuk di tempat dimana sebelumnya Gofan berada.
Di bawah tanah... Gofan selamat dan menghela napas lega, “Teknik suku tikus ini memang sangat berguna.” tepat sebelum serangan tembakan taring dari Ratu terbesar mengenainya, dengan pendengarannya yang tajam Gofan menghindar lalu masuk dan bersembunyi di dalam tanah... Gofan bergegas keluar kembali dan muncul ke permukaan, di dekat sarang Ratu lebah terbesar.
“Apa itu? Aku yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan.” dari sekian kali melihat Ratu terbesar, Gofan meyakini ada yang aneh dengan tingkahnya, tidak sedikit pun Ratu lebah terbesar itu berani meninggalkan sarangnya. Sementara, delapan Ratu lebah lainnya, tidak terlihat seperti itu.
Gofan benar-benar berhati-hati....
'Mata Ilahi'!! Saat berada cukup dekat dengan Ratu terbesar, Gofan menembakkan cahaya keemasan ke dalam kesadaran Ratu lebah terbesar.
Di dalam kesadaran Ratu lebah terbesar... Gofan mencari tahu semua yang diketahui si Ratu tersebut terutama hal yang disembunyikannya dan kelemahannya.
“Jadi begitu...” Kesadaran Gofan membentuk segel tangan, lalu berubah menjadi sebuah bola cahaya yang berusaha melahap kesadaran Ratu lebah terbesar.
Bang! Benturan terjadi.
“Siapa?! Siapa yang berusaha menyerangku?” Teriak kesadaran Ratu lebah terbesar.
“Aku. Menyerah saja, kesadaran awal sepertimu... bukan tandinganku!” Kesadaran Gofan menampakkan diri.
“Manusia!? Jadi kamu yang sudah membuat semua kekacauan di istanaku! Beraninya!! MATI!!!”
Bang! Bang! Bang!
Dua bola cahaya kesadaran, satu emas, satu hitam, berbenturan maju mundur.
Ini pertempuran kesadaran. Hanya yang memiliki kesadaran yang kuat yang akan menang. Gofan jelas pasti menang, bagaimana pun kesadarannya menyatu dengan cahaya emas Mata Ilahi, kesadaran awal seperti milik Ratu lebah tidak akan cocok.
Bang! Benturan terakhir terjadi saat perlahan-lahan bola cahaya emas menyerap habis bola cahaya hitam.
“Sudah ku bilang menyerah saja, setidaknya kamu masih memiliki kesempatan untuk jadi peliharaanku.”
Gofan mengambil alih tubuh Ratu lebah terbesar. Kemudian memerintahkan semua pasukan lebah untuk mengumpulkan Inti Madu dari lebah-lebah yang mati teracuni. Lalu, dia sendiri memenjarakan tujuh Ratu lebah lainnya dan hampir lima ribu pasukan lebah di dalam penjara Pagoda Jindun.
Di Luar Gua... Setengah batang dupa kemudian
“Mo Fan. Kamu masih hidup?” Li Yuan berlari mendekati Gofan yang keluar dari dalam Gua bersama dengan para korban yang selamat.
“Tentu saja, apa yang terjadi? Kenapa kalian berada jauh dari Gua?” tanya Gofan melihat semua lainnya, berada ratusan langkah kaki dari pintu masuk Gua.
“Sesaat setelah kamu masuk. Raungan beberapa Ratu lebah terdengar mengamuk.... lalu Li Cheng mengaktifkan Dupa Asap Kelabu, tapi justru asap hijau beracun milik para Ratu lebah yang muncul keluar dari Gua... kami terpaksa menjauh... lalu ledakan menyusul dan jeritan-jeritan para lebah terdengar. Apa yang sebenarnya terjadi?”
*Wuusss* *Wuussss* *Wuusss* Semua yang lain, satu demi satu mendekat. Kebanyakan tatapan mereka menaruh curiga pada Gofan, dia masih bisa hidup setelah berada di dalam asap hijau beracun?! juga semua para korban, berhasil diselamatkan?! Bukankah itu mencurigakan!
“Sebenarnya ketika aku masuk, aku melihat empat Ratu lebah saling mengamuk, mereka bertarung mati-matian saling melahap Inti Madu...bahkan mereka juga memangsa Inti Madu pasukan mereka... Selagi mereka bertarung, aku menyelamatkan para sandera, lalu aku membawa para sandera bersembunyi untuk menghindari racun asap hijau... Setelah keadaan tenag, lalu kami keluar. Ini benar-benar berkah Surga! sebuah keajaiban!.” Senyum seringai Gofan mengakhiri penjelasannya.
“Benarkah itu?” tanya Jiang Buyi.
Gofan mengangguk. Tentu saja 'benar'!
Semua lainnya seperti memiliki urat yang putus di otak mereka, mereka melamun membayangkan penjelasan Gofan. Kenapa semua ucapannya terdengar mudah sekali? Bahkan dia keluar tanpa terluka sedikit pun? Berkah Surga? Sebuah keajaiban? Benarkah begitu?
“Kenapa kalian masih diam di sini? kalian tidak mencari Inti Madu?” imbuh Gofan membuyarkan lamunan semua orang lainnya.
Kecuali tiga Pendekar Paviliun Pedang Surgawi dan Li Yuan, semua lainnya melangkah memasuki mulut Gua. Li bersaudara bergegas masuk berusaha mendapatkan sebanyak mungkin Inti Madu terbaik yang mereka bisa.
“Nona Li. Ayo kita juga kembali. Aku masih perlu ke rumah Kepala Desa untuk sepertiga hadiah itu.”
“Mo Fan. Kamu tidak mencari Inti Madu?”
“Aku sudah mendapatkan beberapa Inti Madu, termasuk tiga Inti Madu dari para Ratu lebah.”
“Baiklah kalau begitu.” Li Yuan berjalan mengikuti Gofan seperti orang setengah sadar. Tampak sedikit linglung.
Suara dentang pedang dan pertarungan terdengar dari dalam Gua, saat keduanya kembali ke Desa Half-God.
Bersambung...