Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 202. Aku Hanya Meminjam


Sementara Jiang Kang dan sekutunya mencari cara membuka jalan ke Ruang Sumber Daya Suku Slime, Gofan tengah duduk bersila di dalam tanah.


Senyum merekah di wajahnya, “Mereka akhirnya membantuku...” gumamnya pelan. Gofan bangkit keluar dan berjalan masuk ke dalam Gua.


Dari semenjak pertarungan melawan para tikus, Gofan sudah jelas mengetahui keinginan mereka yaitu Sutra Surgawi, karena itu Gofan menggunakan cahaya emas Mata Ilahi untuk memberitahu Jiang Yan mengenai Ruang Sumber Daya para Slime dan kini mereka membantunya membuka jalan ke dinding buntu Gua Slime.


Gofan berdiri tidak terlihat di antara delapan tikus itu yang tengah berusaha keras menghancurkan dinding buntu.


**


BOOOOOOMMMMMM!!! dinding buntu runtuh, sebuah celah sebesar manusia terbuka.


Para Slime dan Gofan diam menyaksikan apa yang terjadi, sama sekali tidak memperlihatkan kekhawatiran di wajah mereka.


“Raja. Mereka sudah mengganggu tidur Anda... Saatnya memberi mereka pelajaran!.” dari ingatan para Slime, Gofan mengetahui bahwa Raja Slime sangat menyukai dirinya, yang entah karena apa tidak diketahui Gofan. Tapi dengan dukungan dari Raja Slime, dia tidak perlu khawatir pada Jiang Kang dan tiga Jiwa Binatangnya. Bukan masalah!.


“Ke-Kenapa tempat ini kosong?!.” delapan Tikus terkejut mendapati ruangan bawah tanah yang kosong tanpa sedikit pun harta berharga seperti yang disampaikan Jiang Yan.


“Jiang Yan. Apa kamu sedang mempermainkan kami? Aku bahkan mengerahkan semua Kemampuan Ilahi untuk menghancurkan dinding ini hanya untuk melihat ruangan kosong seperti ini?!!.” Tegur Jiang Kang marah. Enam tikus lainnya, juga melihat marah ke arahnya.


“Tu-Tuan Muda Kang... Pasti ada yang salah disini... Mu-Mungkin mereka menggunakan Kamuflase untuk menyembunyikan semua harta di ruangan ini.” sahut Jiang Yan terbata-bata. Dia tidak pasti yakin dengan hal itu, tapi mengingat Slime memiliki kemampuan Kamuflase, tidak mustahil untuk mengelabui pandangan mata mereka.


Jiang Yan membentuk segel mantra dan meraung keras, saat sebuah cahaya keemasan meledak dari jari telunjuknya.


Bang! Cahaya berbentuk lingkaran emas menyebar memenuhi seluruh ruangan bawah tanah.


ROOOOAAAAARRRR!!!


BOOM!! Kedelapan tikus terpukul mundur, saat tiba-tiba sebuah raungan kuat memukul mereka mundur.


“Ukh....” Jiang Kang batuk darah dan jatuh terhuyung-huyung, “Ini??! Kekuatan ini?!”


“Dua Jiwa Iblis?! Raja Slime!.” gumam kedelapannya, wajah mereka pucat melihat seekor Slime 42 kaki muncul di hadapan mereka.


Kedelapannya mundur teratur, bersiap untuk kabur.


“Mau kemana? Kenapa kalian kabur begitu saja? Bukankah kalian datang untuk merampokku?.” ucap Raja Slime, tubuh besarnya menggeliat dan berubah menjadi wujud humanoid, seorang Pria paruh baya berdiri di hadapan kedelapannya.


Kaki kedelapannya gemetar, tidak terkecuali Jiang Kang. Dua Jiwa Iblis memang setara dengan Tiga Jiwa Binatang miliknya, tapi itu sedikit lebih kuat. Belum lagi memikirkan Energi Sihirnya yang sudah terkuras habis untuk menghancurkan dinding. Mengingat itu, saat ini, dia sama sekali tidak cocok melawan Raja Slime.


Jiang Kang berbalik dan membungkuk hormat, “Salam Raja.”


“Salam Raja.”


“Salam Raja.” Tujuh lainnya, ikut membungkuk dan memberi hormat.


“I-Ini salah paham Raja.. Kami mana berani merampok Penguasa Hutan Iblis Langit, kami datang hanya untuk mengambil kembali Sutra Surgawi.” Jiang Kang terbatuk beberapa kali.


Raja Slime tertawa, “Sutra Surgawi?.. Apa maksudmu? Aku bahkan belum beranjak keluar dari dalam Gua ini selama beribu-ribu tahun, mengapa kamu bisa berpikir Sutra itu ada di sini?.”


“Be-begini Raja....” Jiang Kang menjelaskan kejadian menghilangnya Sutra Surgawi dari dalam Ruang Sumber Daya Suku Tikus.


“Jadi begitu... Kalian menuduh Kaumku yang sudah mencuri Sutra itu, begitu?.”


“Bu-Bukan Raja.. Hanya saja, diseluruh Alam Langit, hanya Kaum Anda yang mungkin untuk melakukan hal semacam itu.”


“Sungguh lancang! Kalian datang dengan tidak sopan, menghancurkan pintu Ruang pertapaanku, dan menuduh kaumku mencuri hanya karena asumsi itu... Apakah kamu punya bukti bahwa kaumku yang melakukan itu?...” Aura Dua Jiwa Iblis meletus dan menekan delapan tikus, “Di Alam Langit apa pun mungkin terjadi, bisa saja ada makhluk lain yang juga memiliki kemampuan Kamuflase, bukankah kini Alam Langit dipenuhi orang-orang baru dari Alam Kecil.. Kenapa kalian tidak memeriksa mereka? mungkin saja, salah satu dari mereka memiliki kemampuan sama seperti kaumku.”


Jiang Kang menatap ke arah Jiang Hong, mendengar ucapan Raja Slime dia meragukan laporan yang diberikan oleh Jiang Hong.


Jiang Hong membungkuk, dan memberanikan diri menjelaskan, “Ra-Raja.. Pembuka jalan ke Alam Kecil baru berlangsung beberapa bulan, mustahil mereka mengetahui tentang...”


“Kurang ajar! Masih berani menuduh kaumku?!.. Apa yang aku katakan adalah kebenaran. Tanpa perintah dariku, seluruh Slime tidak akan mengusik Suku lain. Bagaimana mungkin mereka berani bertindak melawan perintahku?” Raung Raja Slime menyela ucapan Jiang Hong.


“Ta-Tapi....” Jiang Hong ingin membantah namun nyalinya menciut karena tekanan dari aura Dua Jiwa Iblis.


Raja Slime mengibaskan lengannya, dan tumpukan besar Harta Ilahi muncul di hadapan mereka.


Gofan yang berdiri tidak terlihat, terengah-engah melihat tumpukan harta itu. Matanya langsung tertuju pada Cincin Dimensi miliknya, yang berada di antara tumpukan Harta Ilahi.


“Ini adalah semua Harta Ilahi milik kaumku, apakah ada Sutra Surgawi di sini? Lihat dengan jelas!!.” Raja Slime memandang ke arah Gofan dan tersenyum.


“Kenapa Raja ini memperlakukanku seperti ini? Dia bahkan membantuku menyembunyikan kebenaran?.” batin Gofan saat dia mengambil kembali Cincin Dimensinya dan menyimpan Sutra Surgawi ke dalamnya.


Kedelapan tikus melihat dengan teliti, memeriksa setiap Harta Ilahi yang diperlihatkan Raja Slime kepada mereka.


Setelah beberapa puluh hela napas, kedelapannya diam menunduk, mereka sama sekali tidak menemukan Sutra Surgawi di antara tumpukan harta itu.


“Mengingat Raja Tikus Sayap Perak begitu berbakti dan tidak pernah melakukan hal yang buruk kepada kaumku, aku membiarkan kalian memeriksa semua harta ini... Bagaimana? Apakah kalian masih menuduh kaumku mencuri Sutra remeh itu?.”


Jiang Kang dan Jiang Hong saling memandang, keduanya menggeleng pelan dan mengambil keputusan untuk tidak memperpanjang masalah Sutra Surgawi. Meskipun, ada keyakinan bahwa masih ada Harta Ilahi lain yang bisa saja disembunyikan oleh Raja Slime.


“Tidak Raja. Kami tidak berani. Mohon maafkan kami atas kelancangan kami.” Ucap Jiang Hong mendesah pelan.


“Tunggu!!...” ucap Raja Slime.


Kedelapannya terdiam dan berbalik.


“Apa aku bilang kalian bisa pergi?.” Raja Slime melipat tangannya ke belakang punggung dan berjalan ke arah kedelapan tikus, “Kalian membunuh anggota Suku Slime, membangunkan tidurku, dan menghancurkan Guaku... Bagaimana kalian akan mengganti semua kerugian ini?.” tatapnya tajam ke arah kedelapan tikus.


Jiang Kang sudah menduga hal ini akan terjadi jadi dia hanya melirik marah ke arah Jiang Hong dan melepas Cincin Berbintang dari tangannya, “Haha...” tawanya memaksa, “Tentu... Tentu.. kami akan mengganti rugi semua itu.” Jiang Kang membungkuk dan menyerahkan Cincin Berbintang miliknya. Ketujuh lainnya mengikut.


“Meski ini tidak seberapa, tapi hanya ini yang kami bawa saat ini dan dengan iklhas menyerahkannya untuk Raja, sebagai ganti rugi.. Mohon maafkan kelancangan kami.” imbuh Jiang Kang.


Raja Slime mengibaskan lengan dan memeriksa semua, delapan Cincin Berbintang.


Raja Slime menggeleng, raut kecewa muncul di wajahnya, “Tidak cukup. Semua harta di dalam Cincin-cincin ini hanya sampah belaka.. Ini belum cukup untuk mengganti rugi.” ucapnya tegas.


Wajah Jiang Kang pucat, begitu pula ketujuh lainnya, semua harta yang mereka bawa sudah mereka serahkan. Sekarang mereka saling menatap dan ketakutan terlihat di wajah mereka.


Setelah hening beberapa saat, Raja Slime kembali berucap, “Memandang Raja kalian, aku akan memberi kalian waktu untuk membawa kemari Buah Persik Surgawi, masing-masing dua buah dari kalian, jika dalam tiga hari kalian tidak mempersembahkan buah itu, aku akan mencari Suku Tikus untuk menuntut pembalasan.”


“Te-Terima kasih Raja. Terima kasih kemurahan hati Raja. Aku pastikan, sebelum tiga hari, kami akan mempersembahkan Buah Persik Surgawi.” Sahut Jiang Kang disetujui ketujuh lainnya. Mereka menghela napas lega dan bergegas pergi.


**


“Manusia. Siapa namamu?.” tanya Raja Slime kepada Gofan.


“Salam Raja. Terima kasih atas bantuanmu. Aku Gofan dari Benua Penda, Alam Kecil.”


Raja Slime mengangguk, lalu mengibaskan lengan dan sebuah tugu batu sebesar dirinya muncul di hadapan Gofan.


“Aku tidak tahu, darimana kamu mewarisi Mata Ilahi itu, tapi siapa pun yang memberikannya kepadamu memiliki hubungan dengan kami, karena itu, aku membantumu...” tunjuk Raja Slime ke arah tugu batu.


Tugu batu itu sama seperti milik 12 Suku lainnya, hanya saja, ukurannya lebih kecil. Sebuah patung Gajah berdiri di atas tugu. Melihat patung itu, Gofan mengingat wujud asli Tian Baixiang.


“... Kami adalah bagian dari Suku Gajah Langit. Sebelum tubuh kami hancur, Raja terdahulu mengubah kami menjadi Slime, membuat kami menjadi pengendali dari semua Suku Styx yang ada...”


“... Raja terdahulu memiliki Mata Ilahi seperti milikmu. Apakah mungkin kamu telah bertemu dengannya di Alam Kecil?.” tanya Raja Slime penasaran.


Gofan diam sesaat, dia yakin patung Gajah itu mirip dengan Tian Baixiang, tapi dia jelas tidak akan bisa mengucapkan nama Tian Baixiang di hadapan Raja Slime, “Raja. Saya tidak yakin apakah yang memberi saya Mata Ilahi adalah Raja Terdahulu yang Raja maksud. Jika boleh tahu, siapakah nama Raja Terdahulu itu?.”


“Aku tidak bisa mengucapkan namanya, bahkan jika aku mau.” sahut Raja Slime singkat.


Mendengar itu, Gofan mengangguk, “Jika benar demikian, maka aku juga tidak bisa memberi tahu Raja meski aku juga ingin. Entah kenapa, aku juga tidak bisa mengucapkan namanya.”


“Hahaha... Benar... Benar... Itu pasti dia, yang memberimu Mata Ilahi pasti dia. Tuanku, Dewa Pelindung dari Sembilan Alam Langit.”


“Benar Raja, yang memberiku mata ini adalah Dewa Pelindung. Tapi, jika aku boleh tahu, kenapa kita tidak bisa mengucap namanya?”


“Karena, dia masih hidup. Tuanku, Dewa Pelindung masih hidup... Meski tidak satu pun makhluk di Alam Surga yang mengetahui dimana dia berada, tapi para musuhnya masih berharap menemukannya.. karena itu, jika Tuanku tidak berkenan, kita tidak akan pernah bisa mengungkapkan namanya... Saat kita bisa mengucapkan namanya, saat itu, jejak keberadaannya akan ditunjukkan kepada kita.”


Gofan terkejut, dia jelas-jelas melihat sisa terakhir percikan Jiwa Tian Baixiang, jadi menurutnya, Tian Baixiang sudah lama tiada.


“Oh benar... Aku memiliki semua ini...” sebuah gulungan muncul di tangan Raja Slime, “Ini adalah tiga tahap Penguasaan Mata Ilahi. Pelajarilah dan kelak mungkin kamu akan mempertemukan kami kembali dengan Raja Terdahulu.” imbuhnya dengan tersenyum, kebahagian tampak memancar di matanya.


“Terima kasih Raja... Raja. Bolehkah aku memeriksa ingatan Raja? Aku ingin memastikan beberapa hal.” Gofan ingin sembunyi-sembunyi menggunakan kemampuan Mata Ilahi untuk mempelajari Raja Slime, tapi mengingat betapa baiknya Raja itu kepadanya, dia meminta dengan sopan.


Raja Slime mengangguk, dia kembali ke wujud Slime 42 kaki, “Lakukanlah... Aku akan kembali tidur. Tapi jangan menyentuh hartaku. Kamu boleh merampok orang lain, tapi bukan aku! ingat itu.” ucapnya tegas sebelum tersenyum dan menutup kedua mata besarnya.


Gofan menganga, mengingat betapa baiknya Raja Slime padanya, dia tidak menyangka bahwa Raja itu akan sangat pelit jika menyangkut tentang harta. Gofan hanya bisa menggeleng dan menghela napas melihat tumpukan harta di hadapannya.


**


Waktu kembali berlalu... Sebulan setelah Gofan mempelajari ingatan Raja Slime, kini dia memahami ikatan antara dirinya, Tian Baixiang, dan Kawanan Slime. Rahasia para Slime kini sudah dia ketahui. Bahwa semua Slime adalah Suku Gajah Langit yang terlahir kembali berkat bantuan Tian Baixiang.


Dinding buntu Gua, sudah diperbaiki para Slime dan formasi pelindung Gua dibangun kembali. Selama sebulan itu, Gofan juga terus mengembangkan kualitas tulang dan tubuh sesuai gambaran yang dilakukan Dewa Perang.


“Peningkatan Kualitas Tulang-Tubuh ini memerlukan banyak sumber daya, tapi setelah aku meminta, Raja Slime hanya memberiku beberapa Kristal Semesta. Ini tidak cukup... Jika terus begini, akan memakan waktu lama untuk mencapi Saint God...” Gofan duduk bersila memandang jauh ke dalah Hutan Hitam di hadapannya, tiba-tiba sebuah kilasan ingatan Raja Slime muncul di benaknya, “...Buah Persik Surgawi. Makan satu buah, sama dengan budidaya selama 10 tahun, kalau makan enam belas buah... Pantas saja, Raja membiarkan mereka lolos.”


Gofan mendesah pelan, mengingat betapa senangnya Raja Slime memakan semua ke-16 Buah Persik Surgawi yang dipersembahkan oleh Jiang Kang dan tujuh tikus lainnya.


“Dari ingatan Jiang Kang... Pohon Persik Surgawi tumbuh di halaman belakang cabang Klan Jiang di Alam Langit Pertama... Aku jelas tidak mungkin membelinya, tapi aku bisa meminjam sedikit, lagi pula mereka punya banyak... Aku hanya perlu mengambil beberapa buah, tidak akan masalah bukan? Aku akan mengembalikan biaya buah-buah itu saat aku kaya, aku hanya meminjam.... Benar... Aku hanya meminjam... Hehehe.” gumam Gofan membenarkan ide jahat yang muncul di kepalanya.


Selepas itu, Gofan bangkit dan menghilang. Terbang keluar Hutan Iblis Langit menuju ke cabang Klan Jiang di Alam Langit Pertama, yang menurutnya, untuk berhutang Buah Persik Surgawi.


Dengan kemampuannya, Gofan harus menempuh perjalanan selama enam hari sebelum mencapai sisi luar hutan. Itu pun terus terbang tanpa beristirahat. Pada akhir hari ke-6, dia kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.


“Desa Half-God?!.” Gofan berdiam di depan gerbang sebuah Desa, memutuskan untuk beristirahat di Desa tersebut, “Dengan topeng pinjaman dari Raja Slime, aku bisa mengubah penampilan wujud Styx ini dan berbaur dengan para pembudidaya lokal.” gumamnya sebelum mengenakan topeng dan berubah menjadi bentuk humanoid, seorang pemuda dengan alis dan rambut putih.


Bersambung...


Catatan Gofan; Aku telah menyadari beberapa perbedaan antara Alam Kecil dan Alam Besar. Di Benua Penda, Klan disebut dengan Trah, itu sama saja, hanya berbeda penyebutan. Begitu pula dengan Sekte, itu sama saja dengan Perguruan dan Partai yang ada di Benua Penda. Pemahaman tentang hal-hal itu aku peroleh, baik dari para Slime atau pun para Tikus. Khusus tentang cabang Klan Jiang, sebagian besar berasal dari ingatan Jiang Kang yang aku pelajari secara diam-diam. Sejauh ini, hanya Raja Slime yang aku pelajari secara terbuka, sisa lainnya, dilakukan tanpa persetujuan. Hahaha.... Setuju atau tidak, selama cahaya emas terhubung dengan mereka, aku akan mempelajari mereka.