Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 213. Master Fan, Mo Fan Ini Adalah Mo Fan Itu


Di antara semua yang hadir di pelelangan hari ini, ada empat orang dengan topi abu-abu dan pakaian berwarna biru, berdiri di salah satu sudut, di tempat pelelangan. Keempatnya adalah Alkimia Master dari Serikat Dewa Obat.


“Fan'er karena kamu baru saja resmi menjadi bagian dari Serikat Dewa Obat, kamu harus tahu, bahwa Serikat kita memiliki hubungan khusus dengan Menara Harta Ilahi.” ucap seorang Pria tua dengan janggut putih panjang, panjangnya hingga menyentuh bagian dadanya.


“Benar.. Seperti yang diucap Gurumu, Ketua serikat kita bahkan memiliki hubungan dengan keluarga Tian. Bisa dibilang kita ini kerabat mereka, makanya kita mendapat tempat di ruangan sana.” tunjuk seorang Pria tua lainnya ke arah sebuah ruangan, rambutnya botak setengah dan kumisnya panjang seperti kumis ikan lele.


“Ini pasti pertama kali bagimu kemari bukan? Tidak perlu heran dan jangan takut untuk menawar jika ada benda yang kamu inginkan, kita memiliki potongan harga khusus, setiap anggota serikat akan mendapat 5% potongan harga.” ucap seorang Wanita paruh baya, dia cantik sesuai usianya, sedikit kerutan, tapi wajahnya memancarkan aura kesabaran, sangat sejuk jika memandangnya.


Ketiga orang tua itu berbicara pada seorang pemuda, rambutnya yang berwarna putih tertutupi oleh topi abu-abu, dan sebuah garis merah darah melintang lurus di antara kedua alis matanya. Pemuda itu terlihat begitu sederhana, wajahnya tidak menunjukkan keangkuahan, tidak juga tampan, hanya rata-rata, tapi tatapannya tajam dan dalam, seakan dia bisa menebak hati setiap orang.


“Terima kasih Guru. Terima kasih Paman Bei. Terima kasih Bibi Ling. Mo Fan sungguh bersyukur diizinkan ikut ke Pelelangan Akbar ini.” benar... Pemuda yang juga Alkimia Master dari Serikat Dewa Obat itu adalah Gofan.


Sembari mengikuti langkah ketiga orang tua di depannya, Gofan mengingat kembali saat dia tiba-tiba tersadar di sebuah tempat yang disebut Serikat Dewa Obat.


Dua minggu sebelumnya...


Sesaat sebelum Lumpur Pemakaman Dewa benar-benar hilang dari Alam Langit Pertama, sebuah ledakan maha besar terjadi, BOOOOOOOOOMMMMM!!!


Gelombang debu memenuhi seluruh cekungan tanah bekas tempat dimana lumpur berwarna merah darah berada. Semua lumpur darah yang pernah ada... hilang menjadi cekungan kawah tanah kering.


Saat itu, tubuh Gofan terpelanting ratusan kaki jauhnya dan jatuh di sebuah bukit kecil. Bukit itu disebut sebagai Bukit Seribu Herbal. Bukit dimana tempat sebuah perkumpulan pendekar yang mempelajari pengobatan berada, tempat para Tabib Dewa berada. Serikat Dewa Obat namanya.


Serikat Dewa Obat, didirikan oleh seorang Pendekar Abadi, Dewa obat, bernama Yun Yizhen. Tetapi karena harus merawat muridnya yang koma, dia tidak pernah turun ke Alam Langit Pertama. Itu membuat perkembangan teknik pengobatan anggota serikat ini sedikit menurun. Sehingga lambat laun jumlah mereka semakin menyusut. Hingga pada akhirnya hanya tersisa belasan orang di antara mereka.


Gofan terjatuh dalam keadaan tanpa busana dan penuh dengan luka. Si Pria tua berjanggut panjang tidak sengaja menemukannya. Kemudian, dia menolong menyembuhkan Gofan.


Sesaat setelah Gofan tersadar, Pria tua berjanggut panjang berkata, “Anak muda, aku Yun Lao. Aku yang menyelamatkanmu. Sekarang kamu berada di Serikat Dewa Obat.”


Sebagai ucapan terima kasih, Gofan tinggal di Serikat Dewa Obat selama tiga hari dan selama itu, dia banyak membantu para Alkimia Master di Serikat itu. Pengetahuannya akan herbal dan cara meramu membuat Yun Lao merasakan dia berbakat untuk menjadi seorang Alkimia Master dan kemudian, dia diterima sebagai murid pribadi Yun Lao. Hingga akhirnya, dia diajak untuk ikut serta dalam acara Pelelangan Akbar.


***


“Selamat datang para Master. Terima kasih untuk pasokan pil dan herbal tahun ini, kali ini aku yakin kita bisa mendapatkan untung yang lebih besar daripada tahun sebelumnya... Pil Pengembangan Jiwa buatan Master Lao pasti akan sangat diminati, Pil jenis ini sangat jarang ada yang bisa membuatnya... Tidak percuma, Master Lao dijuluki Dewa Obat Junior.” tawa Tian Duoduo ketika dia menghampiri rombongan Gofan yang telah berada di dalam sebuah ruangan khusus.


Hmm... Hmm... Yun Lao terbatuk pelan saat mendengar pujian Tian Duoduo, “Tidak pantas. Aku tidak pantas disebut seperti itu... Lagi pula Pil Pengembangan Jiwa itu bukan aku yang membuatnya.” sahut Yun Lao sedikit malu saat tangannya melambaikan tanda menolak.


“Oh... Jadi, apakah Pil itu buatan Master Bei?.”


“Oh.. Jadi, Pil itu pasti buatan Master Ling.....” ucapan Tian Duoduo terjeda sesaat, sebelum dia melanjutkan dengan pertanyaan, “Benar bukan??.” merasa sedikit ragu, jika tebakannya benar.


Xia Ling hanya menggeleng, tanda bahwa bukan dia yang membuatnya. Xia Ling tidak berkata apa-apa tapi tatapannya melirik ke arah Gofan.


Melihat lirikan itu, Tian Duoduo baru penasaran dengan sosok pemuda yang baru kali ini dia lihat datang bersama Master Serikat Dewa Obat lainnya. Sebelumnya, dia tidak terlalu memperhatikan sosok pemuda tersebut. Meskipun saat dia melihatnya pertama kali, dia sempat merasa agak sedikit tidak asing.


“Pil itu buatan muridku ini. Fan'er perkenalkan dirimu pada Tuan Menara.” ucap Yun Lao.


“Salam Tuan Menara. Aku Mo Fan murid baru dari Serikat Dewa Obat.” sahut Gofan sembari sedikit membungkuk hormat dengan tangan terkatup.


“Mo Fan?! Suaranya mengingatkanku pada Tuan Muda Mo Fan, tapi kenapa wajahnya berbeda?.” Tian Duoduo terpaku sesaat sembari terus memikirkan bahwa dia merasa, dia mengenal Mo Fan yang ada di hadapannya, hanya saja kenapa wajahnya berbeda??


“Tidak mungkin.. Dia tidak mungkin Tuan Muda Mo Fan, orang itu sudah tenggelam ke dalam Lumpur Pemakaman Dewa. Sudah jelas, dia pasti mati... Belum pernah ada yang selamat dari tempat itu... Atau Mo Fan ini adalah Mo Fan itu,?!.”


Jelas saja wajah Gofan berbeda, karena Pusaran Penelan Surga, topeng penyamaran yang dipinjamkan Raja Slime telah melebur menjadi satu dengan dirinya. Itu membuatnya kembali ke bentuk manusia, wajahnya kembali lagi seperti dulu, saat dia masih sebagai Lenfan. Kini Gofan menampilkan wajah aslinya.


“Tuan Menara... Tuan Menara... Apa ada masalah? Kenapa Tuan Menara menatap wajahku seperti itu?.” tanya Gofan, dalam hati dia sedikit tertawa. Jelas Tian Duoduo tidak bisa mengenaliku...


“Maaf... Maaf... Tidak ada masalah, tapi aku merasa, aku seperti.... Apa kita pernah bertemu sebelumnya?.” tanya Tian Duoduo.


“Meski nama mereka sama dan suaranya agak mirip... tapi bisa saja mereka adalah dua orang yang berbeda, bukan?”


“Entah... Tapi aku juga merasa seperti pernah bertemu dengan Tuan Menara, seperti kita pernah melakukan sebuah perjanjian bisnis.” ucap Gofan dengan nada agak ragu-ragu.


Deg!! Ee?? Perjanjian bisnis? Tian Duoduo terkejut mendengar jawaban Gofan.


“Tidak mungkin... Dia tidak mungkin Mo Fan yang itu bukan? Bagaimana dia bisa selamat? Tapi wajahnya??.” batin Tian Duoduo sesaat sebelum sebuah suara batin masuk dan menjawab pertanyaan itu.


“Mungkin saja. Aku masih hidup. Aku Mo Fan. Untuk sekarang tolong jaga rahasia ini, aku takut masih ada yang memburuku.” sahut Gofan melalui batin. Keduanya berdiri diam, berhadapan saling tatap.


Untuk sesaat wajah Tian Duoduo berubah terkejut, sebelum pada akhirnya, dia tertawa pelan seperti agak terpaksa tertawa, “Menarik... Sangat menarik, aku tidak menyangka Master Fan juga merasa seperti itu. Master Fan masih sangat muda dan berbakat, bagaimana kalau kita berbicara empat mata untuk membahas bisnis penjualan 'Pil' selanjutnya?.”


Bersambung...