
Lixiayo memutar otaknya, dia berpikir akan menjawab apa pertanyaan Duan Tianlang. Dia juga ragu untuk mengatakan rencananya kepada Mouhuli.
" Kenapa diam? Atau jangan-jangan rencanamu ini ada hubungannya dengan membangkitkan kembali kejayaan trah tulang putih? " Ucap Mouhuli.
Kata-kata Mouhuli kali ini terdengar jelas di telinga Duan Tianlang.
' Trah Tulang Putih? Apa ada trah dengan nama seperti itu? ' Batin Duan Tianlang.
Meski Duan Tianlang mendengar apa yang dikatakan Mouhuli, dia tidak tahu apa-apa tentang trah tulang putih.
Lixiayo tertawa kecil, dia merangkul pundak Mouhuli dan berbisik, " Senior. Maafkan ketidaksopananku sebelumnya... "
" Aku bersumpah demi pusara kedua orang tuaku. Ini tidak ada hubungannya dengan membangkitkan kejayaan trah tulang putih... "
" Aku bisa pastikan. Tidak akan terjadi Perang Dunia Siluman Kedua. Sebagai sesama Siluman kita harus bersatu dan merebut kembali tanah ini dari tangan para manusia "
Sesungguhnya semua yang diucapkan Lixiayo kepada Mouhuli adalah kebohongan semata. Lambat laun, mau atau tidak mau, Jika ingin membangkitkan kejayaan Siluman Tengkorak Putih, Perang pasti akan terjadi.
Mouhuli mengerutkan alisnya sembari menyingkirkan rangkulan tangan Lixiayo.
" Aku tidak pernah peduli tentang perang itu, mau terjadi lagi atau tidak, tidak masalah bagiku... "
" Aku hanya peduli dengan satu hal. Jangan sampai kamu berniat untuk mencelakai murid dan orang-orang terdekatku... "
" Jika sampai itu terjadi. Bahkan pusara kedua orang tuamu sekalipun tidak akan bisa menolongmu " Bisik Mouhuli sebelum duduk di sebuah kursi di Aula Tamu tersebut.
Melihat Mouhuli duduk, Lixiayo menoleh ke arah Duan Tianlang, " Senior Tianlang. Aku memilih untuk membicarakan kerja sama ini dengan Nyonya Mouhuli. Jadi, jika Senior tidak keberatan. Bisakah Senior memberikan waktu untuk kami berdua berbicara? " Sahut Lixiayo membalas pertanyaan Duan Tianlang.
Pada akhirnya Lixiayo memilih untuk mengungkapkan rencananya kepada Mouhuli.
' Tidak masalah jika Serigala Tua ini tahu tentang rencanaku, lagi pula masih ada Pil Pemurnian Energi, itu bisa menolongku di akhir nanti ' Batin Lixiayo setelah melihat Duan Tianlang mengangguk setuju.
Duan Tianlang keluar dari Aula Tamu untuk memberi kesempatan kepada mereka berdua membicarakan kerja sama yang ingin dilakukan Lixiayo dengan Gofan.
Puluhan hela napas berlalu setelah Lixiayo mengatakan rencananya.
Mouhuli terkejut, Lixiayo memiliki rencana semacam itu. Memang sempat terpikir oleh Mouhuli tentang rencana yang ingin disampaikan Lixiayo, tapi Mouhuli tidak menyangka Lixiayo berencana akan melakukan gerakan besar seperti itu.
" Jika Senior juga ikut mengulurkan tangan membantu terwujudnya rencana ini, aku akan memberitahukan, siapa dalang dari pembunuhan Raja Siluman Serigala Mata Biru " Ucap Lixiayo dari kursi di sebelah tempat Mouhuli duduk.
Mouhuli terkejut mendengar ucapan Lixiayo. Mendiang suaminya alias Raja Siluman Serigala Mata Biru meninggal karena ketahuan memiliki Batu Mental. Banyak pendekar yang berdatangan ingin merebut batu itu dari suaminya.
" Apa maksudmu? " Tanya Mouhuli bingung.
" Aku tahu. Senior pasti mengira bahwa kejadian penyerangan terhadap trah Serigala Mata Biru waktu itu adalah semata-mata hanya karena Batu Mental... "
" Tapi. Pada kenyataannya tidak sesederhana itu " Sahut Lixiayo.
" Katakan terus terang! Jangan berbelit-belit! " Mouhuli sungguh penasaran dengan apa yang dimaksud Lixiayo.
" Ulurukanlah tanganmu, bantu aku mewujudkan rencana itu dan aku akan memberitahu rahasia besar di balik peristiwa kematian suamimu " Lixiayo tidak menunggu jawaban Mouhuli. Usai membuat Mouhuli penasaran, Lixiayo pergi begitu saja.
' Benarkah ada orang yang merencanakan pembunuhan suamiku? Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? ' Mata Mouhuli memandang jauh, sembari mengingat kembali peristiwa yang menyebabkan suaminya meninggal. Tanpa sadar air mata menetes dari kedua sudut matanya.
[Paviliun Bunga Indah]
Alunan musik terdengar mengiringi tawa para Pria yang merasa dirinya bagai raja di dalam Paviliun dengan banyak wanita-wanita cantik itu.
Tarian-tarian indah nan erotis ditampilkan di hadapan mereka, membangkitkan semangat liar yang tidak bisa mereka dapatkan di rumah dan di tempat lain.
Suara tawa dan canda, suara erangan dan desahan selalu terdengar dari Paviliun dengan tiga tingkat itu. Bangunannya mewah, berkelas. Setiap Pria yang masuk selalu disambut dengan nada manja merayu.
Aroma wangi-wangian yang dikenakan para Wanita di Paviliun itu menyebar keluar hingga ke jalanan, menusuk hidung para pria hidung belang dan merayu mereka menghabiskan malam di dalam Paviliun tersebut.
Paviliun Bunga Indah, banyak sekali bunga di sana, bukan bunga dalam arti sebenarnya tetapi para wanita dengan riasan tebal yang senantiasa tersenyum manis merayu.
Begitulah suasana di Paviliun milik Ziyishi tersebut. Setiap malamnya tidak kurang dari ratusan Pria pencari kenikmatan mengunjungi lapak milik Ziyishi tersebut.
" Tetapi malam ini, suasana di tempat ini terasa makin menarik saja " Ucap seorang Pria dengan penampilan sekelas Bangsawan.
" Benar. Aku rasa, ini semua karena kehadiran Guru Inspirasi, aku sudah lama tidak melihatnya tampil di Paviliun ini " Sahut Pria lain dengan penampilan yang tidak kalah bagusnya.
" Aku dengar Guru Inspirasi ini sengaja tampil untuk menyambut iring-iringan kemenangan Ximenhong "
" Puih! Jika bukan karena kedudukan Ayahnya, Ximenhong itu bisa apa? Kenapa pula Nyonya Bunga Indah sampai harus menyuruh Guru Inspirasi menyambutnya "
" Punya Ayah seperti Ximenbao juga merupakan keberuntungan. Tidak perlu iri seperti itu kawan. Bukankah kamu juga beruntung, punya istri kaya dan baik pula hahaha "
" Benar.... Hahaha... Setiap hari istriku itu, selalu bangga dan memujiku di hadapan teman-temannya, beruntungnya aku mempunyai suami sepertimu, tidak mabuk-mabukan, rajin menabung, giat bekerja, Hahaha... Dia cuma tidak tahu, kalau semua itu aku lakukan untuk mengumpulkan uang agar bisa kemari "
" Hahaha... "
Seperti yang dikatakan kedua Pria pengunjung Paviliun itu, malam itu, seorang gadis bergaun merah dengan wajah tertutup cadar menjadi pusat perhatian. Gadis yang disebut dengan julukan Guru Inspirasi.
Gadis itu duduk di panggung utama Paviliun Bunga Indah. Sebuah kecapi dimainkannya dengan jemari-jemari indahnya. Suara melodi yang sangat indah dilantunkan oleh kecapi Gadis berjuluk Guru Inspirasi itu.
Alunan indah melodi tersebut terdengar hingga ke ruangan dimana Gofan, Tianfuzi, dan Meiling berada.
' Apa ini? Kenapa energi surga di dalam tubuhku bergejolak? Apa karena hal ini, Tianfuzi jadi menyadari keberadaanku? '
Batin Gofan sembari terus terbang menuju ke arah luar ruangan tersebut.
*Krieet*
Pintu terbuka dan seorang Gadis pelayan segera bersujud masuk ke dalam ruangan, tubuhnya gemetar ketakutan.
" Ma-maaf Tua-tuan... Sa-saya tidak bermaksud meng-mengganggu... "
" Sa-saya hanya disuruh tuan... Nyo-nyonya Bunga Indah, menyu-nyuruh saya menghadap Tu-tuan " Ucap gadis pelayan itu dengan suara terbata-bata ketakutan.
Gadis pelayan itu mengira teriakan Tianfuzi yang sebelumnya terdengar sampai ke luar ruangan itu ditujukan untuk dirinya. Itu membuat si Gadis pelayan ketakutan.
Gadis pelayan yang ketakutan itu datang atas perintah Ziyishi untuk menemui Tianfuzi.
' Apa Gadis ini yang membuat Batu Hasrat milikku bergejolak? ' Batin Tianfuzi sebelum berkata " Katakan. Ada perlu apa Nyonyamu menyuruhmu menemuiku? "
" Nyo-nyonya menunggu Tu-tuan di lantai tiga, Tuan Muda Ximenhong ingin bertemu dengan tuan... Katanya ini akan menarik untuk Tuan " Sahut Gadis pelayan itu sembari masih menundukkan wajah.
Tianfuzi mendekat ke arah Gadis pelayan itu.
" Berdiri! " Seru Tianfuzi.
Gadis pelayan itu tersentak kaget, dia segera berdiri setelah mendengar seruan Tianfuzi.
" Kemarikan pergelangan tangan kananmu " Ucap Tianfuzi.
" Tu-tu... "
" Diam! "
Gadis pelayan itu tidak selesai mengucapkan kata-katanya. Tianfuzi sudah terlebih dahulu membentaknya dan meraih pergelangan tangannya.
" Tidak ada Energi Surga, tapi kenapa Batu Hasratku terus bergejolak? " Gumam Tianfuzi setelah memeriksa nadi Gadis pelayan tersebut.
*Nguung Nguung* Suara kepakan sayap lalat terbang keluar ruangan tersebut.
Gumaman Tianfuzi terdengar jelas di telinga Gofan yang masih berwujud seekor lalat.
' Batu Hasrat... Pantas saja Energi Surga milikku bergejolak... Sepertinya Tianfuzi menyadari keberadaanku karena batu bertuah yang dia miliki ' Batin Gofan.
Di antara kesembilan Batu Bertuah yang ada di Alam Kecil, dua buah batu sudah dimiliki Gofan, yaitu Batu Reinkarnasi dan Batu Mental. Batu lainnya yang belum diketahui Gofan, yaitu sebagian Batu Mahkota ada di pihak Xiolingling. Sementara Tianfuzi ternyata memiliki salah satu batu lainnya, yaitu Batu Hasrat.
Saat dua atau lebih pemilik Energi Surga berdekatan, maka akan terjadi kontak antara kedua Energi dari Batu Surga atau Batu Bertuah yang mereka miliki. Sekarang hal itu terjadi kepada Gofan dan Tianfuzi. Karena sama-sama memiliki Batu Bertuah, Energi Surga keduanya saling bergejolak.
" Baik. Aku akan pergi menemui mereka. Ayo, tunjukkan jalan " Ucap Tianfuzi usai mengabaikan rasa penasarannya tentang pergolakan yang terjadi pada Energi Surga miliknya.
Usai menutup pintu ruangan, Gadis pelayan itu segera menuju ke sebuah ruangan di lantai tiga Paviliun Bunga Indah. Tianfuzi mengikuti Gadis pelayan itu menuju ke Ruangan tempat Ziyishi dan Ximenhong berada.
" Untung saja Gadis pelayan itu muncul di saat yang tepat " Ucap Vasudev saat keluar dari Pintu rahasia.
" Hei.. Gofan! Kamu dimana? " Vasudev menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tidak menemukan jejak seekor lalat pun.
' Sepertinya dia sudah terbang keluar. Bocah itu sungguh beruntung, karena Gadis pelayan itu, dia tidak perlu susah-susah memancing Tianfuzi keluar ruangan ini ' Batin Vasudev sembari memperhatikan Meiling yang sudah tidak sadarkan diri.
Karena tidak mendapati Gofan berada di ruangan tersebut, Vasudev segera membebaskan Meiling dan menyimpan guci besar berisi darah Meiling di dalam Cincin Dimensi miliknya.
Vasudev menggendong Meiling dan merobek udara. Sebuah celah ruang dimensi muncul dan menghubungkan ruangan di Paviliun itu dengan sebuah ruangan di rumah seorang Tabib.
Sementara Vasudev menyelamatkan Meiling, Gofan terbang mengikuti Tianfuzi. Gofan terbang sembari tetap menjaga jaraknya dengan Tianfuzi. Itu dia lakukan agar Energi Surga miliknya dan Energi Surga milik Tianfuzi tidak saling bergejolak.
" Tuan. Lama tidak berjumpa " Ucap si Guru Inspirasi ketika dia tiba-tiba menghampiri dan menyapa Tianfuzi.
Langkah kaki si Gadis pelayan dan Tianfuzi mendadak terhenti.
Guru Inspirasi ini baru saja selesai memainkan kecapinya. Ketika dia melihat Tianfuzi, dia mendekati dan menyapa Tianfuzi.
" Oh. Sang Guru Inspirasi... Hahaha... Iya. Lama tidak berjumpa. Tapi kamu tidak banyak berubah. Masih tetap cantik seperti dulu, jika saja cadar itu kamu lepas... Hahaha " Sahut Tianfuzi.
" Sekarang aku jadi berpikir. Aku harus memanggilmu siapa? Muruyue atau Ziruyue? " Imbuh Tianfuzi sembari tertawa kecil mengingat wajah Guru Inspirasi yang sempat dipajang di papan pengumuman pencarian orang hilang dengan nama Muruyue beberapa tahun silam.
Mendengar ucapan Tianfuzi, Guru Inspirasi itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan menunjukkan wajahnya yang cantik di hadapan Tianfuzi.
" Terima kasih untuk pujian Tuan. Aku masih Ziruyue, nama Muruyue itu hanya nama samaran yang aku gunakan untuk menjalankan misi dari Kakakku " Sahut Guru Inspirasi yang ternyata bernama Ziruyue.
*Nguung Nguung*
Gofan terbang di tempat. Dia menyaksikan pertemuan Tianfuzi dan Guru Inspirasi alias Ziruyue, yang terjadi beberapa langkah kaki di hadapannya.
' Kakak Muruyue!? Apa maksudnya ini? Dia Ziruyue? ' Gofan mengingat dengan jelas Ziruyue yang dilihatnya sekarang adalah gadis bernama Muruyue. Gadis yang dulu hidup bersamanya selama beberapa tahun.
Ziruyue adalah adik kandung Ziyishi. Ketika Ziyishi memulai usaha rumah pelacurannya, Ziruyue kerap kali tampil sebagai Pemain Kecapi. Setiap kali tampil, Ziruyue selalu menutupi wajahnya, baik itu dengan topeng atau pun dengan cadar.
Alunan musik yang dimainkan Ziruyue dapat membuat orang-orang yang mendengarnya merasa terhipnotis, terhanyut dalam alunan musik tersebut. Pernah dulu, seorang Sastrawan yang telah kewalahan menghadapi pelajarannya mendatangi Paviliun Bunga Indah untuk melepas penat. Ketika Sastrawan itu mendengar lantunan kecapi Ziruyue, Sastrawan itu mendapatkan pencerahan. Semenjak itu, nilai pelajaran Sastrawan itu melonjak tinggi.
Rumor pencerahan setelah mendengar musik Ziruyue pun menyebar di kalangan para Sastrawan. Banyak Sastrawan yang pada akhirnya mendatangi Paviliun Bunga Indah untuk menikmati arak sembari mendengarkan alunan musik Ziruyue. Karena sosok Ziruyue tidak pernah menampilkan wajah, banyak Sastrawan yang pada akhirnya memanggilnya Guru Inspirasi.
' Tidak mungkin! Apa maksudnya ini? Nama Muruyue itu hanya nama samaran yang dia gunakan untuk menjalankan misi? Apakah selama ini, aku ditipu? ' Gofan benar-benar tidak mengerti. Muruyue yang telah dianggapnya sebagai saudari ternyata adalah Ziruyue, sang Guru Inspirasi.
Bersambung...