Pendekar Sembilan Langit

Pendekar Sembilan Langit
Episode 162. Membentuk Menara Dewa Naga


“Salam kedua Leluhur. Maaf, jika sebelumnya aku sedikit terkejut. Penampilan kalian tidak begitu mirip dengan Leluhur Longwei.” Ucap Yanzi, mambungkuk dan mengatupkan kedua tangannya.


Longwei memang terlihat sedikit berbeda dengan Longwang dan Longyun. Ada sedikit sisik berwarna perak di bagian belakang kedua telinganya, sementara Longwang dan Longyun tidak memiliki penampilan seperti itu.


“Bukan masalah. Hanya saja, kamu belum menjawab pertanyaanku. Apakah kamu keturunan Putri Longxia?.” Sahut Longwang, sembari mengulang pertanyaannya.


Yanzi mengangguk, “Benar Leluhur. Saya keturunan dari Putri Longxia.” Sahutnya.


Gofan sudah tahu mengenai cerita Putri Longxia ini. Sebelumnya, Longyun pernah menceritakan kepadanya ada seorang Suku Naga yang menikah dengan manusia.


Dahulu, saat para Suku Naga dan manusia hidup berdampingan. Seekor ikan emas, bernama Zanxia berbudidaya hingga berhasil membentuk tubuh manusia. Zanxia kemudian mendapat hadiah dari Dewa Naga karena bakat dan kemampuan budidayanya.


Zanxia mendapat izin untuk melewati Gerbang Dewa Naga di puncak Menara Dewa Naga. Dengan melewati Gerbang tersebut, Zanxia, yang hanya jelmaan seekor ikan emas dapat berubah menjadi seekor Naga.


Setelah menjadi seorang Suku Naga, Zanxia merubah namanya menjadi Longxia. Kemudian, dia diangkat anak oleh Raja Naga Laut Timur sebagai Putri Naga Laut Timur.


Putri Longxia bertemu seorang Pendekar Manusia dan singkat cerita, mereka akhirnya saling jatuh cinta. Cinta itu mendapat pertentangan dari Raja Naga Laut Timur.


Setelah pertentangan yang cukup alot, Putri Longxia memutuskan untuk melepas semua Budidaya dan statusnya. Putri Longxia, menjadi manusia biasa. Setelah menikah dengan Pendekar tersebut, mereka memulai hidup rumah tangga di Pulau Duyung.


Longwang tersenyum dan mendekat ke arah Yanzi, dia menepuk pelan pundak Yanzi, “Nak. Terima kasih sudah menjaga salah satu Kalung ini, terima kasih sudah menjaga kerahasiaan keberadaan kami.” Ucap Longwang.


“Ini sudah kewajibanku Leluhur. Meskipun Putri Longxia tidak lagi memiliki Darah Naga, tetapi hubungan di antara kami, keturunannya dan para Suku Naga sudah berjalan baik sejak dahulu.” Sahut Yanzi, sembari melepas Kalung Kerang Ajaib miliknya.


“Tuan Muda Pewaris. Aku serahkan Kalung ini padamu. Sekarang, kalian bisa menggabungkan keduanya.” Imbuh Yanzi saat dia menyerahkan Kalung Kerang Ajaib miliknya kepada Gofan.


Gofan mengangguk, dia mengingat ucapan Longwang, semalam sebelumnya.


Longwang mengatakan, ada tiga Kalung Kerang Ajaib. Salah satunya adalah yang dibawa Yanzi dan satu yang lain kemungkinan terletak di reruntuhan Istana Naga Laut Timur.


Itulah alasan mengapa, dulu, Longwang meminta Gofan membawanya ke Laut Timur. Semua itu untuk mungumpulkan ketiga Kerang Ajaib.


“Paman. Apa yang akan terjadi setelah kita menggabungkan ketiga Kerang Ajaib ini?.” Tanya Gofan.


Longwang melangkah melewati Yanzi, dia berdiri memunggungi Gofan dan yang lainnya.


“Jika ketiganya digabungkan, kita akan bisa membentuk kembali Menara Dewa Naga. Kemudian, dengan menembus ke-empat tingkatan di dalam menara itu, kita akan membuka Gerbang Dewa Naga dan membangunkan kembali para Naga yang tertidur.” Sahut Longwang saat kedua matanya memandang jauh keluar jendela tenda yang dilapisi Formasi.


“Untuk sekarang, Kedua kalung ini, bisa kita gabungkan, tapi mungkin, belum akan membentuk Menara Dewa Naga.” Imbuh Longwang.


“Tapi Ayah, untuk menggabungkan kedua kalung Kerang Ajaib ini, kita akan memerlukan waktu antara enam sampai sembilam hari... Sedangkan Gofan harus mengikuti Turnamen, dua hari lagi.” Ucap Longyun.


Longwang mengangguk, dia membalik badan dan menatap ke arah Gofan, “Sepertinya, sudah waktunya bagimu untuk membentuk Dimensi Ruang dan Waktumu sendiri.”


“Oh iya benar.. Bukankah kamu sudah sedikit mengerti tentang Rule?.” Longyun tersenyum ke arah Gofan.


Gofan menggeleng, “Sekali pun aku sudah memahami Rule secara utuh. Aku masih memerlukan Energi Mental, dan sekarang ini....”


“Vasudev sudah mengatakan, dengan kekuatan Jiwa, kamu sudah bisa membentuk sihir ruang dan waktumu sendiri. Bukankah kamu sudah menyerap Mutiara Roh Naga? Apakah kekuatan Jiwamu masih selemah dulu?.” Longwang menyadari, seharusnya dengan Mutiara Roh Naga, Kekuatan Jiwa Gofan akan meningkat berkali-kali lipat.


Gofan mendesah pelan, dia menggaruk pelan kepalanya, “Aku tidak bisa bilang, kalau Mutiara itu buruk... Maksudku, Mutiara Roh Naga yang Paman berikan itu bagus. Tapi....”


“Tapi apa?.” Longwang terlihat bingung.


“Sepertinya aku memerlukan lebih banyak lagi Mutiara Roh Naga....” Sahut Gofan.


“Gofan bukankah kamu juga sudah menyerap Batu Kematian?.” Tanya Longyun.


“Itu.. Membantu meningkatkan sedikit kekuatan Jiwaku, tapi aku masih belum bisa menembus ranah Grand Master tahap akhir.” Sahut Gofan.


Sedangkan Gofan, yang sekarang masih seorang Perndekar Grand Master tahap akhir, satu buah Mutiara Roh Naga seharusnya membuat kekuatan Jiwanya meningkat hingga menembus batas, jika ditambah Batu Kematian, setidaknya dia akan menembus satu ranah atau tiga tahapan budidaya.


‘Apa bocah ini, seorang monster?.’ Batin Longwei, menggelengkan kepalanya pelan.


“Aku punya satu buah lagi...” Ucap Longwei setelah mengeluarkan satu buah Mutiara Roh Naga lainnya.


Gofan menerima mutiara itu, dia menatapnya, lalu mendesah pelan, “Apa mungkin, masih ada Mutiara Roh Naga lainnya?.” Tanyanya kepada Longwang, Longwei, dan Longyun.


‘Seberapa banyak Mutiara Roh Naga yang dia perlukan?.’ Batin Longwei, menelan ludahnya, tidak percaya dengan apa yang ditanyakan Gofan.


“Apakah satu ini tidak cukup? Jika lebih dari dua, mungkin tubuhmu akan meledak.” Ucap Longwei.


Gofan diam.


“Berapa banyak yang mungkin, kamu perlukan?.” Tanya Longwang.


“Mungkin seratus buah Mutiara ini...” Sahut Gofan dengan wajah sedikit meringis, dia sadar, mustahil mendapatkan seratus Mutiara Roh Naga. Dua buah saja, sudah bisa dibilang, sangat beruntung.


*Deg*


Longwang, Longyun, Longwei dan bahkan Yanzi juga ikut terkejut.


Bagi Yanzi, meski Gofan mengerahkan semua kekuatan Perguruan Tunjung Putih miliknya untuk mencari Mutiara Roh Naga. Tidak mungkin, mereka akan mendapatkan seratus buah Mutiara Roh Naga.


Mustahil!!! kata itulah yang ada di dalam pikiran Longwang, Longyun, Longwei dan Yanzi.


*Krik krik krik* Suara jangkrik saat hari menjelang malam.


Suasana di dalam tenda mendadak hening. Tidak ada yang menanggapi ucapan Gofan.


**


Di luar area Tenda Perkemahan Perguruan Yin Biru, beberapa murid Perguruan Yin Biru tengah beradu mulut dengan seorang Gadis bercadar putih.


“Sudah kami bilang. Untuk saat ini, Mahaguru Yanzi dan Tuan Muda Pewaris tidak bisa diganggu-!.”


“Pergilah! Beraninya mengaku-ngaku sebagai Istri dari Pewaris Perguruan Tunjung Putih.”


“Iya... Benar... Aku melihat sendiri. Pewaris itu masih sangat muda, mana mungkin dia sudah memiliki Istri.”


“Apalagi, seorang dari ajaran sesat sepertimu... Pergilah-!.”


Bentak beberapa murid Perguruan Yin Biru kepada Gadis bercadar putih tersebut.


Gadis bercadar putih itu mengerutkan alisnya setelah mendengar ucapan para murid yang menghadangnya, “Kurang ajar. Biarkan aku masuk!... Aku mau menemui Suamiku... Apa kalian berusaha merayunya? Jangan harap... Biarkan aku masuk.. atau...”


“Atau apa?!...” Sela Lingbai yang baru saja tiba di depan area Perkemahan Perguruan Yin Biru tersebut.


Lingbai melipat kedua tangannya di depan dada.


“Salam Senior.”


“Salam Kakak Senior.” Murid-murid itu memberi salam kepada Lingbai.


“Shiyuxin. Pergilah. Tidak ada suamimu di sini.” Ucap Lingbai setelah mengangguk pelan menanggapi salam dari para Juniornya.


Bersambung...