
" Inikah jalan rahasia yang kamu maksud? " Tanya Vasudev ketika sampai di depan sebuah lubang yang tertutup oleh semak belukar.
" Benar. Lubang ini mengarah ke salah satu ruangan di Paviliun Bunga Indah. Guru, Ayo! " Gofan masuk ke dalam lubang tersebut. Vasudev mengikutinya dari belakang.
" Guru. Kenapa guru tidak membuka celah dimensi ruang dan langsung masuk ke dalam Paviliun Bunga Indah? " Tanya Gofan ketika mereka berdua menyusuri lubang tersebut.
" Setiap menggunakan sihir ruang, aku harus pernah pergi ke tempat yang aku tuju, sehingga aku bisa menentukan akan muncul dimana. Jika tidak pernah ke tempat itu, maka sihir ruang tidak akan berguna " Sahut Vasudev yang mengekor di belakang Gofan.
" Lalu kenapa kamu tidak berubah menjadi lalat dan menyusup masuk? " Imbuh Vasudev bertanya.
" Menjadi kecil berarti memperlebar jarak. Jika aku menjadi lalat sekarang dan menyusup masuk. Akan memakan waktu lama sebelum akhirnya aku kehabisan Energi Sihir " Sahut Gofan yang dibalas anggukan oleh Vasudev.
" Guru. Kenapa dari tadi guru memegangi pundak ku. Guru seperti orang buta yang perlu tuntunan "
" Haih... Di dalam lubang segelap ini, bagaimana aku bisa melihat. Sudah... sudah... Kamu tuntun saja aku " Sahut Vasudev.
Gofan dapat melihat dengan jelas di kegelapan berkat kekuatan Mata Iblis miliknya. Meski tanpa penerangan sekali pun, Gofan dapat melihat dengan jelas di dalam kegelapan.
Vasudev tahu bahwa Gofan memiliki mata khusus seperti itu, jadi dia tidak bertanya mengenai kemampuan Gofan melihat dalam gelap.
Puluhan hela napas berlalu. Pasangan Guru dan Murid itu tiba di sebuah pintu rahasia di dalam sebuah ruangan di Paviliun Bunga Indah. Mereka sudah sampai tapi belum keluar dari pintu rahasia itu.
" Sial. Berapa lama lagi kita harus menunggu mereka selesai melakukan itu? " Keluh Vasudev ketika mereka terpaksa menunggu untuk keluar dari pintu rahasia.
Dalam bayangan Vasudev, sekarang, di ruangan tersebut sedang berisi pelanggan Paviliun Bunga Indah yang tengah menerima jasa dari salah satu gadis pelayan di Paviliun tersebut, sebab sedari tadi mereka mendengar suara-suara erangan dari dalam ruangan tersebut.
Gofan diam dan mengintip dari celah pintu rahasia. Gofan terlihat tegang dan serius melihat adegan yang terjadi di ruangan tersebut melalui celah kecil di pintu rahasia tersebut.
" Haih... Nak. Kamu masih belum cukup umur. Berpikirlah sepuluh kali lipat... Eh tidak... Jangan pernah berpikir meniru adegan mereka sebelum usiamu matang. Mengerti! " Seru Vasudev sembari menarik Gofan ke belakang dan menghentikannya mengintip.
" Biar guru saja. Kamu masih belum dewasa " Vasudev tersenyum tipis, lalu mengintip dari celah yang sebelumnya digunakan Gofan untuk mengintip.
Gofan menggelengkan kepala ketika melihat apa yang dilakukan Guru barunya tersebut.
" Sudah puas melihat? " Sindir Gofan.
" Haih.. aku kira apa.. Lalu, kenapa kamu begitu serius mengintip mereka tadi? " Vasudev kecewa ketika melihat adegan yang terjadi di dalam ruangan tersebut.
Dari celah di pintu rahasia itu, Vasudev melihat seorang Gadis sedang dicambuk oleh seorang Pria paruh baya. Suara erangan itu ternyata berasal dari teriakan kesakitan Gadis yang dicambuk tersebut.
Vasudev tidak mengetahui, siapa gadis yang dicambuk tersebut. Vasudev hanya merasa bahwa dirinya seperti mengenali Pria yang mencambuk gadis itu.
Tetapi karena Pria itu berdiri memunggungi dirinya, Vasudev tidak bisa melihat wajah Pria yang mencambuk gadis tersebut. Sehingga Vasudev tidak bisa memastikan, siapa Pria tersebut.
" Aku mengenal gadis itu. Aku juga mengenal Pria tua itu "
" Siapa mereka? "
" Gadis itu namanya Meiling, dan yang mencambuknya itu adalah Ayahnya, namanya Tianfuzi " Sahut Gofan.
Gofan dengan jelas bisa membedakan mana Yubing dan mana Meiling, meskipun mereka memiliki wajah yang sama persis.
Beberapa hari sebelumnya, saat Gofan menculik Meiling, dia meninggalkan jejak kekuatan mentalnya di dalam tubuh Meiling. Hal itulah yang pada akhirnya membuat Meiling merinding ketakutan ketika melihat Gofan.
" Tianfuzi? yang benar?... Aku tidak berhasil melihat wajahnya, tadi dia berdiri memunggungiku " Ucap Vasudev sembari kembali mengintip untuk memastikan ucapan Gofan.
Vasudev tahu siapa Tianfuzi, mereka pernah bertemu. Tianfuzi adalah saudagar terkaya di Benua Penda, banyak pejabat tinggi dan Bangsawan Kerajaan yang mengenalnya. Oleh karena itu, sebagai seorang Vhala yang dekat dengan Bangsawan Kerajaan, tentu Vasudev akan pernah bertemu dengan Tianfuzi.
" Apa yang dia lakukan? Kenapa dia melukai anak gadisnya sampai seperti itu? " Gumam Gofan dari belakang punggung Vasudev.
" Sepertinya Gadis yang kamu sebut Meiling itu adalah Gadis Teratai Emas " Vasudev telah memastikan bahwa Pria paruh baya itu memang Tianfuzi.
" Gadis Teratai Emas? Apa itu Guru? " Tanya Gofan.
" Dalam naskah kuno para Suddha disebutkan bahwa untuk meningkatkan budidaya bela diri ada berbagai cara, salah satunya adalah Teknik Budidaya Kamayuga... "
" Teknik ini memerlukan darah perawan dari seorang gadis yang lahir di saat Bunga pohon teratai emas mekar mengembang. Gadis yang lahir saat itu disebut sebagai Gadis Teratai Emas... "
" Tapi jika ternyata, Gadis itu sudah tidak perawan, maka cukup mengambil darahnya secara paksa " Tutur Vasudev menjawab pertanyaan Gofan.
" Sepertinya orang yang memfitnahmu memperkosa Meiling adalah orang yang sudah mempelajari Teknik Budidaya Kamayuga " Imbuh Vasudev.
Meski Vasudev tahu dan mengenal Tianfuzi tapi dia tidak tahu siapa putri Tianfuzi dan bagaimana wajahnya. Ini adalah pertama kalinya bagi Vasudev untuk melihat dan mengetahui Meiling, Putri Tianfuzi yang dikabarkan telah diperkosa oleh Iblis Putih alias Gofan.
" Jadi karena itu, ada guci besar di bawah tubuh Meiling? Tianfuzi sedang mengumpulkan darahnya secara paksa? " Tanya Gofan yang dibalas dengan anggukan oleh Vasudev.
" Mungkin rumor bahwa putrinya ini adalah anak angkat adalah hal yang benar. Selama kunjungannya ke Kerajaan, Tianfuzi hanya datang sendiri, tidak pernah sekali pun dia datang bersama istri dan putrinya " Kata Vasudev setelah terlihat seperti mengingat beberapa hal.
' Anak angkat? Apakah tebakanku selama ini benar... Bahwa kemungkinan Meiling adalah saudari kembar Yubing yang terpisah? ' Pikir Gofan setelah mendengar ucapan gurunya tersebut.
Dulu Gofan menculik Meiling karena penasaran dengan kemungkinan bahwa Meiling adalah saudari kembar Yubing. Tapi karena waktu itu, Meiling mengatakan dia anak tunggal, Gofan menepis dugaannya tersebut.
' Dua orang gadis berwajah sama persis, jika bukan kembar lalu apa? ... Benar. Mereka pasti kembar yang terpisah. Apa itu artinya Yubing juga merupakan Gadis Teratai Emas? ' Batin Gofan.
" Guru. Jika Meiling memiliki saudari kembar apa itu artinya saudarinya itu juga merupakan Gadis Teratai Emas? " Tanya Gofan setelah dia membenarkan dugaannya bahwa Meiling dan Yubing adalah kembar yang terpisah.
" Bisa iya dan bisa tidak. Jika kembarannya lahir di saat teratai emas masih mekar mengembang maka kemungkinan iya, tapi jika sebaliknya, maka tidak. Begitulah kira-kira, intinya mereka harus lahir di saat teratai emas mekar " Sahut Vasudev.
" Bagaimana Guru bisa tahu Meiling itu adalah Gadis Teratai Emas? "
" Kamu melihat gambar teratai di atas dadanya bukan? Itulah tandanya " Ucap Vasudev.
Gofan mengangguk menyatakan bahwa dia juga melihat gambar teratai tersebut.
Saat ini Meiling dalam keadaan hampir tidak berbusana, sehingga Vasudev dan Gofan bisa melihat gambar teratai mekar di atas dada Meiling.
" Darah Gadis Teratai Emas dikatakan merupakan darah keturunan dari Dewi Ruyi, seorang Dewi yang memiliki kemampuan mengubah takdir manusia, Dewi Takdir Kehidupan " Ucap Vasudev lebih lanjut menjelaskan mengenai Gadis Teratai Emas.
" Guru. Aku akan mengalihkan perhatian Tianfuzi. Tolong Guru selamatkan Meiling dan bawa dia pergi ke Tabib terdekat "
" Kamu ingin menolong gadis itu? "
" 72 Sihir Perubahan Abadi... Berubah! "
Gofan tidak menjawab pertanyaan Vasudev. Dia segera mengubah wujudnya menjadi seekor lalat dan terbang keluar melalui celah di pintu rahasia tersebut.
" Haih... Anak ini terlalu impulsif. Kenapa dia harus ikut campur menangani masalah gadis ini? " Vasudev menghela napas cukup panjang, sekarang dia harus bersiap membantu Gofan membawa Meiling pergi ke Tabib terdekat.
*Nguung Nguung* Gofan terbang ke arah pintu keluar ruangan tersebut.
" Siapa itu? Siapa yang berani menyusup kemari! " Teriak Tianfuzi ketika menyadari ada orang lain selain dia dan Meiling di ruangan tersebut.
Gofan yang masih dalam wujud lalat terkejut mendengar teriakan Tianfuzi. Begitu juga dengan Vasudev. Vasudev juga terkejut, ketika mendengar teriakan Tianfuzi tersebut.
' Aku saja yang sudah di ranah Human God tidak bisa merasakan keberadaan anak itu saat berubah menjadi lalat. Kenapa Tianfuzi ini bisa? ' Batin Vasudev sembari mengintip dari celah kecil di pintu rahasia.
[Perguruan Tunjung Putih]
Saat ini di Aula Tamu Perguruan Tunjung Putih, Jendral Lixiayo sudah kehabisan kesabaran menunggu Gofan. Akhirnya Lixiayo mengajukan keluhannya kepada Duan Tianlang dan memaksa untuk bertemu dengan Gofan.
" Ini sudah hari keempat. Seharusnya sekarang aku sudah bisa bertemu dengan si Iblis Putih " Protes Lixiayo kepada Duan Tianlang.
Lixiayo sudah bersabar dengan membiarkan Gofan melakukan budidaya tertutup selama tiga hari. Lixiayo juga sudah mengembalikan semua harta milik Perguruan Tunjung Putih yang dicuri oleh mata-matanya. Seharusnya malam ini, dia sudah bisa bertemu dengan Gofan untuk membahas kerja sama yang ingin dia lakukan bersama dengan Gofan.
" Baik. Mari kita temui dia, Aku rasa dia juga sudah selesai berbudidaya. Ayo! " Sahut Duan Tianlang.
" Tunggu! Gofan masih belum bisa diganggu. Jika ada yang ingin disampaikan, sampaikan saja kepadaku. Aku ini gurunya " Mouhuli muncul mencegah Lixiayo dan Duan Tianlang untuk pergi ke ruangan budidaya Gofan.
" Minggir. Meski kamu gurunya. Aku tidak sudi berurusan dengan Siluman tua sepertimu! " Bantah Lixiayo tidak menyetujui tawaran Mouhuli.
" Oh. Jadi begitu... Haruskan aku mengungkapkan jati dirimu yang sebenarnya? " Mouhuli melangkah mendekat ke arah Lixiayo.
" Tulang-tulang putihmu berdecit mengatakan kejujuran. Sampai kapan kamu akan berbohong, Putri? " Bisik Mouhuli saat dia tiba di dekat Lixiayo.
*Deg*
Jantung Lixiayo seakan bergeser saat mendengar bisikan Mouhuli. Lixiayo tidak menyangka, Mouhuli sudah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.
' Mustahil. Bagaiamana dia bisa mengetahui siapa diriku... Ini pasti hanya gertakan saja ' Batin Lixiayo.
" Aku tidak menyangka trah Tulang Putih masih tersisa di Benua ini? Apa Kaisar Siluman tahu tentang keberadaan kalian? Haruskah aku mengabarkan berita ini kepada Beliau? " Imbuh Mouhuli diakhiri dengan tawa cekikikan.
" Jendral? Jadi bagaimana? Apa kamu masih mau menemui Gofan atau menyampaikannya lewat Nyonya Mouhuli? " Tanya Duan Tianlang sesaat setelah melihat Mouhuli berbisik kepada Lixiayo.
Duan Tianlang tidak mendengar apa yang diucapkan Mouhuli, dia hanya melihat gerakan bibir Mouhuli mengatakan sesuatu. Tetapi karena Duan Tianlang tidak bisa membaca kata melalui gerakan bibir, dia tidak tahu mengenai pembicaraan di antara keduanya.
Bersambung...