
Di Kamar Penginapan...
“Apa yang terjadi dengan Putri Suci itu, aku sudah mengatakan bahwa Styx yang dia cari sudah tidak ada jejaknya, tapi... kenapa dia masih mengikutiku?”
Gofan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Matanya melirik ke arah kanan, kamar di sebelah, adalah kamar yang kini di sewa Li Yuan.
“Tapi keberadaannya cukup membantu juga...” Setelah mendapat sepertiga hadiah dari Kepala Desa, Li bersaudara sempat menghardik Gofan dan mengatakan bahwa Gofan telah memanen semua Inti Madu para Ratu dan hanya menyisakan satu untuk mereka. Berkat pembelaan Li Yuan dan surat Hutang Darah, dia berhasil mengelak dari situasi itu.
**
“Li Cheng. Aku merasa ada yang aneh dengan tingkah Mo Fan itu. Budidayanya juga bukan seperti yang terlihat. Dia bisa masuk dan keluar dengan mudah, bahkan setelah asap hijau beracun memenuhi seluruh Gua... Berkah Surga? Apa itu mungkin?!” Li Derang berjongkok di sudut atas atap penginapan, di sebelahnya, Li Cheng dengan posisi yang sama.
“Ini adalah Laba-laba Tulang Gergaji, makhluk paling beracun yang aku pelihara, dengan ini kita akan membuktikan apakah semua yang dia katakan adalah berkat 'Berkah Surga' atau dia memang memiliki tubuh anti racun.” Seekor laba-laba biru dengan kaki-kaki berduri berbentuk gergaji merayap keluar dari balik baju Li Cheng dan masuk ke bawah melalui atap penginapan.
Laba-laba biru itu, marayap melalui rangka atap penginapan, menuju tepat ke bawah, ke arah kamar Gofan.
Gofan duduk bersila, memutar budidaya Seni Racun Darah, menstabilkan kembali semua yang telah diperolehnya dari asap hijau para Ratu lebah.
* Tik Tik Tik Tik * suara langkah kaki kecil merayap mendekati Gofan.
“Suara ini? Sudah ku duga mereka pasti akan memperpanjang masalah Inti Madu.” Suara kaki Laba-laba Tulang Gergaji, terdengar jelas berkat kemampuan ilahi pendengaran yang dimiliki Gofan dari Suku Tikus.
Gofan membentuk segel tangan dan memperluas jangkauan pendengarannya, di luar, di atas atap, bisik-bisik Li Cheng dan Li Derang terdengar jelas.
Gofan menyeringai, dia membuka matanya dan bergegas bangkit menuju ke arah pintu kamar, sedikit lagi... hampir saja, Laba-laba Tulang Gergaji hinggap di tubuhnya. Hampir saja?
“Sial! Hampir saja kena. Kemana dia malam-malam begini?.” keluh Li Cheng saat Laba-laba miliknya gagal meracuni Gofan.
“Hampir saja? Dia keluar kamar?” tanya Li Derang dari samping.
Li Cheng mengangguk, “Dia menuju kamar Li Yuan. Apa dia berniat menggoda Putri Suci?” Li Cheng yakin, kegagalan Laba-laba miliknya hanya kebetulan. Kebetulan Gofan keluar dan mengunjungi Li Yuan.
“Menggoda? Aku rasa dia tidak perlu menggoda jal*ng itu, dia terus membela dan melindungi Mo Fan, pasti mereka semacam kekasih rahasia.”
Li Cheng mengernyit, kedua alis matanya menekuk, ucapan Li Derang seperti lelucon baginya... kualifikasi apa yang dimiliki bocah cacat itu sampai menjadi kekasih rahasia Li Yuan?! Tidak mungkin!
“Kita coba cara lain. Sekarang kita kembali dulu.” Li Cheng menyimpan kembali Laba-laba miliknya.
“Tunggu... Kamu tidak penasaran apa yang mereka lakukan? Ini tengah malam, kenapa Mo Fan itu mengunjungi Li Yuan?. Ayo kita intip.” Li Derang berjinjit pelan ke arah atas atap penginapan Li Yuan.
“Lakukan saja sesukamu. Aku pergi!” dengan *Wuusss* Li Cheng menghilang di kegelapan malam.
Li Derang menggeleng dan menghela napas pelan, saat dalam hati dia hanya bisa mengumpat, Tidak seru!
*Wuusss* Dia menghilang ke arah yang sama dengan yang dituju Li Cheng.
**
“Apa ada masalah?” Li Yuan tampak mengantuk, meski rona wajahnya sedikit memerah. Ini pertama kali baginya berduaan dengan seorang pria, di tengah malam pula.
“Tidak ada. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu hal. Tapi aku takut, Nona Li tidak akan mau menjawabku.”
“Tanyakan saja. Selama aku tahu, aku akan sebisa mungkin memberimu jawaban. Duduklah...” Li Yuan menghela napas, saat rona merah di pipinya perlahan menghilang.
Keduanya duduk berhadapan di hadapan meja bundar kecil di kamar Li Yuan.
“Aku sungguh penasaran kenapa Nona Li mencari-cari Styx aneh itu? Apakah Nona Li ingin membunuhnya?”
Li Yuan diam sesaat, jari-jari tangannya mengetuk meja beberapa kali, “Mo Fan. Ini adalah sebuah rahasia. Kamu bukan orang dari Aliansi, aku tidak bisa memberitahumu. Tapi aku mencarinya bukan untuk membunuhnya, aku hanya ingin membawanya menghadap Tuanku.”
“Tuanmu? Master Aliansi Pendalaman Musim?”
Li Yuan mengangguk, wajahnya tampak sedikit kesal, entah karena apa.
“Lalu... Apakah Master Aliansi ingin membunuhnya setelah kamu membawa Styx itu menghadapnya?” Gofan tidak bisa tidak penasaran, jika pada akhirnya tujuan Li Yuan dan Aliansi Pendalaman Musim adalah untuk membunuhnya, dia harus menjauhi Gadis ini dan Aliansinya.
Li Yuan tertawa kecil, “Untuk apa aku bersusah payah membawanya hidup-hidup hanya untuk dibunuh Tuanku? Bukan. Aku yakin dia tidak akan dibunuh.”
“Lalu?”
“Mo Fan. Ada apa denganmu? Tengah malam datang, hanya untuk menanyaiku tentang Styx itu? Dia dibunuh atau bukan, apakah itu jadi masalah bagimu?” nada suara Li Yuan sedikit meninggi.
Tentu saja! Ini menyangkut nyawanya... Jika Gofan tidak memastikannya, haruskah dia mati begitu saja?
Gofan terkekeh pelan, mencoba menenangkan Li Yuan, “Nona Li jangan salah paham. Aku sungguh penasaran. Aku hanya merasa Styx aneh itu tidak bersalah pada Nona atau pun Aliansi, jadi seharusnya dia dibiarkan bebas dan menjalani hidup dengan damai. Bukan begitu?” Nada suara Gofan diakhiri dengan sedikit terbata-bata, tatapan mata Li Yuan membuatnya sedikit tidak nyaman.
Brak!!! Li Yuan memukul meja dan bangkit dari tempat duduknya.
“Keluar!!” Teriak Li Yuan. Seperti kehabisan kesabaran.
“Sa-sabar Nona Li... Aku hanya ingin Nona dan Aliansi membiarkannya hidup dengan damai” Gofan beranjak bangun dan perlahan mundur menuju ke arah pintu.
“Ke-Lu-Ar!!!”
Gofan dengan tergesa-gesa keluar meninggalkan kamar Li Yuan.
“Ada apa dengannya? Aku hanya penasaran dengan tujuannya? Kenapa dia marah begitu?”
“Pergi!” Suara teriakan Li Yuan terdengar ke luar dinding pintu.
“Apa dia mendengar ucapanku?” Gofan pergi.
***
Keesokan harinya...
“Saint God?! Kamu sudah mencapai ranah Saint God?” Setelah melihat aura Gofan pagi ini, Li Yuan menyadari bahwa Gofan bukan lagi seorang yang cacat, dia telah mencapai ranah Saint God.
“Tapi... Apa itu mungkin? Benarkah kamu penduduk dari Alam Langit?”
Li Yuan tidak pernah melihat atau pun mendengar ada penduduk langit cacat yang tiba-tiba berubah menjadi Saint God hanya dengan menyerap Inti Madu, apalagi hanya beberapa buah, apa itu mungkin?!
“Setahuku hanya Mutiara Pembalik Takdir yang bisa mengobati yang cacat menjadi Saint God. Tapi kamu? Hanya dengan Inti Madu... Siapa kamu sebenarnya?”
“Oh benar... Mutiara itu, aku sudah pernah menggunakannya, tapi hanya setengah, jadi aku memerlukan benda ilahi lainnya untuk menerobos ke ranah Saint God.” Gofan bergegas melangkah keluar dari penginapan.
Li Yuan terdiam, berpikir sesaat, mencerna jawaban Gofan yang jelas dibuat-buat, sebelum akhirnya tiba-tiba menyadari bahwa Gofan sudah jauh di luar Penginapan.
“Tunggu! Mo Fan... Tunggu!!” dengan *Wuusss* Li Yuan muncul di sebelah Gofan.
“Nona Li. Apa ada masalah?”
“Mau kemana kamu?” bukannya menjawab, Li Yuan justru bertanya.
“Kemana tujuanku? Bukankah Nona Li masih memiliki tugas untuk mencari Styx aneh itu... Tujuan kita jelas berbeda, jadi, sepertinya Nona tidak perlu tahu kemana tujuanku.”
“Aku tanya sekali lagi... Mau kemana kamu?” hawa dingin merembes keluar dari tatapan tajam Li Yuan, membuat Gofan terdiam kaku, sulit bergerak.
“Cabang Klan Mo.” sahut Gofan terpaksa.Tujuan Gofan yang sebenarnya adalah Cabang Klan Jiang, untuk meminjam Buah Persik Surgawi milik mereka.
“Kebetulan, aku juga akan ke sana. Tujuan kita sama.”
“Benarkah? Untuk apa Nona Li berkunjung ke Cabang Klan Mo?”
“Sama sepertimu.” Li Yuan menjawab dengan tegas dan singkat, seakan tujuannya memang sama dengan Gofan.
Kenapa dengan Gadis ini? Apa dia sudah mengetahui identitasku? Apa dia menyadari bahwa aku adalah Styx yang dia cari?
“Ayo terbang.. Aku akan menjagamu, sampai dengan selamat di Cabang Klan Mo.” Li Yuan melayang perlahan di hadapan Gofan.
Hesh....! Gofan menghela napas cukup panjang, sebelum terbang melayang dan *Blazhh* tiba-tiba menghilang.
“Mo Fan!!” Teriak Li Yuan ketika melihat Gofan menghilang.
Li Yuan mencari ke kiri dan ke kanan, tapi dia tidak bisa merasakan keberadaan Gofan. Hingga akhirnya, memutuskan terbang keluar, ke arah Gerbang masuk Desa, terus mencoba merasakan keberadaan Gofan yang hilang dengan teknik Kamuflasenya.
**
Di udara... Di perbatasan menuju Kota, Alam Langit Pertama.
“Sial!? Gadis itu masih bisa melacakku, bagaimana caraku menyembunyikan diri dari Cermin perunggunya itu?” Gofan masih terbang tidak terlihat.
Selama beberapa hari perjalanan, beberapa kali Gofan akan susul menyusul dengan Li Yuan. Entah Li Yuan sudah mengetahui identitasnya atau tidak, tapi Li Yuan terus menerus menggunakan Cermin perunggu untuk melacak keberadaan Gofan. Hal itu memaksa Gofan tetap berada dalam mode Kamuflasenya.
“Aku harus menemukan benda untuk mengaburkan aura... Ah benar... Menara Harta Ilahi, tempat bisnis terbesar di Kota ini, Kota Xingchen.” berada dalam Mode Kamuflase berhari-hari tentu menguras Energi miliknya.
Gofan mendarat tepat di depan Gerbang masuk Kota Xingchen, Kota termakmur pertama sebelum Kota Dansheng. Hanya ada dua Kota itu di Alam Langit Pertama. Keduanya seperti membelah Alam Langit Pertama menjadi dua daerah kekuasaan.
Satu Kota seukuran sebuah Benua, sebenarnya lebih layak dikatakan Benua. Tapi Raja Dewa pemimpin Alam Langit Pertama lebih suka menyederhanakan pembagian wilayah kekuasaannya. Bahkan nama Kerajaannya adalah nama gabungan dari dua Kota itu. Kerajaaan Xingchen Dansheng.
Di laur kedua Kota besar itu, dikelilingi oleh alam liar tempat hidup para Binatang Langit, ada pembatas khusus yang membatasi tempat hidup mereka dengan wilayah Kerajaan Xingchen Dansheng.
Dua Kota, satu Kerajaan, dikelilingi alam liar, tidak ada Sekte resmi yang diakui selain Sekte Pendalaman Musim dan tidak ada kekuasaan yang paling disegani selain Aliansi Pendalaman Musim. Aliansi Pendalam Musin memang penguasa tunggal dari Tanah Surgawi Kecil-Alam Langit Pertama dan Alam Langit Kedua.
Setelah memeriksa sekeliling dan memastikan tidak ada keberadaan Li Yuan, Gofan masuk dan melangkah ke dalam Kota. Kota Xingchen, dibatasi formasi pelindung, tanpa izin masuk terlebih dahulu, Gofan tidak akan bisa melewati Gerbang Kota.
Gofan mengenakan jubah hitam bertudung, dia menyusuri jalanan Kota yang begitu besar. Ingat, ini bukan Kota biasa, ini Benua, benar-benar luas. Hiruk pikuk penduduk langit sangat ramai. Hanya beberapa kalangan yang memiliki izin untuk terbang yang diperbolehkan terbang. Sementara yang lain bisa memilih antara berjalan kaki atau mengendarai Binatang Langit yang diizinkan.
“Tuan. Anda mau membeli kuda ini?”
Gofan menghampiri seorang penjual Binatang Langit. Itu Kuda, tapi dengan rumbai-rumbai berapi-api di keempat kakinya. Namanya Kuda Api Langit.
“Iya. Beri aku satu milikmu yang terbaik.” sahut Gofan.
“Kalau Tuan mencari yang terbaik... Ini... Si Hitam ini adalah yang terbaik, dia masih muda, kuat, dan cepat, hanya 100 Kristal Semesta.”
Kuda Api Langit, Binatang Langit yang sangat umum, jumlahnya terlalu banyak di alam liar, jadi sangat mudah ditemukan, hingga harganya pun menjadi begitu murah.
Gofan mengangguk dan menilai ketangkasan kuda yang dimaksud penjual kuda tersebut.
“Paman. Aku tidak punya Kristal Semesta, bisakah aku membayar dengam benda lain?”
Hmm.... “Jika benda itu bernilai, aku mungkin bisa mempertimbangkannya.” sahutnya.
“Apakah ini bernilai?” Gofan menunjukkan sepotong kecil serpihan fosil tulang berwarna emas dan memberikannya pada Paman penjual kuda.
“Fosil Emas Tulang Naga?!”
Gofan mengangguk.
“I-ini terlalu berharga Tuan... Aku tidak memiliki kembaliannya..” tangan Paman penjual kuda itu gemetaran meskipun hanya memegang secuil kecil dari serpihan Fosil Emas Tulang Naga.
Benda sekecil itu, bisa dihargai ratusan ribu Kristal Semesta, tapi Gofan memberikannya begitu saja.
Fosil Emas Tulang Naga, benda yang diperoleh Gofan dari Ratu lebah terbesar, dia memiliki satu set lengkap bagian tulang kaki Naga. Saat Gofan membuat kekacauan di sarang miliknya, dia tengah memakan sedikit fosil emas itu, dan berusaha menyembunyikannya dari para Ratu lainnya.
Naga... Keberadaan yang dilarang di Alam Besar. Tapi, jika itu menyangkut warisan atau pun Harta Ilahi terpaut peningkatan ranah budidaya, tidak dilarang. Bahkan dicari dan diburu. Jika ditemukan ada Naga yang hidup, itu harus dibunuh. Daging, tulang, darah, Inti Jiwa, semua yang berharga dari mayat Naga itu, diperbolehkan untuk dipergunakan.
Karena keberadaan Naga, sudah dilarang, tidak ada lagi di Alam Besar. Sisa-sisa fosil Naga, seperti Fosil Emas itu akan menjadi sangat berharga.
“Kalau begitu... Aku akan mengambil semua Kuda milik Paman, sisanya tidak perlu dipikirkan.” sahut Gofan saat dia menyimpan semua sisa Kuda Api Langit ke dalam Pagoda Jindun.
Bersambung...