Dinikahi Karena Hutangbudi (Haruskah Berpisah)

Dinikahi Karena Hutangbudi (Haruskah Berpisah)
Kekesalan Mila


"Nurlia, apa yang kamu lakukan?" ketus Andre sambil membantu adik kesayangannya itu naik ke tempat tidur.


"Tolong jangan menyalahkan Mas Fahmi," lirih Nurlia.


"Setelah apa yang terjadi, kamu masih membawa laki-laki tidak bermoral ini?" ketus Andre.


"Kakak... dengarkan aku..."


"Tidak, selama ini kamu sudah membohongi kakak dengan mengatakan jika rumah tangga kamu baik-baik saja. Kakak tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi dari kamu."


"Mas, setidaknya dengarkan dulu penjelasan dari Nurlia."


"Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Jika keluarga Fahmi menginginkan perceraian, maka biarkan itu terjadi." ucap Andre yang membuat Fahmi dan Nurlia terkejut.


"Kakak...."


"Aku akan meminta dokter untuk memindahkan kamu ke rumah sakit yang dekat dengan rumah kita, mulai hari ini kamu akan tinggal dengan kakak."


Andre pergi setelah mengatakan itu dan langsung menemui dokter untuk meminta perpindahan rawat Nurlia.


"Kak, tolong bantu tenangkan kak Andre, dia sudah salah paham. Memang benar jika awalnya rumah tangga kami tidak baik-baik saja, tapi sekarang semuanya sudah berubah.". pinta Nurlia.


"Kakak akan berusaha membantu, tapi kamu tahu bagaimana Kakak kamu, kan?"


Nurlia menghela nafas panjang sambil melihat ke arah Fahmi yang duduk sambil membersihkan darah di wajahnya akibat serangan Andre yang cukup brutal.


Tak lama setelah sang kakak ipar pergi untuk menyusul suaminya. Mila, sang ibu mertua yang mulai menunjukkan sikap sangat tidak menyukai Nurlia datang.


Mila datang setelah mendengar apa yang dilakukan Andre, kakak Nurlia. Pada putra yang paling dia sayangi, Fahmi.


"Fahmi, ayo kita pulang. Lihat betapa tidak ada rasa terima kasihnya kakak dari calon mantan istri kamu itu. Sudah bagus kamu membawa Nurlia ke rumah sakit. Dia malah menghajar kamu sampai seperti ini."


"Ma,. cukup."


"Mama tidak mau tahu, kamu harus ikut mama pulang."


"Ma, Fahmi tidak bisa meninggalkan Nurlia. Nurlia sedang hamil, Ma. Nurlia hamil anak Fahmi."


"Mama tidak percaya jika dia hamil anak kamu. Bisa saja kan dia pura-pura hamil?" ketus Mila.


"Ma."


"Apa? Apa sih yang kamu lihat dari dia? Mama tahu kamu bertahan sampai sekarang hanya karena kamu kasihan melihat dia yang tidak mempunyai orang tua lagi."


Deg !!


Nurlia meremas selimut, ingin sekali dia menekankan bahwa hubungan diantara dirinya dan Fahmi sudah menjadi hubungan dan ikatan yang sangat kuat.


Hubungan... hubungan seperti apa yang ingin Nurlia katakan, setelah apa yang terjadi.


Akhirnya Nurlia hanya bisa diam, menerima setiap cacian dan makian dari ibu mertuanya.


"Kamu dan Nurlia akan segera bercerai. Pernikahan kamu dan Alika sudah diatur, malam ini kita akan bertemu dengan keduanya orang tuanya." ucap Mila yang membuat Fahmi semakin kesal.


"Oh, jadi seperti itu? diam-diam ada sudah merencanakan pernikahan putra anda dengan wanita lain? Apa anda sedang mencoba untuk memasukkan pelakor dalam rumah tangga Nurlia dan Fahmi?" tanya Andre yang tiba-tiba datang.


"Heh, aku bisa saja membuat kamu dipenjara karena perlakuan kamu yang sudah menghajar Fahmi. Tapi, untuk kali ini aku akan memaafkannya karena aku tidak ingin wajah putraku hancur di hari pernikahannya."


"Sebenarnya anda ini tipe Ibu seperti apa?"


"Aku? tentu saja aku adalah ibu yang sangat menyayangi putraku. Karena itulah aku akan menikahkan dia dengan wanita yang sangat dia cintai."


"Jadi anda akan tetap menginginkan perceraian di antara mereka?" tanya Andre sambil melihat ke arah Nurlia dan Fahmi secara bergantian.


"Tentu saja.."


"Baiklah, kami selaku keluarga dari pihak perempuan, akan menyetujuinya."


"Mama, cukup." bentak Fahmi.


"Kamu diam, Fahmi. Mama ingin memberi pelajaran kepada keluarga yang sudah tidak tahu mengucapkan terima kasih. Ayo, kamu ikut mama pulang sekarang."


"Ma, Fahmi tidak bisa pulang. Fahmi tidak bisa meninggalkan Nurlia."


"Tidak, lebih baik sekarang kamu ikut kamu pergi dari. Jangan khawatirkan tentang Nurlia, dia masih mempunyai aku yang akan menjaganya dan memberinya kebahagiaan." ketus Andre.


Fahmi tidak berdaya saat sang ibu memanggil satu orang untuk menyerap Fahmi keluar dari ruangan Nurlia dengan paksa.


Nurlia menangis, dia ingin sekali mencegah kepergian dari Fahmi. Namun, Andre berulang kali mengatakan jika Fahmi bukanlah pria yang pantas untuk dipertahankan.


...----------------...


"Alika, akhirnya kamu datang bersama dengan orang tua kamu." ucap Mila sambil tersenyum melihat kedatangan Alika di rumahnya.


"Tentu saja kami datang, Bukankah kedatangan kami ini untuk meluruskan salah paham yang terjadi beberapa waktu lalu." ucap Maya, Mama Alika.


"Meluruskan kesalahpahaman yang mana ya maksudnya?" tanya Mila pura-pura tidak tahu.


"Itu, Alika sudah menjelaskan tentang pertunangan yang tiba-tiba disiarkan melalui televisi. Tidak seharusnya Alika akan ditunangkan oleh pria yang sudah memiliki istri."


"Oh itu, lebih baik kita bicara di dalam saja. Ayo, aku sudah masak makanan yang banyak dan juga lezat untuk kalian."


"Begini,. sebenarnya anakku akan segera bercerai dengan istrinya. Karena memang, pernikahan mereka terjadi hanya karena keluarga kami ingin membalas budi terhadap keluarga itu." ucap Mila beberapa saat setelah Alika dan kedua orang tuanya masuk ke dalam rumah.


"Memang perceraian itu sudah dikehendaki oleh mereka?" tanya Gio, Papa Alika.


"Tentu saja, pernikahan mereka tidak bahagia dan tidak ada cinta. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan pernikahan, setelah kedua orang tua dari sang wanita meninggal."


"Hmmm, Untung saja bukan Alika yang ada di posisi wanita itu." ucap Gio.


"Maksudnya?" kekeh Mila.


"Ya, jika Alika yang berada di posisi wanita itu. Aku pasti sudah mengutuk anda dari surga. Karena, dengan teganya anda menciptakan keretakan dalam rumah tangga putriku."


"Tidak, Pak Gio, Bu Maya. Anda tidak tahu ceritanya seperti apa. Alika dan Fahmi saling mencintai, mereka bahkan membuat rumah impian mereka dan berjanji untuk segera menikah." Terang Mila.


"Sayangnya, sebuah insiden mengharuskan mereka untuk mengubur dalam-dalam impian mereka." imbuhnya.


"Jadi, maksud dan tujuan anda sebenarnya mengundang kami datang, untuk membicarakan perihal kesalahpahaman yang terjadi atau merencanakan pernikahan Alika dan Fahmi?" tanya Maya.


"Tentu saja opsi yang kedua, merencanakan pernikahan Alika dan juga Fahmi." ucap Mila dengan semangat.


"Kalau begitu dengan tegas kami mengatakan bahwa kami tidak akan menerima lamaran dari putra anda." Tegas Gio.


"Apa? Tapi kenapa? Apa alasan? pertunangan mereka sudah disiarkan di televisi lo, apa kata orang-orang jika ternyata pernikahan mereka tidak akan pernah terjadi?"


"Jika anda lebih memikirkan apa yang dikatakan orang-orang. Saya dan keluarga lebih memikirkan kebahagiaan Alika. Alika sudah menjelaskan semuanya kepada kami, dia sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadap Fahmi." ucap Gio


"Benar, jadi kami datang untuk mengatakan bahwa tidak akan terjadi pernikahan antara Alika dan Fahmi."


Ya Tuhan, Kenapa jadi seperti ini? Ini pasti ulah Nurlia. Ya, Dia pasti sudah menemui orang tua Alika Dan mengatakan sesuatu yang membuat mereka mendukung Nurlia.


Nurlia, Tunggu kau.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...