
Mommy. Daddy," teriakan sepasang anak kembar menggelegar di lobby bandara.
Sepasang anak kembar yang begitu, cantik dan tampan.
Mereka terlihat berlari ke arah Amber dan Ken dengan tergesa-gesa.
Amber merentangkan kedua tangannya, pun Ken melakukan hal yang sama seperti Amber, untuk menyambut kedua anak kembarnya yang terlihat sangat menggemaskan itu.
"Hati-hati, sayang," ujar Amber saat melihat kedua anak kembarnya berlari yang membuat jiwa keibuannya muncul.
"Mommy," seru kedua anak kembar Amber yang sudah berusia 6 tahun.
Mereka segera memeluk sang mommy begitu erat. Rasa rindu mereka sangatlah besar.
Begitupun Amber yang sangat merindukan kedua buah hatinya itu. Sudah satu bulan mereka tidak bertemu.
Amber akan menemui anak kembarnya seminggu sekali di Mansion Pattinson, meskipun ia harus menyamar untuk menghindari musuh. Amber tidak ingin membahayakan nyawa kedua anak kembarnya.
Si kembar pun sangat peka oleh keadaan sang mommy, oleh sebab itu mereka tidak terlalu protes tentang keadaan mereka yang harus hidup terpisah.
Meskipun Ruby dan Boy mengasuh si kembar, mereka tetap menceritakan atau mengenalkan kepada ibu kandung mereka, tapi pasangan suami-istri itu tidak menceritakan tentang ayah biologis mereka.
Boy dan Ruby, tidak ingin melukai perasaan Amber. Untunglah, Amber memiliki anak kembar yang sangat pengertian dan juga pintar.
Mereka tumbuh dengan normal layaknya anak-anak pada umumnya, meskipun mereka memiliki IQ di atas rata-rata.
Si kembar juga memiliki sifat berbeda. Si kakak Bryana memiliki sifat pendiam dan dingin. Wajah cantik gadis kecil ini selalu terlihat datar.
Sedangkan si adik, Bryan memiliki sifat ramah, lembut dan sangat cerewet. Wajah Bryan sangat persis dengan wajah Bram.
Sedangkan Bryana mewarisi wajah mommynya Amber, hanya manik mata Bryana yang sama dengan Bram begitupun dengan warna rambutnya yang pirang.
*
*
*
"Mommy, merindukan kalian, twist," lirih Amber dengan air matanya yang sudah meleleh.
"Kami juga merindukanmu, mom," Jawab keduanya dengan memeluk erat tubuh mommy mereka.
"Sangat," lirih Bryana.
Hati Amber akan terasa sesak dan ngilu saat menatap kedua manik anak-anaknya.
Manik yang sama dengan pria masa lalunya. Yang menorehkan luka yang begitu sakit hingga sekarang.
Amber terhenyak saat ia merasakan kedua tangan mungil anaknya menghapus jejak air mata di pipi mulus Amber.
Amber tersenyum dan memberikan kecupan di telapak tangan anak-anaknya.
"Mommy, sangat, sangat merindukan kalian," lirih Amber dengan air mata yang tak hentinya meluruh.
"Kami juga merindukan, mommy," balas Bryan dan di anggukkin oleh sang kakak.
Amber tersenyum dan mengecup pipi ke dua anak kembarnya secara bergantian.
"Please, jangan menangis, mom. Itu sama saja menyakiti kami," ujar Bryana sang kakak, yang kini matanya sudah berkaca-kaca.
Amber membawa kembali kedua anak kembarnya kedalam pelukannya sambil menahan isakannya dengan menggigit bibirnya sendiri.
"Mommy, hanya bahagia bertemu kalian lagi," elak Amber.
"Bukankah, kita tidak bertemu selama satu bulan? Jadi mommy hanya terharu, bisa bertemu kalian lagi," imbuhnya yang mencoba memberikan alasan yang tepat untuk kedua anak kembarnya itu.
Amber mengenal sifat kedua anak kembarnya yang sangat peka oleh keadaan sekitarnya. Ia tidak ingin anak-anaknya merasa khawatir.
"Benarkah," sela si kecil Bryan.
"Hm! Gumam Amber sambil menghapus air matanya.
"Syukurlah," ujar si kecil Bryan lagi.
"Kalian, melupakan sesuatu," ucap Amber.
"Apa,?" Seru keduanya.
"Memberikan, mom kecupan," sahut Amber dan menunjukkan kedua pipinya.
"Astaga, maafkan kami, mom,"
"Tidak, masalah kalau kalian memberikan mommy kecupan," ujar Amber.
Bryana dan Bryan segera memberikan kecupan di pipi sang mommy dengan wajah bahagia mereka.