Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 128


"Tuan mesum!" Seru seorang gadis mungil yang memiliki wajah yang imut.


"Hm!" Gumam pria dewasa yang ada di sampingnya.


"Ngomong-ngomong, kita mau kemana? Inikan bukan jalan untuk ke Mansion tuan, Boy?" Tanyanya bingung.


"Oh iya, kenapa anda menyuruh, tuan Jojo mengantar nenek? Kenapa tidak di sini saja?" Cerca nya dengan wajah bingung pun penasaran.


Carlos hanya melirik sekilas gadis yang ada disampingnya dan kembali lagi menghadap ke depan, yang sedang fokus mengemudi mobil sport mewahnya.


"Hey, tuan. Apa anda tidak bisa mendengar?" Pekik Kitty kesal.


"Katakan, anda mau membawaku ke.ma.na!" Kitty yang geram oleh kebungkaman Carlos menekan ucapan terakhirnya dengan emosi.


"Tuan mesum. katakan, anda mau membawaku kemana?" Kali ini Kitty merengek manja.


Carlos kembali menoleh ke arah Kitty dan meletakkan telapak tangannya di rambut Kitty dan mengusapnya lembut sembari tersenyum samar.


"Jangan bilang, anda sedang menculikku," tebak Kitty dengan mata memicing tajam ke arah Carlos.


Kitty menyingkirkan tangan Carlos yang ada di kepalanya dengan kasar dan menatap pria itu dengan permusuhan.


"Tangan anda berat, kepala cantik yang terdapat otak cerdas aku menjadi oleng." Sarkas Kitty dengan bibir yang mengerucut tajam.


"Ckitttt" Carlos tiba-tiba menginjak padel rem mobilnya, saat melihat bibir mungil Kitty mengerucut tajam, yang seakan menggodanya.


Sisi liar carlos yang sudah lama bertapa, kini mulai goyah dan meronta-ronta ingin mencium bibir mungil yang ada di sampingnya.


Kitty mengusap dahinya yang terbentur dashboard mobil, saat Carlos menginjak pedal rem secara mendadak.


"TUAN MESUM. ANDA SUDAH MELUKAI KENING CANTIK KU," pekik Kitty dengan tatapan marah ia berikan kepada Carlos.


"Apa anda tahu? Kalau keningku ini, masih belum tersentuh? Alias masih original!" Sungut Kitty sambil mendesis.


"Oh Tuhan, lihatlah, keningku menjadi merah!" Seru Kitty heboh sambil melihat keningnya yang merah lewat kaca cermin yang ada di atas kepalanya.


"Nenek, keningku terluka," adunya sambil merengek.


Membuat Carlos yang sejak tadi terdiam dengan tatapan terus ia pusatkan kepada gadis mungil yang ada di sampingnya. Perhatian Carlos hanya ada di satu titik,yaitu bibir mungil Kitty yang terus berceloteh.


Carlos terus menghayati pergerakan bibir gadis imutnya, suara cempreng Kitty yang mengisi ruangan mobil ia abaikan, ia hanya menganggap celotehan Kitty sebuah nyanyi indah.


Pikirannya kini melayang entah kemana, yang jelas ia seakan-akan ingin mencumbuui bibir mungil merekah milik gadis imutnya.


Dadanya yang lebar nan seksi itu bergemuruh hebat, jantungnya bahkan berdetak tak karuan, perutnya seakan di gelitik oleh sesuatu, seperti ribuan semut berjalan di atas perutnya yang sixpack.


"Oh Tuhan, perasaan menyenangkan apa ini?" Batin Carlos.


"Tuan!" Sentak Kitty yang membuat Carlos kembali ke alam sadarnya.


"A – ah iya," sahut Carlos terbata.


"Anda kenapa, terdiam?" Tanya Kitty yang mendekatkan wajahnya ke arah Carlos dan menelisik wajah tampan itu.


"Anda begitu manis dan tampan tuan!" Seru Kitty sambil mencubit kedua pipi Carlos.


Kembali Carlos hanya bisa melongo dan terdiam menikmati lembutnya telapak tangan Kitty.


Ini hal pertama baginya, dan hal pertama merasakan perasaan asing itu, namun terkesan menyenangkan.


"Membuat jiwa khilaf ku meronta," sambung gadis itu lagi.


Carlos yang tidak bisa menahan sisi liarnya sebagai pria normal, ingin menahan tengkuk gadisnya yang nakal, namun niatnya gagal, karena Kitty tiba-tiba menoleh ke kiri dan kanan.


"Hutan? Sepi? Ini dimana? Apakah, pria mesum ini ingin membuang ku?" Monolog Kitty yang mana masih terdengar oleh Carlos.


"Pletak" dengan gemasnya Carlos menepuk pelan kening Kitty yang di hiasi poni itu.


"Aw, sakit tuan," rengek Kitty.


"Jangan asal bicara, mana mungkin aku menculik gadis mungil sepertimu," sinis Carlos yang mulai menjalankan mobilnya kembali.


"Hey, tuan. Asal anda tahu, kalau semua pria yang ada di kampus begitu tergila-gila padaku, mereka bahkan rela memohon kepadaku," ujar Kitty sombong, yang memamerkan kebenaran yang sering dialami di kampus.


"Walaupun aku mungil, tapi kata Jacob aku begitu menggemaskan," seloroh Kitty dengan tersenyum sendiri.


"Ckitttt" kembali, Carlos menghentikan mobilnya secara tiba-tiba yang membuat kening Kitty, lagi-lagi mencium dashboard mobil Carlos.


"Dasar tu —"


"Akhh!" Kitty yang belum sempat melayangkan protes kepada pria di sampingnya, harus terpekik saat tubuh terasa melayang dan kini duduk diatas pangkuan pria dewasa di depannya.


"A – apa y – yang anda lakukan?" Gugup Kitty.


Kitty bergerak gelisah di atas pangkuan Carlos. Ia begitu gugup dan mencoba menahan sesuatu yang berusaha keluar.


"KATAKAN!" Bentak Carlos.


"Pret" seketika suara yang begitu familiar menyapa Indra pendengaran Carlos dan Kitty tentunya.


Suara yang sejak tadi Kitty tahan, di saat dirinya sedang merasa gugup.


Hening sejenak.


Carlos hanya bisa menganga dengan wajah konyol, melihat gadis yang duduk di pangkuannya.


Sedangkan Kitty hanya bisa menundukkan wajah merahnya karena malu.


"Really? Carlos bertanya dengan wajah yang tak percaya.


"Maaf!" Cicit Kitty.


"Dia memang tidak punya sopan santun, dia akan keluar jika aku dalam keadaan gugup dan terancam," imbuhnya pelan.


"Dia? Dia siapa?" Kembali Carlos bertanya.


"Dia ini, ...."


"Pret"


Lagi, Kitty mengeluarkan suara mantra ajaibnya yang membuat Carlos tercengang.


"Gadis unik dan ajaib," gumam Carlos, lantas merebahkan punggungnya di sandaran kursi mobil miliknya.


"Untung aku menyayanginya," batinnya.


"hey, apa yang ku pikirkan? apa benar aku menyukai gadis ini?" tanya Carlos dalam hati.


ia kembali menegakkan punggungnya dan menundukkan wajahnya, guna melihat gadis mungil ajaib yang masih tertunduk malu.


"Tatap aku," bisik Carlos sembari meraih dagu lancip Kitty.


Kitty refleks mendongakkan kepalanya dan kini mereka saling memandang dalam diam.


"Kau malu?" bisik Carlos di atas wajah merona Kitty.


Gadis itu mengangkuk patuh dan masih menatap wajah tampan Carlos.


"Bukankah, kau gadis bar-bar yang tidak tahu malu," ujar Carlos, yang sengaja memancing emosi gadisnya yang terlihat mengemaskan, kalau sedang dalam mode emosi.


"Apa kata anda, aku gadis tidak tahu malu?" pekik Kitty tidak terima oleh ucapan Carlos.


"Ini semua salah anda. kalau saja anda tidak membuatku gugup dan, ... Anda juga membawaku duduk di atas pangkuan, anda. terus siapa disini yang tidak tahu malu," pungkas Kitty dengan sengit.


"Dasar, pria tua menyebalkan!" maki Kitty.


"Pria tu, ...."


Carlos yang sudah tidak bisa menahan perasaan mendebarkan di dalam dadanya, segera menahan tengkuk Kitty dan menariknya lembut, sehingga bibir mereka kini saling bertemu.


Dengan di insting yang di milikinya, Carlos mengecup bibir mungil Kitty dan menyesap bibir bawah Kitty yang terasa begitu lembut.


Carlos bahkan melumaat berganti bibir mungil gadis nakalnya itu dengan begitu lembutnya.


lidah Carlos kini menyesuri mulut Kitty yang hangat dan menyenangkan.


membuat pria itu mengerang frustasi sangking menikmatinya kelembutan dan kemanisan bibir mungil gadisnya.


sedangkan Kitty hanya bisa terdiam dengan membeku di atas pangkuan Carlos.


mata bulat lebarnya hanya bisa berkedip-kedip lucu, wajahnya bahkan masih terlihat terkejut dengan jantung yang hampir meloncat keluar dari tempatnya.


Kitty bisa merasakan betapa menyenangkannya cumbuan pria dewasa di depannya ini.


"Astaga, ini sangat menyenangkan dan memabukkan," batin Kitty.


"Tuhan, nenek. maafkan Kitty yang berciuman dengan seorang pria. kali ini saja biarkan aku merasakan khilaf terlama dan nikmat ini," monolog Kitty dalam hati.


"Aku berjanji, nenek. hanya malam ini saja, aku melakukan ini."


"semoga saja aku tidak pernah khilaf lagi dan ini adalah khilaf terakhirku,".