Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 133


Helikopter yang yang digunakan Bram dan Amber, kini mendarat di sebuah atas bukit tinggi yang luas.


Bersamaan dengan munculnya beberapa mobil yang merupakan milik Boy dan anak buahnya.


Sedangkan Carlos sejak tadi sudah berada di sana, sedang mengamati Markas ratu Rosella menggunakan teropong canggih sambil duduk di atas motor besarnya yang ia kendarai.


Bram dan Boy mendekati Carlos yang masih mengamati lokasi penyekapan anak kembar Bram dan Amber yang merupakan keponakannya sendiri.


"Kita kesana, sekarang!" Seru Carlos dingin.


"Apa kau yakin, sudah aman?" Boy meraih teropong di tangan Carlos dan ikut mengamati Markas ratu Rosella di bawah sana.


Carlos tidak menyahut, dia melangkah dengan tidak acuhnya dan mengabaikan kedua pria yang berada di belakangnya.


"Sial!" Bram mengumpat kesal, saat menyadari sang istri sudah menghilang bersama Carlos.


"Cih! Dasar lelet!" Cibir Boy.


Daddy Gie itu mendekati kembali mobilnya dan masuk ke dalam, ia akan menyusul Carlos dan Amber.


"Cepatlah, bodoh!" Pekik Boy geram.


Bram hanya bisa mendegus kesal, saat ditinggal oleh sang istri, kalau mengenai soal serang menyerang di kawasan musuh.


"Brak"


Dengan kesalnya, Bram membanting pintu mobil Boy dengan kasar.


"Hey, kau ingin merusak mobilku!" Pekik Boy.


"Apa kau lupa, kalau ini mobil kesayanganku," sungut Boy tidak terima Bram membanting pintu mobilnya kasar.


Bram hanya mendelikkan matanya ke samping sekilas dan mencebikkan bibirnya yang tipis nan seksi.


Sambil melajukan mobilnya, Boy terus saja bersungut-sungut kesal, bahkan memaki dan mengumpat sahabatnya yang begitu mengesalkan di pandang mata.


Boy ingin sekali melemparkan Bram dari atas bukit yang mereka lalui dan meninggalkannya sendiri.


Bram hanya terdiam sambil memikirkan kedua anaknya, ia hanya bisa berdoa, semoga kedua anak kembarnya itu tidak terluka sedikitpun.


"Menurut kamu, dari mana wanita tua itu tahu keberadaan si kembar?" Tanya bram tiba-tiba sambil berpikir.


"Bukankah, mereka tahu kalau si kembar ada di Inggris, bukan di sini?"


"Entahlah!" Sahut Boy dengan mendelikkan pundaknya ke atas.


"Apa kau lupa, kalau ibu tirimu itu sangatlah licik dan cerdik?" Timpal Boy.


"Hm, aku tahu. Tapi – kenapa mereka mengetahui keberadaan si kembar? Kita sudah mengelabuhinya dengan anak kembar palsu," imbuh Bram sambil menatap kesamping.


"Maybe!" Ucap Boy singkat.


"Sialan!" Pekik Bram dan mendaratkan kakinya ke tulang kering Boy.


Namun dengan lincahnya, daddy Gie itu menghindar.


"Ck!" Dan Boy hanya membalas Bram dengan decakan dan juga ejekan.


"Dasar lamban," gumam Boy kembali.


~


Boy dan Bram kini sudah bergabung dengan para anak buahnya, pun dengan Amber dan Carlos.


"Jangan jauh-jauh, dariku," larangnya penuh peringatan.


Amber mengangguk patuh dan kembali memeriksa segala senjata yang ia bawa.


"Kau, tidak mengenakan rompi anti pelurunya, sayang?" Tanya Bram tiba-tiba.


"Aku lupa membawanya," jawab Amber.


"Rentangkan tanganmu!" Suruh Bram.


Amber dengan patuh menuruti perintah sang suami, merentangkan kedua tangannya, ke samping.


Bram dengan hati-hati memakaikan, sang istri baju rompi anti peluru dan meyakinkan kalau baju anti peluru itu terpasang dengan aman.


"Terimakasih, dear," ucap Amber.


"Hm! Gumam Bram sambil tersenyum dan mengecup kening dan bibir istrinya.


Bram pun memakai baju anti pelurunya dan menyelipkan beberapa senjata di saku baju tersebut.


"Kita masuk sekarang!" Seru Carlos.


"Kalian siap?" Tanyanya.


Semua orang pun mengangguk dan bersiap untuk mengepung markas ratu Rosella.


"Ingin, masing-masing ambil posisi di segala sisi tempat ini, kalian mengerti!" Ujar Carlos dengan tatapan datar.


"Mengerti tuan," sahut semua anak buah Carlos.


"Bersiaplah, di posisi kalian!" Perintahnya lagi.


"Siap!" Sahut anak buah Carlos yang berjumlah puluhan orang.


"Hm! Gumam Carlos sambil menggerakkan kepalanya, memberikan kode kepada anak buahnya untuk bergerak cepat.


Anak buah mereka kini masing-masing mengambil posisi mereka. Tinggallah Boy, carlos, Amber pun Patrick asisten Carlos.


"Ayo!" Ajak Carlos dengan kepala bergerak ke arah rumah yang tak jauh dari mereka.


"Berhati-hatilah, menghadapi wanita licik itu," peringatkan Carlos kepada Boy, Amber dan Bram.


"Aku bahkan, ingin langsung menebas kepalanya," timpal Boy geram.


"Aku akan menguliti tubuhnya," sela Bram.


"Aku yang akan membawanya ke kandang singa di kerajaan," kali ini Amber ikut menyahuti obrolan konyol, Bram dan Boy.


Keempatnya kini berjalan dengan santainya ke arah pintu markas tersembunyi ratu Rosella.


Wajah mereka bahkan hanya terlihat biasa saja, namun tiba-tiba wajah Amber dan Bram terlihat menegang, saat mendengar suara teriakan kedua anak kembarnya bersamaan juga suara binatang buas.


"Bryan, Bryana," kedua suami istri itu membeo bersama.


Tanpa menunggu waktu lama, Amber dan Bram berlari ke arah pintu dan membuka pintu itu dengan sangat kasar.


"Brak"


Mata Amber dan Bram, seketika membola lebar ketika melihat pemandangan di depannya yang begitu membuat Amber berang.