Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 134


Darah dalam diri Amber dan Bram seketika mendidih begitupun dengan Boy.


Saat pandangan pertama yang mereka dapati di hadapan mereka adalah, kedua anak kembarnya dikurung di sebuah kurungan besi dan beberapa ekor anjing liar berada di luar yang siap menyerang kedua anak kembarnya.


"Aku bersumpah akan membunuhmu!" Erang Amber dengan kedua tangannya terkepal erat sehingga melukai kulitnya sendiri.


"Lepaskan, mereka!" Seru Bram dengan dada yang terlihat naik turun dengan cepatnya.


"BRENGSEK! AKU TIDAK AKAN MELEPASKAN KALIAN SEMUA!" Teriak Boy bergelegar di seluruh ruangan luas di markas ratu Rosella.


Terdengar kekehan puas nan licik keluar dari mulut ratu Rosella, yang menatap tamunya yang baru saja tiba.


"Daddy, mommy, daddy Boy!" Teriak Bryana dengan suara yang serak.


Gonggongan anjing-anjing itu pun terdengar menakutkan di telinga kedua anak kembar Amber.


"Mommy, daddy, daddy Boy, Bryan takut!" Adu anak laki-laki Amber sambil terisak.


Wajah keduanya pun terlihat sembab dan penampilan keduanya terlihat berantakan.


"Lepaskan mereka, bedebah!" Pekik Bram.


Ratu Rosella hanya berdiam sambil duduk angkuh di atas kursi berukir tinta emas.


"Apa yang kalian ingin!" Seru Amber dingin.


"Kematian mu," bisik ratu Rosella dengan wajah sinis.


"BRENGSEK!" Teriak Bram.


Yang ingin menyerang ratu Rosella, tapi anak buah wanita itu sengaja mengulur tali yang ada pada anjing-anjing tersebut.


"Mommy!!" Teriak si kembar ketakutan.


Amber hanya bisa menggertakkan giginya dan kepalan tangannya semakin mengetat sehingga cairan merah menetes dari telapak tangannya.


Hatinya begitu sakit, saat melihat kedua anaknya dalam keadaan ketakutan dan menyedihkan.


Ingin rasanya Amber menghancurkan tempat ini sekarang juga, dan membunuh semua orang yang ada di hadapannya.


Nalurinya sebagai seorang ibu kini sedang dipermainkan, dan disiksa secara perlahan, hatinya sakit, sangat sakit. Mendengar teriakan ketakutan kedua anak kembarnya.


Amber menahan pergelangan tangan suaminya, saat Bram hendak menyerang ratu Rosella.


"Jangan, si kembar dalam bahaya," gumam Amber pelan.


"Arghh" Bram mengerang tertahan.


"Tidak tuan, boy," bisik Amber ketika Boy mengeluarkan senjatanya.


Dan Boy pun hanya bisa mengeram dalam hati dan menatap sendu kepada putri kesayangannya.


"My princess!" Lirihnya.


Sedangkan Carlos hanya bisa menatap sosok wanita setengah baya yang kini duduk dengan angkuhnya di sebuah kursi mewah dengan mata elang yang siap untuk menerkam mangsanya.


Pandangannya yang tajam kini merotasi sekeliling ruangan itu, dan netra abu-abunya berhenti pada sosok gadis mungil yang terikat di sebuah tiang dalam keadaan tak sadarkan diri.


Dengan dada yang bergemuruh karena darahnya kini sudah mendidih dan memanas hingga ke ubun-ubun.


Carlos begitu marah melihat kondisi gadis kecilnya yang imut dalam keadaan menyedihkan.


Tanpa banyak basa-basi, Carlos mengeluarkan senjata api miliknya dan mengarahkan ke arah anak buah ratu Rosella, yang sudah lancang menyentuh kulit gadisnya.


"Dor" dan Carlos pun membidik dengan tepat sasaran, tepat di telapak tangan anak buah ratu Rosella yang lancang menyentuh miliknya.


"Mommy!!" Teriak si kembar, saat tiba-tiba anjing peliharaan ratu Rosella menggong.


Carlos pun kembali menarik pelatuk dari senjatanya dan membidik binatang peliharaan ratu Rosella hingga tergeletak semua diatas lantai.


Tentu saja perbuatan Carlos membuat ratu Rosella dan anak buahnya, terkejut dan terdiam di tempat mereka.


Amber yang mendengar suara tangisan anak-anaknya segera berlari maju sambil melawan anak buah ratu Rosella yang menghalangi jalannya.


Bram pun mengikuti langkah sang istri, ia bahkan menghabisi anak buah ratu Rosella dengan bidikan senjata api.


"Bawa mereka!" Perintah ratu Rosella kepada Martin.


Martin mengangguk sambil menoleh ke samping di mana anak buahnya sedang berdiri di sana di dekat sebuah tombol.


Pria yang ada di beri tugas oleh Martin, mengangguk kepalanya dan dengan segera mendekatkan tangannya ke tombol tersebut dan menekannya.


Seketika lantai yang diduduki si kembar terbuka dan kedua anak kembar Amber pun terjatuh kedalam lubang yang terdapat ruangan rahasia di dalamnya.


"Mommy!" Teriak keduanya sebelum menghilangkan dan lantai itu pun kembali tertutup.


"Bryan, Bryana!" Pekik Bram, Boy dan Amber.


Ketiganya berlari ke tempat si kembar namun mereka kembali gagal karena lantai tersebut kembali tertutup.


"Bryan, Bryana!" Pekik Amber dengan histeris.


"Arghh! Teriak Bram dan menembaki semua anak buah ratu Rosella sampai tergeletak semua di atas lantai.


"Arghh! Bryan, Bryana!" Teriak Bram menggila.


"ROSELLA!" Teriak Boy.


"KELUAR KAU MANUSIA LICIK! Pekik Boy.


"SERAHKAN ANAK-ANAKKU!"


"WANITA LICIK KELUAR KAU!" Boy begitu emosi sudah di permainkan oleh kelicikan ratu Rosella.


Carlos sejak tadi menyelamatkan gadisnya dan mengamankan gadisnya di sebuah kamar.


Setelah di yakinkan gadisnya Sudah aman, Carlos kembali menyusul Boy, Amber dan Bram.


"Daripada teriak tidak ada gunanya, mending kita mencari keberadaan wanita itu," sela Carlos.


Amber yang mendengar penuturan Carlos segera bangkit dan berjalan ke arah belakang.


Diikuti Boy, Bram dan Carlos yang menyusul langkah Amber.


"Hati-hati, sayang!" Tegur Bram kepada sang istri.


Amber tidak memperdulikan peringatan sang suami, ia terus mencari letak pintu rahasia yang, akan membawa mereka ke arah ruangan bawah tanah milik ratu Rosella.


"Dor"


"Sayang!"