Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard

Dendam Dan Cinta Sang Bodyguard
bab 136


"Tuan!" Seru anak buah Carlos saat melihat big boss nya mendekat.


"Apa, dia sudah sadar?" Tanya Carlos dingin.


"Belum, tuan," jawab sang anak buah.


"Hum. Pergilah!" Perintah Carlos.


Anak buah Carlos pun undur diri setelah membungkukkan badan untuk menghormati sang big boss.


"Clek" Carlos membuka pintu kamar yang ada disana, mendekat ke arah ranjang.


Dimana gadis kecil kesayangannya terbaring dengan mata yang masih tertutup rapat.


Carlos duduk di pinggir ranjang dan mengusap wajah gadisnya yang terdapat luka memar dan juga sudut bibirnya yang terluka.


Carlos bangkit, membungkukkan setengah badannya, mendekatkan tangan kanannya di punggung Kitty dan tangan kirinya ia letakkan di kaki gadisnya.


Dengan mudahnya Carlos mengangkat dan menggendong tubuh mungil Kitty ala bridal style.


Menenggelamkan wajah Kitty di dadanya yang lebar, Carlos memberikan kecupan manis di dahi dan bibir gadisnya yang begitu ia sukai.


Setelahnya Carlos melangkah ke arah pintu kamar, guna membawa gadis kecilnya dari tempat mengerikan ini.


~


"Tunggu!" Sentak seorang pria dan gadis muda dari arah belakang Carlos, yang siap menaiki mobilnya.


Carlos menoleh dengan Kitty yang masih di gendongannya.


Ken yang melihat tubuh mungil sang adik yang tak sadarkan diri, merasa sesak.


Ingin rasanya ia meraih tubuh mungil adik kesayangannya itu dan memeluknya untuk menghilangkan rasa rindu yang begitu membuncah.


Lain halnya dengan Kell yang begitu terpana, terpesona dan terkagum-kagum, akan ketampanan dan ke gagahan Carlos.


Matanya berbinar kagum, saat melihat wajah rupawan carlos, yang bak pangeran dongeng itu.


Ia memindai keseluruh tubuh Carlos dari atas turun kebawah.


Dadanya tiba-tiba berdegup kencang, saat melihat kesempurnaan seorang Carlos yang begitu tampan, gagah, rupawan dan memiliki postur tubuh yang begitu macho, maskulin dan seksi.


Hampir saja air ludah Kell menetes dari sudut bibirnya, sangking terpananya oleh sosok pria yang berdiri di hadapannya.


"Ada apa!" Sahut Carlos dingin, jangan lupa tatapan matanya yang tajam dan raut wajahnya yang datar.


"Aku ingin melihatnya," jawab Ken.


Dengan alis terangkat sebelah, Carlos menatap intens kepada Ken.


"Biarkan aku melihatnya," sela Ken kembali, sambil mendorong kursi rodanya sendiri.


Carlos masih menatap tajam kearah Ken, dengan Kitty yang senantiasa di gendongan, Carlos semakin mengeratkan pelukannya di tubuh mungil Kitty.


"Dia, adikku," sergah Ken saat mengerti arti tatapan mata Carlos.


"Please!" Mohon Ken dengan mata berkaca-kaca.


Carlos masih menatap Ken dengan lekat, dia seakan tidak percaya dengan pria di depannya ini.


Pria yang merupakan keponakan kandung ratu Rosella, kalau benar Kitty adalah adiknya, bukankah berarti gadisnya, adalah keponakan dari ratu Rosella?


"Aku mohon, biarkan aku melihatnya," sela Ken kembali, yang masih mendongakkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.


"Dia adik kembarku, tuan," timpal Kell dari arah belakang Ken.


Carlos mengalihkan tatapannya kepada Kell dan menatapnya lekat dan dalam, ia memindai ke seluruhan wajah dan postur tubuh Kell.


Yang mana membuat Kell salah tingkah dan memperlihatkan wajah manisnya.


"Mereka tidak kembar identik," ujar Ken yang paham dengan raut wajah Carlos.


"Percayalah, kami saudaranya dan keluarganya," imbuh Ken lagi, menyakinkan Carlos.


"Please! Biarkan aku melihatnya dan memeluknya!" Seru Ken.


Membuat Carlos melotot tajam kepada Ken saat mendengar kata memeluk.


"Ayolah, dia adikku," sambung Ken, yang mulai jengah dengan sikap Carlos yang terlihat posesif kepada adiknya.


"Aku tidak peduli!" Jawab Carlos tidak acuh, setelah sekian lama terdiam.


Tanpa memperdulikan teriakan dan makian Ken, Carlos memerintahkan Patrick melajukan mobilnya.


Biarlah anak buahnya yang menyelesaikan kekacauan yang mereka lakukan di markas besar ratu Rosella.


"Rumah sakit!" Seru Carlos dingin.


"Siap tuan," jawab Patrick sigap.


"Cari tahu tentang mereka dan juga gadisku," perintah Carlos.


"Baik tuan." Kembali Patrick menjawab perintah Carlos dengan sigap.


Carlos menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil memeluk erat tubuh mungil gadis nakalnya.


Carlos menatap lembut dan penuh cinta kepada gadisnya yang terlihat masih betah menutup matanya.


Ia mendekatkan bibirnya ke wajah Kitty, memberikan kecupan sayang di kening gadisnya lama dan penuh perasaan.


Ia juga mengecupi berkali-kali bibir mungil Kitty yang terlihat merekah dengan warna alami yang begitu lembut nan manis.


"Bangunlah, gadis nakal ku," bisik Carlos yang meletakkan dagunya di puncak kepala Kitty.


"Aku merindukanmu, baby," lirih Carlos yang kini wajahnya berpindah di depan wajah imut Kitty.


"Aku merindukan, suara jelekmu dan wajah imut yang merenggut kesal," bisik Carlos sambil tersenyum sendiri.


"Love you, my little girl," bisiknya lagi dengan nada lembut.