TERJERAT IKATAN PERNIKAHAN

TERJERAT IKATAN PERNIKAHAN
Bab 40


"Alhamdulillaah, finally. Aku bisa pulang lagibje rumah. Semoga Al dan Disa senang aku surprise-in mereka," mama Ressa saat ini tengah berdiri di luar gerbang dengan raut wajah bahagia, lantaran urusannya di Singapur sudah selesai. Setelah sebelumnya ia naik taksi dari Bandara menuju rumah. Dan saat ini waktu menunjukkan pukul delapan malam.


"Malii.. Mali buka gerbang! Saya pulang. Malii.." teriakan mama Ressa berhasil membuat satpam rumah lari dan segera membukakan pintu gerbangnya.


"Alhamdulillaah, bu Ressa sudah pulang," ujar Mali menyambut kepulangan majikannya.


"Iya, Mali. Kamu sehat-sehat di sini?"


"Sehat, bu. Mali bantuin bawa kopernya, ya!" mama Ressa menahannya.


"Gak usah, biar saya saja! Kamu istirahat aja, ya. Jangan lupa gerbang di tutup lagi. Ok?!"


"Siap, bu Ressa!"


Mama Ressa pun masuk jke dalam rumah setelah melewati halaman rumah yang cukup luas. Akhirnya dia bisa menginjakkan kaki lagi di rumah ini. Terlihat dari pancaran wajahnya dia begitu bahagia. Beliau mengedarkan pandangannya ke sekitar ruang tamu, kedua anaknya tidak terlihat di sana. Keadaan rumah juga cukup sepi, dia berpikir mungkin mereka sudah tidur.


"Al... Disaaa.. Mama pulang, sayang!" panggilan pertamanya tidak mendapat sahutan, kemudian dia kembali meneriakan kedua nama anaknya.


"Al... Disa.. Mama pulang! Al... Disaa.." Vira, ya g kebetulan sedang mengambil minum di dapur mendengar teriakan tersebut.


"Siapa yang teriak-teriak ya?" lantaran penasaran, Vira pun berjalan ke arah sumber suara, dia mendapati wanita paruh baya berdiri di ruang tamu dengan koper di sampingnya. Perempuan itu menghampiri wanita tersebut.


"Maaf, bu. Ibu siapa, ya?" pertanyaannya barusan membuat mama Ressa menoleh, beliau menatap Vira dari ujung kaki sampai ujung rambut. Vira yang mendapat tatapan seperti itupun ikut heran.


Mama Ressa membuka kaca mata hitam yang di kenakannya, dan membiarkan kaca mata tersebut terpasang di kepalanya.


"Saya Ressa. Mamanya Alan. Kamu siapa?" sontak perempuan itu terkejut, lantaran wanita di hadapanya ini merupakan big boss-nya.


"Ma-maaf, bu. Saya, saya asisten rumah tangga baru di sini," ujar Vira gugup dan langsung menundukkan wajahnya begitu tahu siapa mama Ressa. Wanita paruh baya itupun mengerutkan dahi.


"Asisten rumah tangga baru?"


"I-iya, bu."


Sementara Al yang mendengar panggilan berasal dari mamanya tentu saja langsung panik. Bagaimana kalau nanti mama Ressa menanyakan dimana Disa, kemudian Amera terbangun dan bertemu dengan mamanya? Apa yang akan terjadi nanti, jika mama Ressa tau kalau dirinya sudah menikah.


"Kenapa mama pulang gak ngasih kabar dulu, sih? Mati, gue. Kalau mama tau semuanya," tanpa menunggu lama lagi, Al pun keluar dari kamar mandi. Dia melihat istrinya masih tidur. Setidaknya ini masih aman, selama malam ini Amera tidak terbangun.


Dengan langkah penuh kehati-hatian, Al berjalan menuju pintu keluar. Setelah sampai di depan pintu, dia tergesa untuk segera keluar dari kamar. Pria itu menghembuskan napas lega lantaran berhasil keluar dari kamarnya. Kemudian berjalan guna menghampiri mamanya.


Al berpikir kalau dirinya berhasil keluar dari kamar dengan aman tanpa di ketahui istrinya. Namun sayangnya, Amera terbangun dan membuka matanya saat tangan Al menutup kembali pintu kamar tersebut.


"Mas Al mau kemana ya? Aku ketiduran, sampe gak tau kalo mas Al udah masuk ke sini," Amera mengusap wajahnya lembut, menghilangkan rasa kantuknya.


"Padahal aku penasaran banget sama cerita mas Al. Gimana caranya dia menemukan Vira dan meminta dia buat kerja di rumah ini?" Amera berpikir sejenak, namun hal itu tidak bisa menjawab rasa penasarannya yang kian membesar.


"Aku samperin mas Al aja kali ya?" perempuan itupun beranjak dari temlat tidur guna menemui suaminya yang mungkin kembali ke ruang kerja.


***


Disa menarik tubuh Revan menuju kamar tamu rumah itu.


"Ayo, sayang. Kita bersenang-senang malam ini!" pria itupun menurut ajakan Disa.


"Amera, apa ini beneran kamu?" Revan memegangi kedua pipi perempuan di hadapannya sambil menatapnya tidak percaya.


"Iya, sayang. Kamu masih cinta kan sama aku? Kalo gitu, kamu mau kan bersenang-senang sama aku? Kita lakukan malam ini. Ok?!" pria itupun mengangguk antusias, dia mulai menatap lapar perempuan di hadapannya.


"Aku mau, sayang," Disa tersenyum menyeringai penuh kemenangan.


Hem, bagus. Obat halusinasi itu bekerja dengan baik. Rencana gue pasti akan berjalan dengan mulus. Untung gue tadi sempet ke Apotek dulu sebelum ke sini buat beli obatnya. Dan sekarang Revan pikir gue itu mbak Amera.


Disa menjatuhkan pria itu ke atas tempat tidur. Kemudian pria tersebut menarik lengan Disa supaya naik ke atas tubuhnya. Tidak ada penolakan, Revan justru senang saat satu pesatu kancing kemejanya di buka oleh Disa. Sampai akhirnya, pria itu telanj*ng dada.


Revan yang sudah mulai terangs*ng, segera menarik tengkuk perempuan di pangkuannya. Kemudian mereka melakukan aksi berc*iuman. Pria itu mulai liar serta gencar menc*iumi setiap inci bibir Disa. Tentunya Disa menerima berbagai serangan Revan penuh gair*h. Sampai akhirnya kini mereka berdua berada dalam balik selimut dan dalam keadaan bertel*njang bulat.


"Kita lakukan sekarang, baby!" bisiknya di telinga Revan. Pria itu mengangguk seraya tersenyum.


"Tentu. Aku akan memberikan kebahagiaan lebih itu, Mera sayangku!" di kecupnya bibir perempuan itu, lalu kembali memainkan tautan dengan bibir mungil milik Disa.


Sampai akhirnya, mereka tenggelam ke dalam dunia yang membuatnya terbuai.


***


"Mah.." panggilan tersebut di sambut hangat oleh wanita paruh baya yang sedari tadi mencarinya. Rentangan kedua tangan itu langsung di balas oleh Al.


"Al, my son. Mama kangen sekali sama kamu, sayang."


"Iya, mah. Aku juga," balas Al, sebenarnya dia senang melihat mamanya kembali. Tapi di sisi lain, dia juga panik sekaligus takut kalau semua rahasianya akan di ketahui mama Ressa.


"Al, kamu kenapa? Kamu kelihatan gelisah sekali. Ada apa, Al?" sambil memegangi kedua bahu putranya, mama Ressa merasa ada yang aneh.


"Aku baik-baik aja, mah," Al berusaha tersenyum guna menutupi kegelisahannya.


"Syukurlah kalo kamu baik-baik aja. Oh ya, Al. Benar, ini asisten rumah tangga baru di rumah kita?" mendapati pertanyan itu, Al baru sadar kalau ternyata ada Vira di sana.


"Hem, iya, mah. Vira, kamu ngapain masih berdiri di situ? Kembali ke kamar kamu!"


"I-iya, pak bos. Permisi," Vira pun pergi, namun Al khawatir kalau Vira sudah memberi tahu mamanya kalau dia sudah beristri.


Tapi sepertinya tidak. Lantaran mama Ressa masih terlihat biasa-biasa saja.


"Al, Disa mana? Disa sudah tidur?" tanya mama Ressa mencari keberadaan anaknya satu lagi.


Saat al hendak menjawab pertanyaan mamanya, seseorang yang memanggilnya membuat tubuhnya seketika menegang.


"Mas Al.." seseorang itu kini berdiri tepat di sampingnya, sekaligus di hadapan mama Ressa.


___


NB:


Wah, gimana nih kira-kira reaksi mama Ressa???


Tambahkan ke favorit agar kalian terus mendapatkan cerita kelanjutannya.


Dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara LIKE, KOMEN, VOTE , dan hadiah ❤❤❤ ya.


Follow juga akun ig aku @wind.rahma