
Tito kini seorang diri di rumahnya yang lumayan luas tapi tanpa asisten rumah tangga itu.
Mamanya Syakila sudah pulang. Begitu juga Syakila, sahabatnya Farhan.
Kini Tito hanya duduk di depan ruang tamu sembari menonton televisi dan menscroll hape milik Farhan. Mencari tahu akan kisah Farhan si Anak Sekolahan.
SYSTEM belum juga online. Membuat Tito hanya meraba-raba tindakannya secara pelan dan hati-hati sekali.
Satu persatu ia menelusuri jejak chattan Farhan dengan teman-teman sepermainannya. Ternyata pemuda ini tidak memiliki banyak teman. Chatnya pun lebih banyak dengan Syakila dan Syakila saja.
Bahkan Farhan seringkali silent di chat grup kelasnya. Hanya pendengar dan pembaca saja.
Berbeda ketika ia sedang chat Syakila. Banyak emoji, stiker dan gambar-gambar meme lucu yang seringkali ia kirim agar mendapat perhatian gadis manis itu.
Ternyata cintanya lumayan dalam juga! Gumam hati Tito.
Klotrak-klotrak.
Tito terkejut.
Seseorang membuka pintu rumahnya. Sepertinya memiliki duplikat anak kunci hingga bisa terdengar suara bahwa kunci rumahnya sudah terbuka.
Ini sudah pukul sepuluh malam.
Seorang pria masuk dengan wajah merah. Bajunya sedikit basah dan acak-acakan sampai rambutnya juga.
"Papa?!?" seru Tito meyakini kalau pria separuh baya itu adalah Papanya Farhan.
Pria itu acuh tak acuh. Ia berjalan sempoyongan mengarah ke sebuah pintu. Lalu masuk kedalamnya.
Bruk.
Mungkin Papanya Farhan kecewa karena putus hubungan dengan Mamanya Syakila!
Tito menggaruk-garuk kepalanya. Ia bingung juga. Ini pilihan percintaan yang rumit.
Jika dia memilih membiarkan kedua orang dewasa itu menikah, ia khawatir Farhan akan lanjutkan rencana bunuh dirinya. Dan Tito harus menelan pil pahit, gagal lagi di misi SYSTEM SERATUS WAJAH. Tak mendapatkan apa-apa.
Tapi kasihan juga dia melihat Papa Farhan terluka, bahkan sampai jadi pesakitan yang larikan masalah ke botol minuman. Tito bingung.
Ia menelpon Syakila.
"Sya...! Lo dimana? Ketemuan yuk?"
...[Heh anying! Kesini lo! Berani-beraninya lo pepet terus pacar gua! Kalo lo laki-laki jantan! Keluar! Hadapi gue! Hapenya Syakila ada di gue!]...
Apa??? Hape Syakila di tangan si Tom Tom!!!
Tito langsung bangkit. Jiwa ksatrianya seketika timbul. Ia harus menolong Syakila.
.............
"Gue kira lo banci! Yang cuma bisanya ngumpet dibelakang ketek cewek!"
Tito melihat sekeliling. Ada lima atau enam anak selain Tom Tom, pacarnya Syakila.
DING
(HOST AKAN MENDAPATKAN HADIAH ISTIMEWA PERABOTAN MEWAH RUMAH JIKA BERHASIL MELAWAN KETUJUH PEMUDA ITU)
Hm... Kemana aja sih, Boss? Dari tadi aku panggil-panggil baru nongol sekarang!
(MAAF, SYSTEM SEDANG HOLIDAY BERSAMA KELUARGA)
Wah, system rupanya sudah punya keluarga!
(SUDAH. KELUARGA SYSTEM ADALAH CHROMA, MATRIX, TRAFO STEPDOWN, ELEMEN-ELEMEN REGULATOR, TUNER, DAN MASIH BANYAK LAGI)
Jiah?!? Sesama elemen protektor ya Sys!?
(SYS SYS SYS. PANGGIL SYSTEM LENGKAP)
Maaf, Boss!
(MISI LANJUTKAN)
Lanjut.
"Woi, biji salak! Gue lagi ngomong, bukan lagi nyanyiin lo, Bambang!"
Bug.
Tito terhuyung. Kaget karena Tom Tom tiba-tiba melayangkan tinjunya tanpa dia sangka.
Waduh! Pipiku!!!
Tito langsung pasang kuda-kuda.
Ia dikelilingi empat orang lainnya.
"Kalian yang banci, maennya keroyokan!" ledek Tito membuat Tom Tom meradang.
"Udah, kalian mundur! Bocah songong ini pasti keok sama gue doang!"
Hahaha... Sombong!
Tom Tom kembali hendak menghajarnya. Tapi Tito bisa mengelak dengan cepat.
Syuut
Ga kena, ga kena!
Syuut
Layangan kepal Tom-Tom hanya mengenai angin. Kesian.
Syut
Tito seolah mempermainkan pemuda yang bertubuh tinggi dan agak kekar itu.
"Han, hati-hati, Han!"
Tito menoleh. Ternyata afa ada Syakila di ujung sana menyemangatinya.
"Anj*ay!!! Pacar gue sendiri malah dukung musuh! Menusuk dari belakang itu namanya, Nona!"
Cup.
Sialan!
Tentu saja Tito panas dan geram.
Kini ia maju satu langkah. Menjotos telak wajah Tom-Tom yang terkejut luar biasa.
"Sial! Gue kira cuma mau colek doang! Ternyata!"
Tom-Tom baru sadar, ternyata Farhan bisa baku hantam juga. Dikiranya cowok itu lembek dan tak punya kekuatan. Ternyata...
Bug.
Bahu kiri Tom-Tom kena gebog Tito.
Pak, bug.
Kini perutnya juga dua kali kena hantaman.
Tom-Tom memberi aba-aba. Para ce'esnya langsung turun ke arena.
"Farhaan..." pekik Syakila ketakutan.
Mereka memang sedang berada di arena olah raga gedung sekolah di malam hari pukul sepuluh.
Suasana yang gelap sepi, otomatis tak akan ada orang yang mengganggu jalannya pertarungan tak seimbang itu.
Syukurnya SYSTEM telah memberi Tito KEMAMPUAN ILMU BELA DIRI. Sehingga dengan mudah ia menangkis serangan demi serangan lawan yang kian melemah.
Bug bug bug bug
Srak, plak plak
Tito kesal. Ia segera menuntaskan pertarungan. Keenam pemuda itu langsung tepar dan Syakila langsung menghambur ke pelukannya.
"Han!!!"
"Sya! Kamu ga apa-apa khan?"
"Engga'! Han... Aku mau jadi pacarmu!"
"Ga Sya! Ga boleh! Lo mulai detik ini, hanya akan jadi adik gue. Tetapi, siapapun cowok yang berani jahatin elo, harus siap berhadapan sama gue!"
"Hah?!?" sontak saja Syakila kebingungan.
Tito menarik jemari Syakila. Ia mengajaknya pergi dari halaman sekolah.
"Ke rumah elo ya? Gue mau temuin Mama Marni, tolong jangan putusin Papa gue! Jangan batalin pernikahan mereka! Mereka orang dewasa, cinta mereka jauh lebih bermakna ketimbang cinta gue yang masih di bawah umur!"
"Terus? Lo udah ga cinta sama gue lagi, emangnya?"
"Seperti kata lo kemaren, Sya! Kita masih anak-anak. Belum pantas cinta-cintaan, pacar-pacaran! Dan lagi, cinta itu tak harus memiliki, bukan? Gue cinta sama elo, tulus, suci dan murni. Gue akan jaga lo sampe nanti lo ketemu jodoh yang pasti!"
Wakakakaka... Titooo! Koq bisa ya aku ngomong keren begitu!?! Hiks...
Tante Marni menangis terharu mendengar penuturan Tito yang memintanya untuk lanjutkan hubungan dan menikah dengan Papanya Farhan.
Malam itu pukul setengah dua belas malam, Tito mengajak Syakila serta Tante Marni ke rumahnya.
Tok tok tok
"Pa! Papa!!!"
Krieeet...
Hendra membuka pintu kamarnya. Terkejut ia melihat wajah wanita idamannya tersenyum manis dihadapannya.
Hendra menatap Marni tak berkedip.
Dikuceknya kedua bola matanya.
"Mas...! Farhan dan Syakila setuju kita menikah!" kata Marni dengan suara malu-malu dan wajah bersemu merah jambu.
"I_iyakah? Benarkah itu?"
"Iya. Dengan syarat, kalian harus saling pengertian. Jangan ada ribut-ribut yang bikin kami sebagai anak jadi pusing. Setuju?"
"Setuju!!! Syukurlah! Anak Papa kereeen!!!"
Malam itu wajah-wajah ceria membuat hati Tito ikut senang.
Syakila menggenggam erat jemarinya.
"Terima kasih, Abang! Aku memang ingin sekali punya abang sekeren kamu. Bisa menjagaku dari laki-laki jahat yang usil dan jahil!"
Tito tersenyum. Ia mengangguk senang.
DING
DING
MISI BERHASIL
TOTAL REKENING TABUNGAN HOST SENILAI RP 30.600.000,00
ASET TERDIRI DARI SATU BUAH MOTOR, SATU BUAH RUMAH MEWAH BESERTA ISI PERABOT LENGKAP TERSEDIA.
System, aku mau tanya, boleh!
SILAKAN.
Itu yang bayar listrik, PAM, wifi, Pajak Bumi dan Bangunan siapa?
JANGAN KHAWATIR. ITU SEMUA URUSAN BOSS BESAR SYSTEM.
Oh oke, terima kasih, Boss System
KEMBALI KASIH
Tuing tuing tuing...
Kepala Tito kembali pusing. Ia kembali tersedot lorong labirin putih yang berputar-putar seperti melewati mesin waktu.
...-BERSAMBUNG-...