
Tito senang. Hatinya bahagia luar biasa.
Punya motor keren, tabungan yang boleh dibilang cukup untuk hidup kedepannya dalam beberapa bulan.
Setidaknya, meskipun ia harus dipecat dari klinik mendiang Koko Chandra, Tito punya uang dan kendaraan. Jika sampai pikirannya buntu pun, Ia bisa menjual motor barunya itu.
Eh? Dimana ya surat-surat BPKB motornya? Ini motor resmi dari dealler apa termasuk illegal ya? Gumam Tito tersadar.
System, System... Aku bertanya padamu, system.
Tak ada jawaban.
Mungkinkah aku sudah tidak bisa lagi menggunakan system? Atau... Ada orang lain yang lebih baik yang dipilih system Berganti Seratus Wajah?
Tito termenung. Ia mengetuk-ngetuk ujung jari telunjuknya ke pelipis.
Hanya helaan nafas panjang. Tito beringsrut mengambil ponselnya.
Ia mencoba menghibur hati dengan berselancar di dunia maya. Menelusuri akun media sosialnya yang ramai fyp.
Rasanya seperti berhari-hari ia pergi mengembara ke dunia yang berbeda. Tetapi ternyata itu hanyalah dalam hitungan jam di dunia nyata.
DING
DING
DING
(SYSTEM ONLINE SETELAH SEHARI HEALING LIBURAN KE BALI)
System? Gaya amat system healing.
(SYSTEM JUGA BUTUH ISTIRAHAT)
Oh, oke. Hehehe... Syukurlah, aku kira aku sudah didepak dan disingkirkan system.
(O TIDAK BISA. HOST MASIH BERHUTANG SEMBILAN PULUH TUJUH WAJAH LAGI. HUTANG WAJIB DIBAYAR)
O_oke.
(MISI ONLINE)
Ada misi?
(LANJUTKAN. IYA ATAU TIDAK)
Misinya jangan yang susah, Boss!
(HOST KENA DENDA. POTONG REKENING RP.500.000,00 KARENA SUDAH BERANI PROTES)
Hah??? Wuaaa... Jangan, Boss!
(KEPUTUSAN SYSTEM TIDAK BISA DIGANGGU GUGAT)
Hhh...
(MISI DILANJUTKAN YA ATAU TIDAK)
Hm. Ya udah, lanjutkan! Tito menunduk dengan wajah cemberut.
(PASANG MUKA MASAM, HOST KENA DENDA RP.200.000,00)
Haaa...!!!
Tito terperangah. Kini wajahnya ia pasang senyuman selebar mungkin walaupun hatinya bingung campur sedih.
(PASANG SENYUMAN FAKE, HOST KENA DENDA RP. 200.000,00)
Kini Tito benar-benar mematung bingung.
Tiba-tiba kepalanya sakit. Perutnya mual dan isi perutnya seperti tersedot keluar. Ia sudah tak tahan ingin muntah. Dan...
"Hoeeek!!!"
"Hoeek..."
"Tuan! Tuan!!! Tuan Bima! Minum dulu, Tuan!"
Tito menutup mulutnya. Pandangannya yang tadi kabur dan buram kini perlahan jelas. Penglihatannya kembali normal.
Seorang perempuan muda berambut ikal dikuncir tinggi dengan celemek warna biru menyodorkan segelas air padanya.
"Minumlah dulu!" ujarnya seraya menyerahkan gelas bening berisi air putih hangat padanya.
Tito pun menyambutnya. Meneguk isinya sampai tandas dan si gadis pelayan itu tersenyum senang.
"A aku... Muntah?!" kata Tito dengan terbata-bata.
"Tuan terlalu banyak minum. Sebaiknya Tuan Bima kembali ke kamar. Biar Saya yang bersihkan semua ini!" ujarnya dengan lembut seraya mengarahkan Tito agar menaiki anak tangga besar beralaskan karpet permadani indah.
Minum? Minum kebanyakan koq muntah?
Tito memandang tangga rumah yang besar, kokoh dan elegan.
Wow... Rumah yang sangat mewah!
Tito terkesiap. Kini ia sedang berada di raga pria kaya raya rupanya. Rumah Bima bagaikan istana. Mewah dan indah. Hampir semua dekorasi serta isi perabotan rumahnya berwarna kuning keemasan.
Ck ck ck... Holang kaya rupanya aku sekarang!
"Ka_kamarku dimana?" tanya Tito sembari menoleh pada gadis muda tadi.
Kini gadis itu yang tampak kebingungan.
"Di kamar utama, Tuan! Di kamar ada Nyonya juga! Nyonya sudah pulang, Tuan!"
Tindakan Tito tepat.
Seketika tangan mungil pelayannya menuntun lengan Tito yang kini tampak kekar. Tito berakting seolah kepalanya benar-benar pusing. Sehingga gadis itu memapah dan mengarahkan langkahnya setelah tiba di lantai atas.
Wow. Rupanya MC kali ini seorang pria bertubuh tinggi besar yang rajin nge-gym sepertinya.
Mereka berhenti di sebuah pintu kamar yang besar.
"Silakan, Tuan! Selamat beristirahat!"
Tito mengangguk dan mengucapkan kata terima kasih sebelum pelayan itu keluar sambil menutup pintu.
"Mas Bimo!"
Seorang perempuan menghambur ke pelukan Tito. Tangisnya pecah, semakin merapatkan wajahnya ke dada Tito yang kikuk bingung harus berbuat apa.
"Mas, hik hik hiks...! Jangan ceraikan aku!"
Waduh? Cerai? Gue nikah aja belom, masa' udah mau cerai?! Batin Tito tergugu.
(MISI KALI INI : HOST HARUS MENGGAGALKAN NIAT BUNUH DIRI MC)
Hiks.Tolong deteksi masalah MC kali ini, Boss!
(BELUM BISA. HOST YANG HARUS CARI TAHU SENDIRI)
Hm.
"Mas Bimo! Mari kita mulai dari awal lagi. Pernikahan kita, jangan sampai divorce! Kumohon maafkan aku!"
Tito diam. Hanya mendengar dengan seksama agar mengetahui cerita dirinya saat ini.
"Mas..., bicaralah! Kumohon pengampunanmu!"
Tito yang mulai merasakan jantungnya berdebar karena ada gunung kembar yang menempel lekat ke dadanya perlahan melonggarkan pelukannya.
"Mas..."
"Biarkan aku istirahat barang sejenak!" ujar Tito berusaha menahan rasa.
Wajahnya memerah, ketika wanita cantik itu mengecup pipinya. Lalu tiba-tiba..., menatap lekat wajahnya sembari berkata...
"Aku, mencintaimu Mas!"
Tersekat kerongkongan Tito. Dag dig dug bunyi jantungnya. Bagaikan suara rebana yang ditabuh bertalu-talu.
Satu persatu wanita itu mencopot gaun tidurnya yang terdiri dari dua lapisan berbahan satin lembut.
Uhuk.
Kini... Hanya terlihat pakaian dalamnya saja yang seksi sekali. Orang bilang itu adalah underwe*ar one set.
Tito menutup hidung dan mulutnya. Ia khawatir hidungnya mimisan melihat sesuatu yang paling indah dimiliki kaum hawa.
Mama!
(ADANYA SYSTEM, HOST. BUKAN MAMA)
Tito tergagap. Setan!!!
(SYSTEM ADALAH SEKUMPULAN ELEMEN DARI KOMPONEN ATAU VARIABEL TERORGANISIR DENGAN MAKSUD MENCAPAI SUATU TUJUAN. SYSTEM BUKAN SETAN)
Maaf, Boss, maaf!
Tito memalingkan wajah. Berusaha menghindari zinah mata melihat hal yang tak seharusnya ia lihat.
"Mas...! Apa kamu sudah tak berselera lagi denganku? Aku... adalah istrimu. Aku... Inginkan nafkah batin darimu!"
W What??? Sumpe lo??? Huaaa... System, help me please!!!
Tito meremang. Jemari halus istrinya Bimo menyentuh kulit tubuhnya.
Waddaw... Ini... Apaan ini kenyal-kenyal dipunggungku?
"Uhhuk... Uhuk!"
Tito terbatuk-batuk. Dua benda indah terasa menempel dipunggungnya. Begitu terasa lembut seperti tanpa penahan lagi.
Kayaknya... Ni perempuan lepas br* deh!?! Eh? Eh? Waduh!!! Jangan dong! Jangan elus-elus burungku!!!
Gubrak.
Tito yang belum pernah mendapatkan kebahagiaan bersentuhan dengan lawan jenis seketika jatuh pingsan.
Kebahagiaan ini terlalu kuat menekan mental kejiwaannya yang langsung melonjak tinggi. Tito terkapar dilantai dengan tatapan kebingungan Rihana, istri Bimo Argo.
DING
DING
DING
(SYSTEM MENAWARKAN PERMEN OBAT KUAT UNTUK HOST)
(LANJUTKAN YA ATAU TIDAK)
Tito masih semaput di lantai. Sayang sekali, kesempatan langka yang system tawarkan untuknya akhirnya habis massa dan kadaluarsa waktunya karena kelamaan pingsan.
Yassalam. Nasib, nasib! Suwe bener si Tito!
(HOST BELUM BERUNTUNG)
...-BERSAMBUNG-...