SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 157


Bagi seorang petarung, menerima serangan baik secara terang - terangan maupun dadakan, tentu tidak akan mempengaruhi kelengahannya.


Dimitri dan Jack hanya saling lirik dengan senyuman tipis, saat Billy mulai berlari mendekati mereka berdua.


"Baiklah, Jack! sepertinya kau harus membantu ku untuk menghabisi target ku lebih dulu!" desis Dimitri.


Jack, pria itu hanya tersenyum tipis. Tanpa kalimat sahabatnya. ia tahu apa yang harus dia lakukan. Maka saat Billy dan goloknya semakin dekat, Jack hanya menghindar kecil. Golok tajam dari China melintas tepat di depan matanya. Menyisakan jarak dua senti meter saja.


Sedangkan Dimitri membungkukkan badan menghindari tebasan golok yang di hempaskan ke arah lehernya, setelah gagal mengenai Jack.


Di saat itulah, Jack memiliki kesempatan untuk menendang tengkuk kakinya dengan sangat kencang.


Namun sayang, alih - alih Billy kesakitan, pria itu hanya shock sesaat dan langsung menoleh Jack.


Jack memamerkan pisau kecil yang tajam dan runcing yang selalu ia bawa kemana - mana.


"Senjata sekecil itu, tidak akan mampu mengalahkan golok sakti ku!" seru Billy kembali menyerang.


Kedua tangan terus berayun, melawan Jack dan Dimitri secara bergantian. Dua anak buah Michael masing - masing hanya memegang dua pisau kecil. Senjata khas Klan Black Hold. Mereka selalu menggunakan senjata kecil dengan sejuta manfaat dan sejarah.


Meninggalkan dua anak buah utamanya, Michael berlari masuk ke dalam stadion tua, di ikuti Darrel di belakangnya. Serta beberapa anak buah mereka yang harus memastikan keselamatan mereka


Sesuai dengan informasi Dimitri, maka Michael segera mencari ruang istirahat pemain yang di maksud Dimitri.


Tidak semudah itu untuk bisa mencapai posisi di mana Chan Lee berada. Pria itu sudah menyiapkan sejuta jebakan untuk Michael, dan anak buah yang harus di habisi Michael dan Darrel lebih dulu.


Berkat intaian Dimitri, Michael dapat menduga titik - titik yang menjadi tempat dimana Billy memasang perangkap. Hingga keduanya bisa lolos tanpa terkena satu jebakan sekalipun.


Darrel dan Michael berbeda arah. Michael ke sisi kanan, dimana Dimitri mengatakan Chan Lee ada di sana.


Sedang Darrel ke sisi kiri, dimana seseorang sudah menanti kedatangannya. Kedua musuh tau, kalau para pemimpin klan Black Hold sedang mencarinya.


Michael berulang kali menusukkan pisau kecil bergagang emas ke leher anak buah Chan Lee. Kemudian ia menarik satu anak buah Chan Lee secara random. Mengunci leher pria itu dengan sangat kuat. Hingga anak buah Chan Lee mendelik karena tercekik.


Belum lagi pisau kecil yang sudah di arahkan Michael tepat dimana urat nadi di leher berdenyut. Menambah kesan angker untuk anak buah Chan Lee yang melihatnya.


"Minggir! jika kalian semua ingin aku ampuni!" ucap Michael mengancam dengan menyentuhkan ujung pisau tepat di leher anak buah Chan Lee.


Anak buah Chan Lee yang tertimpa kesialan semakin terlihat kehabisan nafas. Wajah merah, mata melotot, hingga urat leher terlihat.


BRAAAKKK!


Pintu tua dan usang hancur berantakan setelah di jejak Michael hanya dengan sekali hentakan saja.


penjaga pintu menyerah dengan mudahnya pada Michael. Kemudian Michael melempar tubuh anak buah yang ia jadikan sandra.


Dan kini Sang Mafia berhasil masuk ke ruangan di mana Chan Lee berada. Hanya ada sebuah lentara di dalam sana. Tak ada lagi pencahayaan yang lebih terang dari itu.


Tersenyum sinis, Michael menatap Chan Lee yang tersentak kaget saat melihatnya merusak pintu tua.


Seseorang berdiri di samping Chan Lee. Seolah melindungi Chan Lee lebih dari nyawanya. Dialah yang menjadi sasaran Jack nantinya.


"Kau kaget? Michael Xavier bisa sampai di sini lebih cepat dari yang kau duga?" tanya Michael tersenyum dingin. Ia masih berdiri di ambang pintu. Menatap lekat Chan Lee yang berdiri dengan samurai di tangan kanannya.


"Hemh!" tersenyum sinis. "Aku sudah menyiapkan diriku lebih dari yang kau tau, Michael Xavier! termasuk mempersiapkan diriku untuk menang dari klan menjijikkan seperti Black Hold!" seru Chan Lee terkekeh sinis.


Michael menajamkan tatapan iblisnya. Menyebut Klan Black Hold menjijikkan sama artinya mengatai dirinya menjijikkan.


"Entah, apa yang membuat istri dan ibu mu itu mau menikah dengan pemimpin klan menjijikkan!" lanjut Chan Lee. "Harusnya istrimu cantik mu menjadi istriku! Menjadi Nyonya Chan Lee! Bukan Michael Xavier si pemimpin klan menjijikkan!"


"Kau benar, Ronal!" sahut Chan Lee menyebut pria itu dengan namanya.


"Tutup mulutmu, brengsek!" sentak Michael menggelegar. Darahnya serasa mendidih mendapat kalimat - kalimat pancingan dari lawannya.


"Jangan marah, Michael!" ucap Chan Lee dengan tenangnya. "Kalau kau mati di tanganku, aku akan langsung membawa pulang istrimu. Menjadikan dia budak nafsuku! aku yakin, aku lebih jantan saat di atas ranjang dari pada kau, Michael!" lanjut Chan Lee. "Dan aku jamin, istri seksi mu itu akan mendesah nikmat di bawah tubuhku! bisa jadi dia akan minta lagi...dan...lagi...! aah Michael! aku tidak sabar mencicipi tubuh mulus seorang Chania Xavier!" Chan bergerak sambil memejamkan matanya. Membayangkan istri musuhnya bercinta dengan dirinya.


Ekspresi menjijikkan yang di tunjukkan Chan Lee, sudah cukup untuk membuat Michael segera mengambil tindakan.


"Jangan banyak bicara seperti kucing kelaparan! kalian berdua, hadapi aku!" seru Michael sembari mengambil samurai dari balik punggungnya. Diangkatnya dengan kedua tangan, memecah udara di atas kepalanya. Hingga membuat samurai itu kini ada di samping kepalanya.


"Hiaaak!" seru Chan Lee dan anak buahnya bersamaan.


Keduanya maju bersamaan untuk menghadapi Michael yang seorang diri. Ada beberapa anak buah Michael di belakang, namun Michael melarang mereka untuk membantu. Kali ini Michael ingin merobek sendiri mulut - mulut menjijikkan yang baru saja mengatainya.


Tringg!


Suara dua samurai yang bertubrukan menjadi tanda peperangan dua pemimpin sudah di mulai. Saling beradu samurai turun - temurun yang sudah memenangkan beberapa kali pertempuran.


Beberapa saat berlalu, belum juga terlihat siapa yang akan memenangkan adu samurai itu.


Kaki Michael menjejak tanah untuk kemudian melompat ke udara dan berputar beberapa kali. Membuat Samurai di tangannya menebas udara.


Aksi Michael berhasil membuat Chan Lee dan Ronal diam terpaku. Menunggu apa yang akan di lakukan Michael.


Wuush!


Tanpa di sangka - sangka, ujung Samurai Michael sudah mengarah ke leher Chan Lee. Reflek Chan Lee mundur, namun terlambat. Ujung samurai sudah berhasil merobek leher Chan Lee, hingga pria itu jatuh tersungkur.


"Tuan!" seru Ronal kaget, melihat darah segar keluar dari leher bosnya.


Michael memanfaatkan momen Chan Lee yang jatuh terduduk dengan terus mengintimidasi menggunakan samurainya. Membuat Chan Lee terus mundur dengan menyeret pantatnya.


Melihat tuannya dalam ancaman, maka Ronal mengeluarkan samurai kecil namun panjang. Saat hendak mengarahkan samurai ke punggung Michael, sesuatu lebih dulu berhasil menancap di lehernya. Membuatnya tercekat dan mendelik bersamaan.


Ya, sesuai rencana awal Jack berhasil menancapkan pisau kecilnya tepat di nadi leher Ronal. Hingga pria itu kejang dan tewas di tangan Jack.


Jack datang di saat yang tepat. Meskipun panca indera Michael dapat merasakan jika Ronal bergerak, namun ia merasa Ronal bukanlah ancaman.


Sementara Chan Lee, masih terus mundur hingga menabrak pada dinding usang.


"Kau tau... aku berjanji dalam hati, akan merobek mulut siapa saja yang menghina klan Black Hold! Dan menarik keluar lidah orang yang menghina istriku!" desis Michael dengan aura iblis yang siap mencabut nyawa.


"Dan kau pasti tau! Black Hold tidak pernah mengampuni musuh - musuhnya!"


Sriing!


Ujung samurai Michael menggores pipi Mafia asal China itu. Membuat goresan kecil, dan darah mengalir sana.


"Hahahaha!"


Bukannya meminta ampun, Chan Lee justru tertawa menggelegar. Membuat ruangan sunyi itu menjadi berdengung oleh tawa Chan Lee.


"Kau tidak tau, Michael! ada satu orang yang akan menyelamatkan aku!" ucap Chan Lee. "Dia adalah Mafia asal Amerika! musuh Papa mu yang brengsek itu! hahahah!" tawa Chan Lee kembali menggelegar. "Puluhan nyawa Mafia habis di tangannya! dan terakhir, nyawa mu yang akan dia cabut!"


...🪴 Happy Reading 🪴...