
🍄 10 Tahun Kemudian . . .
Waktu terus berlalu, hari - hari terus berganti menjadi minggu. Minggu pun turut bergulir menjadi bulan. Bulan juga terus berjalan, hingga tahun - tahun berhasil di lalui para insan manusia.
Selena, gadis malang itu kini berada di sebuah pondok di wilayah Amerika. Dekat dengan hutan. Hidup berdampingan dengan orang - orang dari berbagai suku dan negara yang berbeda, yang tujuannya sama - sama mencari jati diri. Menggali sisa - sisa kebaikan yang mungkin tersisa di jiwa mereka.
Beberapa tahun pertama, Selena bak hidup dalam penjara. Atau mungkin lebih buruk dari sebuah penjara. Bekerja di pondok tanpa batas waktu. Siang malam berada dalam sebuah siksaan fisik maupun batin. Kurang istirahat, hingga tubuh segarnya mengering. Menyisakan kulit dan tulang saja.
Tahun - tahun berikutnya Selena mulai menjadi lebih baik. Menyadari setiap kesalahan yang pernah ia lakukan. Dan membuat tubuhnya kembali segar.
Hingga kini akhirnya ia menjadi seorang ibu pengasuh untuk banyak anak - anak gelandangan yang masuk ke dalam pondok itu. Kesalahannya di masa lalu telah ia sesali. Setelah mendapat kehidupan kedua karena di loloskan Michael dari sebuah hukuman mati, maka kini ia menjadi perempuan berhati sosial tinggi, dan enggan meninggalkan pondok itu.
Namun luka sayatan di pipi dan tangannya, sampai detik ini tak bisa hilang sempurna. Semua membekas sesuai ucapan Michael 10 tahun silam. Yang mana, selamanya luka itu akan menjadi bukti bahwa dia pernah berurusan dengan Mafia paling berbahaya di Italia.
Sania dan Reno telah menikah tiga bulan setelah acara pertunangan mereka. Dan kini mereka telah memiliki dua anak. Anak pertama laki - laki bernama Zee Everest.
Nama sebuah gunung tertinggi, karena Sania jatuh cinta dengan pegunungan Everest selama hamil.
Anak kedua juga laki - laki, bernama Arfha Orlando. Di beri nama Orlando karena Selena dan Reno mengetahui kehamilannya saat mereka berkunjung ke kota Orlando, Florida.
Jika kalian bilang nama mereka unik atau aneh, tentu kalian ingat seberapa konyol hari pertama pertemuan Michale dan Reno di bangunan tua dalam hutan.
Oliver Arlington dan Darrel Harcourt juga telah menikah, dan kini keduanya berpindah - pindah negara. Kadang di Perancis, kadang di Italia. Itu karena Darrel yang merupakan seorang pengusaha sekaligus Mafia Perancis. Sedang Oliver punya saham di Italia.
Mereka juga memiliki seorang putra yang kini berusia 9 tahun, bernama Jellow Harcourt. Tumbuh dan berkembang dari dua orang tua yang beda negara, membuatnya dua ciri tubuh yang sangat mirip dengan keduanya. Perpaduan yang sangat epic. Mata biru ayahnya ia miliki, sedang rambut pirang kecoklatan Oliver juga ia miliki.
Di sebuah kamar rumah utama Sebastian, masih ada sepasang kakek dan nenek yang masih saling setia hingga rambut merkea kini memutih dengan kulit yang keriput.
Dialah, Papa Frederick dan Mama Madalena. Keduanya masih terlihat romantis, meski kini Frederick tak selincah 10 tahun lalu. Ia pun sudah tak lagi mengurusi Klan Black Hold dan perusahaan. Semua sudah menjadi tanggungan Michael sebagai satu - satunya pewaris yang ia miliki.
Sedang Deborah? Wanita itu kini hanya bisa duduk di kursi roda. Karena terserang struk 2 tahun lalu. Tubuhnya terlihat semakin tua dan kurus. Dua perawat selalu menjaganya setiap waktu di rumah peninggalan Arlington.
Jika di bilang karma, mungkin saja iya. Tapi kita manusia tau apa?
Jack dan Gia? Setelah malam itu, Jack sering melewati jalan itu saat malam. Tujuannya satu menjemput Gia dan mengantarnya pulang, lalu dia kembali ke istana Michael.
Dan kini, Jack tak perlu lagi mengantar Gia ke kost-an nya. Karena gadis itu kini tinggal bersamanya. Di mess khusus bodyguard yang sudah menikah. Berada tepat di samping rumah Michael.
Keduanya menikah, atas restu Michael 8 tahun lalu. Dan kini, anak mereka sudah berusia 6 tahun.
Dimitri dan Maya? Seperti kata pepatah kawa, jalaran treno soko kulino, maka mereka pun akhirnya saling mencintai. Dan menikah 5 tahun lalu. Kemudian gadis kecil lahir satu tahun kemudian, dan disusul dua tahun kemudian.
Seiring berjalannya waktu, seperti yang di alami oleh mereka semua, maka kisah cinta Sang Mafia juga terus berlanjut. Cinta tak pernah lagi padam. Justru semakin membara dengan hal - hal baru yang mereka dapatkan.
Setelah kelahiran anak kembar mereka 10 tahun yang lalu, mereka kembali memiliki buah hati empat tahun kemudian. Seorang anak laki - laki yang menggemaskan. Dengan pipi gembul serta rambut pirang kecoklatan khas keturunan Arlington.
Dialah Gerald Xavier Sebastian.
Seperti kakak laki - lakinya Georgio, maka kelak ia juga akan menjadi menjadi penerus Klan Black Hold.
Bicara tentang kakaknya, maka mari kita bahas kehidupan anak Mafia kelas dunia, Jia dan Jio yang kini sudah berusia 10 tahun.
Jio lebih di kenal tidak banyak bicara, dingin namun berhati lembut. Tapi bukan berarti dia anak yang lemah. 10 tahun usia sudah membuatnya menjadi anak yang pandai bela diri. Di latih secara khusus oleh Michael dan para punggawanya, cukup membuat Jio menjadi sangat kuat. Dengan pukulan - pukulan dari jemari kecilnya.
Jia pun sama, meskipun seorang gadis, ia juga sangat antusias berlatih, meskipun terkadang ia banyak bercanda. Ia ingin kuat seperti ayah nya, agar kelak bisa berdiri di depan sang ayah bersama Jio. Melindungi keluarga Xavier dari musuh yang sering kali datang menyerang klan Black Hold. Dengan berbagai urusan dan masalah yang berbeda.
Hari ini, Klan Black Hold telah berkumpul. Sebuah aksi tak terduga datang tanpa di undang. Kesalahpahaman antara Jio dengan teman di sekolahnya berujung pada satu permusuhan yang besar.
Bagaimana tidak, Lussio Lee, anak laki - laki 10 tahun yang bermasalah dengan Jio gara - gara seorang gadis cantik bernama Virginia, ternyata anak seorang Mafia yang berasal dari China.
Awalnya tidak ada yang tau jika keduanya sama - sama keturunan Mafia, karena ini tahun pertama keluarga Lee di Italia. Namun sejak peperangan pertama antara Michael Xavier dan Chan Lee hari lalu, akhirnya luka lama kembali terbuka.
Ayah Chan Lee, pernah bermasalah dengan Ayah Michael, Frederick. Puluhan tahun silam, saat Frederick berkunjung ke China. Mendirikan bisnis baru bersama rekan kerjanya. Namun sial, sebagian lahan ternyata ada di bawah kekuasaan Ayah dari Chan Lee.
Perang itu berakhir dengan sama - sama membawa kekecewaan dan sama - sama menghilang dari radar. Membuat tak ada yang di sebut sebagai pemenang, juga tak ada di sebut sebagai pihak yang kalah.
Dan saat sama - sama tau, leluhur mereka pernah bermasalah, maka perang terbuka di kibarkan oleh pihak Chan Lee. Berusaha menunjukkan siapa dirinya sekarang.
"Dia lupa berada dimana?" gumam Michael. "Italia adalah daratan kita! bermasalah di sini, aku janji akan mengirimnya kembali ke China!" ucapnya lantang di hadapan para anak buah di gedung pertemuan di belakang rumah.
"Hidup Black Hold!" seru Noel antusias. Meninju udara di atasnya dengan sekuat tenaga.
"Hidup!" sahut seluruh anak buah di dalam ruangan besar seperti aula itu.
"Persiapkan diri kalian!" ucap Michael mengakhiri pertemuan sore itu.
"Siap, Tuan!" seru seluruh manusia di dalam sana.
***
Di ruang bawah, tempat latihan Jio dan Jia, keduanya tengah serius berlatih. Melihat ayahnya akan berperang dengan ayah rivalnya, maka ia akan berlatih jauh lebih giat.
Bug bug bug!
suara tinjuan tangan Jio menghantam samsak hitam di depannya. Sesekali kakinya juga ikut berayun secepat kilat menghantam samsak itu.
"Kak, istirahat dululah... Si Lussio itu tidak akan bisa mengalahkan mu.." ucap Jia yang sedari tadi hanya duduk bersila memandangi Jio berlatih.
"Jangan meremehkan musuh mu, Jia!" sahut Jio masih dengan aksinya. "Tidak ada yang tau hal yang disembunyikan musuh"
"Hemm.." menghela nafas. "Yaa.. jawaban mu memang selalu jadi yang terbaik!" jawab Jia pasrah.
"Kak, kamu tau! Virginia itu memang cantik! tapi aku tidak suka padanya!" ucap Jia.
Sontak Jio menghentikan samsak yang bergerak, dan menoleh tajam pada saudara kembarnya itu.
"Apa maksudmu?" tanya Jio ketus.
Darah kanak - kanak yang masih melekat, tetap bisa memicu amarah seorang laki - laki yang di akibatkan seorang gadis.
...🪴 Happy reading 🪴...