Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 67 Pencarian seseorang berkedok jogging


Dengan menggendong Niana, Dirga menuruni anak tangga menuju lantai bawah untuk sarapan setelah mereka selesai mandi dan berpakaian rapi. Di meja makan Mama Sofi dan Renata sudah menunggu mereka. Renata berdiri menarik kursi yang ada di sampingnya untuk kakak iparnya.


"Terima kasih Ren" ucap Niana


"Sama-sama kakak ipar" ucap Renata menyunggingkan senyuman


"Niana bagaimana dengan kakimu?" tanya Mama Sofi


"Cukup baik ma, walau belum kuat untuk jalan"


"Syukurlah, jangan dipaksa untuk berjalan jika kakimu belum benar-benar sembuh" ucap Mama Sofi


"Baik Ma"


"Permisi, Nona Muda ini kursi roda anda. Anda bisa menggunakannya untuk berjalan" ucap Paman Yan


"Kak Niana aku akan mengajakmu jogging biar kakak tidak bosan di kamar"


"Memangnya kamu tidak berangkat kuliah?"


"Sudah liburan semester kak, jadi aku bosan kalau di rumah saja"


"Hemm, kamu mau mengajak istriku kemana, kakinya sedang sakit" tanya Dirga seperti tidak mengizinkan


"Cuma keliling komplek saja kak, Rena juga bosen di rumah terus. Boleh ya kak, aku ajak kakak ipar" rengek Renata


"Tidak diizinkan" ucap Dirga yang fokus dengan makanannya lalu menyuapi Niana yang dari tadi belum mulai makan karena diajak bicara terus


"Boleh ya kak, Rena janji akan jaga kakak ipar dengan baik dengan segenap jiwa dan raga Rena"


"Komplek rumah atau komplek luar rumah Sanjaya?" tanya Dirga


"Tenang saja cuma komplek dalam rumah Sanjaya saja kok" ucap Renata


"Maaf kakak, aku bohong dikit. Kalau komplek dalam rumah Sanjaya aku tidak bisa cuci mata. Karena isinya cuma orang-orang kita saja" batin Renata


"Sayang... aku bolehkan pergi dengan Renata" ucap Niana sambil menggenggam tangan Dirga yang ada di atas meja dan menyunggingkan senyum termanisnya yang membuat hati Dirga meleleh


"Ini pertama kalinya Niana memanggilku sayang, manis sekali" batin Dirga tersenyum dalam hati lalu kembali fokus dengan makanannya


"Baiklah karena kamu manis sekali hari ini, aku izinkan" ucap Dirga pada Niana


"Terima kasih Kak Dirga" ucap Renata yang sepertinya sangat bahagia sekali


"Ingat jaga diri dan jaga istri kakak baik-baik " titah Dirga pada Renata


"Siap bos" ucap Renata mengangkat tanganya memberi hormat


"Niana, aku berangkat kerja dulu. Aku izinkan kamu pergi jogging dengan Renata tapi dengan syarat kamu harus pakai topi, kacamata dan masker" titah Dirga


"Buat apa? ini kan masih pagi sepertinya juga tidak terlalu panas dan udara di sekitar komplek tidak ada polusi juga. Kenapa aku harus memakai itu semua" protes Niana


"Bawel sekali, kalau kamu tidak menurut. Aku tidak akan mengizinkan" ucap Dirga yang sudah berdiri dari kursinya


"Tenang kak, nanti Rena yang akan memakaikan topi, kacamata dan masker untuk kakak ipar" sahut Renata sambil menahan senyum melihat tingkah kakaknya yang posesif sekali dengan Niana. Mama Sofi yang dari tadi diam saja mendengar obrolan anak-anaknya juga ikut tersenyum mendengar kekonyolan Dirga


"Oke, pastikan kakak iparmu benar-benar memakainya" titah Dirga dan dibalas Renata dengan mengangkat kedua ibu jarinya menandakan siap melaksanakan segala titah dari kakaknya


"Aku berangkat" ucap Dirga setelah mencium pipi Niana lalu mencium tangan mamanya


Mobil Dirga sudah terlihat keluar dari gerbang. Renata sudah siap dengan berdandan cantik. Niana yang sudah menunggunya di depan pintu menatapnya heran. Karena adik iparnya terlihat lebih cantik dari biasanya seperti mau kencan dengan kekasihnya.


Entah apa yang membuat Renata begitu ingin sekali jalan-jalan di komplek yang berada di luar Rumah Sanjaya. Padahal Rumah Sanjaya saja sudah cukup besar dan luas untuk dijelajahi. Ada banyak rumah di dalam rumah Sanjaya sendiri yang sudah seperti komplek-komplek perumahan mewah.


"Ayo berangkat" ucap Niana yang sudah memencet tombol di kursi rodanya sehingga kursi rodanya berjalan sendiri secara otomatis


"Tunggu kak" seru Renata dan Niana pun memencet tombol stop untuk menghentikan kursi rodanya


"Pakai kacamata, terus maskernya dan terakhir pakai topi. Kakak sekarang sudah aman" ucap Renata sambil berkacak pinggang


"Kenapa harus pakai ini semua? Bukankah Dirga juga tidak akan tahu kalau aku tidak memakainya protes Niana


"Di dalam komplek perumahan Sanjaya banyak CCTV jadi Kak Dirga bisa mengawasi kita"


"Menyebalkan sekali, kenapa aku jadi seperti intel yang sedang menyamar untuk melakukan misinya" batin Niana


"Apakah Kakakmu sudah gila? dan kenapa cuma aku yang disuruh memakai semua asesoris tidak berguna ini. Kita mau jogging kan bukan main detektif-detektifan?" gerutu Niana


"Kakak nurut saja apa kata Kak Dirga. Ini semua itu bentuk kepeduliannya pada istrinya tercinta" ucap Renata sambil cekikikan


"Apa yang kamu tertawakan" tanya Niana kesal


"Tidak, kakak ipar terlihat menggemaskan dengan penampilan seperti ini" ucap Renata


"Lalu kamu kenapa malah pakai baju seperti itu memangnya kamu mau kencan dengan kekasihmu?"


"Rena belum punya pacar kak, makanya pakai baju seperti ini. Siapa tahu nemu calon kekasih di jalan" ucap Renata sambil menangkupkan kedua telapak tangan ke pipinya membayangkan sesuatu


"Ya sudah ayo berangkat" seru Niana


"Kakak ipar kita bawa mobil saja, biar nanti pulangnya tidak capek"


"Kita mau jogging atau piknik sih?"


"Pokoknya kita healing-healing. Lets go" seru Renata


Renata pun melajukan salah satu mobil mewah yang terparkir rapi di garasi. Mobil mewah warna pink kesayangannya pun telah melewati gerbang perumahan Sanjaya.


"Rena, kenapa kita keluar komplek perumahan Sanjaya? sebenarnya kita mau kemana?" tanya Niana bingung


"Kita jogging di komplek luar perumahan Sanjaya saja kak biar bisa cuci mata, apa kakak tidak bosan lihat orang-orang kita sendiri yang tiap hari sudah kita lihat"


"Apa Dirga tidak akan tahu, bukannya kita tadi bilangnya jogging dalam komplek"


"Kak Dirga sudah percaya karena foto kakak ipar dengan asesoris intel yang kakak pakai sudah aku kirimkan padanya jadi Kak Dirga tidak akan mengecek CCTV lagi" ucap Renata yang tengah memarkirkan mobilnya di depan swalayan samping pintu masuk perumahan Sanjaya


Renata keluar dari mobil dan mengambil kursi roda di dalam bagasi belakang. Lalu membawa kursi roda itu pada Niana. Dengan pelan-pelan Renata membantu Niana duduk di kursi rodanya.


Terlihat di sekitar komplek perumahan elit itu banyak orang yang jogging atau hanya sekedar jalan santai.


"Ayo kak kita jalan-jalan di sekitar komplek ini" seru Renata mulai melangkahkan kaki sambil mendorong kursi roda Niana walaupun kursi rodanya bisa berjalan otomatis sendiri. Karena dia sudah berjanji akan menjaga kakak iparnya dengan jiwa dan raganya.


"Kamu sebenarnya mau jogging atau cuci mata di sini"


"Sebenarnya aku ingin mencari seseorang, yang ganteng sekali kak" ucap Renata sambil mengedarkan pandangan


"Hemm... siapa namanya dan tinggal dimana?" ucap Niana penasaran


"Aku juga belum sempat bertanya siapa namanya, tetapi sepertinya dia tinggal di sekitar komplek ini"


"Jadi kamu meminta kakak untuk nyari orang yang belum jelas di komplek yang seluas ini?"


"Siapa tau dia lewat lagi di sini?"


"Kenapa kamu tidak menanyakan siapa namanya dan tinggal dimana?"


"Aku belum kenalan sama dia. Sebenarnya kemarin waktu berangkat kuliah aku terburu-buru karena mau sidang skripsi. Mobilku melaju tanpa memperhatikan ada lubang yang berisi genangan air dan baju kakak ganteng itu kena cipratan air kotor. Aku sempat berhenti tetapi temanku tiba-tiba menelepon agar aku segera datang. Akhirnya aku belum sempat minta maaf karena aku terburu-buru ke kampus"


"Jadi kamu mencarinya ingin minta maaf?"


"Bukan cuma minta maaf saja tapi aku pengen kenalan sama kakak tampan itu juga" ucap Renata yang mulai membayangkan sesuatu dengan mata menatap langit yang begitu cerah hari itu. Bibirnya mulai tersenyum-senyum sendiri. Entah apa yang di hayalkan dalam pikirannya.