Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 39 Sandiwara yang berbuah manis


Niana terlihat duduk di kursi tunggu ruang IGD. Dia duduk menunduk, kedua tangannya bertumpu pada lututnya dan memegangi kepalanya. Sepertinya banyak masalah yang ada di kepalanya. Entah apalagi masalah yang sebentar lagi akan datang saat dokter Bara menghampirinya.


"Permisi, apakah anda yang bernama Niana" tanya dokter Bara dan Mr Ken berdiri di belakangnya


"Iya, saya dok. Bagaimana keadaan Pak Dirga?" tanya Niana pada dokter Bara sambil melirik ke arah Mr Ken


"Saya dokter Bara dokter pribadi keluarga Sanjaya sekaligus manager Hospital Sanjaya" ucap dokter Bara sambil mengulurkan tangan memperkenalkan diri pada Niana


"Saya Niana dok, karyawannya Pak Dirga. Kenapa dokter mencari saya?"


"Keadaan Dirga cukup baik tetapi dia kembali mengalami amnesia kemungkinan karena benturan batu di kepalanya. Dan yang dia ingat saat ini anda adalah istrinya. Mr Ken sudah menceritakan semua tentang Dirga selama amnesia"


"Apa? Jadi dia kembali ke ingatannya yang dulu?" tanya Niana syok mendengar penjelasan dokter Bara


"Iya nona, saat Tuan Dirga sadar dia menanyakan istrinya dan menyebut nama anda"


"Maaf Nona Niana sebaiknya anda menemuinya dulu demi kebaikan dan kesembuhannya. Permisi" ucap dokter Bara yang tak ingin berlama-lama berkata bohong pada Niana


"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Kenapa dia selalu mengikat hidupku seperti ini" batin Niana terbengong meratapi nasibnya


"Nona Niana, tolong bantulah Tuan Dirga lagi. Dari tadi dia menanyakan anda. Saya takut kalau dia akan berbuat keributan di RS ini jika anda tidak menemuinya"


"Baiklah, aku akan menemuinya dan aku juga akan berkata jujur padanya kalau aku bukan istrinya" jawab Niana


"Pikiran dengan baik apa yang akan anda lakukan nona, di sini banyak sakit yang akan terganggu jika tuan marah" ujar Mr Ken mempengaruhi Niana yang ingin berkata jujur agar menghentikan niatnya


"Mr Ken saya benar-benar tidak bisa berpura-pura lagi jadi istrinya. Saya punya kesulitan sendiri. Ayah dan keluarga saya sedang membutuhkan saya dan saya akan segera ke Surabaya"


"Dimana Niana.... cepat panggilkan dia. Niana... Niana.... " teriak Dirga yang pura-pura membuat keributan di dalam ruangan


Terdengar beberapa barang seperti dilempar. Niana langsung berjalan masuk ruang IGD. Banyak barang-barang RS yang ada diruang IGD berserakan. Dirga terlihat sedang berdiri memegang tensimeter yang akan dilemparnya. Ada satu perawat yang sedang membereskan alat-alat RS yang berserakan di lantai dan satu perawat lagi mencoba menenangkan Dirga. Tentunya semua itu sandiwara saja. Perawat itu juga sudah disuruh Dirga untuk bekerja sama dengannya. Mereka pun juga tidak bisa menolak perintah pemilik Sanjaya Hospital.


"Tuan tenanglah, tangan anda sedang diinfus jangan banyak bergerak" ucap salah satu perawat itu


"Dirga, apa yang kamu lakukan?"


"Niana... kamu sudah datang" seru Dirga


"Iya aku datang menemuimu, sekarang tolong letakan barang itu" ucap Niana yang berdiri beberapa langkah dari posisi Dirga


"Baiklah aku akan meletakannya" ucap Dirga


"Tuan Tengil anda benar-benar keterlaluan, mentang-mentang anda orang kaya lalu berbuat seenaknya dan tidak peduli dengan orang lain" batin Niana


"Ayo berbaringlah di tempat tidur" ucap Niana menghampiri Dirga dan memegang lengannya untuk membantu Dirga ke tempat tidur


"Terima kasih nona sudah menolong kami" ucap salah satu perawat. Niana hanya menganggukan kepalanya.


"Permisi Tuan Dirga, kami akan memindahkan anda ke ruang perawatan"


"Hemm" seru Dirga yang pandangan matanya tak lepas dari wajah Niana sampai dia dipindahkan ke ruang perawatan


Tangan Niana dari tadi dipegang Dirga dan tak dilepasnya, sedangankan kedua maniknya tak lepas dari pandangannya pada Niana. Dia terlihat tersenyum memandangi wajah Niana. Ternyata sandiwaranya kembali amnesia lagi seperti dulu berbuah manis. Senyuman di wajah tampannya itu terukir karena dia berhasil mendapatkan Niana kembali. Walau Niana tidak bekerja lagi di perusahaannya tetapi Dirga bisa mengikat Niana lagi ke sisinya.


"Kenapa kamu tersenyum terus?" ucap Niana yang duduk di kursi di samping Dirga


"Bagaimana aku tidak tersenyum kalau jantung hatiku kembali di sisiku sekarang" ucap Dirga yang mulai mencium tangan Niana yang dari tadi digenganggamnya dan tidak mempedulikan Mr Ken yang masih di dalam ruangan


"Apa yang kamu lakukan, disini ada Mr Ken" bisik Niana


"Ken juga tidak protes jika aku mencium tangan istriku didepannya?" ucap Dirga percaya diri


"Lepaskan tanganku, apa kamu tidak malu dengan Mr Ken"


"Tuan anda mau menjadikan saya obat nyamuk di sini, apa anda tidak bisa menahan sikap anda sebentar saja" batin Mr Ken


"Permisi tuan muda, saya akan kaluar. Kalau anda membutuhkan sesuatu panggil saya. Ini ponsel tuan" ucap Mr Ken menyerahkan ponsel Dirga lalu pergi dari ruangan itu


"Hemmm" seru Dirga


"Aku nanti siang mau pulang" ucap Niana


"Baiklah, tapi kamu tidak akan meninggalkanku kan? Kalau kamu meninggalkanku lagi aku akan membakar RS ini" ucap Dirga dengan ancaman


"Tuan Tengil, bisa tidak anda bersikap baik sebentar. Saya tidak peduli anda membakar RS anda sendiri. Tetapi saya hanya khawatir dengan orang lain yang ada di RS anda"


"Iya, aku akan kembali tapi besok pagi. Aku lelah, lelah sekali dan ingin tidur di kasurku"


Mendengar perkataan Niana, Dirga pun tak tega karena dia juga tahu kalau Niana sedang memiliki banyak masalah. Akhirnya Dirga memberi waktu pada Niana untuk berisitirahat di rumah.


"Saya akan meminta Ken untuk mengantar kamu pulang. Kamu tidak boleh menolak, aku khawatir kalau kamu pulang sendirian"


"Baiklah" jawab Niana singkat karena tidak ingin berdebat lagi


Mr Ken mengantar Niana pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Niana kaget pintu gerbang rumahnya sudah terbuka, dia berpikir ada perampok masuk rumahnya. Ternyata ada beberapa orang dia dalam rumahnya sedang sibuk menata interior rumahnya.


"Maaf Nona Niana saya yang telah menyuruh mereka memasang foto anda dan tuan Dirga kembali" ucap Mr Ken


"Terserah, kalian bebas keluar masuk rumah saya tanpa izin, anggap saja ini rumah kalian sendiri, sepertinya perlu dipasang baliho di depan gerbang kalau rumah ini dibuka untuk khalayak umum dan makhluk alien seperti kamu dan Tuan Mudamu itu" ucap Niana melirik sinis kepada Mr Ken


"Nona anda lucu juga" batin Mr Ken menahan senyumnya


"Maaf telah mengganggu kenyamanan nona" ucap Mr Ken


"Bukankah hidupku saja sudah kalian kendalikan, buat apa minta maaf" ucap Niana yang pasrah karena banyak masalah yang dipikirkannya. Lalu naik ke lantai atas menuju kamarnya


Setelah dirawat di RS selama 2 hari, Dirga kembali pulang lagi ke rumah Niana. Dia pun heran kenapa dulu bisa betah tinggal di rumahnya yang kecil dan sederhana itu. Di rumah Niana Dirga masih melakukan pekerjaan yang sama seperti dulu. Memasak, membersihkan rumah, merawat taman dan membuang sampah. Semua dilakukan agar sandiwaranya tidak diketahui Niana.


Walaupun dia mengerjakan pekerjaan rumah tetapi dia juga tetap bekerja di kantor. Tidak mungkin seorang Tuan Muda Sanjaya Group akan berjualan pudding di taman lagi. Karena Dirga saat ini adalah Dirga asli bukan Dirga yang amnesia, jadi buat apa bersusah payah panas-panasan berjualan pudding di taman.