
Dari kejauhan Renata melihat Niana memakai baju yang sepertinya familier sekali. Baju itu terlihat pas dipakai Niana. Tubuh Renata dan Niana memang hampir sama. Renata pun berlari menghampiri Niana. Matanya tengah sibuk menyusuri setiap tempat yang banyak mahasiswa berlalu lalang. Dia sudah berdiri di tempat yang sesuai arahan dari Renata agar mudah dicari.
"Kakak ipar Rena disini" teriak Renata sambil melambaikan tangannya saat melihat Niana sudah sampai lalu menghampirinya
"Renata terima kasih sudah dipinjami baju" ucap Niana
"Pakai saja kak, kebetulan ukuran tubuh kita hampir sama"
"Renata kamu masih sibuk tidak?" tanya Niana
"Saat ini tidak ada kuliah tapi nanti sore ada satu mata kuliah lagi"
"Baguslah kita makan siang yuk, kakak yang traktir"
"Oke, kita pergi ke cafe dekat sini saja kak, ada makanan enak disana"
"Baiklah, terserah kamu"
Mereka pun menuju cafe dekat kampus Renata. Mereka pun memesan beberapa makanan. Sambil menunggu makanan datang Renata mengajak Niana berfoto-foto untuk ditunjukan pada Dirga agar Dirga tahu kalau dia dekat dengan kakak iparnya dan mendukung hubungan mereka.
"Ngomong-ngomong ada apa kak Niana menemuiku ke kampus dan mengajak aku makan?"
"Kakak bosan sendirian di rumah sebesar itu. Kakak juga ingin lebih mengenal adik ipar kakak"
"Masa, apa tidak ada hal lain juga yang ingin kakak tanyakan"
"Sebenarnya kakak juga ingin tahu lebih tentang Dirga soalnya kakak belum lama kenal kakakmu tapi dia sudah ngajak kakak nikah. Jadi kakak ingin lebih tahu banyak tentang kakakmu agar bisa memahaminya"
"Jadi kakak ipar tidak mencintai kak Dirga?" seru Renata
"Bukan begitu, mungkin kakak belum mencintainya makanya kakak ingin belajar memahaminya agar bisa mencintainya" ucap Niana bohong
"Kak Dirga itu pasti cinta sama kakak, kalau tidak cinta tidak mungkin dia memilih kak Niana untuk jadi istrinya daripada kak Tania"
"Kamu tidak tahu kakak mu menikahi ku hanya sandiwara saja, dia hanya ingin mempermainkanku karena dendam. Setelah dia berhasil membuatku jatuh cinta dia akan meninggalkanku begitu saja" batin Niana
"Oh iya, Renata kamu tahu tidak tempat-tempat yang sering dikunjungi Dirga dengan Tania dulu. Misal seperti resto atau tempat favorit lainnya"
"Memangnya kenapa kakak menanyakan tempat favorit mereka?"
"Karena kakak tidak ingin Dirga masih mengingat tentang Tania. Siapa tahu kakak diajak makan malam tapi ke resto favoritnya Tania"
"Jadi kakak cemburu dengan kak Tania"
"Iya kakak cemburu kalau Dirga sampai mengajakku ke resto favoritnya Tania" ucap Niana berbohong lagi
"Kalau favoritnya sih aku kurang tahu, coba aku cek di akun sosmednya pasti ada foto-foto di suatu tempat bersama kak Dirga"
"Aku boleh ikutan lihat-lihat fotonya?"
"Kakak ipar tidak usah ikut lihat nanti sakit hati, biar aku carikan tempat yang kak Tania sering kunjungi sama kak Dirga. Nanti kalau sudah ketemu aku kasih tahu kak Niana" ucap Renata sambil melihat ponselnya
"Baiklah"
"Permisi pesanannya kaka sudah datang, selamat makan" ucap pelayan cafe yang sedang mengantarkan makanan
"Terima kasih" ucap Niana
"Sepertinya Wonderly Resto tempat favorit kak Tania"
"Mana coba kakak lihat"
"Tapi Kak Niana janji jangan sedih, aku tidak mau Kak Tania jadi berantem dengan Kak Dirga gara-gara lihat foto mereka dulu"
"Iya kakak janji" ucap Niana
Di foto pertama yang diperlihatkan Renata, terlihat Dirga sedang duduk di sofa memangku Tania yang tanganya sedang menyuapi kue ke Dirga. Dan foto kedua di Wonderly Resto juga Dirga terlihat mencium pipi Tania dalam posisi yang sama seperti foto pertama.
"Kenapa hatiku tiba-tiba sakit melihat Dirga bermesraan dengan Tania seperti itu. Ada apa dengan hatiku. Aku harus segera mengubur perasaan aneh ini. Pasti ini tidak benar, mungkin hatiku sakit karena dipermainkan Dirga bukan karena cemburu" batin Niana
"Kak Niana, kak... kakak kenapa diam. Kakak kan sudah janji tidak akan sedih. Jangan diambil hati, itu hanya foto masa lalu. Masa depan Kak Dirga adalah bersama Kak Niana"
"Ee.. tidak, kakak hanya berpikir kenapa kakak tidak punya tempat favorit dengan Dirga saja. Kakak tidaj cemburu ha ha ha siapa yang cemburu" ucap Niana berpura-pura tetapi malah terlihat jelas oleh Renata kalau Niana cemburu Niana tanpa sadar mengambil es krim milik Renata yang sudah dimakannya beberapa suap
"Kak itu es krim punya Rena, kenapa diminum seperti minum air muka kakak jadi belepotan begitu, pakailah sendok ini"
"Maaf kakak kira ini jus stroberry kakak. Kalau begitu kita tukeran saja, kamu minum jus strobbery punya kakak"
"Kalau begitu kita foto dulu, muka Kak Niana lucu sekali kalau seperti itu"
"Senyum dong kak, kakak masih cemburu dengan kak Tania kenapa cemberut. Lihat ini foto kak Niana jelek kalau cemberut"
"Iya memang kakak jelek, Tania lebih cantik pantas Dirga menyukainya" ucap Niana kesal
"Kak Niana jangan begitu, kak Niana itu cantik kok malah lebih cantik dari kak Tania. Walau kak Tania itu seorang dokter dan pendidikannya tinggi S3 kedokteran di Jerman tetapi Kak Dirga memilih Kak Niana sebagai istrinya karena hati Kak Niana yang baik dan penurut makanya kak Dirga lebih suka sama kakak ipar"
"Pantas Dirga mencintai Tania, dia cantik dan seorang dokter juga. Aku hanya serbukan debu yang tidak ada artinya. Dirga tidak akan melirik ku sama sekali" batin Niana
"Ya sudah kakak pulang dulu, kayaknya mau hujan. Kamu segera balik ke kampus. Terima kasih Renata sudah menemani kakak" ucap Niana setelah membayar ke kasir
"Rena juga terima kasih sudah diajak makan kakak. Hati-hati di jalan kak"
Hari sudah sore dan langit pun terlihat gelap gulita sepertinya akan hujan deras. Tetapi Dirga masih meninjau proyeknya. Sedangkan Mr Ken disuruh menjemput Niana di rumahnya dan menyuruh mengantarkan Niana ke toko baju untuk membeli baju bermerk dan paling bagus. Karena Bi Mar memberi tahu Dirga kalau Niana pulang ke rumahnya untuk mengambil baju.
Saat Mr Ken sampai di rumah Niana kebetulan Niana sudah mengemasi bajunya dan sedang menutup pintu gerbang. Saat itu hujan tiba-tiba turun dengan deras. Mr Ken memarkirkan mobilnya di depan Niana dan langsung keluar menghampiri Niana.
"Nona masuklah, Tuan Muda menyuruh saya menjemput anda" ucap Mr Ken memayungi Niana
"Baiklah, terima kasih" ucap Niana
"Nona, apakah anda sudah makan siang?"
"Sudah, ada apa memangnya?"
"Tuan Dirga menyuruh saya kalau anda belum makan saya antarkan anda ke resto untuk makan dulu"
"Oh aku sudah kenyang jadi bilang sama Tuan Muda anda tidak perlu mengkhawatirkanku"
"Saya justru mengkhawatirkan Tuan Muda daripada anda. Karena Tuan muda dari tadi pagi belum mau makan sampai sekarang sebelum mendengar kabar kalau anda sudah makan"
"Apa benar yang dikatakan Mr Ken" batin Niana
"Ya sudah bilang saja padanya kalau perutku sudah kenyang sekali, tadi pagi aku makan 2 potong sandwich terus siang ini aku makan bareng bersama Renata makan sushi salad dan makan es krim. Perutku benar-benar kenyang" ucap Niana dengan puas seakan balas dendam dengan kata-kata menyakitkan untuk Dirga
"Ha ha ha kamu bilang belum makan karena belum mendengar aku sudah makan belum. Rasakan betapa sakitnya menahan lapar sementara perutku sudah kenyang sekali" batin Niana
"Hemmm apakah hati anda sudah mati rasa nona"
"Bukankah Tuan Muda anda yang tidak punya hati dan perasaan. Oh iya kemana kita, ini bukan jalan ke rumah kan?"
"Tuan mudah menyuruh saya mengantar anda untuk membeli baju, silahkan anda beli baju bermerk yang paling mahal dan semua asesoris yang anda butuhkan. Ini kartu untuk anda membayar, pakailah sesuka anda"
"Aku tidak mau, apakah Kalian merencanakan sesuatu, agar hutangku bertambah"
"Tidak nona, justru kalau anda menolak Tuan Dirga akan membuat hutang anda jadi berbunga 10%"
"Baiklah terserah kalian"
"Silahkan turun nona, kita sudah sampai"