Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 50 Mama Sofi terjatuh


Niana menuju ruang tengah mencari keberadaan ibu mertuanya. Tak lupa Niana membawakan jus stroberry spesial untuk Mama Sofi. Terlihat tangan Mama Sofi sedang asyik merajut sambil menonton televisi. Walau wajah Mama Sofi terlihat galak tetapi dia sebenarnya ibu yang baik menurut cerita Bi Mar. Niana tanpa ragu menghampiri ibu mertuanya yang duduk anggun sendirian di sofa.


"Selamat pagi ma. Niana bawakan jus stroberry untuk mama" ucap Niana


"Pagi Niana terima kasih, kamu sudah sarapan belum?"


"Sudah ma, mama sedang membuat apa?"


"Mama hanya mau mengusir kebosanan saja, iseng-iseng buat rajutan taplak meja, gimana cantik tidak rajutan mama?"


"Mama pintar juga, cantik sekali taplak mejanya" puji Niana


"Kamu lebih pintar dari mama, pasti kamu bisa buat berbagai karya rajutan kan. Mama buat taplak meja ini saja lama sekali jadinya. Mama sebenarnya ingin berkunjung ke toko mu untuk melihat-lihat"


"Boleh kok ma, kalau mama ingin ke toko Niana"


"Dulu Dirga selalu melarang mama berkunjung ke toko mu. Padahal mama pengen sekali melihat-lihat ke dalam toko. Mama sudah gemas sekali ingin menyentuh koleksi di tokomu setiap mama lewat jalan di depan tokomu. Tetapi Dirga selalu tidak mengizinkan"


"Memang kenapa ma?" tanya Niana penasaran


"Katanya nanti mama bisa sial, seperti dia tiap bertemu kamu. Jangan dimasukan hati ya Niana, kadang bicara dan sikapnya suka seenaknya sendiri karena sejak kecil dia selalu dimanja dan dia selalu mendapatkan semua yang diinginkan"


"Kalau aku membuatnya sial kenapa dia menikahiku ma?"


"Maafkan sikap Dirga yang dulu mungkin dia hanya asal bicara, sekarang dia termakan ucapannya sendiri. Yang katanya membawa sial sekarang malah sangat dicintainya. Untung saja dia belum menikah dengan Tania karena sebenarnya mama juga kurang suka dengan Tania"


"Huk huk huk" terbatuk-batuk perkataan mendengar Mama Sofi


"Dirga sangat mencintaiku? Kenapa rasanya jadi mual mendengar ucapan mama. Mama apakah anda juga bersandiwara seperti lainnya? Apakah semua orang di rumah ini memang sudah disetting sedemikian rupa oleh Dirga agar mendukung sandiwaranya supaya terlihat sempurna" batin Niana


"Niana pelan-pelan minumnya. Apa ucapan mama menyinggungmu" ucap Mama Sofi sambil mengelus pelan punggung Niana


"Tidak ma, Niana tidak sengaja kesedak saja karena merasa mual" ucap Niana bohong


"Kamu mual? Apakah mama akan segera punya cucu" ucap Mama Sofi girang


"Bukan ma, Niana karena kebanyakan minum jus stroberry ini"


"Oh mama kira perutmu sudah isi. Bagaimana kalau kita ke tokomu sekarang saja. Mama bosan di rumah"


"Boleh juga ma. Niana juga bosan rumah sebesar ini tetapi sepi sekali rasanya"


"Makanya kamu dan Dirga segera buat cucu untuk mama biar rumah ini ramai"


"Kita siap-siap yuk ma, di toko pasti lebih ramai" ucap Niana mengalihkan pembicaraan


Paman Yan mengantar Niana dan Mama Sofi pergi ke toko naik salah satu mobil mewah yang terpakir rapi di garasi yang luas sekali. Mama Sofi menyuruh Niana memilih salah satu mobil yang ada di garasi jika dia ingin pergi ke luar rumah. Dia boleh memilih mobil mana saja yang dia suka agar tidak kehujanan seperti kemarin.


Sesampainya di toko Paman Yan memarkirkan mobil lalu membukakan pintu untuk Nyonya Besar dan Nona Muda Sanjaya. Semua karyawan toko memperhatikan kedatangan bos besti mereka yang tiba-tiba turun dari mobil mewah bersama seorang wanita paruh baya yang nampak elegan, cantik dan berkelas.


"Selamat datang di toko Niana Craft nyonya,ada yang bisa kami bantu" ucap Andrea dengan ramah


Nyonya Sofi pun membalas dengan senyum elegannya.


"Niana, ada seseorang mencarimu" ucap Andrea


"Siapa ndre?" tanya Niana


"Ma, Niana ke atas dulu ya. Mama lihat-lihat duluan saja. Nanti aku suruh Andrea membantu Mama melihat-lihat koleksi toko"


"Siapa teman dekat yang menemui Niana, laki-laki atau wanita?" batin Mama Sofi penasaran lalu naik ke lantai atas


"Toni, ada apa mencariku?" tanya Niana setelah sampai di lantai atas


"Aku hanya ingin bertemu kamu. Ada hal penting yang ingin aku katakan"


"Baiklah duduklah dulu disini, aku mau menaruh tas di ruanganku" ucap Niana lalu masuk ke ruang kerjanya


"Kamu, Bukankah kamu keluarga Tuan Alexander? Ada apa mencari menantuku? tanya Nyonya Sofi yang tiba-tiba muncul di depan Toni


"Iya tante, nama saya Toni. Oh iya tadi tante bilang Niana menantu tante, kapan Dirga menikah dengan Niana bukankah mereka sudah tidak ada hubungan setelah ingatan Dirga kembali?" ucap Toni


"Iya, Niana menantuku, dia sudah menikah resmi dengan Dirga. Tante minta kamu jangan menganggu menantuku" titah Nyonya Sofi


"Saya teman dekat Niana tante jadi saya tidak mengganggu kalau hanya ingin bertemu dengannya" ucap Toni menolak titah Nyonya Sofi


"Dasar bandel, tante bilang jangan mendekati menantu saya. Apa kamu tidak mendengarnya" ucap Nyonya Sofi sambil menjewer telinga Toni


"Ach sakit tante, ampun...ach sakit" seru Toni semakin keras saat Niana keluar dari ruangannya


"Mama kenapa menjewer Toni" ucap Niana


"Niana kamu jangan dekat-dekat dengan anak ini" titah Mama Sofi


"Memangnya ada apa ma? Toni baik kok sama Niana"


"Kita pulang saja sekarang" ucap Mama Sofi


"Mama mungkin salah paham dengan Toni" ucap Niana


"Iya tante Toni orang yang baik kok, tanya saja sama Dirga anak tante"


"Pokoknya mama tidak mau kamu dekat-dekat dengan anak bandel ini. Ayo Niana pulang sekarang" ucap Mama Sofi sambil menarik tangan Niana menuruni anak tangga dari lantai sambil terburu-buru


"Tapi ma... Toni maaf ya, aku pergi" ucap Niana mengikuti langkah Mama Sofi yang terburu buru karena tangannya ditarik Mama Sofi


Tiba-tiba Mama Sofi terpeleset karena tidak hati-hati saat mau menuruni tangga dan jatuh ke bawah. Niana pun ikut jatuh berguling-guling dari atas tangga karena tangannya ditarik mama Sofi. Saat kepala Mama Sofi mau membentur lantai bawah, tangan Niana dengan sigap menahannya agar tidak terbentur lantai dengan bertumpu pada siku tangan kananya.


"Mama... bangun ma... Paman Yan tolong.. " teriak Niana menangis memegangi bahu Mama Sofi


"Apa yang terjadi dengan Nyonya Besar, nona?" tanya Paman Yan kaget


"Mama Sofi jatuh dari tangga paman"


"Apakah kalian tidak apa-apa" tanya Toni setelah berlari menghampiri Niana


"Toni tolong bantu Paman Yan bawa Mama Sofi ke RS" ucap Niana manangis sambil memegangi siku tanganya ketika Toni turun ke lantai bawah


"Baik, ayo paman saya bantu" ucap Toni


Niana khawatir sekali dengan keadaan ibu mertuanya, wajahnya tampak panik dan takut terjadi apa-apa dengan Mama Sofi sampai dia tidak peduli dengan siku tangannya sendiri yang sebenarnya terasa sakit sekali karena dipakai sebagai tumpuan saat menahan kepala ibu mertuanya.