
Tangan Dirga mulai membuka ikatan tali yang menghiasi midi dress putih yang dipakai Niana yang panjangnya di atas lutut sambil memanggut bibir Niana. Dilepasnya kedua lengan baju Niana hingga turun menutupi perutnya sampai di atas lutut. Niana pun hanya terdiam pasrah, setelah mengetahui Dirga mencintainya dari tatapan matanya.
Tampaklah lekukan indah terbungkus kain ungu yang menopangnya sehingga memberi kesan seksi. Mata Dirga menatap takjub di bagian itu lalu membenamkan wajahnya. Indra penciumnya mengendus tepat di bagian lipatan yang terlihat seolah membelah dua pegunungan besar padat milik Niana. Harumnya wangi lotion di bagian itu membuat Dirga semakin bergairah. Digigitnya dengan lembut hingga tanda kegemasan pun bertebaran di bagian yang melekuk indah itu.
Niana terlihat mendesah mengelinjang memegangi rambut kepala Dirga seolah menginginkan Dirga berlama-lama di situ. Sikap Dirga membuat Niana merasa termanja-manja hingga mulai merasa basah di bagian bawah. Niana pun merasakan ada sesuatu yang mengeras milik Dirga di bawah sana. Matanya sayu berkabut menatap Dirga.
"Dirga... aachh" ucap Niana sambil melenguh saat Dirga menghujani ciuman lagi di lehernya dan ciumannya turun semakin ke bawah
Nafas Dirga mulai memburu, seperti sudah tak sabar melepaskan segalah hasratnya yang selama ini dia tahan. Dilepasnya seluruh baju yang menempel di tubuhnya hingga tak menyisakan sesuatu pun. Niana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, lalu Dirga membuka seluruh bajunya. Dilemparkannya semua bajunya dan baju Niana itu entah kemana. Kini tubuh mereka sama-sama polos seperti bayi baru lahir tanpa sehelai benang pun. Selimut tebal telah membentang di atas tubuh mereka yang polos.
Dirga mulai menempatkan diri di atas tubuh Niana, bibirnya langsung mulai mengemut bulatan merah muda yang ada ditengah-tengah lekukan indah itu hingga membuat Niana melenguh dan mendesis tak karuan. Layaknya bayi yang sedang menyusu, mata Dirga sesekali menatap ke atas memandang wajah Niana yang sedang menahan rasa geli yang nikmat. Sedangkan tangan Dirga satunya beraksi dengan gemas dan lembut di atas benda kenyal menantang milik Niana.
"Acchh.... " Niana sudah mendesah dengan tak tau malu lagi
"Niana... aku menginginkanmu" ucap Dirga lirih ke telinga Niana seolah meminta izin pada Niana dengan nafas memburu terenggah-enggah. Niana pun hanya mengangguk pelan seperti tak punya daya.
Rasa ingin menyatukan diri pun sudah tak tertahankan lagi. Dirga segera melesakan sesuatu miliknya yang sudah mengeras dari tadi secara perlahan-lahan sambil menikmati sempitnya rongga kenikmatan milik Niana.
"Dirgaaa...... aaachhh" ucap Niana lirih sambil mencengkram sprei
"Aaarrgghhhh..... " Dirga mendesah setelah miliknya terbenam sempurna lalu mencium kening Niana
"Sakit... " ucap Niana manja
"Aku akan pelan-pelan melakukannya?" ucap Dirga memandangi wajah Niana sambil memaju mundurkan sesuatu di bawah sana
Akhirnya penyatuan dua insan manusia yang saling mencintai pun terjadi penuh gairah. Tangan dan bibir Dirga kembali beraksi di bagian favoritnya, dimana lagi kalau bukan di lekukan indah menantang yang membuat Dirga gemas. Dirga melahap bulatan pink di bagian itu sambil melakukan gerakan maju mundur di bagian bawah sana. Hingga Niana melenguh dan mengerang merasakan kenikmatan.
"Aaaacchhh emmh... Dirga" ceracau Niana. Niana yang polos sekerang sudah tak tau diri lagi. Entah tercecer dimana akal sehatnya setelah dibaw,a Dirga terbang melayang
"Niana aku sudah tak tahan" ucap Dirga yang sudah merasakan sesuatu yang panas akan keluar dari intinya
"Niana aku mencintaimu" ucap Dirga terengah-engah yang tengah mempercepat gerakannya
"Aaaarrrgghhh......!!!" Dirga mengerang kuat saat benihnya telah menyembur deras ke dalam rahim Niana
Akhirnya Dirga dan Niana telah melakukan hubungan suami istri untuk yang pertama kalinya setelah menikah. Dirga merasa bahagia karena telah merasa memiliki Niana seutuhnya sekarang. Ada bercak darah di atas sprei yang terlihat oleh Dirga. Terlihat senyuman bahagia di wajahnya, lalu dia mencium kening Niana karena telah memberikan seluruh jiwa raga hanya untuknya. Selang satu menit Dirga melakukannya lagi untuk yang kedua kalinya. Sampai akhirnya mereka melakukannya sebanyak tiga kali malam itu. Mereka pun terlelap tidur dalam satu selimut dan saling berpelukan sampai pagi tanpa sehelai benang sama sekali.
Mentari pagi bersinar memberi suntikan semangat. Sinarnya menelusup nakal menebus gorden yang menutup jendela kamarnya. Dirga yang sudah terbangun duluan memandangi wajah Niana. Rasanya dia ingin menyuntik Niana lagi setelah mendapat suntikan semangat dari sang mentari. Senyumnya terukir indah di wajah tampannya saat mengingat kembali wajah Niana tadi malam yang merasakan kenikmatan. Telunjuknya menyentuh pipi Niana dengan lembut, kemudian mengukir indah hidungnya, lalu bibirnya, dagunya dan semakin turun ke bawah. Tangannya mulai bermain-main di bagian padat dan kenyal itu hingga Niana terbangun dari tidurnya.
"Dirga iih nakal" ucap Niana manja setelah merasakan tangan Dirga yang bergerak nakal di dalam selimut
"Kenapa kamu bisa terbangun, tanganku sudah melakukanya dengan sangat lembut" ucap Dirga yang masih memainkan tanggannya di bagian favoritnya
"Kenapa kamu jadi nakal sekali sekarang?" ucap Niana menusuk-nusuk dada bidang Dirga dengan jari telunjuknya
"Aku gemas sekali sama kamu, bolehkan aku minta lagi?" rengek Dirga sambil menahan senyumnya, lalu meraih tangan Niana yang menusuk-nusuk dadanya dan menggesekan dahinya di kepala Niana
Niana mengangguk lalu menutup wajahnya yang memerah dengan selimut karena merasa malu. Sekarang dia merasa malu, setelah tadi malam dia mendesah dan mengerang tak karuan dengan tak tahu malunya. Dirga pun ikut masuk ke dalam selimut juga. Dihujamkannya milik Dirga yang dari tadi sudah tegang mengeras ke dalam milik Niana yang membuatnya candu.
Setelah satu menit bergerak maju mundur diatas Niana. Dirga menganti posisi di bawah dan Niana mengendalikan permainan sambil duduk bersandar di headbroad kasur. Niana bergerak seperti sedang menari-nari di atas milik Dirga yang sudah berdiri tegak. Niana yang sudah tidak tahu malu bahkan telah mendesah dan terus menari-nari di atasnya. Dipeluknya wajah Dirga ke lekukan yang membukit miliknya sambil terus bergoyang hingga kehilangan akal sehatnya.
"Aachh Dirga....." lenguh Niana mengelinjang
Dirga pun sudah merasa tak tahan dengan gerakan Niana yang membuat senjata ingin menembakan buah cinta ke dalam rahim Niana. Dengan cepat dibaringkannya Niana sehingga Dirga menguasai permainan kembali.
"Aarrrggghhhh...... !!!!" erang Dirga setelah menyemburkan calon buah cintanya
Setelah istirahat sejenak meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja digapai, mereka membersihkan diri berdua di kamar mandi dan Dirga mengunci kamar mandi itu.
*Jangan tanyakan outhor apakah mereka di dalam kamar mandi melakukannya lagi atau tidak. Soalnya pintu kamar mandinya dikunci oleh Dirga, jadi outhor tidak tahu 😁*