Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Cilok Ujang Kembar



Happy reading 😘😘😘


Seusai makan siang bersama dengan keluarganya di rumah utama, Andrea berencana membawa Cantika ke Villa Winata yang berada di Puncak Bogor untuk menikmati hari libur. Namun Cantika menolak, sebab ia takut perjalanan menuju puncak beresiko pada kesehatannya dan janin yang ia kandung.


Andrea lantas memberi pilihan lain tempat wisata ataupun resort yang berada di kota ini pada Cantika. Namun Cantika tetap saja menolak dan malah meminta Andrea untuk melajukan sepeda motornya ke arah warung Ujang Kembar, tanpa memberi tahu pada Andrea bahwa ia ingin membeli cilok kembar. Tentunya bukan cilok kembar versi Andrea, melainkan cilok kembar versi Cantika.


"Mas, stop! Aku mau turun di sini," pinta Cantika sambil menepuk pelan bahu Andrea.


Andrea pun menuruti permintaan Cantika. Ia menghentikan laju kuda besinya, lalu menoleh ke belakang.


"Sayang mau ngapain? Kenapa minta berhenti di sini?" cecar Andrea. Ia merasa heran, kenapa Cantika minta berhenti di tengah jalan.


"Aku pengin banget cilok kembar, Mas." Cantika mengerling dan menghiasi wajahnya dengan senyuman seraya menggoda Andrea.


Ingin rasanya Cantika tergelak kala teringat kejadian semalam. Saat ia menyadari miskomunikasi yang terjadi di antara dirinya dan Andrea. Namun Cantika berusaha menahannya dengan mengulum bibir.


"Lah, semalam 'kan sudah, Yang. Kalau kamu pengin lagi, jangan minta di sini!" Andrea membalas ucapan Cantika dengan berbisik, agar tak terdengar pengguna jalan lainnya.


GR. Andrea benar-benar ke GR an. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa biasa disebut dengan 'gegeden rumangsa'. Ia masih mengira cilok kembar yang diinginkan oleh Cantika adalah cilok kembar miliknya.


Cantika tak mampu lagi menahan tawa. Ia tergelak lirih sambil memegangi perutnya yang masih datar.


"Ya Allah, Mas. Sumpah, aku sudah tidak bisa menahan tawa. Meski dikenal badung, ternyata kamu tuch polos dan o-mes banget. Bisa-bisanya kamu mengira, aku menginginkan cilok kembar yang tersembunyi di balik kain," ujar Cantika dengan melirihkan suara.


"Maksud kamu apa, Yang? Bukannya kamu memang pengin cilok kembar yang itu?" Andrea bertanya heran sambil menunjuk objek yang tersembunyi di balik kain dengan gerakan bola matanya.


"Pfftttt. Ya Allah, Mas. Please, jangan stand up comedy di sini!" Bukannya menjawab pertanyaan Andrea, Cantika malah kian tergelak hingga kedua sudut netranya meneteskan embun.


"Pffttt .... Ya Allah, astaghfirullah." Cantika berusaha meredakan tawa dengan melafazkan istighfar berulang kali dan membenamkan wajahnya di punggung bidang Andrea.


"Yang, kamu kenapa sih? Nggak lagi kesambet 'kan?" Andrea kembali bertanya.


Perlahan ia merotasikan tubuhnya hingga berhadapan dengan Cantika yang masih berusaha meredakan tawa.


"Mas, aku tertawa seperti ini bukan karena lagi kesambet atau kerasukan jin. Tapi karena kamu. Kamu yang sukses membuat aku tertawa seperti orang gila."


"Memangnya, apa yang udah aku lakuin, Yang?"


"Mas, coba dech kamu lihat ke sana!" Cantika memandu Andrea agar mengalihkan pandangan netranya ke arah warung Ujang Kembar yang berada di hadapan mereka.


"Itu warung apa, Mas?" tanya Cantika sambil menunjuk warung Ujang Kembar dengan jari telunjuknya.


"Warung Ujang Kembar, Yang."


"Mas Andrea tau, Ujang Kembar jualan apa?"


"Ya tau lah, Yang. Ujang Kembar 'kan jualan cilok kembar --"


"Nah, itu yang aku pengin dari kemarin, Mas. Cilok kembar yang dijual oleh Ujang Kembar. Bukan cilok kembar menurut versimu," terang Cantika sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan untuk menahan tawa yang hampir terlepas.


Speechless


Ucapan yang dilontarkan oleh Cantika membuat Andrea melongo dan tak mampu berkata-kata.


Ia tidak menyangka, ternyata cilok kembar yang diinginkan oleh Cantika bukan cilok kembar menurut versinya yang merupakan aset berharga miliknya. Namun cilok kembar yang dijual oleh Ujang Kembar.


Nah loh Tong, makanya pikiran lu ntu sering dibersihin! Biar kaga pik-tor mulu! Othor said sambil teklak-tekluk--memainkan keyboard hp.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo 🙏


Terima kasih dan banyak cinta untuk Kakak-kakak terkasih 😘🙏