
Happy reading 😘😘😘
Kedekatan Andrea dan Cantika ketika mereka berada di area parkir yayasan--SMA Nusa Bangsa menjadi gibahan para siswa di kantin sekolah. Mereka curiga, keduanya memiliki hubungan spesial. Bukan hanya sekedar hubungan antara murid dengan guru, tetapi melebihi itu.
Andrea tampak tenang meski telinganya mendengar dengan jelas gibahan yang dilontarkan oleh teman-temannya. Ia tak acuh dan tidak berniat untuk menanggapi obrolan unfaedah mereka.
"Kasihan amat Bu Cantika. Kabarnya, beliau batal nikah ama Pak Dafa--putra pemilik yayasan ini. Bukannya dapet pengganti seorang pengusaha tajir, eh malah dapet pacar berondong ndugal. Udah gitu misquen dan kaga jelas siapa bokap ama nyokapnya. Untung aja ada ba-bu yang mau ngangkat dia jadi anak. Coba kalo kaga, bisa dipastiin dia bakal hidup di jalanan kek gelandangan," seloroh Dudung bernada sarkas.
Dudung sengaja mengeraskan suaranya agar didengar oleh Andrea. Namun Andrea tetap tak acuh dan dengan santai-nya menikmati bekal makan siang hasil olahan tangan istri tercinta hingga tandas--tak bersisa sedikit pun.
Berbeda dengan Andrea. Nofia dan Riri tampak kesal bin sebal. Ingin rasanya mereka menyumpal mulut Dudung dengan kaus kaki dan mengatakan yang sebenarnya pada remaja kurang akhlak itu bahwa Andrea bukanlah orang misquen, melainkan putra bungsu pemilik yayasan yang tidak diragukan lagi kekayaan-nya.
"Terus terang, gue kaga rela ngelihat Bu Cantika mesra banget ama ntu preman sekolah. Mendingan Bu Cantika pacaran ama gue dari pada ama dia. Bokap gue tajir dan gue pastiin Bu Cantika kaga bakal ngeluarin duwit sepeser pun kalo lagi jalan ama gue. Gue kaga habis pikir, kenapa cewe-cewe di yayasan sekeren ini naksir ama preman kampungan yang kaga punya modal buat pacaran ntu. Tampangnya sih lumayan, tapi sayang ... tong-pes. Kantongnya kempes," sahut Doni menimpali ucapan Dudung.
Dudung dan Doni mengudarakan tawa. Begitu juga dengan keempat teman mereka.
Belum puas menertawakan Andrea, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh cicak yang dengan lancang menjatuhkan tubuh mungil-nya tepat ke dalam mulut Dudung, sehingga remaja minim akhlak itu seketika terbungkam.
Dudung berusaha mengeluarkan cicak yang sudah terlanjur masuk ke dalam kerongkongan dengan memuntahkan-nya. Namun tak berhasil. Ia hanya berhasil menarik ekor cicak itu.
Please, jangan dibayangkan! Dibaca saja okey! Othornya sedang khilaf mengetik part cicak.
Doni dan keempat teman Dudung tampak panik. Mereka bingung, bagaimana cara membantu Dudung.
"Rasain! Kuwalat lu pada!" ujar Riri diiringi gelak tawa. Ia puas melihat Dudung CS menerima B L T--Balasan Langsung Tunai karena kesongongan mereka.
Sama seperti Riri. Nofia pun tergelak kala menyaksikan atraksi seekor cicak yang dengan sangat berani menjatuhkan tubuh mungilnya ke dalam mulut Dudung.
Nofia meyakini, cicak yang masuk ke dalam mulut Dudung itu adalah jelmaan salah satu fans Andrea Winata. Si cicak sengaja menjatuhkan diri untuk menyumpal mulut Dudung yang telah lancang menghina sang idola.
Berbeda dengan kedua sahabatnya. Andrea sama sekali tidak berniat untuk menertawakan Dudung yang sedang tertimpa kesialan ataupun menerima B L T--balasan langsung tunai dari Sang Penulis Skenario.
"Sini lu!" Andrea melontarkan titah yang ia tujukan pada Dudung--orang songong yang telah menghinanya.
Namun ternyata apa yang dipikirkan oleh Dudung teramat salah. Andrea justru ingin membantu mengeluarkan cicak yang masih setia bersemedi di kerongkongan-nya.
Andrea membawa tubuhnya berdiri. Kemudian ia menepuk-nepuk punggung Dudung dan meminta Nofia untuk menciumkan sepatunya ke hidung Dudung.
Nofia pun menuruti permintaan Andrea. Ia segera melepas sepatu kesayangan-nya yang sudah tujuh purnama tidak dicuci, lalu menciumkan sepatu itu ke hidung Dudung.
Cara unik yang dilakukan oleh Andrea ternyata membuahkan hasil. Setelah mencium aroma khas sepatu Nofia, Dudung berhasil memuntahkan si cicak.
"Makasih, Ndre --" ucap Dudung dengan melirihkan suara dan menundukkan wajah.
Dudung teramat menyesal sekaligus malu karena ia telah menghina Andrea. Bukannya membalas hinaan yang dilontarkan olehnya dan Doni, Andrea malah membantunya.
"Apapun yang lu omongin tentang gue, gue kaga bakal ngebales. Tapi kalo lu ngomongin yang enggak-enggak tentang Bu Cantika, apalagi ampe ngerendahin beliau, gue bakal nyobek mulut lu ama CS lu. Inget omongan gue baik-baik, Dudung Barudung!" ujar Andrea dengan nada suaranya yang terdengar santai. Namun penuh penekanan.
"Gue cabut dulu, Bro!" sambungnya diikuti lengkungan bibir dan tepukan yang ia labuhkan di bahu Dudung. Lantas berlalu pergi meninggalkan Dudung Barudung CS.
"Nah loh! Makanya jangan asal nje-plak! Inget, Buntut kaga pernah main-main ama ancamannya!" Riri turut bersuara. Kemudian ia dan Nofia bergegas menyusul Andrea yang telah melangkah jauh.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍
tabok ❤ untuk favoritkan karya
bijaksanalah memberi bintang ⭐
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih Kakak-kakak terkasih 😘🙏