Muridku, Suamiku

Muridku, Suamiku
Sidang



Happy reading 😘😘😘


Tabir yang tertutup rapat kini telah terbuka. Semua guru dan seluruh siswa SMA Nusa Bangsa telah mengetahui hubungan Andrea dengan Cantika, tak terkecuali kepala sekolah SMA tersebut.


Setelah mengetahui hubungan Andrea dan Cantika, kepala sekolah mengumpulkan semua guru untuk menyidang mereka berdua.


Andrea dan Cantika terlihat tenang saat sidang berlangsung. Gurat kecemasan sama sekali tak terlukis di wajah mereka. Keduanya siap menerima apapun hasil sidang yang akan diputuskan oleh dewan guru.


"Bu Cantika, apakah Anda sudah siap jika kami meminta Anda untuk mengundurkan diri dari yayasan?"


Cantika mengulas senyum--menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Nurma, kepala sekolah SMA Nusa Bangsa.


"Saya sudah siap, Bu. Bahkan tanpa diminta pun, saya akan mengundurkan diri dari yayasan," jawabnya dengan memperlihatkan sikap tenang dan tanpa memudar senyum.


"Sama seperti istri saya, saya juga siap. Saya siap dikeluarkan ataupun keluar dari yayasan atas keinginan diri saya sendiri dan tanpa paksaan." Andrea turut bersuara sembari menggenggam erat tangan Cantika. Tak ada keraguan sedikit pun yang tersirat dari ucapannya.


Cantika menoleh ke arah Andrea, lalu menatap lekat wajah rupawan suami brondongnya itu.


"Mas, kamu harus tetap sekolah di sini. Sebentar lagi kamu akan menempuh ujian. Sayang jika kamu keluar. Setengah tahun lagi, insya Allah kamu lulus," tutur Cantika dengan melirihkan suara.


Andrea mengulas senyum dan membalas tatapan Cantika disertai binar yang menyiratkan besarnya rasa cinta.


"Cantika sayang, percayalah! Meski aku keluar dari yayasan, aku masih bisa melanjutkan study. Toh masih banyak sekolah yang mau menerima bocah badung sepertiku sebagai murid. Seandainya tidak ada satu sekolah pun yang mau menerimaku, aku masih bisa sekolah di rumah. Maksudku, Homeschooling. Jadi, kamu nggak perlu memikirkan study-ku, Yang!" ucap Andrea sembari mengusap lembut pipi Cantika.


"Baiklah, Mas. Aku yakin, kamu sudah berpikir matang sebelum mengambil keputusan."


Andrea kembali mengulas senyum dan melabuhkan kecupan dalam di dahi Cantika. Seolah ia terlupa, bahwa di ruangan itu bukan hanya ada dirinya dan Cantika. Ibarat kata, dunia ini milik mereka berdua, sementara yang lain hanya mengontrak.


Kemesraan yang ditunjukkan oleh Andrea dan Cantika membuat semua guru yang berada di ruangan itu gigit jari. Bahkan sebagian dari mereka merasa iri, sebab belum memiliki pasangan hidup meski usia mereka sudah menginjak tiga puluh tahun.


Sementara para guru yang sudah memiliki pasangan, ingin segera pulang dan menghujani pasangan mereka dengan kecupan tanda cinta.


Lantas bagaimana dengan Johan?


Johan tak kuasa menyaksikan kemesraan yang ditunjukkan oleh Andrea dan Cantika. Ia lantas beranjak dari posisi duduk dan berniat untuk meninggalkan ruangan. Namun sebelum kakinya terayun, Nurma mencegah dengan memperdengarkan suaranya yang terdengar tegas.


Dengan berat hati, Johan kembali mendaratkan bobot tubuhnya dan mengikuti sidang yang masih berlangsung.


"Baiklah, karena Bu Cantika dan Andrea bersedia keluar dari yayasan dengan tanpa paksaan, maka kami selaku Dewan Guru memutuskan --"


"Tunggu!" Akbar memangkas ucapan Nurma dan membawa tubuhnya berdiri.


"Ada apa, Pak Akbar?"


"Sebelum menuturkan keputusan, ada baiknya jika kita menunggu pemilik yayasan ini."


"Bukankah Tuan Airlangga sedang berada di Luar Negeri?"


"Beliau sudah kembali pagi tadi dan sedang berada di perjalanan menuju yayasan."


Nurma mengangguk pelan dan menyetujui perkataan Akbar. "Baiklah, kita tunggu kedatangan Tuan Airlangga, sebab keputusan Dewan Guru tidak berlaku jika tanpa persetujuan dari pemilik yayasan."


Akbar bernafas lega, begitu juga Mita. Keduanya berharap, Airlangga segera tiba di yayasan dan mengumumkan kepada semua guru bahwa Andrea adalah putranya. Dan Cantika adalah menantunya, sehingga mereka berdua tidak dikeluarkan ataupun keluar dari yayasan.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


UP nya segini dulu ya Kakak-kakak. Insya Allah nanti atau besok author lanjut lagi 🙏


Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏


Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍


tabok ❤ untuk favoritkan karya


bijaksana-lah memberi bintang ⭐


beri gift atau vote jika berkenan


Terima kasih dan love-love sekebon teruntuk Kakak-kakak yang masih setia mengawal kisah 'Muridku, Imamku' 😘🙏