
Happy reading 😘😘😘
Mesin waktu terus berputar. Tanpa terasa jam pelajaran hari ini telah usai.
Cantika bersiap untuk meninggalkan ruang guru. Begitu juga Mita--sahabat terbaik Cantika.
Sepasang sahabat itu berencana mampir terlebih dahulu ke kafe K & R untuk melepas rindu dan berbincang berdua, sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing.
Mita berkeinginan untuk meminta maaf pada Cantika. Sementara Cantika berkeinginan untuk berterima kasih pada Mita, sebab sahabatnya terkasih itu telah menyelamatkan-nya dari keegoisan Dafa.
"Mit, aku pamit suamiku dulu ya," ucap Cantika seraya berbisik agar tak terdengar oleh rekan guru yang lain.
"Iya, Tik. Buruan gih pamit Babang Andrea!" balas Mita yang juga berbisik.
"Okay, tunggu sebentar ya, Mit!"
"Hehem. Aku tunggu kamu di parkiran ya?"
"Ogeh."
"Wah, sepertinya kamu sudah tertular bahasa khas si doi, Tik. Tapi wajar sih kalau kamu tertular bahasanya. Kalian 'kan setiap hari, setiap detik, setiap menit, setiap jam, dan setiap-setiap yang lainnya selalu bersama. Jujur, aku jadi nganan. Pingin banget segera dihalalin sama Pak Dokter Cinta, biar bisa selalu bersama seperti kalian berdua, kamu dan misua."
"Hehem, bukan cuma sepertinya. Aku memang sudah tertular bahasa khas suamiku. Tapi kalau logat elu--gue nya sih belum. Oya, Mit ... sepulang dari kafe K & R, lebih baik kamu mampir ke Rumah Sakit ICPA dech, Mit!"
"Ngapain mampir ke sana, Tik?"
"Ya untuk menemui Pak Dokter Cintamu-lah."
"Pak Dokter Cintaku lagi sibuk, Tika."
"Sesibuk apapun beliau, pasti Pak Dokter meluangkan waktunya untuk menemui kamu, bidadari hatinya."
"Iya sih. Terus, kalau sudah ketemu sama Pak Dokter Cinta, aku mau ngapain ya?" Mita terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Allahumma, pake' nanya segala kamu ih. Kalau sudah ketemu beliau 'kan kamu bisa melepas rindu. Tapi melepas rindunya bukan dengan berpelukan lho, melainkan dengan saling menanyakan kabar dan berbincang. Jangan lupa, minta Pak Dokter untuk segera menghalalkan-mu, Mit!"
"Pfttt ... iya juga sih. Jadi, aku minta ke Pak Dokter untuk memajukan tanggal pernikahan kami, gitu ya? Supaya kami bisa segera halal."
"Iyups. Lagi pula, kamu dan Pak Dokter 'kan sudah tunangan. Akan lebih baik jika kalian bersegera menikah, supaya kamu tidak nganan dan insya Allah kalian akan terhindar dari zina."
"Baiklah Nyonya Andrea Winata. Sepulang dari kafe, aku akan menemui calon suamiku dan memintanya untuk memajukan tanggal pernikahan kami. Semoga saja dia mengabulkan ya, Tik."
"Aamiin, insya Allah Pak Dokter mengabulkan permintaan-mu, Mit. Beliau 'kan cinta banget sama kamu. Ya sudah, aku tinggal dulu ya. Sampai bertemu kembali di parkiran."
"Yo'i, Bestie. TTDJ ya!"
Tanpa keduanya sadari, seseorang tengah memperhatikan interaksi mereka. Jiwa kepo-nya meronta-ronta.
Namun apa daya, sepasang telinganya tidak bisa mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Cantika maupun Mita, sebab kedua guru cantik itu berbincang dengan saling berbisik.
Cantika mengulas senyum dan berpamitan pada semua rekan guru. Kemudian ia membawa langkahnya keluar dari ruangan itu.
Dengan langkah lebar, Cantika berjalan menuju kelas 3A untuk menemui Andrea. Namun sebelum sampai di kelas yang ia tuju, Cantika menghentikan langkah dan menepuk dahinya.
"Astaghfirullah, ceroboh sekali aku. Kalau aku menemui Mas Andrea di kelasnya, semua penghuni yayasan pasti akan semakin curiga dengan kedekatan kami. Lebih baik, aku meminta izin melalui pesan--WA saja." Cantika bermonolog lirih dan bergegas mengambil gawainya yang ia simpan di dalam tas.
Sepersekian detik mencari, Cantika tidak juga menemukan gawainya. Ia terlupa di mana meletakkan benda pipih kesayangannya itu.
"Allahumma, bagaimana ini? Di mana handphone-ku? Jangan-jangan tertinggal di rumah. Tapi seingatku, tadi pagi sudah aku masukkan ke dalam tas." Cantika kembali bermonolog dan berusaha mengingat-ingat di mana terakhir kali ia meletakkan gawainya.
"Bu Cantika."
Atensi Cantika teralihkan saat mendengar suara seseorang memanggil. Seketika ia pun menoleh ke arah asal suara.
"Afri --" ucap Cantika seiring gerakan bola matanya--berotasi sempurna.
Entah apa yang ingin diperbuat oleh Afri terhadap Cantika? Mungkinkah dia akan melabrak guru vokalnya? Next episode, semoga terjawab ....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Alhamdulillah, bisa UP lagi. Semoga lain waktu author bisa rutin UP, bahkan double UP ya. Aamiin 😇
Oya, bagi Kakak-kakak pembaca yang berkeinginan untuk meminang novel cetak berjudul 'Takdir Cinta Si Janda Desa', bisa langsung inbok saya--author Ayu Widia. Gaskeun, beli novel dapat bonus souvenir cantik dan ucapan terima kasih dari penulisnya 😉
Mohon maaf jika ada salah kata dan bertebaran typo. 🙏
Jangan lupa, beri semangat author dengan meninggalkan jejak like dan komentar 👍
tabok ❤ untuk favoritkan karya
bijaksanalah memberi bintang ⭐
beri gift atau vote jika berkenan
Terima kasih Kakak-kakak terkasih 😘🙏