MISTERI CERMIN AJAIB

MISTERI CERMIN AJAIB
EPISODE KETUJUH PULUH LIMA


Malam itu, Ali dan Laila tidur dengan tubuh saling berdekapan.


Ali menahan hasratnya untuk bercinta karena Laila yang masih terlihat letih dan lemah karena perjalanan waktu yang tak ia sadari.


Keduanya bergelut dengan fikiran masing-masing.


Laila hanya berfikir kalau dirinya terlalu kelaparan menahan perut yang kosong sedari pagi hingga pingsan dan bermimpi kembali ke masa di mana dua tahun lalu keadaan keluarganya yang menaik pesat kekayaannya hingga mamanya lupa daratan.


Hidup memang perlu diperjuangkan.


Ekonomi yang lemah, pasti akan menguat jika kita mau bekerja keras membanting tulang, mencari nafkah.


Tapi, tidak hantam kromo tak peduli halal haram, tak indahkan karma Tuhan. Yang akhirnya berimbas pada hukum tabur tuai.


Papanya korupsi hingga milyaran demi untuk menunjang hidup Mamanya yang mulai kenal dunia sosialita. Wara-wiri kesana kemari dengan sister-sister yang katanya golongan elit tapi bersyukur pada Tuhan syulit.


Laila tak habis pikir.


Bagaimana bisa dahulu Ia begitu cueknya melihat keadaan Mama serta kakak-kakaknya yang perlahan menghancurkan hidup dan akhirnya keluarga mereka terpisah bercerai berai.


Kedua orang tuanya pindah ke kota Lombok. Mengikuti perintah atasan sang Papa. Kehidupan mereka disana pastinya akan sangat keras, karena sang Papa bekerja tanpa gaji sama sekali. Bahkan boleh dibilang dirinya harus mendedikasikan tenaga serta fikiran dalam pekerjaan tanpa bisa berkutik apalagi urusan keuangan. Karena itu adalah bayaran yang harus diterima Papanya daripada harus hidup mendekam di jeruji penjara.


Mama dan ketiga kakak laki-lakinya juga turut serta. Hanya Laila yang memilih untuk tinggal di Ibukota dengan menguntit Ali dan minta dinikahi walaupun kenyataannya dahulu Ia berpacaran dengan almarhum Firman, bukan dengan Ali.


Sungguh jalan hidup seseorang tidak bisa diprediksi.


Sementara Ali, berkutat dengan fikirannya yang menerawang tinggi.


Ia ingat Keti.


Gadis itu seperti malaikat yang selalu menolongnya di setiap kehidupan.


Keti, bahkan saat ini yang usianya masih 16 tahun dan duduk di bangku SMA kelas dua itupun membuat Ali malu hati.


Keti membantunya mencari kontrakan. Ia juga membantu Ali dalam urusan pekerjaan.


Mulai besok Ali akan bekerja di percetakan milik papanya Keti.


Lagi-lagi Ali berurusan dengan Keti.


Jika Ali menolak, kemungkinan dirinya akan lebih susah dan Laila makin hidup sengsara menikah dengannya.


Cinta ternyata tak selamanya indah.


Ali merenung mengingat masa-masa remajanya yang dahulu.


Dia selalu memuja Laila. Cinta pertamanya yang tak lekang oleh waktu. Sejak Sekolah Dasar. Entah pastinya sejak kapan cupid cinta dipanahkan dewa Amor, Ali tidak tahu.


Yang pasti ketika perpisahan sekolah dasar bertahun-tahun lalu, Ia selalu mengkhayalkan menjadi kekasih Laila. Berdiri setia mendampingi Laila, baik suka maupun duka. Menghapus lelehan air matanya ketika Laila menangis sedih. Ikut tertawa bahagia melihat kegembiraan gadis manis yang bertubuh indah sedari SMP itu.


Alam seperti merestuinya.


Laila tiba-tiba masuk kedalam circle pertemanannya dengan Ali.


Mereka bertiga bersahabat. Dekat dan makin akrab seiring waktu hingga tanpa terasa usia muda beranjak remaja dan dewasa.


Firman sempat membuat Laila menjauh dan menghilang untuk beberapa waktu.


Firman menembak Laila, yang berimbas pada amarah Laila yang lebih menginginkan persahabatan daripada cinta.


Tapi Tuhan menyatukan mereka bertiga lagi. Persahabatan yang indah. Mereka bertiga saling dukung dan support satu sama lain tanpa adanya penekanan hidup kejujuran menceritakan masalah hidup keluarga masing-masing.


Berkat sistem galaksi kehidupan yang Ali terima, Ali jadi tahu kehidupan sahabatnya yang juga penuh drama air mata.


Firman,... ternyata Ayahnya memiliki dua orang istri.


Laila,... kehidupan keluarganya yang dulu dipandang sangat tinggi karena kaya raya dan kasta keluarganya yang berbanding terbalik dengan Ali.


Ali, justru dahulu merasa dirinya paling mengenaskan. Orangtuanya hanyalah seorang pengepul sampah. Menjualnya untuk keperluan hidup sehari-hari termasuk sekolahnya yang Alhamdulillah berhasil tamat SMA.


Sayangnya, virus Corona mengambil paksa Ibu Bapaknya.


Menetes air mata Ali tanpa terasa.


Laila telah terlelap dengan kepala menindih pangkal lengannya hingga kesemutan.


Ali perlahan menarik tangannya yang kebas pegal nyut-nyutan.


Dia sangat hati-hati, khawatir Laila terbangun dan melihat dirinya yang menangis cengeng karena meratapi hidupnya yang keras selama ini.


Ali menghapus air matanya.


Dia selama ini kufur nikmat.


Merasa bahwa Tuhan tidak adil. Mempertanyakan Tuhan kenapa hanya dirinya saja yang hidup merana bahkan tanpa cinta.


Ternyata fikirannya salah selama ini.


Semua orang berjuang untuk hidupnya masing-masing. Dengan ujian dan cobaan masing-masing yang bahkan mungkin sengaja ditutupi, dirahasiakan karena malu dan tak ingin orang tahu.


Ali salah selama ini.


Buktinya ditengah kegelisahan hidup yang tak tahu arah tujuan apalagi berfikir akankah dirinya sukses di masa depan, tiba-tiba gadis yang terlelap itu datang seperti seorang bidadari yang turun dari kahyangan.


Laila mengajaknya menikah.


Lebih tepatnya memaksanya menikah meskipun Ia berulang kali mengatakan kalau dirinya tak punya apa-apa untuk membuat Laila bahagia.


Tapi Laila tetap memaksa. Laila tak bergeming meski dirinya yang miskin tak berani memberikan pengharapan kebahagiaan terutama lahiriah.


Tring


Ali menoleh pada ponselnya yang tergeletak di bawah kasur.


Ada pesan masuk.


Katrina!? Keti?


Ali yang penasaran segera membuka pesan dari Keti.


...Apa kakak baik-baik saja?...


Ya, Keti. Knp mangnya?


...Ga. Keti cuma takut Kakak ribut sama kak Laila gara-gara,......


Ali terdiam. Berharap Keti tidak membuka rahasianya lewat chattan karena takut suatu saat dibaca Laila.


Tidurlah. Sudah MLM. Besok kamu sekolah dan aku kerja. Thanks udah banyak bantu Aku.


...Iya...


Ali segera menghapus japrian Keti.


Jantungnya berdegup kencang karena merasa bersalah seperti orang yang sedang selingkuh.


Ali tersenyum menyeringai menyadari dirinya yang cupu dan lugu.


Disaat orang lain bisa dengan enjoynya chatting online dengan lawan jenis dibelakang pasangan, bahkan sampai lewat aplikasi ojek online, dia yang masih teramat muda justru gemetar dan gugup takut ketahuan Laila padahal tidak chat mesra sayang-sayangan.


Semaput Ali seketika.


Laila tiba-tiba terbangun dan menatap lekat wajahnya.


Pusat pias muka Ali yang berahang tegas.


"Dari siapa?"


"E dari...kerjaan yang,"


Ali terkesiap. Laila menyerang bibirnya dengan ci+man dahsyat.


Bahkan sampai tak memberi Ali kesempatan untuk menarik nafas terlebih dahulu agar rongga saluran pernapasannya lega.


"Laila..."


"Jangan pernah coba-coba selingkuhin Aku!" kata Laila setelah puas melu+++t bibir Ali dan membalikkan tubuh membelakangi.


Ali memeluk Laila dari belakang.


Menenggelamkan wajahnya di leher jenjang istrinya dengan rasa bersalah.


Ali kini merespon tingkah Laila dengan sentuhan lembutnya menyusuri rambut, leher belakang serta bahu Laila yang tersingkap kerah baju tidurnya.


Ali mulai merayap. Bergerilya menelusuri ceruk leher Laila yang perlahan membalikkan badannya.


Pegunungan tinggi besar menjulang, membuat Ali meremang, ingin berpetualang.


Kini Ia telah lebih pintar dari hari lalu.


Ali lebih lihai dan smooth pergerakannya membuat Laila menggelinjang senang.


Cinta memang sepaket dengan nafsu bir+hi yang membara.


Keduanya saling berkaitan erat. Tujuannya tentu saja ingin sama-sama bahagia. Melupakan keruwetan hidup di dunia nyata dengan melampiaskan lewat kebahagiaan batiniah. Dan itu hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri. Memberikan kebahagiaan kepada pasangan halal, pahala pula balasannya.


Mereka... melakukan hubungan yang sudah mulai menjadi kenikmatan tersendiri di kala hati sedih.


Laila sedih, takut Ali punya selingkuhan dibelakangnya.


Ali sedih, khawatir Laila mengetahui kisah kasih dirinya dengan Keti yang dirinya sendiri tidak pahami.


Ruwetnya sistem galaksi kehidupan. Itu sebabnya Tuhan tidak menginginkan sistem itu tersebar dan digunakan oleh sembarang orang.


Karena akan fatal akibatnya.


Dunia akan segera hancur, binasa. Karena manusia yang tidak pernah ada puasnya. Bahkan bisa merubah hidup di masa lalu menjadi seperti yang mereka inginkan.


BERSAMBUNG