
Dunia ini adalah fatamorgana.
Dunia ini dipenuhi dengan kebohongan-kebohongan yang menyesatkan.
Dunia ini banyak jebakan kehidupan.
Itu benar.
Semuanya benar.
Seperti Ali yang bingung melihat kehidupan Firman yang carut marut. Di kehidupan sebelumnya, Firman adalah sahabat yang menyenangkan. Sahabatnya yang selalu pasang badan setiap kali Ia dalam kesusahan.
Bahkan Firman lah alasan Ali tetap bertahan dan berusaha bertahan.
Hingga tiba-tiba Ali baru mengetahui kehidupannya yang lumayan kelam.
Firman merasa dibohongi oleh kedua orang tuanya. Bapaknya pernah menerangkan cerita palsu tentang awal rumah tangganya terjalin dengan ibunya. Semua ucapan itu, palsu belaka.
Kata Bapak, ia menikahi ibunya karena mereka memang cinta pertama. Perempuan yang bernama Ratih itu hamil dengan pacarnya dan butuh pengakuan untuk anak yang akan dilahirkan. Itu cerita Bapaknya dahulu, ketika Firman protes mengapa Ibunya jadi istri kedua.
Ternyata...
Kenyataannya lebih pahit dari itu.
Bapaknya jatuh cinta pada ibunya yang memang baru beranjak remaja.
Kepolosan ibunya Firman membuat dirinya terlarut mencintai seseorang pria yang ternyata telah beristri dan sedang dalam fase lelah menunggu keturunan yang tak kunjung datang setelah lima tahun menikah.
Jodoh, takdir, semuanya adalah kehendak Ilahi.
Ibunya berjodoh dengan suami orang. Meskipun pada akhirnya tahu kalau dirinya kena kibul Anwar, Bapaknya Firman, tetap saja akhirnya menerima kenyataan yang ada dan mau dinikahi meskipun hanya nikah siri.
Entah memang bodoh, atau memang sudah nasib dan garis tangannya seperti itu, mereka justru memiliki banyak anak. Empat. Tanpa adanya perceraian ataupun perselisihan yang berarti.
Firman kecewa. Firman membenci keadaan yang membuat dirinya tersiksa.
Ia mencintai satu gadis sedari muda. Ali sahabatnya mengetahui itu dan Firman juga sebenarnya tahu kalau Ali pun memiliki perasaan yang sama sepertinya kepada Laila Purnama.
Firman semakin kecewa, persahabatannya dengan Ali terancam punah. Karena ada Anton yang tiba-tiba masuk ke circle mereka.
Tentu saja Anton sangat berbeda dengan mereka.
Anak orang kaya itu suka sekali menyuruh. Jika tidak menurut selalu saja menghardik dan mengumpat. Walaupun katanya itu adalah candaan semata, tapi tentu saja Anton tidak bisa masuk ke lingkungan pertemanan mereka yang sederhana tapi bahagia.
Jalan keluarnya Ali menjadi memiliki dua circle. Satu circle pertemanan dengan Firman dan Laila, satu lagi dengan Anton dan kroco-kroconya.
Begitulah. Dalam hal apapun kalau ada orang ketiga urusan bakalan berantakan.
Contohnya pertemanan mereka itu.
Firman kian memepet Laila karena kesempatan terbanyak tentu saja ada padanya.
Tepat di usia Laila yang ke-dua puluh tahun, Firman kembali menyatakan cintanya yang sempat ditolak Laila dengan alasan lebih memilih persahabatan ketimbang pacaran.
Entah mengapa saat itu Laila justru menerima Firman tanpa kendala.
Sungguh diluar dugaan.
Firman resmi pacaran dengan Laila dan mengumumkannya di acara reuni SD yang rutin tiap tahun digelar.
Ali kecewa. Firman dan Laila menusuknya dari belakang. Itu pemikiran Ali pada saat itu. Hingga Ali berubah perangai.
Kepribadian karakternya mulai melenceng. Sering melakukan hal-hal yang tidak dipikirkan efek samping dan akibat dari yang akan dilakukannya itu.
Ali mulai ikut pergaulan Anton yang bebas lepas seperti trek-trekan dan judi online.
Semua Ali fikir bisa membeli Laila yang perekonomiannya keluarganya tengah anjlok sejak usaha Bapaknya bangkrut di akhir tahun 2022. Sedangkan Laila punya keinginan untuk lanjut kuliah dan punya tabungan sepuluh juta.
Ali benar-benar ingin mendapatkan uang cash senilai itu demi meraih hati Laila.
Jika saja Ia berhasil, Ia akan memberikannya kepada Laila secara cuma-cuma, bukan pinjaman dengan catatan Laila mau menjadi kekasihnya dan memutuskan hubungannya dengan Firman.
Tapi..., ternyata kisah ini masih abu-abu.
Firman yang kabarnya meninggal dunia setelah kecelakaan lalu lintas bersama Laila hingga membuatnya tewas di tempat dan Laila pendarahan banyak sekali.
Apakah kisah itu akan berubah? Apakah kisah itu tetap sama dan seperti yang Ali lihat di kehidupan masa depannya, dimana Ali telah menikah dengan seorang gadis cantik yang tak lain adalah Keti. Lalu Laila dan Anton juga ternyata baru saja menikah.
Apakah Ali akan merubah kisah itu demi untuk membuat nyawa Firman terselamatkan?
Semua masih abu-abu.
Seperti abu-abunya Ali yang sekarang yang sedang dikepung Yadi CS agar membiarkan mereka masuk memeriksa kediaman Eyang Toro yang kini jadi warisannya.
Yadi sepertinya curiga kalau Ali menyimpan cermin ajaib.
Ataukah Keti yang menceritakan semuanya tentang cermin ajaib yang ada di kamar utama rumah Eyang Toro? Sepertinya Ali ragu jika Keti.
Keti adalah anak haram Mbah Kandut.
Keti justru menginginkan kejahatan Ayah biologis itu mendapatkan balasan. Itu sebabnya Keti memacari Yadi dalam tanda kutip. Karena Yadi tidak mengetahui seluk-beluk Keti yang seorang anak hasil perkos4an Embahnya kepada ibunya yang seorang albino.
"Minggir!"
"Tunggu!!!"
Ali dan Yadi saling berpandangan.
"Kenapa? Kau merasa punya kuasa untuk melarangku?"
"Ya. Rumah ini sekarang adalah rumahku. Aku berhak melarang atau memperbolehkan siapapun masuk ke dalamnya. Ini hakku!"
"Ali! Kita memang masih punya urusan! Yaitu pertandingan akhir antara kau dan Aku. Tapi saat ini adalah malam satu suro. Turutilah ritual ini jika kau tidak ingin warga desa terkena tulahnya!"
Ali mulai bergeming.
"Pertandingan akhir?" tanyanya dengan suara agak bergetar.
"Ya. Pertandingan antara kita yang mewakili Kakek masing-masing untuk mendapatkan kepercayaan siapa yang lebih tangguh. Eyang Toro atau Mbah Kandut. Kita lah yang akan mewakili mereka untuk memulihkan kembali kondisi ini!"
Ali menelan salivanya.
Sementara Yadi kian merasa diatas angin dan kembali mendorong tubuh Ali untuk masuk ke dalam.
Eyang, tolong Aku! Mereka bersikeras untuk masuk dan memeriksa ke dalam! Apa yang harus kulakukan, Eyang?!?
Biarkanlah mereka masuk! Mereka banyak, sedangkan kau sendirian! Aku akan memanipulasi penglihatan mereka. Cermin ajaib untuk sementara waktu bisa kusamarkan keberadaannya. Ali,... setelah mereka pergi dari rumah itu, lekaslah kau pergi ke arah barat! Berjalanlah lurus dan jangan berhenti sampai kau melihat sebuah rumah yang dibangun dengan tumpukan batu kali yang ada cerobong asap mengepul. Datangi rumah itu! Datangi malam ini juga! Ini adalah kesempatanmu untuk membantuku, Ali!
Baik, Eyang! Akan Aku laksanakan setelah mereka bubar!
Ali seperti semakin lancar berkomunikasi lewat telepati dengan leluhurnya di dunia lain yang Ali tidak ketahui keberadaannya.
Kini Ia membuka jalan ketika Yadi kembali merangsek ingin masuk.
Tentu saja Yadi menyeringai. Merasa menang karena Ali akhirnya memperbolehkannya masuk memeriksa.
Yadi seperti seorang pemimpin yang masuk pertama kali ke dalam rumah Eyang Toro yang kini sudah bersih dan bebas sampah lagi.
Setiap tahun Ia masuk rumah ini. Berharap bisa menemukan cermin ajaib dan bisa menguasai dunia. Tapi..., sampai saat ini semua itu masih cerita belaka. Yadi belum bisa menemukan cermin wasiat keramat yang Mbah-nya ceritakan kepada orang tuanya.
BERSAMBUNG