Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter9 Menjelang hari pernikahan


Pagi pun telah tiba, syukur kemarin ayah tidak pulang semalaman. Jika dihitung dari sekarang, acara pernikahan nya lagi 1 bulan lagi. Dan hari ini adalah hari ujianku di sekolah


Pagi pagi sekali pun aku sudah berangkat ke sekolah di antar paman Zenzo, sampai saat ini setiap bersama paman Zenzo suasana jadi canggung karena kejadian saat itu, saat aku menanyakan hal yang menyinggungnya.


Sesampainya di sekolah, seperti biasa ujian pertama pun di mulai yaitu mata pelajaran Matematika. Matematika di pagi hari katanya cocok sebagai pemanasan otak, biar ngga keseleo di pelajaran selanjutnya.


Senior yang bernama Dante Futshuu sudah tidak dekat denganku lagi sejak kejadian dimana dia di ejek terang-terangan oleh ayahku. Sepertinya dia sangat tersinggung dan tidak pernah mau menampakkan dirinya di sekitarku, kehidupan sekolahku kembali seperti semula.


....


Singkat cerita, ujianku sudah selesai dan sekarang adalah hari dimana hasil raport akan di bagikan. Perwakilan orang tua murid pun di wajibkan datang ke sekolah untuk mengambil hasil raport anak-anak mereka. Aku kira ayahku tidak akan bisa datang karena dia sangat anti sama hal hal yang melibatkan nya selain di bisnis.


Di dalam kelas yang sangat ramai dipenuhi orang tua siswa dan siswanya sekaligus membuat suhu jadi gerah, pengap dan sesak. Tapi tidak bisa di duga kalau salah satu orang tua murid yang ada di kelasku adalah pelangganku di bangunan bawah. Seorang perempuan perpenampilan mencolok, dan siapa sangka dia melihatku juga.


Aku berharap agar ibu itu tidak mengenaliku tapi siapa sangka dia mendekati ku dan menyapaku.


"Hamster! Aku tidak menyangka kau masih bersekolah dan sangat mengejutkan kalau kau sekelas dengan anakku" Dia memeluk anaknya yang ternyata dia pembully kelas kakap, ternyata ibu itu benar-benar orang kaya. Apa pekerjaannya? kenapa dia sering sekali datang untuk membeli narkoboy K3 di tempatku, tapi dia terlihat baik-baik saja tidak seperti seorang pecandu pada umumnya.


"Anu buk saya tidak kenal dengan hamster yang anda sebutkan tadi" Jawabku gugup karena takut ketahuan, karena biasanya ibu-ibu itu tidak bisa menjaga rahasia.


"Ehhh apa maksudmu? Kenapa kau pura-pura tidak kenal denganku? aku pelanggan VIP di tempatmu loh, bukankah kita sering bertemu? Sifatmu disana dan di sini sangat berbeda ya, apa kamu berteman baik dengan anakku? Hohoho ini anakku RAN mendapatkan juara 2 di kelas, dia sangat bodoh! Seharusnya dia mendapatkan juara 1 untuk tahun ini!" Katanya yang tak bisa berhenti, dia terus berbicara sehingga banyak orang yang mulai melirik ke arah kami. Termasuk anaknya yang sedikit terkejut karena ibunya mengenalku


"Ibu, apa ibu mengenalnya?" Tanya Ran yang merupakan anak dari ibu itu, tatapannya tajam dan bibirnya naik sebelah menunjukkan ketidaksukaannya kepadaku yang dekat dengan ibunya.


"Tidak" Jawabku singkat, dan memulai memalingkan pandanganku ke depan karena ibu guru sedang menjelaskan hasil hasil dari masing-masing siswa didiknya. Ibu tadi malah menepuk pundak ku dan berkata


"Ehh apa maksudnya? Kenapa kau pura-pura tidak kenal denganku? Ada apa denganmu hari ini?" Sambungnya yang membuat semua orang tidak nyaman, khususnya buk guru yang daritadi tidak di perhatikan


"Iya iya, mentang-mentang anaknya dapat juara 2 malah sombong sekali" Ibu ibu lain mulai berbisik-bisik menggosip, ibunya Ran tiba-tiba jadi malu dan mulai terdiam menganggukkan kepalanya. Suasana kembali bagus


Setelah semuanya selesai, aku pulang dengan ayah. Nilaiku jelek jelek semua, tapi ayah tidak berkomentar apa-apa apalagi marah. Melainkan dia malah membahas tentang pernikahan yang sudah dekat itu.


"Gloryku sayang, gimana? Apa kamu sudah mempersiapkan diri? Pernikahanmu sudah dekat" Kata ayah memulai pembicaraan di dalam mobil


"Aku tidak memikirkan nya, nanti kalau aku memikirkannya semakin membuatku banyak pikiran yah ... Tapi kalau aku sudah menikah nanti, apa aku akan tinggal di rumah suamiku?" Tanyaku


"Oiya tentu saja kau harus tinggal di rumah suamimu lah. Tapi kau juga bisa tidur di rumah ayah tapi jangan tiap hari, setelah kau menikah nanti kau harus turut dan patuh atas semua yang suamimu bilang, ngga boleh melawan mertua, harus baik dengan adik-adik iparmu. Pesan ayah cuma satu, cukup tenang dan jangan bikin keributan dan masalah yang membuat pertikaian. Kau tau kan kalau ayah adalah anak buahnya Gaiiro Dellamorta si beruang Utara" Jelasnya, aku jadi merasa kalau ayah ingin cepat cepat melihat aku menikah dan tinggal jauh darinya.


....


Singkat cerita, hari ini adalah sehari sebelum upacara pernikahan ku. Ayah sudah membawa banyak pelayan baru hanya untuk membantuku untuk berberes dan mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa ke rumah suamiku besok. Mempersiapkan gaun pengantin yang cantik dan indah, perhiasan yang berkilauan hadiah dari acara pertunangan dan lamaran kemarin.


Di malam harinya aku berangkat ke rumah keluarga utama Dellamorta ditemani oleh ayah. Barang barang semuanya di angkut sampai menggunakan 5 mobil, padah sudah ku bilang aku membawa yang dibutuhkan saja tapi ayah malah mendesakku agar membawa semuanya seakan ayah benar-benar mau mengusir ku.


Sesampainya di sana, calon mertuaku melihat mobil-mobil barang dengan tatapan ngga suka. Dia menghampiri ayahku dan berkata


"Apa-apaan ini Hirahara? Kau membawa barang sebanyak ini agar aku merasa tersinggung?" Tanyanya, ayahku seperti kebingungan dengan kata kata sambutan pak Dellamorta seperti itu


"Saya tidak mengerti bagaimana bisa anda merasa tersinggung dengan kedatangan saya di sini?" Tanya ayahku, aku sendiri sudah mengerti dengan maksud Pak Dellamorta yang tersinggung karena bawaanku yang sangat banyak tapi kenapa ayah masih belum mengerti?


"Ohh kau pura-pura bodoh atau memang bodoh? Kau membawa barang sebanyak ini hanya untuk mempermalukan ku? Kau kira aku tidak akan bisa membelikan menantuku barang-barang mewah dan mahal seperti yang kau berikan kepadanya? Sebenarnya siapa yang lebih kaya?" Jelasnya. Waduhh, kok jadi adu kekayaan sih aku jadi bingung harus bagaimana. Aku memberanikan diri untuk melerai mereka, dengan bersikap manis di hadapan calon mertua.


"Aduhh ayah dan ayah mertua jangan bertengkar gara-gara Lory.... Lory jadi merasa bersalah kalau kalian bertengkar seperti ini... hiks. Ayah mertua, ayah membawakan semua barang-barangku ke sini karena ayah tuh sangat sayaaangg banget sama aku ayah mertua. Jadi jangan terlalu menganggap ini ya ayah dan ayah mertua" Rayuku, calon ayah mertuaku tiba-tiba gembira karena aku panggil ayah. Dih calon mertua bucin nihhh