Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter23 Mau dong kalau begini terus


Di tengah asyiknya memanas-manasin temen temen yang lagi minum berat. Seseorang datang dan menyapaku, diadalah yang tak lain dan tak bukan adalah Esa Hiden. Aku kira dia adalah YuuGi karena dia benar-benar mirip dengan YuuGi, aku hampir kabur tapi setelah ku perhatikan lagi ternyata dia adalah Esa.


"Hai Nyonya Muda, ternyata anda kuat minum juga yah" Sapanya


"Humm... Hamster dia siapa?" Tanya Semut dan teman-teman lainnya


"Oh dia adalah kenalanku di organisasi" Jawabku, semuanya heran dengan wajah merah mereka.


"Oiya? Aku tidak tau hamster punya kenalan di organisasi bahkan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya" Sahut Hamster


"Iya dia jarang dilihat oleh kalian karena dia merupakan salah satu petinggi..."


"Glory." Panggil Esa memotong perkataan ku dengan nada menekan


"Kau belum menjawab sapaan ku loh daritadi" Sambungnya. Aku jadi merasa tidak enak karena mengabaikan sapaannya tadi, aku tersenyum canggung dan kemudian mempersilakan dia duduk di sampingku untuk ikut minum


"Ha-ha-ha maafkan aku, kau mau bergabung? Ayo duduk di sini" Kataku dengan nada-nada sok akrab padahal tidak


Esa duduk dan kemudian aku menuangkan minuman ke gelasnya. Dia bertanya kenapa hanya gelasnya yang di tuangkan bir, gelasku kosong daritadi.


"hmm? Apa kau tidak bisa minum?" Tanya nya dengan nada mengejek, aku merasa di ejek dengan kata-kata nya. Kemudian aku juga ikut menuangkan bir ke gelas, bersulang dan akhirnya minum. Walaupun rasanya agak pahit tapi entah bagaimana serasa seperti ada kenikmatan sendiri di setiap tegukannya.


Hingga tak terasa, sloki tiap sloki sudah habis. Cukup banyak aku minum walau masih pemula, aku tidak bisa mengontrol tubuhku. Kepalaku berat rasanya seperti berputar-putar, penglihatan ku menjadi samar-samar, dan tubuhku lemas tidak bisa berjalan dengan baik.


Dan tidak ku sadari ternyata aku tertidur di tempat minum, Esa menggendongku dan sekaligus membayar semua minuman yang di habiskan. Bukan mereka yang membayar tapi Esa, jadi mereka tidak jadi mentraktirku karena mereka semuanya sudah modar.


....


Di pagi harinya, aku terbangun di kamar yang sangat asing bagiku. Kepalaku sangat sakit sampai-sampai rasanya mau pecah, perutku mual-mual aku buru-buru pergi ke toilet di dalam. Akhirnya aku muntah, semua makanan yang ada di dalam perutku keluar. Setelah muntah rasanya lega sekali, langsung saja aku mencuci muka dan bercermin.


Betapa terkejutnya aku karena ada tanda merah merah di sekitar leherku, tidak cuma satu tapi ada 3! Di leher dua, dan di dada satu. Seketika aku panik, aku bangun di ruangan yang asing dengan bekas merah di leher dan dadaku. Pikiranku traveling, semuanya jadi negatif


"Ini ngga mungkin ****** kan? Tapi cuma gigitannya nyamuk aja kan? Duh kenapa nyamuknya gigitnya di leher sih? Bikin salah paham aja" Gumamku, dan aku mencoba untuk menghapusnya dengan air tapi tidak bisa hilang. Setelah lama aku di depan cermin, entah kenapa daritadi aku tidak sadar kalau bajuku sekarang berbeda dari baju yang aku gunakan kemarin.


Aku tambah panik dong, apalagi kemarin aku dalam keadaan mabuk berat sudah pasti tidak bakalan mengingat apapun yang sudah terjadi di hari kemarin malam. Aku mencoba menenangkan diri dan mencoba berfikir positif kemudian keluar dari kamar mandi.


Krieeeetttt Tek Tek Tek...


Suara pintu yang aku buka secara pelan-pelan, sambil menoleh sana-sini, setelah ku rasa aman aku berjalan mengendap-endap dengan penuh kehati-hatian. Tapi sebuah suara yang sangat membuatku kaget, yaitu sapaan dari seorang laki-laki.


"Kau mau kemana?" Seseorang bertanya seperti itu, buru-buru aku menolehkan kepala dan ternyata oh ternyata dia adalah YuuGi! Sungguh membuatku panik


"Ke-kenapa kamu ada di sini?" Tanyaku waspada


"Kemarin aku mabuk" Sahutku


"Ohh ingat juga ternyata kau, terus sama siapa kau pulang kemarin?" Tanyanya lagi, tapi untuk kali ini aku tidak ingat sama sekali. Tapi aku sudah mengira-ngira seperti nya Esa yang membawaku ke sini karena hanya dia yang tau rumahnya YuuGi dan rumahnya ayah mertua. Tapi anehnya sekarang aku berada di kamar yang asing, seperti bukan di rumah


"Aku tidak tau" Jawabku


"Kau tidak tau atau tidak ingat siapa orangnya?" Tanyanya lagi mendesak


"Aku tidak ingat! Aku tidak tau! Dengan siapa, kapan dan bagaimana aku sampai di sini! Bahkan sekarang aku tidak tau dimana aku berada" Jelasku kesal. YuuGi menghela nafas panjang dan kemudian berjalan mendekati ku, dan menunjukkan sesuatu yang membuat ku terkejut


"Apa kau ingat dengan ini?" YuuGi menunjukkan tubuhnya yang penuh dengan tanda merah merah. Mataku terbuka lebar, tak percaya dengan apa yang sudah aku lakukan pada tubuh suamiku yang seperti karya seni Tuhan ini.


"A-apa itu semua aku yang melakukan nya?" Tanyaku gugup dan merasa sangat malu sekali.


"Tentu saja! Bagaimana kau bisa melupakannya? Dasar tidak bertanggung jawab" Jawabnya dengan ekspresi kecewa, dan kemudian dia berjalan menjauh dariku mendekati jendela


"Tidak bertanggung jawab? Apa maksudmu?" Tanyaku kesal karena dia aku tidak bertanggung jawab, padahal perasaan aku tidak melakukan kesalahan


"Apanya yang apa? Kau menyerangku dengan sangat agresif dan memprovokasi ku, setelah aku terprovokasi kau malah meninggalkan ku pergi tidur dengan wajah tanpa dosa itu!" Jelasnya


"A-apa benar begitu?" Tanyaku tidak percaya dan merasa sangat bersalah tapi mau bagaimana lagi aku kan tidak melakukannya dengan sengaja.


"Tentu saja! Kau membuatku kesal dan menunggumu yang tidur sangat pulas" Katanya. Sekarang dia terlihat seperti seorang bocah yang tidak diijinkan pergi main bola oleh ibunya. Aku tersenyum dan kemudian tertawa kecil melihat keimutan sikapnya YuuGi, tidak pernah aku lihat dia dengan sikap imutnya selama ini.


"Iya iya maaf... Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?" Tanyaku dengan maksud menebus kesalahan yang sudah aku lakukan padanya


"Ngga cukup dengan maaf saja, sekarang cium aku!" Jawabnya. Aku sedikit terkejut dengan jawabannya


"Apa kau yakin? Aku barusaja habis muntah loh" Sahutku


"Tidak ada masalah dengan itu" Jawabnya. Aku menganggukkan kepalaku dan berjalan mendekati nya, dengan malu aku menutup mataku dan mendekati wajahnya...


Cup!


Ciuman lembut mendarat di bibirnya, YuuGi tersenyum dengan itu tapi aku masih belum membuka mataku. Aku sangat maluuu dan jantungku berdegup dengan kencang seperti nya mau meledak dan berasap.


YuuGi pun tiba-tiba merangkul ku dan menjatuhkan ku di kasur, aku terkejut dan hampir saja aku menggigit lidahku saat jatuh ke kasur. Rupanya dia sangat kasar ....


......


Dibalik pintu ada seseorang dengan raut wajah yang senang tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya dengan pelan.