Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter24 Sebenarnya ada apa sih?


"GLORY DELLAMORTA!! KELUAR KAMU SIALAN!!" Teriak seseorang dari luar pagar, walaupun berteriak dari tempat yang sangat jauh tapi suaranya sangat menggelegar dan membuat telinga sakit. Aku buru-buru keluar, YuuGi sedang tidak ada di rumah pada saat siang itu.


Pak kepala pelayan juga ikut keluar, di barengi pengawal lainnya yang sekarang sudah semakin bertambah sejak aku pulang malam saat kemarin itu. Aku tidak tau siapa dan ada urusan apa orang itu memanggil namaku yang sudah berganti marga sekarang.


Sosok tubuh yang besar dan kekar, penampilan sangar dengan tato tubuh ada di mana-mana. Dialah Oya Pedin yang dulu pernah ngerusuh di rumahnya ayah, dan kemudian di pukuli sampai babak belur oleh ayah. Sekarang dia dengan berani datang sendirian lagi disaat YuuGi tidak ada di rumah.


"Iya? Selamat siang, ada urusan apa ya anda kemari?" Sambut ku, padahal firasat ku udah ngga baik tapi aku mencoba untuk tersenyum karena dia adalah tamu di sini.


"Aelahh! Ngga usah sok polos lu! Kau kan yang sudah membuat adikku jadi pecandu narkoba? Kau bahkan memberinya K3!" Katanya. Aku tidak tau adik siapa yang dia maksud, tapi kenapa dia komplainnya di aku?


"Apa maksudmu? Adikmu yang candu kenapa kau jadi menyalahkan ku? Memangnya apa salahku?" Tanyaku balik ngga terima di tuduh begitu saja


"Ya tentu saja itu salahmu karena kau sudah memberikan adikku narkoba dan membuatnya gila sekarang!" Teriaknya.


"Yah itu kan bukan salahku, itu salahnya sendiri karena datang membeli narkoba! Aku yang hanya menjualnya kenapa orang yang membelinya! Jika tidak membawa uang aku tidak akan memberikannya! Adikmu gila itu bukan karena salahku itu karena salahnya sendiri, kenap dia coba-coba makan obat yang sudah jelas-jelas itu terlarang!" Jelasku. Aku sangat tidak waspada, aku terlalu jujur blak-blakan sekali sampai-sampai aku tidak tau kalau perkataan ku sekarang akan membawa bencana di masa depan.


"Aku tidak akan membiarkan mu begitu saja! Aku pergi!" Katanya dan kemudian bergegas pergi.


Tindakannya terlihat begitu mencurigakan, tapi apa ya? Aku tidak terpikirkan hal yang lain, aku hanya merasakan kesal yang tidak bisa ku tutupi. Apa-apaan? Itu kan jelas jelas salah adiknya dan salah keluarga nya sendiri! Bagaimana bisa dia menyalahkan ku sementara keluarganya tidak bisa memperhatikan anaknya dengan baik.


Tapi aku tersadar karena pak kepala pelayan masih berdiri di depan pagar dengan menatap mobil hitam Oya Pedin yang mulai menghilang di kejauhan. Aku heran dengan sikapnya pak kepala pelayan yang bengang-bengong tak karuan, tak seperti yang biasanya


"Ada apa Paman?" Tanyaku


"Barusan... seperti ada yang janggal Nyonya!" Jawabnya. Aku hanya memiringkan kepala dan kemudian berjalan masuk ke dalam di ikuti pak kepala pelayan


"Nyonya!" Sambungnya, aku berhenti dan kemudian berbalik


"Ada apa lagi sih paman? Ngga seperti biasanya deh, jangan gitu ntar kalau kerangsukan setan gimana? Bisa bahaya loh" Sahutku sambil mencoba membuat lelucon walaupun garing sekali


"Ini yang saya pikirkan daritadi.... Sebenarnya keluarga Pedin hanya punya satu anak tunggal yaitu si Oya Pedin sendiri, bagaimana dia bisa menyebutkan kalau dia punya seorang adik yang sedang gila gegara kecanduan narkoba?" Jelas pak kepala pelayan. Kata-kata nya masuk akal tapi aku tidak terpikirkan hal yang mencurigakan, aku tetap berpikir positif


.....


Di malam hari nya, YuuGi pulang dengan ekspresi letih lesu seperti nya tadi di organisasi banyak ada masalahnya. Tumben lihat YuuGi pulang dengan ekspresi lelah, aku menyuruhnya mandi dan kemudian makan malam bersama. Disaat jam tidur, aku membicarakan tentang Oya Pedin yang datang ke rumah untuk komplain tentang adiknya yang gila.


Dan bilang tentang kecurigaan nya pak kepala pelayan juga, YuuGi tidak begitu menanggapi ceritaku mungkin karena lelah dia duluan terlelap. Aku tidak tau apakah dia mendengar ceritaku yang panjang lebar atau tidak. Aku juga ikut tidur karena sudah begitu mengantuk.


....


Di keesokan harinya banyak sekali telepon yang masuk ke telepon ku. Termasuk ayah dan ayah mertua, tumben sekali mereka menelpon di hari yang sama. Aku menduga pasti ada hal gawat yang sedang terjadi.


"Iya ayah? Kenapa ayah tumben sekali menelepon?" Tanyaku ke ayah yang teleponnya duluan ku angkat.


"Sayang, kau baik-baik saja kan? Si Pedin sialan! Berani-beraninya dia ngajak perang denganku!" Kata ayah mengumpat - umpat nama Pedin dengan nada marah. Aku jadi takut ada apa sebenarnya dengan Pedin?


Aku kemudian menceritakan tentang Pedin yang datang ke rumah kemarin siang. Ayah sangat marah mendengar itu dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumahnya YuuGi. Ayah menyuruhku agar segera pulang ke rumah atau tinggal di rumah mertua untuk sementara waktu.


Aku tidak tau kenapa ayah menyuruhku pulang padahal biasanya ayah tidak pernah mengijinkan aku pulang ke rumah selama ini. Ayah tidak mau menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi, segawat apa sih. Dan kenapa Pedin ada di topik utama pembicaraan ini?


Setelah telepon di tutup, aku diam sejenak dan kemudian menelepon ayah mertua. Ayah mertua juga mengatakan hal yang sama, ayah mertua menyuruhku untuk tinggal di rumah mertua untuk sementara. Ayah mertua bilang kalau Pedin mulai bergerak, aku tidak mengerti 'bergerak' yang dia maksudkan


Setelah ku tanya tanya lagi dengan cerewet akhirnya ayah mertua menjelaskan detailnya. Dia bilang kalau Pedin sekarang mulai bergerak untuk memberontak kepada organisasi, sebenarnya sudah lama mereka mencurigainya. Tapi karena tidak ada pergerakan sama sekali akhirnya mereka semuanya melupakannya. Ternyata sekarang lah saatnya, mereka mulai memperlihatkan taringnya.


Mereka menargetkan ku terlebih dahulu karena aku terlihat lebih lemah. Karena aku adalah pengikat dua keluarga dengan jabatan tinggi di organisasi, Pedin mulai dariku dulu. Jika aku bisa dia singkirkan terlebih dahulu maka kedua keluarga akan konflik. Dan rencana mereka akan berjalan dengan sangat lancar.


Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Baru itu yang sudah di ketahui rencananya, meskipun belum tentu tapi untuk berjaga-jaga aku harus siaga lebih dulu. Karena tidak tau apa rencana Pedin untuk selanjutnya.


Hancurnya keuangan Kasino yang sampai sekarang belum terpulihkan itu juga termasuk kerjaannya Pedin. Tidak atau apa sebenarnya tujuan dari pemberontakan nya kali ini, jika tidak ada tujuan yang mau di tuju tidak mungkin si pemalas Pedin mau melakukan hal nekat seperti ini.


Organisasi hanya menunggu pergerakannya Pedin saja selanjutnya dan menunggu perintah dari Gaiiro boss mereka.