Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter17 Sepertinya mereka semua salah paham


"Diam kau dasar pengkhianat! Jangan pura-pura polos!" Teriak Shuisen Rosen dengan waut wajah yang marah. Ayahku jadi terkejut mendengar kata 'pengkhiatan' yang di ucapkan Shuisen Rosen sebagai ketua departemen informasi di organisasi.


Ternyata dia lah yang mendapatkan informasi yang mengejutkan itu, entah darimana anak buahnya mendapatkan informasi itu dia langsung percaya begitu saja hanya dengan sebuah bukti foto yang di berikan anak buahnya kepadanya.


Tapi aku tidak bisa langsung percaya dengan informasi yang belum pasti ini, karena aku percaya kepada kesetiaan ayahku. Itu sudah terbukti dengan kesetiaan nya ayah kepada ibu yang sangat mendalam. Tidak mungkin ayah mengkhianati organisasi yang sudah dari kecil memungut nya dan membesarkan nya menjadi seseorang yang seperti sekarang ini.


"Hah? Pengkhianatan apa yang anda maksud? Saya tidak melakukan hal yang seperti itu! Bagaimana mungkin saya berani nekat melakukan hal yang berbahaya seperti berkhianat terhadap organisasi! Darimana kalian semua mendapatkan informasi yang buruk seperti itu! Dan kalian percaya begitu saja? Kalian kan tau terutama anda Ketua! Apakah kesetiaan saya tidak bisa di buktikan hanya dengan menjadi anak buah anda selama 40tahun lebih?!" Kata ayah yang sangat marah dan tidak terima dicap sebagai pengkhianat tanpa bukti.


"Jangan banyak cincong! Maling mana ada yang ngaku maling" Sahut Oya Pedin yang membuat darah ayah naik


"Sialan kau Pedin!" Ayah berontak kuat dan ingin segera menghajar mulut busuknya Oya Pedin yang dari awal mereka tidak pernah akur. Aku harus segera menghentikan acara ngga jelas ini.


"Tunggu sebentar ayah! Yang ada ayah malah makin bertambah ruetnya nanti kalau beradu bacot dengan Pedin. Aku ingin angkat bicara sebentar, kalian kan bilang kalau ayahku pengkhianat organisasi dengan ikut berkomplot di komplotan penyeludup senjata api di Swiss kan?" Tanyaku mengheningkan suasana


"Benar, ayahmu sudah terbukti berkhianat. Sekarang kau yang merupakan keturunannya juga tidak akan bisa di biarkan begitu saja" Jawab Jonny Ja dengan logat bahasa Thainya.


"Emangnya kalian punya bukti? Kalau ada bukti yang akurat baru ja kalian bisa menghakimi orang begitu saja" Lanjutku


"Tentu saja ada dong buktinya" Sahut Kara Rosen


"Mana?" Tanyaku.


Kemudian seseorang dalang setelah di beri isyarat mata, dengan membawa seaplop benda yang sepertinya itu adalah sebuah Poto. Dan ternyata dugaanku benar, benda itu adalah Poto potonya ayah yang sedang melakukan transaksi dengan koper uang di tangannya. Poto lainnya juga ada banyak, dan setelah aku periksa dengan teliti tak sengaja ketawaku bergubris.


"pfft, Hahahahhahahaha awokawokawokawok eh anjir apa-apaan ini?" Tanyaku sambil terus tertawa ngakak. Semua terkesiap termasuk ayahku, mereka semua kebingungan di tengah ketegangan ini aku tertawa begitu lepas. Apanya yang salah? pikir mereka


"Glory! Apa yang kamu tertawakan di situasi seperti ini? Nyawa ayahmu sedang di pertaruhkan!" Bentak ayah mertua yang daritadi diam sekarang angkat bicara


"Hahahaha maaf semua hahaha 😂. Aku kira kalian yang katanya petinggi organisasi ini sangat pintar sadis kritis, ternyata dugaanku salah besar hahahaha ternyata kalian semuanya bodoh sekali awokawokawokawok " Ejekku.


Muka mereka marah saat aku ejek bodoh, itu membuat muka mereka keliatan jelek sekali dan makin membuatku ingin tertawa lebih banyak lagi. Oya Pedin yang kesabarannya udah hilang mau memukulku dan untung segera di hentikan oleh Esa Hiden yang daritadi hanya menyimak. Kalau tidak di hentikan mungkin wajahku perlu oplas agar bagus lagi.


"Apa maksudmu Glory? Kau menyebut kami bodoh?" Tanya Esa yang daritadi diam ternyata bisa marah juga kalau di sebut bodoh


"Tentu saja kalian itu sangat bodoh, bahkan tidak bisa membedakan Poto asli atau palsu. Padahal ayahku ada di sini, tapi kalian tidak bisa membandingkan wajah ayahku yang asli ini dengan yang di Poto" Jelasku.


"Asli atau palsu? Jadi maksudnya?.."


"Yaps benar sekali! Poto ini palsu! Ini hanya sebatas editan tangan seorang profesional" Jelasku, semuanya terdiam seakan tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Di tengah keheningan itu, Sen Marry melangkah mundur dan ingin meninggalkan tempat itu tapi mataku tak bisa di bohongi


"Sen Marry!" Teriakku, semua orang terkejut begitu juga dengan Sen Marry yang tak kalah terkejut. Ekspresi nya panik kata-katanya gagap dan acting nya sangat buruk sehingga mudah sekali untuk di tebak.


"I-iya Nyonya? Kenapa anda memanggil saya?" Tanyanya. Tubuhnya tak bergerak sama sekali dan senyumnya sangat canggung


"Mau kemana kamu? Coba jelaskan ada dendam apa yang kau pendam sampai tega melakukan hal buruk ini kepada ayahku dan aku ?" Tanyaku. Semua pandangan jadi tertuju ke arah Sen Marry, dengan panik dia bertanya lagi


"A-apa maksud anda? Dendam apa? Sa-saya tidak punya dendam apa apa dengan Tuan Hirahara" Jawabnya


"Glory apa yang kau katakan? Dendam apanya?" Tanya ayahku


"Sen Marry? Apakah dia?" Tanya Esa yang ternyata sudah duluan menyadari dan mengerti apa yang aku katakan.


"Iyah begitulah, Sen Marry yang sudah mengedit photo photo ini dan mengirimkannya lewat anak buahnya Shuisen Rosen yang sangat malas bekerja. Mereka lebih memilih berjudi daripada mencari informasi, makanya mereka lengah dan mau saja di manfaatkan oleh Sen Marry yang memberikan mereka sogokan. Bukan begitu Bibi Sen Marry?" Jelasku. Semuanya tercengang aku tersenyum dengan sok keren di hadapan mereka.


"Darimana kau tau fakta itu?"


"Fitnah! Jelas-jelas itu adalah fitnah! Saya sama sekali tidak bisa mengedit hal hal begitu!" Teriak Sen Marry membela diri, tapi dia tidak akan bisa mengelak lagi karena aku sudah punya bukti yang kuat.


"Fitnah? sebenarnya siapa yang memfitnah siapa disini? Akun xxxxxx di aplikasi xxxx, itu akunmu bukan? Kau memposting banyak sekali tentang editor Poto dan vidio. Kau juga pernah memposting tentang curhatanmu kepada followersmu kalau kamu sangat menyukai pekerjaan mu sebagai editor kelas kakap di bandingkan bekerja sebagai sekertaris di organisasi Mafia yang bahkan bisa membahayakan nyawa!" Jelasku panjang lebar, ternyata dia masih bisa mengelak setelah terpojok


"Kenapa kau asal menyimpulkan? kan bisa saja itu orang lain selain aku yng bekerja sebagai sekertaris di organisasi Mafia seperti ini!" Sahutnya


"Suara dan propilmu tidak bisa membohongi kita semua" Jawabku, dia seketika panik


"Propil?! itu kan..."


"Ya! Benar sekali! Kau telat menghapus nya sehingga aku sempat menscreenshot layar beserta Poto propilmu. Propilmu cantik banget aku jadi iri dengan kecantikan mu yang masih bahkan di umur segini" Lanjutku.


Tubuhnya lemas dan tidak bisa berkata-kata lagi, dia ditangkap dan di kurung sebelum di intogasi lebih lanjut untuk alasannya melakukan hal itu kepada ayahku.