
"Iya saat itu aku emang belum menikah dengannya, memangnya kenapa? Kenapa kau begitu antusias setelah mendengar kalau aku adalah istrinya YuuGi?" Tanyaku
"Ciuman waktu itu adalah ciuman pertamamu kan? Kenapa kau tidak merasakan apa-apa saat itu? Apa hanya aku yang merasakannya?" Katanya. Seketika aku terkejut mendengar kalimatnya
"Merasakannya? merasakan apa?" Tanyaku kebingungan. Belum sempat di jawab olehnya, seseorang datang memanggil nama Kara. Tidak tau apa penyebabnya setelah mendengar panggilan itu Kara langsung kabur tanpa mengatakan apapun padaku
"Apa dia tadi mengganggu mu? Kau baik-baik saja kan?" Tanya seseorang dari belakang, serentak aku langsung menoleh kebelakang.
Sosok laki-laki dengan tinggi badan yang menjulang, wajah tampan dengan setelan jas hitam yang dikenakannya. Benar-benar mirip dengan YuuGi! Sesaat aku jadi teringat orang yang sangat mirip dengan YuuGi merupakan salah satu petinggi yang ada saat aku di interogasi. Tapi aku lupa namanya siapa
"Ti-tidak, aku baik-baik saja. Terimakasih telah membuat orang itu pergi. Kau adalah....?"
"Oh sepertinya kau belum tau namaku, tapi kau ingat kan saat pertama kali kita bertemu? Namaku Esa Hiden, Wakil ketua departemen inveksi di organisasi. Aku dengar kau adalah istri dari Tuan Muda YuuGi, ada hubungan apa kau dengan Kara Rosen laki-laki tadi?" Tanyanya.
Aku jadi waspada dengannya, karena jabatannya tinggi di organisasi siapa tau dia dekat dengan ayah mertua dan bisa jadi dia Cepu. Kemudian melaporkan kejadian tadi, apa dia mendengar tentang ciuman pertama di kalimatnya Kara tadi?
"Tidak ada apa-apa. Aku tidak kenal dengannya, katanya dia pernah bertemu denganku sebelumnya makanya dia menanyakan hal itu kepadaku. Tapi sayang sekali aku sama sekali tidak ingat dengannya" Jelasku (padahal ngarang)
"Begitu. Baiklah kembalilah ke acara, mungkin sekarang YuuGi sedang mencarimu karena kau tiba-tiba menghilang dari sisinya" Katanya. Aku mengangguk pelan dan kemudian mengikutinya menuju tempat acara tadi
Pria sniper waktu pertama kali bertemu dengannya sangatlah menakutkan. Kesan pertamaku padanya jadi terkesan sangat buruk, tapi siapa sangka jika dia adalah orang yang mempunyai sifat yang sangat baik.
Sesampainya di tempat acara, ternyata benar YuuGi telah mencarimu kemana-mana. Dan setelah aku datang dia langsung memelukku, dia bilang kalau dia sangat mengkhawatirkanku karena rumah ini sangat besar dia takut kalau aku bakalan tersesat dan terkena musibah yang tak diinginkan.
"Dengan siapa kau barusan?" Tanyanya YuuGi
"Dengan dia... eh?" Setelah ku menoleh ke belakang ternyata Esa Hiden sudah menghilang. Entah kemana perginya tapi kok cepet banget?
"Siapa?"
"Anu itu, namanya Esa Hiden! Dia menyelamatkan ku dari gangguan serangga kecil tadi. Aku bahkan belum sempat berterimakasih padanya karena sudah mengantarkanku padamu" Jelasku. Tiba-tiba ekspresi wajahnya YuuGi berubah menjadi jelek setelah mendengar nama Esa. Apa hubungan mereka berdua itu jelek?
"Ohh begitu, sebaiknya kita harus segera pulang. Dan lain kali kau tidak boleh bertemu dengannya lagi, dengarkan aku dia adalah orang yang sangat berbahaya makanya kau harus berhati-hati dengannya" Jelas YuuGi
Aku hanya menganggukkan kepalaku, dan mengikuti YuuGi yang menggandeng tanganku menuju ke tempat ayah mertua duduk.
Kenapa YuuGi bilang kalau Esa adalah orang yang berbahaya? Menurutku dia adalah orang yang baik hati dan ramah, apa mereka berdua sedang bermusuhan atau bagaimana? Aku terus memikirkan nya tapi aku hanya diam, agar tidak ada kejadian yang tidak di inginkan
Setelah sampai di depan ayah mertua, YuuGi pamit pergi pulang padahal aku belum makan apa-apa sejak datang ke tempat itu.
"Oh YuuGi kau sudah menemukan istrimu?" Sambut ayah mertua tertawa
"Sudah ayah, sekarang aku pamit pulang karena disini banyak ada serangga serangga busuk yang menganggu istriku" jelas YuuGi. Ayah mertua mengernyit dan kemudian tertawa lagi
"Sudah kubilang disini banyak ada serangga busuk yang mau menganggu istriku" Jelas YuuGi yang keliatan kesal
"Oh? Baiklah-baiklah! Pulanglah kalian, hati-hati ya karena hari sudah malam. Sepertinya istrimu juga sedang kelelahan" Jawab ayah mertua
YuuGi segera pergi dari sana dengan menarik tanganku dengan erat, aku kesakitan dan minta di lepaskan saat sudah berada di parkiran.
"YuuGi! Sakit tau! Apa yang kau lakukan? Aku bahkan belum menyentuh makanannya sama sekali tapi kau sudah mau pulang saja!" Keluhku
"Baiklah-baiklah maafkan aku, kita makannya di rumah saja yaa atau kita mampir dulu ke resto?" Rayu YuuGi.
Aku mengangguk dan kemudian masuk ke dalam mobil. Mobil memutar balik dan kemudian keluar gerbang, penjaga gerbang membungkuk di belakang mobil seakan memberi hormat kepada YuuGi.
"YuuGi aku mau nanya"
"Apa?" Sahutnya
"Tempat yang tadi itu namanya apa? Kok ada ya rumah Segede itu bahkan ruang tamunya saja bisa menampung ratusan orang sekaligus " Tanyaku
"Ah? Kau bertanya karena tidak tau?" Tanyanya balik, aku jadi kesal dengan jawabannya
"Tentu saja aku bertanya karena tidak tau! Kalau sudah tau aku tidak akan bertanya padamu! Huh mengesalkan! Benar-benar hari yang buruk!" Kataku ngambek ceritanya
"Hahahaha maafkan aku, itu adalah rumah ayahku. Aku dulu tinggal disana hingga pada saat aku berumur 23 tahun aku pindah rumah dengan istri pertamaku Valley. Makanya semua orang di rumah itu kenal denganku karena selama 23 tahun aku berada di rumah itu" Jelasnya.
Aku jadi terkejut mengetahui fakta bahwa ternyata ayah mertuaku sangat kaya raya bahkan rumahnya besar layaknya istana yang sesungguhnya. Ngga nyesel aku nikah sama YuuGi yang merupakan ahli waris yang sesungguhnya!
Jika dikaitkan dengan cerita jaman kerajaan dulu, suamiku sekarang adalah seorang putra mahkota yang akan mewariskan tahta sang raja. Dan aku berperan sebagai seorang permaisuri yaitu istri resminya putra mahkota. Duhhh senangnyaa aku jadi senyum senyum sendiri hingga membuat YuuGi kebingungan
"Apa yang membuat mu begitu senang?" Tanyanya
"Ada deh!" Jawabku.
YuuGi jadi penasaran dan terus bertanya-tanya jawabanku pun tetap sama seperti itu. Pada akhirnya YuuGi berhenti di sebuah Restoran dan kemudian makan disana.
Setelah makan kami lanjut berangkat pulang, ranjang empukku di rumah sudah menantikanku segera. Rasa kantuk sudah menyelimuti ku, hingga tanpa sadar aku sudah tertidur pulas di dalam mobil.
Sesampainya di rumah, YuuGi mengangkat dan kemudian membopongku masuk ke dalam.
"Sttt, jangan buat Lory terbangun"
Pak kepala pelayan dan pak koki yang tidak tau kapan pulangnya mengangguk sambil saling memandang. Mereka bahagia melihat Tuan mereka sudah berubah sejak kehadiran ku di rumah ini