Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter19 Kenapa kau melakukan itu?


Setelah kejadian malam itu, YuuGi sangat jarang keluar rumah. Jika itu panggilan pekerjaan dari hotelnya atau panggilan dari organisasi. Sekarang dia semakin aktif di organisasi dan jarang keluyuran di malam hari, dia bahkan selalu bilang dia mau kemana kepadaku setiap mau keluar.


Apa dia benar-benar sudah berubah? Pertanyaan itu masihlah belum bisa terjawab dengan pasti karena ini barulah awal permulaan. Dilihat dari perubahan sikapnya, dia semakin perhatian dan perduli denganku bahkan dia tiap hari bertanya tentang pelajaran di sekolahku.


Aku mulai menerima sikapnya, rasa benci berubah menjadi buih-buih perasaan suka yang tak bisa ku tutupi. Mungkin dia akan menjadi cinta pertamaku sekarang, dan jika memungkinkan aku ingin hidup selamanya dengannya. Tapi aku tersadar pemikiran yang seperti itu bukankah terlalu cepat? Kan perasaan bisa saja berubah sejalan dengan berjalannya waktu.


...


Suatu hari aku mendapatkan undangan dari ayah mertua untuk datang menghadiri acara makan malam organisasi. Entah dalam rangka merayakan apa gitu, tapi katanya kami berdua harus datang. Begitu juga dengan keluarga Dellamorta semuanya hadir kecuali Morina Sinaga anak kedua perempuan Dellamorta yang sudah menikah.


YuuGi mengajakku untuk datang bersama-sama saat itu bahkan dia mengajak untuk memakai pakaian couple yang membuatku jadi merona. Kehidupan pernikahan harmonis pun tercipta, sepertinya YuuGi benar-benar akan merubah sikapnya. Semoga aja beneran, biar terciptanya kedamaian.


Pak kepala pelayan, pak koki, pak supir dan semua pekerja yang ada di rumah merasa bahagia dengan keakuranku dan YuuGi. Ternyata bukan hanya aku yang belajar menjadi istri yang baik, YuuGi juga kursus belajar dengan pak kepala pelayan dan pak koki cara menjadi suami yang baik dan idaman para wanita lainnya.


Hari yang dinanti sudah tiba, YuuGi menyuruhku agar berdandan secantik mungkin. Agar kita berdua menjadi pusat perhatian semua anggota organisasi yang jumlahnya ratusan orang bahkan ribuan karena tersebar sampai ke luar negri.


Setelah itu kami pun pergi berdua bahkan tanpa supir, mereka bertiga (pak kepala pelayan, pak koki, dan pak supir) menggunakan mobil yang berbeda. Canda tawa di dalam perjalanan untuk menghilangkan kecanggungan.


Dan aku merasa, daripada disebut suami YuuGi lebih cocok menjadi seorang kakak laki-laki yang baik untukku. Karena menurutku YuuGi tidak mungkin jatuh cinta denganku yang masih kanak-kanak seperti ini. Dia kan sudah berumur 28 tahun di tahun ini. walaupun aku sudah mempunyai KTP sekarang karena umurku sudah 18 tahun, tapi tidak dapat merubah perbedaan umur di antara kita terpaut 10 tahun.


"Lory... setelah lulus nanti kau mau lanjut kuliah atau kerja saja di organisasi? Karena kau pintar seperti nya ayah sangat menantikanmu untuk bekerja di organisasi, begitu juga dengan ayah yang semakin hari semakin menua. Sepertinya aku akan segera menggantikan posisinya tapi sebenarnya Roka lah yang paling menginginkan posisi ketua di organisasi" Kata YuuGi sambil fokus mengemudi tapi dia sempat juga menoleh ke arahku sesekali.


"Hmm sepertinya aku ingin kuliah dulu, lalu kerja dan membangun sebuah usaha. Aku juga ingin memiliki keluarga yang harmonis dan memiliki anak dan hidup bahagia selamanya. Itu saja sih" Jawabku


"Ohh kau ingin menjadi seorang pengusaha? Kenapa kau memilih untuk kuliah? Bekerja di organisasi sudah menjamin kau mendapatkan banyak uang untuk membangun sebuah usahamu sendiri. Bagaimana jika aku membangun kan usaha untukmu dan setelah lulus nanti kau sudah bisa mengelola nya sendiri " Kata YuuGi.


"Ngga mau, aku kan maunya membuatnya dengan hasil kerja kerasku sendiri bukan dibuatkan oleh orang lain. Aku akan berusaha lebih dulu, jika gagal baru ja aku meminta bantuan darimu" Jawabku


"Ohh begitu, yaudah yang semangat ya belajarnya" Sahutnya


Mobil terparkir di sebuah parkiran yang sangat luas dan sudah dipenuhi dengan mobil mobil hitam yang serupa. Tidak ada yang berbeda, mobil mereka semuanya sama. Saat masuk semuanya menyapa dengan baik dan hangat, dia dalam para tamu ternyata sudah pada ramai datang dan hanya kami yang telat. (Biasa mah pemeran utama datangnya telat Mulu)


Ku lihat semua orang sudah berada disana termasuk para petinggi organisasi beserta keluarganya. Dengan menggandeng tangannya YuuGi, kami berjalan mendekat ke tempat ayah mertua duduk.


"Wahh lihatnya mereka! Tuan Muda YuuGi datang bersama dengan istri kecilnya! Keliatannya hubungan mereka baik-baik saja ya, semoga Tuan Muda YuuGi tidak bercerai lagi untuk pernikahannya kali ini" Bisik-bisik


"Iya loh, sudah 6 bulan sejak pernikahan mereka tapi tidak terdengar rumor kalau mereka bertengkar atau berselisih satu sama lain. Ternyata Tuan Muda YuuGi sudah menemukan jodohnya kali ini" bisik-bisik


"Kami mendengar nya tau! Kalian kalau mau bergosip jangan keras-keras dong, nanti orangnya mendengar kayak sekarang." Kataku dalam hati sambil melirik ke arah mereka. Seketika mereka diam dan tersenyum kepadaku


"Wahh liat ini siapa yang datang? Menantuku bagaimana kabarmu! Duh nak ternyata kau sehat sehat saja ya, maafkan perlakuan ayah saat terakhir kali hahaha" Sambut ayah mertua seraya memberikan segelas alkohol yang tidak tau namanya apa karena aku belum pernah minum alkohol.


Saat ku ingin mengambil nya, YuuGi langsung menyambar nya duluan


"Aku akan menggantikan nya minum ayah, karena dia masih belum cukup umur untuk minum alkohol" Sahutnya YuuGi yang kemudian meminum alkohol nya dengan sekali teguk, semuanya bersorak kecuali seseorang yang daritadi melihatku.


Tatapan nya sangat menggangu ku, ternyata dia adalah Esa Hiden yang daritadi terus menatapku tanpa berpaling. Aku tidak mengerti apa maksudnya, itu sangat tidak sopan.


Tapi sesaat YuuGi menghabiskan minumnya semua orang jadi tertarik dan mulai mendekat.


"Wahh Ketua, menantu anda cantik sekali dan masih keliatan muda." Kata seseorang yang kemungkinan sedang merayu ayah mertua demi mendapatkan posisi yang di inginkan


Suasana begitu ramai dan sesak, sampai sampai aku tidak sadar kalau ternyata aku sudah jauh dari YuuGi. Tapi kemudian seseorang menarik tanganku dan membawaku ke tempat yang sepi. Ternyata dia adalah Kara Rosen, wajahnya keliatan kesal padahal dia tampan


"Glory! Jadi itu namamu? Sejak kapan kau menjadi istrinya YuuGi si anaknya ketua yang tidak bertanggung jawab itu? Tapi saat aku mencium mu itu kau belum menikah dengannya kan?" Tanyanya.


Ternyata dia masih mengingatku di kejadian saat itu, bukan hanya aku yang mengingatnya ternyata. Tapi kenapa dia keliatan marah? Apa karena dia mengetahui kalau aku adalah istrinya YuuGi dia jadi marah begini? Apa dia menyukaiku?