Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter46 Diperkosa suami sendiri


Aku menghampiri salah satu pengawal yang datang ke tempat itu untuk menjemputku, kemudian berbisik meminta cek kosong. Seperti kantong ajaibnya Doraemon, dia mengeluarkan cek kosong dari dalam sakunya.


Aku menulis 2miliar suitz di cek kosong itu, dan menandatanganinya. Aku mendekati bapak bapak yang sedang asyik senyum canggung-canggungan bersama Kenzo.


"Maaf pak, hari ini saya sangat berterimakasih sekali kepada anda karena sudah meminjamkan hp untuk saya. Ini ada sedikit uang pak, semoga ini bisa membantu anda untuk segera bisa menebus biaya operasi jantung anak anda dan hutang yang anda miliki. Saya tidak punya banyak uang, hanya segitu yang bisa saya berikan mohon di terima pak. Saya ijin pamit pulang ya pak, semoga anaknya cepat sembuh pak" Kataku sambil menyodorkan cek yang sudah ku tuliskan jumlah nominal uang yang ku berikan. Bapak itu menerimanya tapi sepertinya sedang kebingungan karena yang ku kasih itu bukanlah uang melainkan hanya sebuah kertas bertanda tangan.


"Tunggu nak! Ini apa ya?" Tanyanya sambil menghentikan langkahku yang sudah mau masuk ke dalam mobil.


"Itu cek pak, bapak tinggal datang ke bank sekarang dan bilang mau menarik uang atas nama saya pakai cek itu. Bilang tarik semuanya ya pak" Jawabku yang kemudian melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan balik pulang.


Bapak bapak yang menerima cek dariku itupun membungkuk ke arah mobil yang berjalan menjauh darinya sambil meneteskan air mata. Belum sempat dia berterima kasih tapi aku sudah pergi meninggalkannya.


....


Di dalam perjalanan aku hanya diam, Kenzo dan 2 orang lainnya yang berada satu mobil denganku juga diam tak bersuara. Suasana jadi canggung plus sunyi sepi. Kemudian aku memberanikan diri untuk bertanya


"Apakah YuuGi tau kalau aku sudah ketemu?" Tanyaku yang kemudian di jawab oleh salah satu pengawal yang duduk di depan.


"Belum Nyonya, Tuan YuuGi belum tau sama sekali soal anda yang sudah ditemukan. Tapi tidak tau untuk sekarang, mungkin boss besar sudah memberitahu Tuan YuuGi tentang ini atau sebaliknya." Jawabnya


"Okeyy, jadi berapa lama kita bisa sampai di rumah?" Tanyaku lagi


"Sesuai kemauan anda, kami bisa melajukan mobil sekencang-kencangnya supaya bisa sampai di rumah dengan cepat." Jawab Kenzo yang sedang menyetir.


"Kau bilang gitu seakan-akan sudah pro sekali, yang ada bisa bisa aku mati sebelum sampai di rumah." Ketusku


"Jangan berbicara yang tidak tidak Nyonya." Sahut Kenzo


.....


Sementara itu di kediamannya YuuGi, ayah mertua Gaiiro menelpon dan memberitahukan kepada YuuGi kalau aku Glory sebenarnya sudah ditemukan dan sekarang masih dalam perjalanan pulang. YuuGi dengan ekspresi senang dan agresif kemudian bergegas bersama Rey menuju ke rumah utama keluarga Dellamorta.


Sesampainya di rumah utama, YuuGi tidak langsung masuk ke rumah tetapi dia mondar-mandir berkacak pinggang di halaman rumah. Cukup lama dia menunggu kedatanganku, akhirnya waktu pun menjawab penantiannya.


Mobil yang ku naiki memasuki halaman rumah utama keluarga Dellamorta, dengan gerak cepat YuuGi melangkahkan kakinya menuju ke mobilku, membukakan pintu dan kemudian memelukku erat sampai-sampai aku tidak bisa bergerak dan sulit untuk bernafas.


Bekas memar, mata lebam karena habis menangis masih sangat jelas terlihat di tubuhku. Masih jelas teringat mukanya si master K dengan tato tiga ular melilit bulan di punggungnya. Sebenarnya siapa si master K itu? Kenapa dia melakukan hal ini kepadaku sesuka hatinya dan kemudian melepaskanku juga dengan sesuka hatinya.


....


Aku membuka mataku secara perlahan, aku menoleh kesamping terlihat YuuGi sangat tampan dengan posisi tidurnya yang meringkuk memeluk tubuhku. Tanganku diinfus dan badanku terasa berat, sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri? Mendengar suara kalau aku terbangun, YuuGi juga membuka matanya dan kemudian bangun dari tidurnya yang masih setengah sadar.


"Lory? Sayang? Kau sudah bangun? Ada yang sakit tidak?" Tanyanya heboh dengan ekspresi merasa bersalah saat aku merintih karena merasa pinggang, dan tubuh bagian bawahku sakit semua.


"A-ah tidak apa-apa. Hanya saja pinggang, punggung, dan tubuh bagian bawahku terasa sakit sekali." Jawabku, YuuGi terdiam memandangku senang tapi dengan ekspresi merasa bersalah. Aku tidak tau kenapa dia begitu


"Barapa lama aku tertidur?" Sambungku lagi, karena daritadi YuuGi terdiam dan tidak menjawab.


"Satu hari, dan sekarang hari sudah malam. Makanya aku tidur di sampingmu, saat kau pingsan di rumah utama kemarin. Aku buru-buru membawamu masuk ke dalam, tapi karena berjam-jam kau tak kunjung sadar, akhirnya aku membawamu pulang ke rumah. Dokter menyarankan kalau kau di infus segera karena dokter tau kalau kau belum makan sejak kemarin pagi." Jelas YuuGi detail.


"Ohh begitu, okey makasih ya. Tapi kenapa kau berekspresi seperti itu?" Tanyaku


"Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu. Sejak 4 tahun pernikahan kita, aku sama sekali belum pernah menyentuhmu. Dan di masa masa itu juga, banyak sekali laki-laki yang dekat denganmu. Bahkan banyak sekali kasus penculikan yang melibatkanmu dengan kamu sebagai korbannya. Di tambah dengan keadaanmu yang masih belum sadarkan diri, jadi aku belum mendapatkan penjelasan apa apa darimu" Kata YuuGi menjelaskan, tapi aku masih belum mengerti apa maksudnya.


"Jadi? Apa yang kau maksud?" Tanyaku lagi


"Aku memperkosamu" Sahut YuuGi datar, aku terkejut sumpah mataku melotot dan langsung melihat ke bawah.


"Me-me-memperkosa?!" Tanyaku gagap, kaget, marah, dan malu juga lah


"Iya, saat kau tidak sadarkan diri. Aku masih belum bisa menerimamu, dan ingin segera memeriksamu apakah kamu masih perawan atau tidak. Jadi aku memeriksamu, dan yang benar kamu ternyata benar-benar masih perawan. Tapi disaat aku mau memakaikan pakaian untukmu, aku tergoda dengan tubuhmu dan akhirnya melakukannya. Sangat nikmat berada di dalammu dan tanpa sadar aku keluar bahkan tanpa pengaman. Kemungkinan besar kamu hamil" Jelasnya


"YuuGi!!" Teriakku sambil menutup wajah karena malu, kenapa dia mengatakan hal itu dengan sangat santai.


"Iya aku tau kamu pasti marah, dan sangat ingin memukulku. Aku adalah suami brengsek yang memperkosa istrinya sendiri disaat tidak sadarkan diri" sahutnya lagi


"Bukan itu yang aku maksud, aku marah karena kamu melakukannya saat aku tidak sadar. Kan aku jadi tidak bisa merasakan malam pertamaku seperti apa!" Ketusku.


YuuGi terkejut dan tertawa mendengar alasanku marah padanya, dia pun menciumku dan kami pun melakukan yang kedua kalinya