
Kedatangan YuuGi Dellamorta membuatku terpana. Lelaki yang katanya sudah menikah 11 kali ini benar-benar tampan, dia berjalan dengan kaki panjangnya. Gaya rambut yang kekinian, setelan jas hitam yang sungguh menawan. Kulit putih bersih dengan lesung pipi di sebelah kiri, tai lalat di bawah mata kiri nya juga beuh mantap bossqu.
Jam tangan branded, sepatu mengkilap dan ahhh ngga bisa di deskripsikan lagiiii..... ngebayangin aja udah aduhduhh ahh pokoknya gitu.
"Maaf saya telat, tadi ada sedikit kemacetan di jalan" Katanya. Kyaaaa suaranya ganteng bangettt guys, walaupun ngga bisa di dengar tapi bisa mendengar dengan hati nurani mweheheheh
"Ah tidak apa apa YuuGi, kami tidak lama kok menunggu nya" Kata Morina, adiknya YuuGi kemudian di sahuti dengan anggukan kepala ayah dan calon mertua.
Acara lamaran pun di mulai....
"Um... Selamat malam semuanya, atas semua yang telah di sepakati... Anak tunggal saya Glory Hirahara akan dijodohkan dengan anak anda YuuGi Dellamorta dan akan segera merayakan acara pernikahan. Saya tahu jika anak saya sekaligus calon mempelai perempuan masih belum dalam umur legal untuk melakukan pernikahan, usia antar kedua mempelai terpaut sangat jauh. Acara ini sebenarnya di lakukan bukan karena kedua mempelai saling mencintai tapi karena sebuah perjanjian yang membutuhkan jaminan yang sangat dibutuhkan sehingga kedua belah pihak menyetujui acara ini. Bagaimana pak Gaiiro?" Sambut ayahku memulai pembicaraan layaknya seorang MC
"Yaahh kita jalankan saja seperti yang sudah di rencanakan. Glory, jadilah menantu di keluarga Dellamorta. Ayah disini ada untukmu, ayah tau kau pasti sangat syok karena di usia yang seharusnya kau aktif sekolah tapi malah jadi begini hahhaahaha" Kata calon mertua laki- lakiku yang sok- Sokan kenal sok dekat.
"Ah iyaa Tu-eh maksudnya ayah hahaha." Jawabku canggung, ahh parah di samping ku malah ada calon suamiku yang ganteng banget, bikin jantung ngga aman.
"Oke pa, gimana kalau kita mulai aja acaranya sambil lanjut makan?" Kata YuuGi dengan nada rendahnya.
"Oiya iya, bener kita mulai saja sambil makan" Jawab calon mertuaku.
Dan acarapun dimulai, diawali dengan kata-kata ucapan terimakasihnya YuuGi kepada kedua wali.
"Sebelumnya saya ingin mengucapkan rasa terimakasih, karena kalian semua sudah menyetujui acara pertunangan ini dan akan di lanjutkan ke tahap yang lebih serius yaitu pernikahan" Katanya kemudian berpaling dan menatapku, dia berdiri berjalan ke depanku dan kemudian berlutut di hadapanku.
YuuGi memegang tanganku dengan lembut dia pun mencium nya. Ahh jantungku tidak karuan, pipiku merona dan tak berani menatap matanya yang terang-terangan menyoroti wajahku
"Glory, maukah kau menikah denganku? Di hadapan semua saksi dari masing-masing keluarga, aku berjanji akan selalu menjagamu, menyayangi mu sebagai istriku dan aku akan mencoba untuk tidak akan pernah membuatmu kecewa." Katanya, tangannya merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan kotak cincin yang sangat bagus, model kekinian dan cocok banget sama seleraku, itu seakan membuatku meleleh karena luluh akan kata- kata dan tindakannya
Ini mah udah seperti acara lamaran untuk pasangan beneran yang saling mencintai, tapi dia kok serius banget padahal ini cuma perjodohannya sama anak kecil sepertiku yang belum punya KTP
Karena terlalu terharu, berdebar-debar, dan merona. Aku malah membuatnya menunggu karena aku tak kunjung menyahut lamarannya. Mataku tertuju pada cincin yang ia tunjukkan, mataku jadi berbinar-binar karena melihat cincinnya yang sangat asli dan bersinar.
"GAK MAU!" jawabku, semuanya terkejut ya termasuk kalian yang membacanya juga ngga akan menyangka kan ? awokawokawokawok
"Glory! apa yang kamu katakan?! Cepat tarik kembali kata katamu dan bilang Iya!" Teriak ayahku
"Hah? Apa maksudmu? Aku kira kau adalah anak yang baik baik tapi kenapa?" Tanya calon mertuaku keliatan marah
"Apa-apaan ini? kalau tau begini mending aku *** party di apartemen dengan xxxxx, sayang sekali aku malah menolaknya tadi" Kata Roka menyambung dengan nada kesal dan kecewa
"Kau sudah membuang-buang waktuku dan anakku ke sini hanya untuk merestui kalian, dan siapa sangka akan seperti ini mending aku tidur di rumah" Sambung Morina si adik kedua
"Haaaa.... Kalian semua tenanglah!!" Bentak YuuGi ke mereka, dan pandangan nya kemudian kembali ke arahku dia belum juga berdiri dan masih memegang cincin yang belum aku ambil. Setelah semuanya tenang dia kembali melanjutkan perkataannya
"Glory ... aku tidak mau mengatakan ini untuk yang kedua kalinya nanti. Tarik kembali kata-katamu dan terima aku! Aku hanya akan memberikan kesempatan sekali untuk kamu menjawabnya. Jika kamu tetap menolak, kita lupakan acara ini dan anggap semuanya tidak pernah ada" Dia berbicara dengan tatapan yang tajam dan dingin, tidak ada senyum di bibirnya yang manis dengan lesung pipinya itu.
Aku pun bingung mau bagaimana, aku sudah membuat mereka marah dan mengacaukan semuanya. Jika aku menolaknya lagi mungkin keluargaku juga akan menjadi sangat terancam, aku harus bagaimana? Di sisi lain aku menolak lamaran ini ya karena aku ngga mau menikah di usia yang masih sekolah begini, dan dia juga sudah lumayan dewasa perbedaan umur kita sangat jauh yaitu 10 tahun. Tapi jika aku menikah dengannya bagaimana dengan sekolahku? bagaimana dengan bisnis bisnis gelap yang di ajarkan ayah kemarin? Aku jadi dilema...
"A-anu! I-itu perbedaan umur kita dan ...."
"Glory!" Bentak YuuGi dengan nada menekan, mungkin dia sudah emosi daritadi tapi dia tahan dengan baik ..
"Berhentilah bertele-tele dan hilangkan sikap plin-planmu itu! Kau tau kan kalau kau hanya punya kesempatan sekali?" Sambungnya.
Aku jadi semakin terdesak dan aku juga berada di pihak yang dirugikan, karena ini terlalu mendadak sekali sehingga aku tak bisa berfikir dengan baik. Takut nanti ada masalah besar karena sudah menganggu keluarga utama pemimpin Mafia di kota ini. Ahh sial! Akhirnya aku menyetujui lamaran itu.
"Ba-baiklah baiklah! Saya tarik kata-kata saya tadi dan saya menerima lamarannya YuuGi Dellamorta yang akan menjadi calon suami saya" Jawabku dengan terpaksa
Setelah mendengar jawabanku, mereka semua tersenyum gembira bahkan calon mertuaku tertawa ngakak, padahal barusannya mereka semua marah. YuuGi tersenyum lagi dan mencium tanganku kemudian memakaikan cincin di jari manisku di tangan kiri.
Manis sih manis keliatan sangat romantis tapi sangat terlihat kalau dia tidak menyukaiku. Dari tatapan dingin dan senyum terpaksanya itu sungguh membuatku ngga nyaman walaupun masih sempat dag dig dug di hatiku.