Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter27 Pertama kali ke Kasino


Di pagi hari yang mendung dan suram, udara terasa sangat dingin. Padahal sekarang aku punya jadwal kerja tapi rasa malas tiba-tiba menggerogoti. Aku ingin tidur karena suasananya sangat mendukung untuk tidur nyenyak padahal ini di lagi hari.


Tapi di luar terdengar sangat ribut, ternyata YuuGi yang telepon teriak teriak dengan nada keras.


"Apa?! Siapa itu Valen? Kenapa aku harus bertemu dengannya ayah?" Tanya YuuGi lewat telepon, ternyata ayah mertua yang menelponnya pagi pagi.


"Baiklah nanti malam aku pulang dengan Glory ke rumah, aku ngga mau kalau pulangnya ngga sama Glory apalagi kalau sampai menginap!" Lanjut kata YuuGi yang terdengar, aku keluar mengintip dan menguping pembicaraannya YuuGi lewat telepon walau hanya suarany YuuGi yang terdengar.


"YuuGi? Ada apa? Kenapa tumben ayah menelepon mu pagi pagi begini? Biasanya ngga pernah tuh" Tanyaku sambil menguap di depan pintu, YuuGi terdiam dan kemudian menjawab


"Nanti malam kita ke rumah utama ya, jangan pulang terlalu malam. Nanti sore aku jemput ke kantor pusat oke?" Jelasnya


"Tapi kan pertanyaan ku belum di jawab" Ketusku


"Tolong jangan bertanya apa apa lagi, nanti kau juga akan tau. Aku berangkat sekarang, kau belum mandi? Mandi lah, jangan lupa sarapan sebelum berangkat kerja" Katanya


"Apa kau tidak sarapan?" Tanyaku, karena ini masih terlalu pagi. Tidak biasanya YuuGi berangkat kerja sepagi ini. Aku mengangguk pelan dan kemudian YuuGi pergi dengan tergesa-gesa, aku terdiam melihat kepergian YuuGi yang tidak dapat menoleh sedikitpun ke arahku.


"Ada yng aneh dari sifatnya sekarang, apa hanya perasaanku aja ya?" Gumamku dan kemudian berbalik masuk ke kamar dan mandi bersiap untuk berangkat bekerja.


Setelah selesai mandi, bersiap,dan sarapan pagi aku pergi ke kantor di antarkan oleh supir pribadi yang bekerja di rumah. Saat sarapan aku, kepala pelayan dan pak koki sering bercanda. Kamu benar benar akrab dari dulu, sudah 2 tahun aku berada di rumah ini mereka selalu ada untuk mendukung ku makanya aku masih bisa bertahan sampai saat ini.


.....


Sesampainya di kantor, tumpukan laporan sudah sangat banyak. Aku terlihat seperti seorang pejabat yang tidak henti hentinya memeriksa laporan rakyat. Walaupun kerjanya hanya duduk dan membaca tapi pekerjaan yang seperti ini sangatlah melelahkan. Lebih suka turun langsung ke lapangan dan melihat mereka bekerja dengan baik.


Aku memutuskan untuk pergi ke Kasino untuk melihat lihat kerja anak buahku di sana. Aku di antar dan sampailah di kasino yang tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Hanya orang orang yang mampu membeli tiket masuk saja yang bisa bermain di kasino, jika ada orang yang gila judi tidak akan diijinkan masuk.


Apalagi ada yang mau ngutang pada Kasino, kasino tidak menerima peminjaman uang dari pemain. Jika ada pemain yang ingin meminjam uang untuk membeli chips atau langsung miminjam chipsnya maka akan segera di tendang keluar dari kasino.


Tapi saat aku mau masuk ke dalam, petugas yang menjaga di depan menahanku. Sepertinya mereka tidak tau siapa aku karena aku baru pertama kali masuk ke Kasino. Dan kalau aku jelaskan mereka tidak akan mudah percaya karena pada umumnya ketua mereka dari dulu itu adalah seorang laki-laki bukan seorang gadis yang baru memiliki KTP.


"Tunggu dulu nona! Apa anda memiliki kartu pelanggan tetap di Kasino? Sepertinya anda orang baru silakan ijinkan kami memeriksa anda terlebih dahulu,dan silahkan beli tiket pelanggannya terlebih dahulu di loket sebelah kanan" Kata salah satu penjaga yang menahanku di depan.


"Apa kalian kenal hamster?" Tanyaku, mereka terdiam dan saling memandang satu sama lain. Tak lama kemudian seperti nya mereka sudah tau dan menjawabnya


"Kalau kalian tau hamster, kenapa kalian tidak kenal denganku?" Tanyaku lagi, mereka kebingungan


"Bagaimana bisa kami kenal dengan anda? Kamu bahkan baru pertama kalinya bertemu dengan anda" Jelasnya


"Baiklah, aku adalah menantunya ayah mertua Gaiiro. Sekarang aku sudah boleh masuk kan?" Jelasku yang menerobos masuk, tapi mereka menarikku keluar dan menahan di luar.


"Menantunya Boss besar? Jangan mimpi dek, kamu tuh palingan baru tamat SMA kemarin bagaimana bisa menjadi menantu nya Boss besar hahahaha " Ledek mereka berdua, aku sudah menduga hal ini. Mereka tidak akan percaya padaku begitu saja.


Tapi seseorang datang untuk menyelamatkan ku dari dinginnya udara luar, dan di temani hujan gerimis yang mulai membasahi. Dialah Roka yang keluar dari dalam Kasino, dia berjalan mendekati ku. Aku melambaikan tangan ke arahnya, diikuti oleh kedua penjaga yang menoleh ke belakang. Mereka terkejut karena Roka keluar sendirian dari dalam.


"Kakak ipar! Kau datang! Masuklah!" Sambut Roka ramah, semuanya terkejut saat Roka memanggil ku kakak Ipar padahal umurnya jauh lebih besar dariku.


"Yo Roka, aku di tahan daritadi di sini padahal sudah aku jelaskan kalau aku adalah menantunya ayah mertua Gaiiro tapi mereka bilang kalau aku cuma bermimpi" Rengekku yang membuat kedua penjaga itu panik saat aku adukan kepada Tuannya.


"Ti-tidak Tuan Roka! Kami salah, tolong jangan pecat kami berdua Tuan!" Kata kedua penjaga itu merengek


"Berani-beraninya kalian membiarkan seorang menantu keluarga Dellamorta berdiri lama di bawah langit yang mendung dan gerimis! Minta maaf ke kakak iparku sekarang!" Bentak Roka yang membuat mereka berdua gemetar hebat.


Seketika mereka semuanya membungkuk dan memohon maaf kepadaku. Aku merasa kasihan kepada mereka padahal mereka tidak salah dan hanya menjalankan tugas mereka dengan baik dan sesuai peraturan yang ada.


"Baiklah santay saja kalian jangan lebay, aku maafin kok. Lain kali jika ada orang yang menjelaskan siapa dia, jangan langsung di tanggapi secara negatif. Tanya baik baik bukti yang mereka punya untuk membuktikan kalau mereka adalah benar benar identitas asli. Mengerti?!" Kataku


"Baik mengerti!" Jangan mereka serempak dan aku masuk ke dalam, tapi mereka masih tetap membungkuk padahal aku sudah memaafkan mereka berdua.


"Roka, kenapa mereka belum juga bangun padahal aku sudah pergi?" Tanyaku


"Mereka tidak akan bangun jika tidak di suruh berdiri oleh orang yang sudah dibuat mereka tersinggung." Jelasnya dengan santai, mengetahui hal itu tentu saja aku sangat terkejut dan buru buru kembali mendekati mereka berdua


"Bangunlah , jangan terus begitu. Aku sudah memaafkan kalian. Tapi ingat apa kalian akan berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi?!" Tanyaku


"Ya kamu berjanji!" jawab mereka barengan, aku puas dengan jawaban mereka yang penuh dengan semangat.


"Lain kali aku akan lebih sering datang ke ke Kasino, sambut ya nanti aku kasih hadiah dehhh hahahha"