Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter16 Dari awal YuuGi bukanlah suami yang baik-baik


Setelah aku merenung dengan keadaan perut kosong, akhirnya aku ketiduran karena lelah dan lapar yang bersamaan.


Di sisi lain....


YuuGi sedang asyik dugem di Diskotik Club malam di temani beberapa minuman alkohol dan cewek-cewek cantik mengelilinginya. Bajingan emang si YuuGi disini, ngga suka banget sama suami kayak gini.


Musik DJ jedag-jedug memenuhi ruangan dengan suara yang full, lampu diskotik kerlap-kerlip berbagai warna yang menyebabkan orang-orang cepat merasa mabuk padahal cuma minum seteguk wine.


Ditengah kenikmatan yang menyebabkan YuuGi kehilangan akal itu, seseorang datang membisikkan sesuatu yang sepertinya sangat serius. Tapi sedikitpun YuuGi tidak merespon kata anak buahnya sama sekali. Dia sama sekali tidak perduli dengan apa yang telah terjadi, tidak pernah terpikirkan olehnya bagaimana nasib istrinya sekarang atau orang tuanya.


Dibawah pengaruh alkohol yang sangat kuat, YuuGi memesan kamar dengan membawa perempuan ke dalamnya. Nafsu yang membara seakan membuat suhu di kamar itu menjadi benar benar panas. Suara *******, rintihan dan lain sebagainya bisa di dengarkan disana.


(note: Dasar YuuGi penggila ***, ngga cukup satu wanita doang malah mainnya sama banyak orang. Kalau kena Aids nanti baru tau rasa)


....


Sementara itu, ayahku sekarang telah menjadi buronan organisasi. Seseorang menyelinap masuk ke dalam rumah dan kamarnya ayah, kemudian dia membius dan membawa ayah ke tempat di mana aku berada. Nasibnya ayah sama sepertiku, tapi ayahku lebih beruntung karena setelah makan malam dia di culik. Tidak seperti ku yang dari siang belum makan.


Di keesokan harinya, badanku rasanya remuk kesemutan dan sangat sakit. Ini baru pertama kalinya aku tidur dengan posisi duduk di kursi seperti ini. Saat ku lihat ke samping ternyata ayahku sudah bangun duluan, dan tubuhnya sama sepertiku di ikat di mana mana dan mulutnya juga ikut di plaster.


Ayah sepertinya ingin mengatakan sesuatu kepadaku tapi tidak bisa, aku juga demikian sampai pada akhirnya 3 orang laki-laki yang berpenampilan sarkas datang. Mereka membawaku dan ayah ke suatu tempat menggunakan kursi roda. Jalan melewati lorong-lorong gelap yang sama seperti di ruangan bawah tanah.


"YuuGi?" Tanyaku dalam hati saat melihat punggung seseorang di depan dan kemudian orang itu masuk ke dalam sebuah ruangan dan menghilang.


"Eh sialan apa yang sedang dia lakukan?" AKu terkejut setelah melihat orang yang mirip dengan YuuGi itu mengambil sniper panjang dan kemudian pergi lagi. Aku masih ragu orang itu beneran YuuGi atau bukan, tapi wajahnya benar-benar terlihat sangat mirip.


Tidak kerasa ternyata aku dan ayah sudah sampai di tempat yang di tuju, di hadapanku sudah berdiri tokoh-tokoh penting di organisasi (kayaknya). Ada beberapa yang aku kenal dan ada juga yang belum aku kenal. Mereka semua memakai pakaian formal dengan jas warna hitam dan kemeja putih, benar-benar mafia.


Ayah mertua, Sanketa Bougenvillia, Oya Pedin ( Yang ngamuk di rumahnya ayah di eps 2) , Yakuya Pedin, Kara Rosen (yang ngambil ciuman pertamaku di eps 3), Shuisen Rosen, Esa Hiden (yang mirip sama YuuGi), Jonny Ja (dari Thailand). Mereka semua adalah petinggi di organisasi, ayahku Kai Sharon Hirahara termasuk salah satunya. Tapi sekarang posisi ayahku sudah di cap sebagai pengkhianat organisasi.


"Apa-apaan? Kalian menculikku kemarin sore dan sampai sekarang aku belum di kasih makan. Apa kalian mau membunuhku secara perlahan?" Ketusku, semuanya terkejut mendengarnya. Seharusnya aku berteriak dan meminta untuk di lepaskan tapi sekarang bukan waktunya untuk itu, perutku terus bernyanyi sampai sampai aku tak bisa menahannya. Jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk komplain soal makanan.


"Siapa bocah ini?! Berani sekali kau berbicara di depan ketua dengan gaya bicara santai seperti itu!" Teriak Oya Pedin yang kepribadiannya buruk. Bicaranya keras tapi otak dan tubuhnya lemah dan kepintarannya 0%.


"Diamlah Oya! Berikan mereka makan sebelum di interogasi!" Kata Yakuya Pedin yang merupakan ayah dari si buruk rupa Oya Pedin.


Tak ada beberapa menit makanan pun datang banyak sekali, mulai dari nasi, daging, sayuran, buah-buahan, desert, puding, jus dan kopi. Lengkap sekali, aku suka yang begini.


"Apa ada lagi yang anda inginkan Nyonya Muda?" Tanya pak kepala pelayan yang ternyata sudah ada di sana sejak kemarin.


"Anu gitu loh, kalau tanganku terikat kayak gini bagaimana caranya aku makan dengan lahap? Mending kalian buka dulu ikatan tanganku dan ayahku, aku janji ngga akan kabur kok" Jelasku dengan santai sambil tersenyum ke arah ayah mertua, ayah mertua berkesiap dan membalasku dengan senyuman juga.


Mereka yang di sana termasuk ayahku menjadi keheranan, ternyata para petinggi organisasi saat hari pernikahan ku tidak ada yang datang. Jadinya mereka tidak tau kalau aku adalah menantunya Gaiiro Dellamorta ketua mereka. Seharusnya YuuGi juga ada disana, tapi dia tidak datang karena keluyuran tengah malam mencari kesenangan.


Ayah mertua menyuruh anak buahnya membuka ikatan tanganku, saat ku lihat tanganku sudah berbekas merah-merah karena ikatannya terlalu kuat sehingga sampai sekarang rasanya sangat sakit.


Aku makan dengan lahap seperti para konten kreator mukbang, sambil melirik mereka yang ada di sana satu persatu dan memberikan mereka senyuman. Mungkin mereka merasa kalau aku mencoba untuk menggoda mereka seperti yang ada di pikiran Kara Rosen, tapi mereka salah aku tidak punya maksud yang seperti itu.


Ayahku kebingungan dan terus menatapku seperti memberi isyarat untuk menjelaskan semuanya karena aku terlihat sudah mengetahui banyak hal. Ayah tidak mau melihat para petinggi yang ada disana karena sepertinya ayah takut dengan mereka, padahal posisi ayah lebih tinggi dan ayah juga kuat di fisik dan otaknya hebat.


Setelah makan, perutku kenyang dan ngga bisa memikirkan apa-apa lagi. Dan semuanya menonton ku layaknya menonton acara pertunjukan, ayahku yang daritadi diam tidak menyentuh makanannya sama sekali.


"Argk gek, Ahhh mantap sekali, terimakasih makanannya!" Kataku sambil memasang ekspresi wajah yang sangat ceria padahal di dalam hati aku sudah sangat ketakutan sampai terkencing-kencing.


"Sepertinya kau sangat menikmati makananmu, kalau begitu mari kita mulai saja" Sambut Sanketa Bougenvillia seperti seorang pembawa acara. Ayahku yng kebingungan daritadi angkat bicara...


"Apa yang sebenarnya terjadi Ketua!? Sanketa dan semua petinggi yang ada di sini? Kenapa saya di tangkap?Tolong jelaskan Ketua!" Tanya ayahku, aku merasa kasihan dengan keadaannya ayah yang seperti itu, tapi aku tidak bisa menjawabnya. Karena sesuai perkataan pak kepala pelayan dan pak koki, aku harus bersikap seperti tidak tau apa-apa dan santay.