
Di tengah kesibukan para penjudi di Kasino, aku berjalan jalan sebentar melihat keadaan dan kemudian mencari tempat duduk tepat di depan Dealer yang sedang menganggur.
[note: Dealer adalah sebutan untuk orang yang bekerja di Kasino sebagai pengkocok kartu, pembagi kartu, menerangkan peraturan, sebagai wasit dan sekaligus sebagai pendamping pemain yang sendirian. Dalam artian dia ikut main gitu]
"Halo Nona, apa anda ingin bermain dengan saya?" Sapa Dealer dengan sangat ramah dan penuh senyuman.
"Bagaimana dengan pemasukkan Minggu ini? Apa kasino mendapatkan keuntungan?" Tanyaku. Mungkin Dealer itu belum tau aku itu siapa, jadinya dia hanya tersenyum dan menjawab
"Mohon maaf Nona, masalah internal Kasino adalah rahasia. Permainan apa yang ingin anda mainkan sekarang?" Tanyanya sambil mengalihkan pembicaraan, aku tau kalau semua Dealer di Kasino adalah orang-orang terpilih dan bisa menjaga rahasia Kasino.
"Hmmm Baiklah aku akan main... tolong rekomendasikan permainan yang bagus dan ngga membosankan dong, soalnya aku baru pertama kali masuk ke Kasino untuk bermain dengan Dealer yang sangat hebat" Kataku
"Anda terlalu memuji! Baiklah, menurut rating tertinggi permainan yang sering di mainkan di Kasino ini adalah permainan...."
"Halo Nona kecil, apa kau sedang sendirian? Bisakah aku menemanimu agar kau tidak merasa kesepian?" Sapa seseorang yang membuat kata-kata Dealer tadi terpotong.
Seseorang yang datang itu tak lain dan tak bukan adalah Pangeran Domino yang sering di panggil Pangeran Dom. Dia adalah satu-satunya anak Presiden yang sangat terkenal dengan kejeniusan dan ketampanan nya, makanya dia disebut-sebut sebagai pangeran.
Pangeran yang terkenal Jenius dan tampan ini mempunyai Hobbi yang sangat diluar ekspektasi masyarakat luar. Ya dia memiliki Hobbi berjudi bahkan sampai pernah menghabiskan uang bermiliar-miliar hanya untuk bermain judi. Hampir semua kasino yang ada di negara Kalligo ini dia datangi, tapi tidak banyak orang yang mengenalinya karena dia datang dengan menggunakan nama Samaran.
Tapi tak banyak juga yang tertipu karena wajahnya yang terlihat dimana mana itu membuat banyak juga yang mengenalinya, termasuk aku sekarang. Karena di iklan televisi dia sangat sering terlihat, bahkan sampai bosan aku melihatnya. Sekarang aku bertemu langsung dengan orangnya di Kasino milik organisasi yang aku jalankan sekarang.
Tapi harus sangat berhati-hati jika Pangeran Dom memasuki Kasino milik kalian, karena jika Pangeran menang maka Kasino akan mengalami kerugian yang sangat besar karena Dom sangat suka bertaruh dengan jumlah yang sangat besar. Namun jika Pangeran kalah, maka siap siap saja kalau keuntungan Kasino tiba-tiba meningkat pesat.
Makanya kalau memilih Dealer itu harus yang pintar pintar bermain karena kita tidak tau siapa yang akan bermain dengan para dealer kita. Tamu memilih Dealernya sendiri bukan Dealer yang menentukan siapa pemainnya, makanya di dalam situasi ini benar-benar sangat menegangkan.
Dia menghampiriku dan Dealer yanga ada di depanku tiba-tiba syok dan berkeringat dingin saat melihat siapa tamu yng akan bermain di mejanya. Aku juga sangat terkejut karena aku tidak tau kalau yang akan mendatangiku adalah Si monster judi yang sangat ditakuti hampir semua Kasino.
Tapi aku mencoba untuk tenang, tersenyum dan menjawab sapaan darinya
"Iya Tuan, saya sedang sendirian. Sangat senang saat Tuan datang menghampiri saya, maukah anda bermain dengan saya?" Tanyaku seakan tidak tau dia siapa Sebenarnya. Pangeran Dom tersenyum dan kemudian menarik kursi di sampingku. Dealer yang ada di depan mengedip-ngedipkan sebelah matanya ke padaku, seakan memberi kode kalau orang yang akan bermain denganku itu benar-benar orang yang berbahaya.
Tapi aku tidak bisa kabur begitu saja, Karena jika aku kabur sekarang maka aku akan di cap sebagai pengecut yang hanya berani bermain dengan Dealer yang lemah. Walaupun ini adalah permainan pertamaku di Kasino, tapi sebelumnya aku sering bermainn di rumah bersama dengan ayah yang dulunya adalah mantan Dealer legendaris yang sangat di segani.
"Nona benar-benar baik hati dan cantik. Apa anda mau bertaruh yang sesungguhnya?" Tanya Pangeran Dom seperti bermain-main,dan penuh kepercayaan diri yang besar.
"Peraturannya simpel, Jika aku yang menang maka kau akan mengambulkan satu permintaan ku. Dan begitu juga jika kamu yang menang maka aku akan mengabulkan satu permintaan mu" Jelasnya
"Permintaannya seperti apa?" Tanyaku
"Bebas! Kau boleh meminta apapun, begitu juga denganku. Bagaimana? Apa Nona sanggup?" Tantangnya, aku tidak mau kalah begitu saja walaupun tau aku pasti akan kalah.
"Baiklah! Kita Deal! Tapi permainan apa yang akan kita mainkan sekarang?" Tanyaku
"Black Jack 21!" Jawabnya, seketika aku terkesiap mendengar jawaban itu. Permainan Black Jack 21 adalah permainan yang sangat jarang di mainkan oleh pemain di kasino karena di salah satu peraturannya harus menggunakan Chip hitam khusus VIP yang harganya luar biasa mahal. Satu Chip hitam harganya sampai 1juta suitz .
[note: Suitz adalah mata uang yang ada di negara Kalligo]
Dealer dan 2 pengawal pengeran Dom sangat terkejut karena Pangeran Dom sangat berani menantang bocah kecil seperti ku dengan tantangan yang sangat besar.
"T-Tuan! Anda terlalu berlebih-lebihan, bagaimana bisa anda mengajak gadis kecil bertaruh begitu besar?" Tanya salah satu pengawal pangeran yang cemas
"Benar Tuan, bukannya saya tidak mau kasino mendapatkan keuntungan tapi anda sudah berlebihan" Sahut Dealer yang juga terlihat mengkhawatirkan ku
"Tidak apa apa, aku menerima tantangan mu! Walaupun aku belum pernah memainkan permainan ini sebelumnya tapi aku akan berdoa kepada keberuntungan. Kehilangan uang sekitar 5 miliar tidak akan membuatku jatuh miskin" Kataku dengan nada sombong. Pangeran Dom tersenyum puas atas jawaban ku sedang kan yang lainnya pada cemas
....
Permainan pun di mulai, diawali dengan membeli chip hitam. Saat ini aku benar-benar tidak membawa uang, aku meminta ijin untuk menelepon Kenzo yang sudah lama tidak berhubungan. Aku menyuruhnya mengambilkan aku uang sekitar 10 miliar di pin sakuku. Kenzo sangat terkejut tapi aku menyuruhnya untuk menjaga rahasia dan membawakan uangnya secara cepat.
Aku tidak menelepon kepala pelayan di rumahnya YuuGi karena takut nanti dia akan melaporkan nya ke ayah mertua atau YuuGi, bisa belibet jadinya. Dan aku percaya pada Kenzo karena dia adalah orang yang sangat bisa menjaga rahasia, sekecil apapun itu.
Tak lama kemudian Kenzo datang dengan membawa chip hitam bukannya uang. Aku hanya bisa berdoa untuk kehokianku agar tidak begitu rugi rugi amat gitu.
Dealer memulai permainan dengan membacakan peraturan permainan Black Jack 21.
Dan Teng! Permainan yang menegangkan pun akhirnya benar-benar di mulai.....