
Sementara itu di rumah sakit...
Dokter yang menangani YuuGi sudah keluar dari dalam ruangan, semua orang yang sedang menunggu di luar tiba-tiba berdiri dan segera menyerang dokter dengan berbagai pertanyaan.
"Dokter! Bagaimana dengan kakak saya? Apakah dia sudah sadar?" Tanya Roka antusias
"Pak dokter! YuuGi bagaimana? Aku sangat terkejut setelah mendengar kabarnya dan buru-buru pergi untuk menemui nya sekarang!" Tanya Valen yang tiba-tiba aja nongol di sana. Aku heran bagaimana bisa dia tau kalau YuuGi kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit ini?
"Mohon tenang, kalian semua pasti sangat mengkhawatirkan Tuan YuuGi. Kabar gembira, Tuan YuuGi sudah bisa melewati masa kritisnya dan sekarang kalian sudah bisa menjenguknya ke dalam. Tapi jangan buat keributan yang menyebabkan pasien merasa tidak nyaman" Jelas dokternya yang kemudian pamit untuk memeriksa pasien lain.
Aku sangat bahagia mendengar kata-kata nya si Dokter dan kemudian masuk ke dalam kamar pribadi yang di pesan oleh keluarga Dellamorta.
"YuuGi! Huwaaa apa kamu baik-baik saja?! Aku sangat khawatir dengan kondisi mu sekarang!" Kata Valen yang langsung Nyamber memeluk YuuGi yang berbaring lemah.
Aku yang dari tadi sudah mencoba untuk sabar, sekarang malah lebih di panas-panasin lagi. Aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi sekarang, aku menjambak rambutnya si Valen. Dan kemudian menamparnya tepat di bagian pipi kanan, dan langsung memerah.
Semuanya terkejut termasuk ayahnya si Valen, paman Eddy itu matanya membelalak. YuuGi juga terkesiap, suasana ruangan yang tadi sedih tiba-tiba berubah menjadi menegangkan.
"Apa-apaan? Kau menamparku?" Tanya Valen yang mencoba menampar balik ke arahku, tapi itu tidak berhasil. Aku menangkap tangannya yang lemah dan kemudian menghempaskan tangannya dengan keras.
" Emang kenapa kalau aku menampar mu? Kau merasa ngga terima? Merasa tersakiti? Iya?! Sebenarnya siapa yang sedang tersakiti dan tidak terima di sini? Jangan sok sksd lu sama suami gw! Emangnya lu siapa hah?" Tanyaku dengan nada marah, bahkan kata-kata ku jadi kasar karena emosi
Yang lain, semua pada tercengang dengan apa yang terjadi di hadapan mereka. Dan pak Eddy yang tadi diam sekarang sudah menunjukkan ekspresi tidak baik di wajahnya. Seperti nya dia tidak terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu.
"Hah?! Apa? Suami? YuuGi itu suamimu?! Jangan mimpi dek! Kau yang masih bocil kayak gini mana mungkin bisa nikah sama YuuGi!" Kata Valen yang sebenarnya sedang kesakitan tapi masih bisa mengejek.
"Ohhh kau tidak tau aku siapa pantes saja kau berani melakukan hal di luar batas wajar di depanku. Baiklah, aku akan memperkenalkan diri sekarang... Aku adalah Glory Dellamorta, menantu resmi dari keluarga Dellamorta. Salam kenal kalian semua yang baru datang, terimakasih sudah hadir menjenguk suamiku" Jelasku sambil tersenyum menoleh ke arah Valen dan Pak Eddy yang terkejut
"Apa maksudnya ini Gaiiro? Apa benar yang di katakan gadis kecil ini? Dia adalah menantu mu?" Tanya Pak Eddy ke ayah mertua yang daritadi diam menonton saja.
"Kau! Ahh kenapa kau tidak pernah mengatakan hal itu sebelumnya! Kenapa kau tidak memberitahuku kalau YuuGi sebenarnya sudah menikah! Lalu bagaimana dengan perjanjian pertunangan anakku dengan anakmu?" Tanya Pak Eddy marah
Valen tiba-tiba menangis yang membuat suasana makin ambuladur.
"Ya aku tidak memberitahumu karena kau tidak bertanya soal itu. Kenapa sekarang kau jadi menyalahkanku? Dan untuk masalah pertunangan itu, bukannya kamu terlalu lama ada di Angrenia dan tidak pernah pulang untuk waktu yang lama. Apa kau menyuruhku untuk menunggu hingga anakku si YuuGi menjadi aki-aki yang masih belum menikah? Lagian kan aku bilang (anakku), bukan berarti hanya YuuGi, anakku ada banyak dan si bungsu masih belum menikah sampai sekarang. Bagaimana bisa kau ribut hanya karena hal itu? Nikahkan saja si Roka dan Valen, umur mereka juga sama" Jelas ayah mertua panjang lebar namun santai
Pak Eddy terdiam sesaat dan Valen juga berhenti menangis, mereka melirik ke arah Roka yang daritadi nongol tidak tau apa apa. Roka tiba-tiba kebingungan karena semua orang mengarah ke arahnya, dia tersenyum canggung dan hanya menganggukkan kepalanya.
Pak Eddy yang tadinya marah sekarang ekspresi nya berubah menyeringai puas melihat penampilan dan wajahnya Roka yang tak kalah ganteng + keren di bandingkan dengan YuuGi. Pasti anaknya si Valen bakalan jatuh cinta dengan cepat kepada si Roka.
Dan tentu saja si Valen beneran jatuh cinta dengan si Roka padahal baru beberapa detik menatapnya. Emang dasarnya udah murahan dan ngga punya harga diri, sama siapa aja dia mau.
"Hah.... Benar Gaiiro! Kenapa aku begitu cepat menyimpulkan keadaan dengan emosi, hahaha kan ada si bungsu kan." Kata Pak Eddy yang tiba-tiba berubah suasana hatinya.
"Beih kau mah selalu buru-buru!" Sahut ayah mertua di barengi tawa yang keras
"Hahahaha bisa saja kau tidak pernah berubah Gaiiro! Hahahaha" Kata Pak Eddy sambil tertawa keras membalas tawanya ayah mertua.
Di dalam keharmonisan yang diawali ketegangan itu, ternyata si pasien kita terlupakan. YuuGi daritadi merasa tak nyaman dan katanya sudah berkali-kali memanggil kita tapi tidak ada yang mendengar.
"Hei kalian! Sebenarnya apa tujuan kalian datang kemari beramai-ramai? Apa hanya untuk bertengkar, bercengkrama, dan bernostalgia bersama? Kalian sudah membuatku terganggu! Mending kalian keluar sana! Sangat tidak membantu sekali kalian ada disini, yang ada malah bikin suasana hati makin buruk" Keluh YuuGi
Semuanya terdiam dan kemudian berbarengan mendekati YuuGi begitu juga denganku. Menanyakan bagaimana keadaannya, dan bertanya-tanya tentang kejadian kecelakaan kemarin (karena sekarang sudah mulai pagi).
YuuGi bilang kalau dia tidak pernah menduga akan ada kejadian seperti itu menimpanya secara tiba-tiba. Jika dia tau hal itu akan terjadi, dia pasti akan ikut keluar membantuku berbelanja. Kemudian YuuGi ingin kalau si supir truk agar disuruh membayar denda saja, tapi jika tidak bisa membayar denda maka dia akan di kurung dengan waktu yang sudah di tentukan.
Aku mengajukan untuk berdamai saja karena merasa kasihan kepada supir truk tidak mungkin bisa membayar sanksi yang sangat besar. Lagian kan YuuGi sekarang sudah sadar dan baik-baik saja, hanya kakinya yang cedera dan perlu alat bantuan khusus untuk berjalan. Dan menjalani terapi selama beberapa Minggu nanti.