Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter37 Ku kira teman ternyata beban


"Aku mencari Glory Hirahara, apa benar rumahnya di sini?" Tanya orang itu


Kedua penjaga itu saling bertatapan, sebenarnya tidak banyak orang yang tau nama asli orang-orang di organisasi, apalagi sampai tau selengkap itu. Kedua penjaga ini jadi curiga dengan orang yang berada di depan mereka itu.


"Darimana anda tau siapa itu Nona Glory?" Tanya salah satu penjaga yang di sebelah orang yang tadi ngomong.


"Ya karena aku adalah temannya waktu di desa dulu, sudah 3 tahun aku tidak pernah melihatnya lagi. Aku ingin bertemu dengannya, kebetulan sekarang aku kuliah di salah satu kampus ternama di kota ini. Semakin besar pula peluangku untuk bertemu dengan Glory, aku sangat merindukan nya" Sahut orang itu yang ternyata dia adalah seorang perempuan, teman masa kecilnya Glory (aku).


Mendengar penjelasan perempuan itu, kedua penjaga akhirnya mengijinkan perempuan itu masuk ke dalam. Saat itu ayah Hirahara sedang tidak ada di rumah, tidak ada di rumah sakit juga, intinya dia lagi sibuk gitu.


Seorang pelayan melayani perempuan yang mengaku sebagai temanku itu. Kemudian pelayan itu meneleponku yang sedang rayu-rayuan di rumah sakit bersama dengan YuuGi.


....


Drrrtttzzzz, dus tak jeng jeng jeng triruritrurittttiittt


Suara dering handphone yang sedang di telepon, aku buru-buru mengangkat telepon, ternyata itu telepon dari rumah


"Ya halo? Ada apa ayah?" Tanyaku. Karena biasanya yang menelepon dari rumah itu pasti selalu ayah dan itupun pasti selalu penting


"Ya halo Nyonya, Saya bik Rara pelayan baru direkrut Minggu kemarin di rumah Tuan. Ini saya mau menyampaikan kalau teman masa kecilnya Nona datang ke rumah, katanya dia sangat ingin bertemu dengan anda Nona" Jelas pelayan yang menelponku


"Teman masa kecil? Namanya siapa bik?" Tanyaku


|Dibalik telepon bik Rara bertanya siapa nama teman lamaku itu kepada orangnya langsung|


"Halo Nona nama Anda siapa? Nyonya bertanya" Tanya bik Rara bisik-bisik


"Nyonya? Dia Glory? Berikan teleponnya kepadaku!" Sahut perempuan itu seraya menyamber telepon yang sedang di genggam oleh bik Rara


|...|


"Gloryyy!!! Aku kangen bangettt, sekarang kau ada dimana?? Pulanglah aku sudah menunggumu di rumahmu! Penjagamu disini ternyata banyak banget yah, mereka semua sangat ramah kepadaku. Aku bahagia sekali, tapi pasti akan lebih bahagia lagi jika kau ada disini! Aku Marian! Anak tetanggamu yang malu-malu dan jarang keluar rumah itu loh! Kalau kau tidak mengajakku main duluan, pasti sampai sekarang kita tidak akan berteman! Kau ingat aku kan? Jangan bilang tidak ingat!" Jelas perempuan yang bernama Marian itu.


Aku berfikir sejenak sampai pada akhirnya aku ingat siapa dia. Dulu kami adalah tetanggaan, tapi Marian orangnya sangat pemalu dan jarang banget keluar rumah. Hingga pada suatu hari, ibunya Marian menyuruh Marian membawakan kue ke rumahku dan ibuku. Lalu aku mengajaknya bermain bersama, dari saat itu dah Marian selalu menempel kepadaku.


Kemanapun aku pergi dia pasti ada di belakang, keluarganya sangat menyayangiku. Dan saat ibuku meninggal, keluarga mereka lah yang pertama menawarkan agar aku tinggal bersama mereka tapi aku menolaknya.


"Ohh Marian! Tentu saja aku ingat! Kau kan saudaraku yang paling aku sayang, bagaimana bisa kau datang ke kota dan tau dimana rumah ayahku sekarang?" Tanyaku


"Aku tidak kuliah" Jawabku


"Lah kenapa? Bagaimana bisa kau tidak kuliah? Kau kan anak keluarga kaya raya! Uang buat kuliah kan tidak seberapa untuk ayahmu kan? Lihatlah rumah ini sangat besar bahkan aku kira kalau ini adalah sebuah istana tadi!" Sahut Marian


"Ah kalau masalah itu sih iya, aku tidak kekurangan biaya untuk kuliah. Tapi ada masalah lain yang membuatku ragu untuk kuliah lagi. Sekarang aku sudah bekerja, jadi aku tidak perlu memikirkan kuliah lagi" Jawabku


"Wahh kau bekerja dimana? Carikan aku kerja paruh waktu juga dong! Aku juga kan butuh uang untuk biaya hidupku di kota, ayah menyuruhku untuk tidak melanjutkan kuliah karena masalah biaya kemarin. Tapi puji Tuhan syukur aku mendapatkan beasiswa full sekarang, tinggal biaya hidupku aja yang harus ku cari sendiri" Jelas Marian, aku terdiam.


Dia memintaku untuk mencarikannya pekerjaan paruh waktu di tempatku bekerja, tapi bagaimana bisa aku bilang kalau aku bekerja sebagai penanggung jawab bisnis ilegal yang berbahaya.


"Baiklah, akan aku tanyakan dulu ke boss. Mungkin ada pekerjaan bagus yang bisa kau masuki di kantorku, kalau ada nanti aku kasih kabar kok ke kamu." Jawabku. Aku tidak mau membuatnya kecewa di awal awal jika aku menjawab kalau tidak lowongan untuknya di kantor organisasi.


"Baiklah! Aku tunggu informasi darimu yah! Tapi kapan kau pulang ? Kau ada dimana sekarang?" Tanyanya


"Aku ada di kantor sekarang, nanti agak malaman aku pulangnya. Kau tunggu saja di rumah ya, jangan canggung kalau ayahku pulang. Tapi biasanya dia tidak akan pulang kalau lagi sibuk kayak begitu sih." Jelasku


"Okey makasih ya, aku numpang disini dulu yah sebelum aku mendapatkan kos kosan yang murah di kota."


"Okey bye, sampai jumpa nanti malam ya Marian!" Kataku kemudian menutup telepon dengan segera.


Hatiku tidak tenang karena kedatangan Marian yang begitu mendadak, aku takut dia tau banyak fakta tentangku di rumah.


"Siapa ?" Tanya YuuGi yang daritadi mendengar percakapan ku dengan Marian lewat telepon.


"Marian. Dia teman ku saat tinggal di desa dulu, sekarang dia kuliah di kota dan minta untuk numpang sebentar di rumah sebelum dia mendapatkan kos kosan yang murah" Jelasku sambil mengerutkan kening


"Jangan mengerutkan kening kek gitu dong, keliatan jelek kalau kau terus begitu nanti kau cepat tua sayang" Sambung YuuGi.


"Ini bukan masalah ngga cantik atau cepat tua YuuGi! Aku takut nanti kalau Marian tinggal lama dirumah dia bakalan tau fakta fakta tentangku!" Jelasku


"Kenapa kau memikirkan hal itu? Kita tinggal Carikan saja kos kosan yang murah untuknya agar dia berhenti numpang di rumah ayahmu. Gitu aja ribet, lagian kan lambat laun dia juga pasti bakalan tau fakta yang sebenarnya tentangmu" Ledek YuuGi


"Iya sih bicara saja mah mudah, tapi dimana nyari rumah kos kosan yang murah di kota yang serba mahal seperti ini? Dia juga memintaku untuk membantunya mencarikan sebuah pekerjaan paruh waktu untuknya memenuhi kebutuhan hidupnya" Jawabku


"Kau tidak perlu memikirkan hal itu, nanti akan ku suruh Gen (kepala pelayan) untuk menyewakan rumahnya dengan harga murah kepada temanmu itu. Lagian kan rumahnya juga kosong karena dia tidurnya di rumah" Jelas YuuGi, aku setuju dengan masukkannya YuuGi. Tapi ada yang membuatku ganjal, bagaimana mungkin Marian bakalan percaya kalau rumah besar seperti rumahnya paman Gen di sewakan dengan harga murah?