Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter30 Pada akhirnya hasilnya seri!


Peraturan permainan Black Jack 21:


1) Pemain yang memiliki kartu mendekati 21 adalah pemenangnya, tapi jika kartu melebihi 21 maka akan di katakan kalah.


2) Kartu yang di bagikan oleh Dealer tidak boleh di buka saat Dealer belum mengatakan "silakan kedua pemain membuka kartu"


3) Chip yang di gunakan harus Chip hitam khusus VIP


4) Permainan yang di lakukan harus ganjil, agar bisa menentukan siapa pemenang dan siapa yang kalah


Nilai kartu yang ada dalam permainan Black Jack 21 yaitu


Jack\=11, Queen\=12, King\=13, Joker\=20, As\=1. Kartu Joker dan As disebut kartu paling sempurna di permainan Black Jack 21.


Peraturannya simpel dan cara mainnya juga ngga susah susah amat, tapi yang membuat permainan ini jarang di mainkan yaitu karena salah satu peraturannya mengharuskan pemain menggunakan Chip hitam khusus VIP.


.....


Dealer mulai mengacak-acak kartu dan kemudian membagikan nya masing-masing dua kartu ke setiap pemain. Aku belum berani membuka kartu karena di peraturannya dilarang membuka kartu sebelum dealer bilang buka. Tapi berbeda dengan Pangeran Dom yang sudah membuka kartunya dan melihatnya.


Padahal pangeran Dom telah membuka kartu tapi Dealer masih tetap diam, aku juga ikut ikutan membuka kartu dan melihatnya. Ternyata kartu yang aku dapatkan adalah Jack jantung dan empat wajik.


Sesaat kemudian telepon milik pangeran Dom berbunyi, dia mengangkatnya dan kemudian kartu yang dia pegang ditaruh di atas meja Dealer dengan posisi terbuka. Seketika Dealer bilang kalau pangeran Dom kalah. Aku terkejut tapi kemudian mengerti, jadi kartu terbuka yang di maksud adalah kartu yang di taruh di atas meja dengan keadaan terbuka.


Padahal kartunya dia lebih besar dariku tapi apa dia sengaja melakukan itu di awal awal? Agar aku menjadi semakin bersemangat mungkin? Tapi aku tidak akan tertipu begitu saja.


"Ahh maaf maaf, tadi anak buahku menelpon katanya penting. Tapi gapapa, kita lanjutkan lagi 2 permainan" Kata pangeran Dom sambil senyam-senyum sendiri


"Kenapa anda melakukan itu? Anda sengaja kan menaruh kartu di atas meja Dealer dengan keadaan terbuka seperti itu agar aku memenangkan di permainan pertama?" Kataku


"Haha selow Nona, kenapa anda begitu marah padahal anda sudah memenangkan permainan pertama" Sahutnya, aku jadi makin kesal karena merasa di remehkan.


"Baiklah kita lanjut" Sambungku


....


"Baiklah kedua pemain, saya akan membagikan kartu untuk permainan kedua" Kata Dealer yang kemudian dengan gesit membagikan kartu.


"Nona, anda terlihat sangat tegang? Dealer! Beri aku kartu ganti!" Katanya. Dealer kemudian mengganti kartu yang dia tukarkan dengan kartu yang berikan oleh Dealer. Aku tidak tau apa ada aturan kayak gitu, aku jadi ikut mencoba meminta untuk ganti kartu.


"Aku juga dong mau ganti " Rengekku, tapi melihat pangeran Dom tertawa lagi aku jadi makin jengkel.


"Maaf Nona, karena kesempatan mengganti kartu sudah di ambil oleh Tuan maka anda tidak bisa mendapatkan nya lagi. silakan tunggu di permainan genap selanjutnya " Sahut Dealer yang membuatku bingung


"Bukannya hal seperti itu tidak ada di peraturan permainan?" Tanyaku


"Mohon maaf sepertinya anda baru pertama kali memainkan permainan Black Jack 21, di dalam permainan ini ada peraturan tertulis dan peraturan tidak tertulis. Peraturann yang tidak tertulis salah satunya adalah menukar kartu di permainan genap, dan kesempatan hanya bisa di dapatkan oleh salah satu pemain." Jelas Dealer yang kemudian memberikan aba-aba untuk membuka kartu.


Tentu saja kartunya lebih besar daripada kartuku, dan pemenang kali ini adalah pangeran Dom. Hasil kita adalah 1:1 masih seri, tinggal satu permainan lagi untuk penentuan siapa pemenang yang berhak membawa uang sebesar 2miliar suitz.


Permainan ketiga pun di mulai, dan aku paling dag dig dug di bagian ini. Aku berdoa agar aku tidak kehilangan uang sebesar 2 miliar suitz untuk waktu yang sangat singkat ini. Menghabiskan uang sampai bermiliar-miliar tidak sampai perlu menunggu waktu satu jam, menghabiskan tidak sesulit mendapatkan uang.


Jika aku kalah untuk permainan kali ini, aku akan benar-benar akan menjadi seorang gadis miskin yang menghabiskan uang hanya untuk satu permainan.


Dealer membagikan kartu, dengan segera aku menyabetnya dan melihatnya. Betapa terkejutnya aku saat aku mendapatkan kartu luar biasa pas berjumlah 21! Hatiku benar-benar tenang sekarang, karena uang tak kan hilang hari ini.


"Kedua pemain silahkan buka kartu kalian!" Kata dealer yang membuat ekspresi ku penuh dengan kemenangan. Tapi siapa sangka kalau pangeran Dom juga memiliki kartu yang bernilai 21!


Dealer juga terkejut melihat keberuntungan yang seperti ini. Aku benar-benar beruntung karena mendapatkan kartu hoki ini. Karena hanya dengan kartu ini permainan kita seri lagi, dan uangku benar-benar balik total. Seharusnya permainan di lanjutkan untuk mendapatkan pemenang. Tapi pangeran Dom ingin berhenti saat ini juga.


"Maafkan aku Nona, padahal aku sangat menantikan kekalahan mu dan mengatakan dengan jelas permintaan yang akan kamu kabulkan. Kita akan bertemu di lain hari " Katanya kemudian dia pergi meninggalkan meja Dealer.


"Semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi!" Sahutku, setelah itu Aku juga buru-buru untuk pergi karena tidak mau nanti ada orang yang menantang lagi.


Sesampainya di parkiran depan, telepon ku berdering. Ternyata itu panggilan dari Resepsionis di hotel Dellavedova yang aku kenal saat acara makan malam waktu itu yang bernama Vera.


"Ya halo Vera, ada apa kok tumben nelpon biasanya lewat chat aja" Sapaku


"Maaf mengganggu waktunya Nyonya, saya ada kabar yang sangat menggawatkan! Nada harus mendengar nya!" Jawab Vera dengan penuh antusias


"Gawat gimana? Bicaranya pelan pelan dong, aku masuk ke mobil dulu yah. Pak kita pulang sekarang!" Jawabku


"Begini Nyonya, tadi ada seorang wanita datang ke hotel dan meminta agar dia bisa menemui Tuan YuuGi ke ruangan kerjanya. Perempuan itu mengaku sebagai tunangannya Tuan YuuGi, saya sangat terkejut saat itu. Tapi saya tetap menghantarkan perempuan itu ke ruangannya Tuan YuuGi. Tapi setelah saya menguping di luar ternyata Tuan YuuGi tidak mengenali perempuan itu dan terlihat dari ekspresi nya Tuan YuuGi seperti nya sangat tidak menyukai kedatangan perempuan itu. Tuan YuuGi marah marah dan menyuruh perempuan itu keluar tapi perempuan tidak keluar keluar sampai sekarang! Setelah saya hitung saat ini sudah hampir 3 jam mereka berdua masih di dalam ruangan yang sama Nyonya!" Jelas Vera bercerita