Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter21 Ngga usah terburu-buru!


Di kediaman besar rumah Gaiiro Dellamorta dan keluarga berunding di meja makan.


"Sayang... Menantu kecil kita sekarang kan udah mau lulus Sekolah kan ya... Bagaimana mulai dari sekarang kita merencanakan lahirnya cucu kedua kita? Misalnya beli baju bayi gitu untuk hadiah ulang tahunnya menantu kita yang sudah dekat, kan siapa tau jika kita kasih hadiah gitu mereka jadi segera tersadar kalau umurnya YuuGi udah bukan anak-anak lagi, dia harus segera memiliki anak." Kata ayah mertua panjang lebar sambil makan.


Ibu mertua hanya mengangguk kecil dan kemudian tersenyum, ibu mertua sangat jarang berbicara bahkan sudah selama 5 tahun terakhir belum ada yang mendengar ibu mertua berbicara. Bahkan sampai pernah di cap bisu oleh orang-orang.


"Ya aku tau kau juga pasti sangat menantikan cucu kecil kita lahir kan? Karena Sugik (anaknya Morina yang pernah di ajak saat acara lamaran) sudah besar dan nakal sekarang. Sayang sekali mereka tinggal sangat jauh dan tidak bisa pulang setiap saat, aku merindukan cucuku" Lanjut ayah mertua, sambil meneguk segelas air putih.


"Ayah berhenti lah membicarakan kak YuuGi! Lelaki hidung belang seperti nya tidak akan bisa punya anak karena spermanya sudah encer" Sahut Roka yang memperlihatkan wajar kesal karena daritadi di abaikan


"Ada apa Roka? Raut wajahmu buruuk sekali, apa kau cemburu?" Ledek ayah mertua kepada anak bungsunya yang sampai sekarang belum menikah sehabis menolak bertunangan dengan Glory.


"Umurmu sudah 25 kan di tahun ini? Menikahlah, dan cepat berikan kami cucu" Celoteh ayah mertua, semua anaknya di suruh cepat cepat memiliki cucu.


"Apanya yang menikah? Aku sangat menyesal sekarang ayah, jika tau kalau Glory itu anaknya super cantik dan imut aku tidak akan menolak pertunangan itu dan memberikannya kepada kakak. Glory juga anaknya pintar dan mungkin saja akan menguntungkan organisasi jika kita merekrutnya." Jelas Roka, ayah mertua jadi terkejut mendengar kata-kata anaknya


"Kenapa baru sekarang kau bilang menyesal?" Tanya ayah mertua


"Tentu saja, dulu aku menolaknya karena aku belum siap untuk menikah dan aku juga memikirkan dia yang masih sangat kecil untukku. Dan siapa sangka kalau kakak yang jauh lebih tua menikahinya, bahkan dia sering mengabaikan Glory" Ayah mertua lagi-lagi terkejut mendengar nya


"Mengabaikan apa maksudmu?!" Tanya ayah mertua dengan seksama


"Ayah tidak tau kalau kelakuan anak kesayangan mu itu sangat kurang ajar? Aku hampir tiap hari melihatnya di club' malam bahkan tidak pulang selama beberapa hari, aku mengetahuinya karena aku manager di club organisasi. Tapi aku tidak mau mendekati nya karena aku takut dengan kakak, aku menyesal karena telah menolak untuk melindungi Glory. Aku menyuruh kakak untuk menikahinya menggantikanku karena aku percaya kalau kakak adalah lelaki dewasa yang bisa di percaya tapi ternyata dugaanku salah. Dia lelaki brengsek yang sangat ku benci. Ayah lihatkah saat acara makan malam di rumah Minggu lalu? Kak YuuGi menarik tangan Glory dengan keras seperti sedang menyeretnya padahal Glory sudah minta tolong untuk di lepaskan" Jelas Roka yang ternyata diam-diam mengetahui fakta yang hampir tidak di ketahui oleh siapapun di keluarga


"Kurang ajar Si YuuGi, dia sudah menghancurkan perjanjian. Berani-beraninya dia, aku harus menanyakan langsung dengan YuuGi!" Kata ayah mertua sampai menampar meja makan dengan keras.


"Baiklah tenang dulu ayah, Minggu depan kita ke rumahnya kak YuuGi aja gimana?" Tanya Roka


"Kenapa harus Minggu depan? Besok kita ke sana pagi-pagi!" Sahut ayah mertua sambil berdiri


Akhirnya ayah mertua menyetujui hal itu dan ingin segera menyelesaikan masalah keuangan di kasino yang sedang kacau. Ternyata Roka adalah anak baik dan merupakan salah satu penasihat organisasi yang sangat di segani karena masukan-masukan dan ide ide cemerlang selalu datang darinya.


....


Sementara itu di rumah YuuGi di pagi itu kedatangan seorang tamu yang sangat di rindukan. Yaitu ayahku! Ayahku mampir karena merindukan ku, aku sangat senang.


Maksud kedatangan ayahku ke rumah ternyata ada maksud tersembunyi. Dia menanyakan hubungan kami berdua apakah baik-baik saja atau ada masalah di rumah tangga. Selain itu dia juga menanyakan tentang rencana kehamilan. Aku dan YuuGi sangat terkejut mendengar hal itu


"A-apa maksud mu ayah? Ayah kan tau kalau aku belum lulus sekolah!" Kataku yang ngga terima kalau ayah ngungkit-ngungkit masalah punya anak padahal cita-cita ku aja belum kecapai.


"Iya ayah, Lory bahkan belum lulus sekolah. Dia baru saja selesai ujian, umurnya juga masih muda, dia pasti akan memberikanku banyak anak!" Sahut YuuGi menenangkan


"Ya dia memang belum lulus hari ini, tapi kan bulan depan dia sudah lulus. Dia juga memang masih masih muda, tapi kau yang sudah tua! Mau sampai kapan kau akan menunggu?" Celoteh ayahku yang sudah mulai cerewet tentang itu


"Aku masih belum setua itu ayah, aku janji akan cepat-cepat memberikanmu cucu dan juga keluargaku. Tapi tidak di tahun ini ayah" Jawab YuuGi dengan tenang agar tidak ada pertengkaran di hari yang cerah ini


"Benar ayah, aku bahkan belum mewujudkan cita-cita ku. Bagaimana bisa ayah berkata seperti itu?" Sambungku menegaskan


"Cita-cita apa lagi? Bahkan kau sekarang sedang tidak kekurangan uang, diam saja di rumah atau bekerja di organisasi. Ayah hanya punya kamu satu-satunya, setelah ayah mati nanti tanah, rumah, dan semua warisan ayah pasti akan ayah berikan kepadamu" Jelasnya.


Aku jadi teringat kalau aku lahir di keluarga orang kaya, ayahku kaya bahkan sekarang aku menikah dengan suami yang kaya raya, ayah mertuaku juga sangat kaya. Aku tidak kekurangan makan sedikit pun, apa yang perlu aku perjuangkan? Uang? Bahkan sudah melebihi, makanan? Sudah sampai mau muntah makan terus.


Padahal hanya tinggal bersantai dan menikmatinya saja, kenapa aku harus repot-repot bekerja? Lowongan kerja ada banyak karena aku adalah menantu boss mafia yang punya banyak lowongan kerja. Apa lagi yang kurang coba? Ternyata kata-katanya ayah ada benarnya juga. Pikirku tergoyahkan, tapi memikirkan apa ayah katakan itu tidaklah salah.


"Hmmm ternyata ayah ada benarnya juga, kenapa aku harus pusing memikirkan hal itu? Lebih baik aku bekerja aja langsung di organisasi, kuliah juga buang-buang uang ntar juga ngga bisa langsung dapet kerjaan. Mending langsung kerja, ngumpulin duit banyak-banyak agar anak-anak nanti tidak ada yang kekurangan." Sahutku membenarkan kata-katanya ayah, ayah tersenyum bangga dengan jawaban ku. Tapi tidak dengan YuuGi, dia merasa heran