
"Aku pulang! Ehhh ayah? Kenapa ayah berkunjung tanpa pemberitahuan terlebih dahulu?" Kataku seraya berjalan mendekati ayah dan memeluknya. Setelah dilihat dari dekat ternyata keriput di wajahnya ayah sudah mulai jelas terlihat, tapi kenapa ayah mertua masih terlihat sangat ganteng dan muda ya? aku tidak tau siapa yang lebih tua di antara ayah dan ayah mertua.
"Kenapa hampir semua orang yang ada di rumah ini bertanya kenapa aku datang ke sini? Apa segitu ngga sukanya kah kalian kalau aku mengunjungi anakku kadang-kadang?" Celoteh ayahku. Dia terlihat makin cerewet sekarang, mungkin karena faktor umur yang makin menua jadinya dia menjadi lebih cerewet dari biasanya.
"Ngga ayah, aku tidak bermaksud seperti yang ayah pikirkan! Aku sangat merasa senang saat ayah berkunjung ke rumah, tapi ya gitu aku hanya terkejut aja gitu ayah tiba-tiba berkunjung dengan alasan sekedar rindu padaku. Sebenarnya ada apa ayah?" Tanyaku.
YuuGi hanya diam duduk sambil memandangi kami silih berganti. Seperti nya tadi ada hal yang membuatnya tersinggung, mungkin ayah yang menyebabkan dia begitu. Karena ayah mulai mengetahui sifatnya YuuGi yang asli akhir-akhir ini banyak laporan yang tidak mengenakkan tentang YuuGi.
"10 miliar" Kata ayah. Aku dan YuuGi terkejut mendengar kata miliar dari mulutnya ayah.
"10 miliar? Apanya yang 10 miliar ayah?" Tanya YuuGi mengkerut kan dahinya. Sementara aku sangat panik, ternyata ayah sudah mengetahui kalau aku menarik uang di pin saku sebesar 10 miliar untuk adu judi dengan pangeran Dom. Padahal aku sudah memberikan sogokan untuk Kenzo agar tetap menjaga rahasia kalaupun itu ayahku tetap harus di rahasiakan. Tapi bagaimana ayah bisa tau?! Apa Kenzo berkhianat?
"I-iya ayah... apa ayah memerlukan uang sebesar 10 miliar itu?" Tanyaku gugup. Walaupun itu uangku yang di wariskan ayah kepadaku, tapi dia belum memberikan nya kepadaku tapi aku sudah duluan mengambilnya. Syukur saat main judi tadi hasilnya seri makanya uangnya tidak jadi melayang.
"Jangan pura-pura tidak tau Lory! Kau pakai untuk apa uangnya?" Tanya ayahku. Syok, benar-benar syok aku saat ayah bertanya demikian. Aku benar-benar bingung harus menjawab apa.
"Maksud ayah Lory mengambil uang sebesar 10 miliar suitz?" Sahut YuuGi yang ikut terkejut, kemudian menoleh ke arahku. Seakan meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya dari sorot matanya yang tajam.
"I-iya! Aku memang mengambil uangnya. Uangnya udah aku bawa sekarang kok, nanti aku masukkan ke pin saku lagi haha." Jawab ku sambil cengar-cengir agar ayahku tidak marah lagi
"Aku tanya kau pakai untuk apa uang itu?" Tanya ayah menegaskan pertanyaan yang belum aku jawab. Aku makin bingung mau jawab pakai alasan apa, karena kan ngga mungkin aku bilang kalau uang itu aku pakai buat berjudi.
"Itu loh, tadi ada temen arisannya Lory yang sombong banget kemana mana bawa uang miliaran didampingi anak buahnya. Tadi dia meledekku bilang ngga pernah pegang uang sebesar 1miliar, mentang mentang dia istri seorang lawyer miliarder. Ya aku ngga terima dong kalau aku di ledek kayak gitu. Ngomong-ngomong ayah tau darimana kalau aku mengambil uang di pin saku?" Jelasku membuat alasan bohong. Tapi YuuGi terlihat tidak percaya dengan penjelasan ku yang baru saja aku karang.
"Bagaimana bisa sikapmu itu terlalu kekanak-kanakan sekali? Apa untungnya jika kau memperlihatkan uang di depannya? Yang ada malah membuat orang makin iri dengki terhadap mu!" Sahut ayahku menggelengkan kepalanya. Aku merasa lega karena ayah tidak curiga dengan alasanku
"Tapi Lory dari tadi aku penasaran soal ceritamu tadi." Kata YuuGi yang tiba-tiba membuat hati gundah lagi, jangan -jangan dia menyadari kebohongan ku. Ah aku memang payah soal berbohong.
"A-apa yang membuat mu penasaran?" Tanyaku
"Sejak kapan kamu ikut arisan ibu-ibu? Kenapa kau tidak pernah bercerita tentang itu dengan ku? Apa yang sedang kamu sembunyikan dariku?" Tanya YuuGi. Deg!! Jantungku mulai berdegup kencang, YuuGi memang orang yang tidak bisa dibohongi
"Ah soal itu! Aku baru mulai ikut arisan ibu-ibu baru-baru ini! Iya baru-baru ini.... aku belum sempat bilang ke kamu karena kan kamu tuh sibuk bekerja, aku takut jika itu akan membuatmu terganggu " Jelasku
Belum sempat YuuGi membalas kataku, klakson mobil berbunyi keras di halaman rumah. Aku, YuuGi, dan ayah buru-buru bangun dan berjalan keluar melihat siapa yang datang. Ternyata itu cuma utusan dari ayah mertua untuk menyampaikan kalau YuuGi, aku dan ayah harus datang ke rumah utama keluarga Dellamorta.
Aku ngga tau harus merasa kesal atau senang. Aku kesal karena disuruh datang ke rumah utama yang besar itu padahal aku sudah berencana untuk tidur lama malam nanti. Tapi aku juga merasa senang karena dengan kedatangan orang ini aku jadi ngga jadi diintrogasi lebih jauh tentang kebohongan ku itu. Dan sesuai dugaan, ayah dan YuuGi tidak bertanya apa apa lagi soal ceritaku tadi. Aku berfikir kalau mereka pasti akan segera melupakan hal itu karena uangnya sudah kembali.
.....
Petang pun hadir, aku siap-siap untuk pergi ke rumah utama atas undangan dari ayah mertua tadi. Aku tidak tau ini undangan untuk acara apa, jadi aku jadi agak bingung harus memakai baju apa. Kenapa di rumah ini semua pelayanan harus laki-laki? Aku jadi kesal karena tidak mempunyai teman untuk memberikanku saran pakaian yang cocok.
Melihat YuuGi yang hanya memakai baju kaos biasa di selimuti jaket, aku juga memakai baju biasa dan jaket karena si malam ini udara akan sangat dingin. Wajah polos tanpa riasan terasa sangat ringan.
Sudah waktunya berangkat, aku hanya membawa beberapa keperluan penting seperti handphone dan charger. Karena kata YuuGi kita tidak akan menginap disana malam ini, hanya mampir sebentar dan setelah urusan selesai maka aku dan YuuGi akan pulang. Ayah juga akan pulang ke rumah Hirahara.
Di dalam perjalanan aku dan YuuGi hanya diam tanpa bicara, suasana jadi canggung seperti orang yang baru kencan pertama kali. Tapi tiba-tiba YuuGi mulai bertanya soal masalah arisan tadi.
"Lory, siapa nama ibu yang kau bilang sombong tadi?" Tanyanya. Aku yang sedang asyik mengunyah keripik tiba-tiba keselek dan minum air kemudian tenang. Kenapa dia harus bertanya soal itu lagi huwee, padahal aku kira dia udah melupakan soal itu.