Istri Kecil Di Keluarga Mafia

Istri Kecil Di Keluarga Mafia
Chapter31 Bagaimana caranya dia keluar?


Setelah mendengar cerita dari Vera, hatiku langsung tergerak. Aku tidak akan membiarkan YuuGi lagi lagi seperti ini, aku berencana untuk pergi ke hotel Dellavedova sekarang juga. Dan aku sudah menyuruh Vera untuk tetap berjaga-jaga di depan, andaikan kalau YuuGi sudah keluar hotel maka Vera harus segera memberitahu ku


"Paman kita putar balik sekarang juga, antar aku ke hotel Dellavedova!" Suruhku ke paman sopir yang sedang menyetir menuju ke rumah


"Baik Nyonya! Tapi kenapa kok tumben anda ke hotel, apa anda sangat rindu dengan Tuan YuuGi?" Tanyanya dengan maksud mencairkan suasana


"Tentu saja, aku sesekali harus menjenguk suamiku yang sedang bekerja kan? Biar tidak bebas terus ntar di serang harimau betina kan bisa bahaya" Sahutku. Pak sopir tertawa ringan dan kemudian melanjutkan kemudian ya menuju hotel.


Ternyata hotel Dellavedova tidak terlalu jauh dari Kasino, jadinya sampainya cepat. Aku segera masuk ke dalam dan bertemu dengan Vera yang sudah menunggu di depan. Banyak orang yang melihat penampilan ku yang terlihat glamor, berbaju jas ala ala jubah panjang, tubuh pendek dan muka masih remaja. Mereka kira aku masih anak SMP


"Bagaimana? YuuGi udah keluar dari ruangannya?" Tanyaku


"Belum Nyonya, silakan ikuti saya. Saya akan menunjukkan jalannya" Sahut Vera yang kemudian berjalan di depan untuk mengarahkan dimana ruangan kerjanya YuuGi.


Sesampainya di ruangannya YuuGi yang ada di lantai 2 paling pojok kanan. Aku mengetuk pintunya, tapi tidak terdengar suara sahutan dari dalam. Aku jadi makin curiga, aku langsung mendobrak masuk ke dalam.


Tapi di dalam tidak ada apapun, tanda tanda keberadaan orang pun tidak ada. Aku berbalik melihat ke arah Vera yang keliatan panik dan berkeringat dingin.


"Apa maksudnya ini? Dimana mereka?" Tanyaku, Vera hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya sekarang. Padahal tadi jelas jelas dia sudah memperhatikan terus ruangan ini, tidak akan orang yang keluar dari ruangan ini sejak dia mengantarkan Valen ke ruangan itu.


"A-anu Nyonya! Saya tidak bermaksud untuk menipu Anda soal ini atau ada rencana untuk merusak hubungan anda dengan Tuan YuuGi! Ta-tapi saya...."


"Sttt! Diamlah" Sahutku memotong perkataan nya Vera.


Aku menelpon YuuGi untuk bertanya posisinya sekarang. Belum beberapa detik YuuGi sudah mengangkat teleponnya, biasanya tidak pernah dia fast respon seperti ini.


"Ya Halo Lory? Ada apa?" Sapanya


"Ya YuuGi, sekarang kau ada dimana?" Tanyaku


"Aku sekarang ada di rumah, di depan tadi ada mobilnya ayah parkir. Aku kira kamu ada di rumah bersama dengan ayah, tapi ternyata kau tidak ada. Sekarang kau ada dimana, pulanglah" Jawabnya. Aku jadi semakin heran, padahal katanya YuuGi dan Valen tidak keluar dari ruangan ini, tapi tiba-tiba sekarang udah ada di rumah? Apakah mereka teleportasi?


"Ohh aku kira kau ada dimana sekarang ternyata sudah di rumah. Btw ayah siapa yang pulang?" Tanyaku


"Ayah Hirahara" Sahutnya. Agar memudahkan mengenali ayahnya siapa, kami sepakat memanggil ayah mertua dengan sebutan nama marga mereka.


"Baiklah aku akan pulang sekarang " Jawabku, kemudian aku matikan teleponnya.


"Tenanglah! Aku tidak akan menggigit mu, lupakan hal yang tadi. sekarang baliklah bekerja, aku juga mau pulang sekarang. Makasih ya sudah memberitahukan ku soal YuuGi tadi" Kataku, kemudian pergi meninggalkan ruangan yang rapi itu dan pergi untuk pulang.


Tapi banyak teman temannya Vera yang penasaran denganku, karena aku satu satunya orang yang paling menarik menurut mereka. Masuk tanpa permisi dan tanpa bayar bayar, begitu juga saat keluar tanpa permisi dan langsung menghilang.


"Eh Vera, siapa gadis yang tadi itu? Apa barusan kau sedang melayani tamu VIP khusus?" Tanya temannya Vera yang penasaran.


"Bukanlah, dia adalah Nyonya istrinya pak CEO di hotel ini" Jawabnya Vera. Semua teman temannya terkejut


"Jadi Pak CEO yang ganteng itu sudah punya istri??" Tanya seseorang


"Eh tapi menurutku saat melihat postur tubuhnya yang kecil itu, lebih tepat disebut sebagai adiknya ngga sih bukannya seorang istri" Kata seseorang yang di sebelahnya yang tadi.


"Eh iya bener deh, aku juga ngga percaya kalau perempuan kecil tadi adalah istrinya Pak CEO yang ganteng dan berpikiran dewasa." Gosip gosip


"Aku sudah menduganya sih sebelumnya kalau pak CEO sebenarnya sudah memiliki seorang istri kalau di lihat dari umurnya yang sudah mendekati usia 30tahun. Tapi di dalam hayalanku istrinya itu pasti sosok perempuan yang sempurna dengan wajah cantik, tubuh ramping seksi, dan tentunya mempesona. Tapi ternyata realita tak seindah ekspetasi " Gosip gosip


"Iya loh, kecil banget. Gimana ya proses mereka saat malam pertama yah? Duhh pasti robek dah tu istrinya kan kecil banget" Gosip gosip


"Heh kalian! Kembali kerja! Jangan ngegosippin istri boss kita dong, yang ada kalian bakalan di pecat saat ini juga kalau kedengeran!" Bentak Vera mengagetkan mereka yang baru saja bergosip tentang ku.


Semuanya pun bubar, tapi masih juga ada karyawan yang membicarakan hal itu diam diam. Gosippun sekarang sudah semakin melebar di kalangan karyawan hotel khususnya yang perempuan yang kebanyakan suka gosip gosip hangat.


......


Sementara itu YuuGi di rumah berdampingan dengan ayah sambil menikmati hidangan teh hangat dan kue ringan. Kecanggungan pun hadir di antara ayah mertua dan menantu laki-lakinya itu. Karena mereka sangat jarang berbicara atau bertemu satu sama lain, disaat saat seperti ini mereka menjadi sangat canggung dan tidak tau mau membahas apa.


"Hmm Ayah... Bagaimana kabar ayah hari ini? Apakah ayah sehat?" Tanya YuuGi agak canggung, ayah melihat ke arah YuuGi dengan ekspresi masam


"Kau sudah lihat kan sekarang aku lagi duduk sambil menikmati teh buatan pelayanmu. Tentu saja aku sehat!" Jawabnya ayah ketus. YuuGi jadi merasa aneh mendengar jawaban ayah mertuanya yang seperti itu, apa dia melakukan kesalahan?


"Ayah sudah makan siang? apa ayah mau bertemu dengan Glory?" Tanya YuuGi random mencari topik pembicaraan agar tidak canggung canggung amat


"Ya jelas aku datang ke sini pasti mau melihat keadaan anakku! Apa dia sudah di jaga dengan baik, apakah dia sehat, tidak tersakiti? Itu kan sudah normal bagi seorang orang tua datang ke rumah menantunya untuk menjenguk anaknya. Eh siapa sangka kalau yang menyambutku di sini hanyalah seorang pelayan dan bukannya anakku yang datang malah si menantu ngga bertanggungjawab ini yang datang" Celoteh ayahku


"Ngga bertanggungjawab gimana ya maksud ayah? " Tanya YuuGi yang merasa tersinggung dengan perkataan ayahku yang bilang dia menantu yang tidak bertanggungjawab.