
Tidak terasa waktu satu bulan telah berlalu. Mira yang kian menempel tiap kali ada kesempatan dengan Papanya, dan juga Marsha yang masih melakukan kegiatan kesehariannya sebagai Ibu Rumah Tangga. Beberapa kali juga, Marsha menjadi selebgram dan menerima endorse dari barang-barang untuk baby, sehingga tidak hanya mendapatkan Rupiah, tetapi barangnya juga bisa dipakai oleh Mira. Sementara studio foto milik Abraham juga berlangsung dengan normal.
Akan tetapi, di akhir pekan ini tidak mengira bahwa ada sosok yang mengunjungi kediaman Marsha dan Abraham. Kala itu, masih ada Mama Diah yang masih berada di Jakarta dan tinggal bersama Marsha dan Abraham di sana. Sehingga, kala Mama Saraswati datang ke sana pun Mama Diah tampak kaget dibuatnya.
"Permisi," sapa Mama Saraswati yang kala itu datang dan mengetuk pintu rumah Abraham.
Marsha dan Mama Diah yang berada di ruang tamu pun terkejut dengan kedatangan Mama Saraswati. Terlebih Mama Diah yang tampak menghela nafas terlebih dahulu.
"Ma," balas Marsha yang juga bingung karena tiba-tiba Mama Saraswati datang ke rumahnya.
"Maaf, apa Mama mengganggu?" tanya Mama Saraswati dengan melihat Mama Diah yang ada di sana.
Jujur saja, Mama Saraswati seolah belum siap untuk bertemu dengan Mama Diah. Ada luka di masa lalu yang membuat Mama Saraswati begitu sungkan untuk bertemu dengan Mama Diah. Hubungan yang tidak baik di masa lalu, dan tentu menyakiti Mama Diah dan Abraham. Jika Abraham sudah memaafkan, tetapi Mama Saraswati tidak tahu apakah Mama Diah juga telah memaafkannya.
"Silakan masuk Ma," balas Marsha yang mempersilakan Mama Saraswati untuk masuk dan duduk di runag tamu.
"Eh, Sha ... lain waktu saja Mama ke sini," balasnya. Seketika gugup begitu melanda dan juga ada ketidaksiapan dari Mama Saraswati untuk bertemu dengan Mama Diah di sana.
"Silakan masuk," ucap Mama Diah pada akhirnya.
Marsha seolah berdiri di antara dua wanita dengan gunung amarah dan kekesalan di dalam hatinya. Sepenuhnya Marsha tahu bahwa baik Mama Diah dan Mama Saraswati memiliki masa lalu yang tidak baik. Namun, sekarang Mama Diah bahkan mempersilakan Mama Saraswati untuk masuk.
"Mama," bisik Marsha dengan lirih.
Terlihat Mama Diah memberikan anggukan kecil dan menyentuh lengan Marsha di sana, "Iya Sha ... tidak apa-apa," balasnya.
Sungguh, Marsha sangat tahu bahwa hati Mama Diah masih ada rasa sakit di sana, tetapi Mama Diah justru mempersilakan Mama Saraswati untuk masuk. Mama Saraswati yang semula hendak pergi pun perlahan berbalik, dan menundukkan wajahnya. Dia memasuki rumah Marsha, tetapi seolah tidak berani untuk bersitatap dengan Mama Diah di sana.
"Terima kasih banyak, Ma ... padahal tidak perlu tidak apa-apa loh Ma. Sebentar, Marsha buatkan minum dulu yah," ucapnya.
Sehingga Marsha beranjak untuk pergi ke dapur terlebih dahulu dan membuatkan minuman untuk Mama Saraswati. Sementara di ruang tamu ada Mama Diah dan juga Mama Saraswati yang sepenuhnya diam. Mungkin bingung juga untuk memulai pembicaraan mengingat hubungan keduanya yang tidak baik.
Namun, sesaat kemudian ada Abraham yang turun dari kamarnya dengan menggendong Mira. Terlihat Abraham juga terkejut melihat Mama Diah dan Mama Saraswati yang duduk di ruang tamunya.
"Mama," panggil Abraham kepada Mamanya. Akan tetapi, Mama Saraswati juga melihat kepada Abraham.
"Bram," sapa Mama Saraswati memanggil anak sulung suaminya itu.
"Tante ... kapan datang?" tanya Abraham dengan sopan.
"Baru saja, Bram ... mau mengunjungi kalian karena di rumah sepi," balasnya.
Kemudian Abraham mengambil duduk di ruang tamu itu dan sembari menjaga Mira yang berjalan-jalan dengan berpegangan meja dan sofa yang ada di ruang tamu.
"Mira sudah bisa berjalan ya Bram?" tanya Mama Saraswati pada akhirnya.
"Iya, Tante ... sudah bisa berjalan pelan-pelan," jawab Abraham. "Tante sehat?" tanya Abraham kemudian.
"Lumayan Bram ... harus sehat, sekarang Tante tinggal sendirian. Melvin juga dihukum lima tahun kurungan penjara, bandingnya ditolak jadi tidak bisa rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat," cerita Mama Saraswati dengan memejamkan matanya perlahan.
Impiannya dulu di hari tua bisa menikmati hari tua bersama suaminya di Bali dan menantikan cucu dari Melvin, ternyata pupus sudah. Di rumah besarnya, yang ada hanya Mama Saraswati yang tinggal sendiri dengan beberapa asisten rumah tangga di sana. Sementara hukuman penjara Melvin Andrian pun sampai lima tahun, tentu itu adalah waktu yang begitu panjang.