Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
mimpi lagi


.


.


.


pagi hari, di tempat lain,


Crystal tengah merenung memikirkan sosok Alex yang terlihat aneh dalam mimpinya,


"kemarin lihat bayangan sekarang melihat Alex dalam mimpi, sebenarnya siapa Alex? kenapa aku bisa melihat Alex tapi rambutnya berbeda". gumam-gumam Crystal.


Crystal semakin yakin dalam mimpinya itu memang Alex, tapi tidak tau maksud mimpi itu yang membuatnya gelisah ingin tau seluruh cerita dialam mimpi itu.


"Crys?". panggil Tatan mengagetkan Crystal.


"aa". pekik Crystal yang anehnya tidak merasakan kedatangan Tatan saking seriusnya memikirkan sosok Pria di dalam mimpinya itu.


"haiiih? Crys kaget? kamu bisa kaget sedramatis itu Crys? kenapa aku baru tau?". heboh Tatan bertepuk tangan meriah.


Crystal mendengus sebal, "aku lagi melamun". jawab Crystal kesal.


"melamun apa sih?". tanya Tatan heran sebab selama Tatan kenal Crystal yang tidak pernah bercerita tentang mimpi apalagi dengar sebuah mimpi yang bisa membuat seorang Crys kepikiran.


"aku mimpi aneh aja". jawab Crystal.


"heii. hei..? kalian sedang apa? kita lagi istirahat nih, temani aku nonton yuk!". ajak Butet tiba-tiba nyelonong menarik tangan Crystal dan Tatan.


Crystal pun mengikuti Butet sebab Ia tidak mau terus kepikiran sosok itu, Butet membawa kedua temannya masuk ke kamarnya lalu membuka siaran TV drama luar negeri tentang kerajaan.


Crystal melebarkan matanya melihat tontonan itu, pakaian yang dipakai oleh pemeran utama Pria sangat mirip dengan pakaian yang dikenakan oleh potongan ingatannya tentang Alex.


"a.. apa itu Butet?". tanya Crystal menunjuk pakaian yang dikenakan oleh pemeran utama pria.


Butet dan Tatan pun kaget lalu mengelus dada,


"aku pikir apa..?". gerutu Butet.


"itu nama nya pakaian Zirah untuk melindungi diri dari terjangan senjata". jawab Tatan.


"iya, kalau pas zaman kerajaan ya namanya Zirah tapi kalau udah zaman modern sekarang ya namanya rompi anti peluru". sahut Butet juga.


"ke.. kenapa mereka berkelahi?". tanya Crystal.


"kenapa? ya perang lah". jawab Butet dan Tatan serentak.


Crystal terus bertanya-tanya hingga Butet dan Tatan mulai kesal tidak menjawab pertanyaan Crystal malah meminta Crystal untuk menonton drama itu sampai habis, Crystal dengan gelisah menontonnya demi memahami teka-teki ingatan itu.


selesai menonton, Crystal bertanya pada Butet dan Tatan tentang perang tadi hingga Ia langsung tercengang mendengar perkataan mereka bahwa negara modern sekarang berabad-abad yang lalu adalah zaman kerajaan seperti dalam Drama itu.


"dimana kita bisa melihat orang-orang perang dulu?". tanya Crystal.


"orang yang meninggal saat perang kan disebut sebagai pahlawan ya? kita bisa melihat nya di museum kan?". butet.


"dimana Museum? bisa kalian antar aku kesana?". tanya Crystal semangat.


Tatan dan Butet mengangguk tapi harus besok, sekarang mereka harus mendatangi Ruang pimpinan untuk meminta Cuti kalau diizinkan, Tatan tak percaya saat meminta Izin Cuti 1 hari di berikan oleh pimpinan mereka yaitu Putra dan anehnya mereka bertiga bisa izin sehari di hari yang bersamaan yaitu esok, biasanya kalau mereka mengajukan cuti bersama-sama pasti liburnya bergantian, misalnya hari senin, selasa, dan Rabu.


"itu karna ada Crys". jawab Butet dengan bangga merangkul bahu Crystal.


"kenapa Crys?". tanya Tatan berbisik.


"pacar Crys itu atasannya Tuan Putra". jawab Butet membuat Tatan menepuk keningnya melupakan hal penting itu padahal Ia tau tapi tidak berpikir kesana.


"iya juga". jawab Tatan menggeleng kepalanya merutuki kebodohannya.


Tatan dan Butet dengan cepat menjawab besok pagi, membuat Crystal lesu lalu pergi bekerja walau tidak bersemangat, Butet dan Tatan mengangkat bahu tidak mengerti.


.


malam hari nya Crystal membaca artikel tentang dunia kerajaan negara nya saat ini,


"jadi negara Indonesia dulu juga sistem kerajaaan". gumam Crystal yang kini sudah memiliki ponsel.


Crystal memang sedikit bodoh dengan teknologi tapi jika diajari sekali akan langsung pandai.


"aku tidak sabar menunggu besok pagi". gumam Crystal gelisah tak sabaran.


Crystal memejamkan matanya, "semoga aku tidak bermimpi buruk lagi". Crystal terus mengatakan hal yang sama sampai Ia tertidur pulas.


alam mimpi,


"kau penghianat..?". teriak seorang Pria berpakaian mewah dengan mahkota diatas kepalanya.


"aku bukan penghianat kakak, Aurora milikku kami sudah berpacaran bertahun-tahun kenapa Kakak menginginkan Aurora? apa tahta yang aku korbankan untukmu tidak bisa membuat dahagamu puas? aku rela memberikan semuanya tapi tidak dengan Aurora". seorang Pria yang dikenal berambut perak dan mata peraknya terlihat bersimpuh pada Pria asing itu.


"aku menginginkan keduanya". jawab Pria itu dengan tatapan serakahnya.


"Kak? Aurora milikku! ". bentak Pria itu yang tak lain mirip sekali dengan Alex.


"Alex..? kau mau melakukan Pemberontakan melawan titah Raja ha?". teriak si Pria yang ternyata Kakak pertama Alex dari Istri kedua (Selir) Raja.


Alex adalah Putra Mahkota tapi tidak mau terlibat pertumpahan darah dengan saudara, Ia dengan senang hati mundur dari posisi itu sebab Alex punya cita-citanya sendiri yang ternyata ingin hidup bahagia dengan sosok pujaan hatinya Aurora.


"aku tidak melawan titah Raja tapi aku hanya menagih janjimu yang akan memberikanku 1 gadis yang aku inginkan yaitu Aurora". kata Alex dengan tatapan mata tajamnya.


"aku bisa memberimu 1000 wanita". teriak nya geram.


"aku hanya ingin 1 gadis, Aurora". jawab Alex lalu berdiri dan pergi dari Pria yang menjadi penguasa di kerajaan nya itu.


.


"aaaahhhh? ". pekik Crystal.


Crystal tiba-tiba terbangun dari alam mimpi nya dengan keringat bercucur membasahi pelipisnya, kali ini ingatan itu sangat panjang dan jelas.


"Aurora?". gumam Crystal mendapatkan nama baru dari alam mimpinya.


"apa bulan purnama merah sudah dekat? kenapa aku bisa melihat hal itu? sebenarnya kenapa aku bisa melihat Alex di dunia kerajaan? memangnya apa hubunganku dengan Alex? tidak ada yang menyebut nama Crystal malah Aurora, siapa Aurora?". kesal Crystal mengelap keringatnya yang bercucur.


tidak ada yang menakutkan tapi mengapa setiap mimpi hal itu membuat Crystal takut dan gelisah, ada apa dengan Ingatan yang akan di ketahui oleh Crystal di malam bulan purnama merah itu. Crystal merasakan kebencian mengingat sosok Pria yang berpakaian serba mewah dalam mimpinya itu, aneh sekali, padahal Crystal tidak kenal dengan Pria itu tapi mengapa Ia bisa begitu benci pada Pria itu.


Crystal meremas rambutnya dengan kesal, "siapa Aurora? aku Crystal, kenapa mereka terus membicarakan tentang Aurora?".


Crystal menenangkan diri sampai Ia benar-benar jauh lebih baik lalu matanya melihat jam dinding yang menunjukkan sudah pukul 05.39 pagi.


"selalu mimpinya dipagi hari". gumam Crystal bangkit dari kasurnya.


setelah membersihkan diri, Crystal melihat ramalan tentang bulan purnama merah lewat ponselnya.


"ternyata 3 bulan lagi, memang lebih cepat dari dugaanku". gumam Crystal melihat layar ponselnya.


Crystal mengira Bulan purnama merah akan muncul 7 bulanan lagi tapi ternyata semakin cepat, Ia tidak sabar melihat kebenaran itu supaya Ia tau siapa sosok Aurora yang dikatakan oleh Alex di alam mimpi itu.


.


.


.