Gadis Kekuatan Super

Gadis Kekuatan Super
sebagai Ratu


.


.


.


ke esokan harinya,


Belle datang ke kamar Crystal yang masih terlelap memeluk bantal guling, Dewi Par dan Endang sudah bangun terlebih dahulu menyiapkan sarapan spesial untuk sang menantu Asiantama.


"Nona?". panggil Belle dengan semangat memegang bahu Crystal.


Crystal mengerjabkan matanya, lalu matanya yang masih mengantuk itu melihat Belle yang tengah tersenyum lebar menatapnya.


"Belle?". tebak Crystal mengulurkan tangannya memegang pipi Belle seperti sahabat baik yang tidak berjumpa berhari-hari lamanya.


"benar Nona..! selamat datang di Keluarga Asiantama Nona, maaf saya baru tau kalau Nona sudah sah menjadi Istri Tuan Alex". ucap Belle dengan bahagia.


Belle sangat senang mengetahui Crystal sudah menikah dengan Alex, otomatis kehidupannya akan bahagia karna punya teman di Mansion ini saat Ia tidak bekerja sebagai dokter baru yang masih banyak butuh pelatihan mengasah kemampuannya di Rumah Sakit.


Crystal duduk sambil mengucek matanya lalu bertanya, "jam berapa Bel?". tanya Crystal.


"sudah jam 9 pagi Nona, Tuan Alex tadi sudah datang ke kamar Nona untuk memberi kecupan manis menjelang kerja tapi Tuan tidak jadi bekerja karna Nona sedang istirahat, mereka semua menunggu Nona dimeja sarapan". kata Belle.


Crystal yang setengah mengantuk pun terbelalak seketika, "ha? kenapa mereka menungguku?". pekik Crystal.


Belle sampai kaget saat Crystal terbang ke arah kamar mandi, "aku punya Nona yang sangat ajaib". kikik gemas Bella berlari menyusul Crystal ke kamar mandi.


Belle dengan senang hati membantu Crystal yang ketar-ketir berpakaian tapi Belle selalu mengatakan untuk tidak terburu-buru.


.


"Mommyy?". teriak Crystal berlari bukan terbang dengan wajah kusut ke arah Dewi Par.


"kenapa sayang?". tanya Dewi Par dengan penuh kasih sayang tapi juga penasaran.


"kenapa tidak membangunkanku?". rengek Crystal.


Alex dan yang lainnya terkekeh saja, "ayo sayang..! aku akan melayani Istriku ini".


Crystal melepaskan pelukannya lalu segera mendekati Alex dan merapatkan kursinya di samping Alex sambil menyeringai lebar, Alex yang gemas mencium bibir dan pipi Crystal yang seketika jadi malu melihat ke arah keluarganya.


"kamu pasti lelah kan?". Alex membalikkan piring untuk Crystal.


Crystal diperlakukan seperti tuan Putri pun gelagapan sampai piringnya penuh, Belle tertawa cekikikan tanpa mengeluarkan suara melihat tatapan nanar Crystal seolah berbicara apakah Crystal bisa memakan semua itu.


"kenapa sayang? kamu tidak suka?". tanya Alex dengan raut wajah bingung melihat sang Istri tengah memandang makanannya saja.


Crystal menoleh ke Alex lalu melihat semua keluarga barunya tampak penasaran dengan jawaban Crystal pun menjawab, "ba.. banyak sekali". cicit Crystal memasang tampang memelasnya yang sangat lucu.


Alex dan yang lainnya pun tertawa, syukurlah bukan hal buruk.


"kamu harus makan banyak sayang biar gemuk". kata Alex.


"kenapa gemuk? bukankah Pria suka perempuan langsing?". tanya Crystal.


"tidak juga..? kamu harus gemuk dan gembul biar tidak ada yang menyukaimu selain diriku saja". kata Alex dengan serius mencubit pipi Crystal.


Crystal menggembungkan pipinya sambil memindahkan timun di piringnya ke piring Alex.


"kenapa sayang? kamu tidak suka mentimun?". tanya Endang.


"apa kamu alergi timun sayang?". tanya Dewi Par.


"biar Daddy singkirkan nak". Indiro mengambil sepiring mentimun yang dekat dengan Crystal dan memakannya sampai mulutnya penuh sehingga Belle dan Ibunya (Ita) hanya tersenyum melihat besarnya rasa cinta mereka pada Crystal.


"aah..? ha?". Crystal celingukan.


"mulai sekarang kamu catat apa saja yang tidak disukai Istriku Belle..! aku akan memberimu bonus nanti". titah Alex ke Belle.


"baik Tuan". jawab Belle dengan senang hati.


Crystal pun mulai sarapan sambil celingukan melihat semua keluarganya tengah menatap serius padanya membuatnya bingung.


"apa makanan enak sayang?". tanya Alex.


"enak, kenapa?". tanya Crystal dengan polos.


"ini telur Daddy yang masak nak, memang berantakan tapi enakkan?". tanya Indiro membuat Crystal melihat ke telur dadar di piring.


"roti ini mommy yang masak sayang, pasti tiada taranya kan?". Dewi Par dan Crystal melihat ke roti.


"ini susu dengan khasiat khas nak..! Oma yakin pasti kamu sangat kuat nanti meminum itu". Endang lalu Crystal beralih ke gelas minumannya.


"aku membeli selai ini sayang, tadi pagi-pagi buta aku bertanya pada Butet dan Tatan tentang selai roti yang biasa kamu makan, aku langsung beli banyak". sambung Alex dan perkataan Alex pun membuat Crystal memandang ke selai kacang coklat yang memang Crystal sukai saat sarapan di Hotel DeLLun.


"bagaimana sayang?". tanya Alex.


Crystal menatap mereka satu persatu, "kenapa kalian baik sekali padaku?". tanya Crystal berkaca-kaca haru.


mereka semua langsung panik melihat Crystal menangis, Alex segera memeluk sang Istri dan membubuhi kecupan sayang di puncak kepala Crystal, mereka semua sangat memanjakan Crystal hingga Belle memeluk Ibunya,


"Ibu? betapa bahagianya Nona Crystal". bisik Belle dengan senang.


"itu karna hatinya murni, menolong tanpa imbalan akan membuat siapapun sangat menyayangi mereka yang baik hati, coba kamu pikirkan berapa kali Nona Crystal menyelamatkan Alex nak?". Ibu Ita bertanya dengan lembut.


"tidak terhitung bu". jawab Belle dengan senyuman terlebarnya.


"itulah balasan perbuatan baiknya, semua orang akan sangat menyayanginya termasuk kita yang hanya seorang pembantu". sambung Ibu Ita lagi.


mereka yang rendahan saja sayang pada Crystal apalagi sebagai mertua, Crystal adalah gadis yang istimewa dan tidak akan bisa diganti dengan uang bahkan tidak terpengaruh dengan uang.


.


.


"kenapa kita kesini sayang?". tanya Alex sambil melepas seatbeltnya melihat sekeliling.


"disini tempat tinggal adikku Lex". jawab Crystal sambil tersenyum.


"baiklah..! sembunyikan wajah dan rambutmu sayang". pinta Alex kembali membenarkan topi sang Istri.


Crystal memejamkan matanya sambil menyeringai lebar dengan pasrah membiarkan Alex memperbaiki wajah dan topinya, Alex sama seperti dulu yang selalu melindunginya padahal di masa sekarang Alex hanya manusia biasa.


"ayo sayang!". ajak Alex memasang masker di wajahnya dan menurunkan topi putihnya supaya bisa menutupi sebagian wajahnya.


Alex keluar dari mobilnya sambil berlari kecil lalu membukakan pintu untuk Crystal, Alex melihat sekeliling yang ia tebak aman karna Erlando sepertinya terus saja mencari cara untuk mendapatkan Bunga Violetnya sementara Crystal tidak mau merubah wajahnya menjadi Crys karna Dinda tidak mengenalinya sebagai Crys melainkan Crystal si rambut perak dan mata ungu.


"aaahhh?? Ibuuu?? aku tidak mau dinikahkan dengan pak Baskoro, tidak Buuu". teriak Dinda menangis meraung-raung saat Ia diseret paksa oleh beberapa Pria berpakaian casual seperti bawahan bos rentenir mereka.


Crystal mendengarnya pun menarik tangan Alex memasuki Rumah Kos-kosan dengan banyaknya pintu disetiap tempat tapi berada di atap yang sama bukan apartemen.


"bawa saja dia..! jadikan dia Istri pak Baskoro, kalian akan melunaskan hutang-hutangku kan?". kata si Ibu tiri Dinda.


"Ibuuuu?". teriak Dinda menangis pilu yang tidak menyangka Ibu tirinya akan menjualnya pada rentenirnya sendiri.


.


.


.