
.
.
.
"Crysss...? kenapa kamu tidak pulang hmm? aku sudah merindukanmu". kesal Tatan.
"apa kamu membenci kamu Crys? kenapa meninggalkan kami?". sungut Butet juga.
Crystal tersenyum lebar lalu melepaskan pelukannya dari Butet dan Tatan, betapa terkejutnya mereka berdua melihat belanjaan Crys yang sangat banyak.
"ho..? haha..! ini pakaianku, aku baru beli". jawab Crystal tersenyum cerah.
"cepat bantu aku antar belanjaanku ke kamar!". pinta Crystal dengan serius lalu kedua temannya itu dengan senang hati membawa belanjaan Crystal dan mengantarnya ke kamar Crystal.
.
Crystal mendatangi Ruangan Kerja Putra, Ia menghela nafas berat berkali-kali sebab sepanjang perjalanannya kemari selalu saja Ia menjadi bahan pembicaraan para rekan-rekan kerjanya yang menunjukkan rasa ketidaksukaan mereka pada Crys.
"sabar Crys..? sabar..!". gumam Crystal dengan senyuman.
"huh..! menjadi manusia normal memang tidak mudah". gumam Crystal sambil tersenyum kecut.
Crystal masuk ke Ruangan Kerja Putra, melihat seseorang masuk ke Ruangannya membuat Putra menoleh dan Ia langsung berdiri ditempat.
"Crys? eehh? Nona". Putra kebingungan sendiri memanggil Crystal.
"Pak Pimpinan aku mau mengundurkan diri". kata Crystal dengan serius.
"Ehh? me.. mengundurkan diri? ka.. karna apa?". tanya Putra kelagapan.
"aku ingin fokus dengan duniaku nanti sebagai wajah asliku, tapi aku tidak mau mencari masalah dengan tetap bekerja disini karna 1 gedung hotel ini sudah tau Alex mencariku sebagai Crys". jawab Crystal.
"T.. Tuan.. Alex?". Putra gelagapan menyebut nama Tuannya.
"aku akan menggantungmu diatas gedung jika berani memberitaunya, aku tidak mau berhubungan dengannya selama beberapa saat ini". ketus Crystal lalu menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat lalu berlalu pergi meninggalkan Putra yang dilema.
Crystal melewati 5 orang pelayan Hotel yang mencibirnya, Crystal yang kesal berbalik mendatangi mereka semua.
"apa masalah kalian? apa aku punya salah dengan kalian?". bentak Crystal sambil berkacak pinggang.
"kau itu hanya upik abu berani menggoda Tuan Alex". pelayan 1
"kau tidak tau kalau gadis berambut Violet dan mata Ungu adalah kekasih Tuan Alex? kau akan menjadi bulian netizen jika sok kecantikan merayu tuan Alex". cibir pelayan 2.
"kalau udah pas-pasan yang udah hidup normal aja tidak usah sok bermimpi mendapatkan Pangeran berkuda putih". ejek pelayan 3.
"ini wajahnya masih bagusan aku, kenapa Tuan Rohan, Tuan Andra, Tuan Putra dan Tuan Alex bisa baik padanya? aku tidak mengerti". sungut pelayan 5.
"dia mungkin seorang jal*ng". ujar pelayan 4
plak....!
Crystal menampar pelayan ke-4 itu dengan wajah memerah geram, "kau mungkin jal*ng para perdana menteri tapi aku bukan jal*ng..!jangan berani-berani kau menggunakan mulut busukmu yang di ci*m banyak bapak-bapak itu mencelaku jal*ng". kata Crystal dengan tatapan nyalang.
teman-teman si pelayan ke4 tidak menyangka kalau rekan mereka itu simpanan bapak menteri padahal Ia terlihat polos dan lugu tapi mudah di provokasi.
"berani kau?". marah pelayan itu yang tidak terima ditampar akan menampar Crystal tapi Crystal menahan tangan si pelayan lalu meninju wanita itu sampai terjatuh di lantai.
"coba saja kau mengadu pada bapakmu itu, akan aku kadukan kau pada Tuan Alex yang kalian takuti itu, supaya mulut busukmu itu di sumpal dengan cairan racun biar bisu sekalian". kata Crystal dengan kejam lalu menatap tajam keempat rekan pelayan itu yang takut melihat Crystal yang marah.
wanita itu berteriak marah saat Crystal merusak wajahnya,
"Rayna? kamu tidak apa?". tanya teman si pelayan yang sudut bibirnya berdarah itu.
wanita yang dipanggil Rayna itu mengeluarkan wajah aslinya yang selama ini berwajah lugu dan polos.
sungguh Rayna tidak menyangka Crystal mengetahui rahasia terbesarnya, padahal tidak ada yang tau soal rahasianya itu termasuk ibu kandungnya sendiri.
.
Crys menyusun semua barang-barangnya ke dalam koper, "aku bukan gadis lemah lagi, dulu aku pernah mati karna lemah dan terlalu baik hati, sekarang aku tidak akan menjadi perempuan lemah..! aku harus fokus menghabisi Erlando, di masa ini aku tidak akan kalah dan aku akan habisi mereka satu persatu yang menyakitiku dimasa lalu". Crystal mengeluarkan seluruh aura kebenciannya hingga Kamarnya terasa dingin bahkan sangat dingin.
Crystal keluar dari kamar kos-annya dan kaget melihat Tatan dan Butet berkaca-kaca memandangnya, mereka menyalahkan Crystal kembali hanya untuk mengundurkan diri.
"maafkan aku!". ucap Crystal dengan raut wajah sedih lalu pergi dari Tatan dan Butet yang menangis saling berpelukan melihat kepergian Crystal.
"aneh.. kenapa aku merasa kita tidak akan bertemu lagi dengannya?". tanya Butet dengan kesal.
"aku juga, dia seperti akan menghilang cukup lama". timpal Tatan.
.
Putra melihat kepergian Crys dari lantai atas, Ia memotret pemandangan itu saat Crys membawa 2 koper dengan posisi menyamping sehingga sebagian wajah imut Crys terlihat.
"aku bisa dijadikan hewan sembelih jika tidak memberitau tentang kekasihnya". gumam Putra lalu mengirimnya ke Alex.
.
Crystal tiba didepan pagar Hotel dan matanya melebar melihat mobil Alex, "Putra...? kau benar-benar akan aku gantung". geram Crystal melihat mobil Alex semakin dekat padanya.
Crystal segera mencari akal hingga Ia melihat taksi baru saja menurunkan sewa, dengan cepat Crystal berlari ke arah taksi itu, si supir taksi dengan cekatan turun dari mobilnya membantu menaikkan koper Crystal.
"Crys?". Alex berlari ke arah Crystal lalu menahan pergelangan tangan Crystal yang hendak masuk mobil membuat supir taksi terbelalak sebab Ia tau saat ini publik sangat gempar dengan sosok kekasih Alex tapi mengapa Alex memegang tangan seorang gadis biasa ini.
Crystal menghela nafas, "lepasin..!". ketus Crystal.
"ikut aku..!". pinta Alex.
"tidak mau". tolak Crystal berusaha menolak Alex.
Alex melihat ke arah supir itu, "antar ke Apartemen Mutiara, katakan pada satpam untuk menyimpan barang-barang ALEX, mereka akan faham itu". titah Alex sambil mengeluarkan beberapa lembar uangnya dari saku celananya.
"ba.. baik Tuan". jawab si supir dengan sopan mengambil uang Alex yang berlebih.
"lepasin Aku Lex..! aku tidak mau bertemu denganmu, lepaskan aku.. beri aku waktu!!". jerit Crystal meronta-ronta tapi tidak bisa menggunakan kekuatannya yang akan membongkar rahasianya sebagai Crys yang dikenal sebagai manusia biasa.
Alex menggendong Crystal seperti mengangkat karung beras karna Crystal tidak terima dibawa masuk ke mobil, Crystal memukul-mukul punggung Alex.
"haiissssh..! awas kau putraaaaaa". jerit Crystal dengan marah karna Putra memberi tau keberadaannya pada Alex sehingga dirinya tertangkap.
Alex membawa masuk Crystal ke mobilnya lalu menutup pintu mobil, Crystal celingukan melihat situasi aman langsung menghilang dari mobil Alex dan muncul di depan Putra saat ini.
"aaaahh". Putra menyemburkan air mineral yang sedang ia teguk melihat kedatangan Crys.
"sudah aku bilang kan kalau aku akan menggantungmu". kata Crystal dengan serius membuat Putra akhirnya menyadari betapa seriusnya perkataan Crystal.
"a.. apa masalah kalian Nona? ke.. kenapa Nona membenci Tuan Alex?". tanya Putra tergagap.
Crystal tidak menjawab hanya langsung mengibaskan tangannya, seketika Putra berteriak saat kakinya melayang ke atas seperti ditarik oleh jaring laba-laba lalu menggelantung seperti kalelawar.
"Nona Ampun Nona..! Nonaaa?". teriak Putra menangkupkan kedua tangannya dengan posisi terbalik itu.
Crystal menghilang dari hadapan Putra membuat orang setia Alex itu menyesali perbuatannya seolah faham Alex berbuat kesalahan sehingga Crystal marah dan tidak mau bertemu Alex padahal Crystal punya alasan tersendiri.
.
.
.